• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik psikografis responden dalam penelitian ini dilihat dari

beberapa hal yaitu; sikap khas segmen, sedangkan karakteristik demografis

dilihat dari usia, jenis kelamin, dan uang saku per bulan.

1. Responden berdasarkan Psikografis

Berdasarkan psikografis, responden pengguna Nokia N series dan

Nokia E series dibagi menjadi 4 kelompok meliputi segmentasi yaitu;

economy-minded (orientasi harga), couch potatoes (penggemar hangout), outdoors enthuisiasts (petualang), status seekers (pencari status). Dari pengisian kuesioner oleh 43 responden yang telah ditentukan lewat

penelitian rintisan, didapat responden dengan karakteristik psikografis

Tabel V.3

Karakteristik Psikografis Responden

Psikografis Banyaknya Persen

Tidak memilih 1 2,3%

Economy-minded (orientasi harga) 1 2,3%

Potatoes ( penggemar hangout) 20 46,5%

Outdoors enthuisiasts (petualang) 21 48,8%

Status seekers ( pencari status) 0 0%

Jumlah 