• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Hasil penelitian

1. Analisis Deskriptif

Menurut Bruhlmann (2020), pengkategorian motivasi responden dilakukan dengan melihat nilai mean pada skor. Pada penelitian ini didapatkan bahwa Mean amotivation adalah 3.36, mean external motivation adalah 2.27, dan Intrinsic motivation adalah 5.70. Bruhlmann (2020) menjelaskan bahwa dikatakan

seseorang memiliki profil motivasi eksternal jika mean berada diatas amotivation dan dibawah motivasi intrinsik, dan dikatakan motivasi intrinsik jika skor mean diatas atau sama dengan mean motivasi intrinsik. Maka pada penelitian ini didapatkan profil mtovasi dengan 84 amotivation, 69 external motivation, dan 2 Intrinsic motivation.

2. Analisis Faktor Eksploratori a. KMO dan Bartlett’s test Tabel 4.3

KMO dan Bartlett’s test

Kaiser Meyer Olkin Measure of Sampling Adequacy 0.720

Sig, 0.000

KMO & Bartlett’s Test berguna untuk menggetahui kelayakan suatu variabel, apakah dapat di proses lebih lanjut menggunakan teknik analisis faktor ini atau tidak. Yaitu dengan cara melihat nilai KMO MSA. Jika nilai KMO MSA lebih besar dari 0.50 maka teknik analisis faktor dapat dilanjutkan. Berdasarkan hasil pada tabel diatas, diketahui nilai KMO MSA sebesar 0.720 > 0.50 dan nilai Bartlett’s Test of Spehricity (Sig) 0.000 < 0.05, maka dari hasil tersebut menunjukkan bahwa analisis faktor dalam penelitian ini dapat dilanjutkan.

b. Anti Image Matrices Tabel 4.4

Anti Image Matrices

Variabel Nilai MSA

Amotivation 0.548

External Regulation 0.733

Introjected Regulation 0.697

Identified Regulation 0.583

Integrated Regulation 0.785

Intrinsic motivation 0.408

Tabel Anti Image Matrices berguna untuk mengetahui dan menentukan variabel mana saja yang layak pakai dalam analisis faktor. Pada tabel diatas dijelaskan nilai MSA yaitu measure of sampling adequacy. Kriteria angka MSA (Measure of Sampling Adequacy) berkisar 0 sampai 1, dengan kriteria:

a. MSA = 1, variabel tersebut dapat diprediksi tanpa kesalahan oleh variabel yang lain

b. MSA > 0.5, variabel masih bisa diprediksi dan bisa dianalisis lebih lanjut.

c. MSA < 0.5, variabel tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dianalisis lebih lanjut, atau dikeluarkan dari variabel lainnya.

Dari hasil tabel diatas diketahui bahwa nilai MSA dari 5 variabel yang diteliti adalah > 0.50 kecuali 1 variabel yakni Intrinsic motivation yang hanya memiliki nilai MSA 0.048 < 0.05, yang artinya hanya 5 variabel masih bisa diprediksi dan bisa di analisis lebih lanjut sedangkan variable Intrinsic

motivational harus dibuang. Maka perhitungan ulang nilai MSA diperlukan dan didapatkanlah hasil pada table berikut

Tabel 4.5

Anti Image Matrices ke-2

Variabel Nilai MSA

Amotivation 0.661

External Regulation 0.724

Introjected Regulation 0.724

Identified Regulation 0.690

Integrated Regulation 0.750

Setelah melalukan perhitungan ulang diketahui bahwa nilai MSA untuk semua variabel yang diteliti adalah > 0,50, artinya semua variabel tersebut bisa diprediksi dan bisa di analisis lebih lanjut. Untuk itu persyaratan nya dalam analisis faktor ini dianggap terpenuhi.

c. Communalities Tabel 4.6

Communalities

Variabel Nilai Extraction

Amotivation 0.774

External Regulation 0.732

Introjected Regulation 0.738

Identified Regulation 0.732

Integrated Regulation 0.704

Tabel Communalities ini bertujuan untuk menunjukkan nilai variabel yang diteliti apakah mampu menjelaskan faktor atau tidak. Variabel dianggap mampu menjelaskan faktor jika nilai Extraction > 0,50 (Santoso, 2011). Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa seluruh variable pada table 6 memiliki nilai Extraction > 0,50 yang artinya mampu menjelaskan suatu faktor. Dengan ketentuan bahwa semakin besar nilai communalities sebuah variabel, berarti semakin erat hubunganya dengan variabel yang terbentuk (Santoso, 2011).

d. Total Variance Explained Tabel 4.7

Total Variance Explained

Variabel Total Initial Eigenvalues

Amotivation 2.494

External Regulation 1.187

Introjected Regulation 0.545

Identified Regulation 0.442

Integrated Regulation 0.333

Total Variance Explained menunjukkan nilai masing-masing variabel yang di analisis. Menurut Santoso (2016), Total Variance Explained menggambarkan banyaknya jumlah faktor yang terbentuk. Syarat untuk menentukan faktor yang terbentuk yaitu nilai eigenvalue nya harus berada > 1.

Jika nilai eigenvalue nya < 1 maka sudah tidak terdapat faktor yang terbentuk.

Ada dua analisis yang digunakan untuk menjelaskan suatu varian dalam analisis faktor, yaitu Initial Eigenvalues dan Extraction Sums of Squared Loandings.

Pada varian Initial Eigenvalues menunjukkan faktor yang terbentuk. Pada Extraction Sums of Squared Loandings menujukkan variasi atau banyaknya faktor yang dapat terbentuk, pada tabel 7 di atas ada 2 variasi faktor yang terbentuk dalam penelitian ini, yaitu 2.494 dan 1.187.

Berdasarkan tabel output Total Variance Explained pada bagian Initial Eigenvalues, maka ada 2 faktor yang dapat terbentuk dari 5 variabel yang di analisis. Dimana syarat untuk menjadi sebuah faktor, nilai Eigenvalue harus lebih besar dari 1. Pada tabel diatas, diketahui bahwa nilai Eigenvalue komponen 1 sebesar 2.494 > 1 maka mampu menjadi faktor 1 dan mampu menjelaskan 49.877% variasi. Nilai Eigenvalue komponen 2 sebesar 1.187 > 1 maka mampu menjadi faktor 2 dan mampu menjelaskan sekitar 23.733% variasi. Jika faktor 1 dan 2 dijumlahkan secara keseluruhan maka mampu menjelaskan 73.61% variasi.

Untuk variabel 3,4, dan 5 memiliki nilai Eigenvalue < 1, untuk itu tidak bisa dilanjutkan dan dianggap tidak bisa membentuk faktor.

e. Component Matrix

Tabel 4.8

Component Matrix

Component Matrix

Component

1 2

Amotivation 0.393 0.787

External Regulation 0.829 0.213

Introjected Regulation 0.844 0.159

Identified Regulation 0.588 -0.622

Integrated Regulation 0.771 -0.331

Component Matrix ini menunjukkan nilai korelasi atau hubungan antara masing-masing variabel dengan 2 faktor yang terbentuk serta menentukan item- item yang dominan pada setiap komponen tersebut. Seperti yang kita lihat pada tabel diatas :

1. Variabel amotivation memiliki korelasi dengan faktor 1 sebesar 0.393, dan korelasi dengan faktor 2 sebesar 0.787.

2. Variabel external regulation memiliki korelasi dengan faktor 1 sebesar 0.829, dan korelasi dengan faktor 2 sebesar 0.213.

3. Variabel introjected regulation memiliki korelasi dengan faktor 1 sebesar 0.844, dan korelasi dengan faktor 2 sebesar 0.159.

4. Variabel identified regulation memiliki korelasi dengan faktor 1 sebesar 0.588, dan korelasi dengan faktor 2 sebesar -0.622.

5. Variabel integrated regulation memiliki korelasi dengan faktor 1 sebesar 0.771, dan korelasi dengan faktor 2 sebesar -0.331.

f. Rotated Component Matrix Tabel 4.9

Rotated Component Matrix

Rotated Component Matrix Component

1 2

Amotivation -0.205 0.856

External Regulation 0.498 0.696

Introjected Regulation 0.544 0.664

Identified Regulation 0.850 -0.099

Integrated Regulation 0.803 0.242

Untuk memastikan suatu variabel dalam analisis faktor masuk kedalam kelompok faktor mana, dapat ditentukan dengan melihat nilai korelasi terbesar dengan faktor (komponen) yang terbentuk. Hasil yang didapat dari tabel diatas adalah :

1. Variabel yang masuk ke dalam faktor 1 adalah: Identified Regulation dan Integrated Regulation

2. Variabel yang masuk ke dalam factor 2 adalah: Amotivation, External Regulation, dan Introjected Regulation

Dengan melihat pembahasan diatas maka kesimpulan yang dapat diambil dalam analisis faktor ini adalah sebagai berikut :

Tabel 4.10

Ringkasan Hasil Analisis Faktor Eksploratori

Faktor Variabel

1 Identified Regulation dan Integrated Regulation 2 Amotivation, External Regulation, dan Introjected Regulation

g. Component Transformation Matrix Tabel 4.11

Component Transformation Matrix

Component 1 2

1 0.766 0.643

2 -0.643 0.766

Component Transformation Matrix menunjukkan bahwa pada komponen 1 nilai korelasinya adalah sebesar 0,766 > 0.5. Pada komponen 2 nilai korelasinya sebesar 0.766 > 0,5. Suatu faktor dikatakan mampu merangkum keseluruhan

variabel yang di analisis ketika memiliki nilai korelasi > 0,5. Dapat disimpulkan bahwa faktor 1 dan 2 mampu bekerja dengan tepat untuk merangkum variabel yang di analisis.

Dokumen terkait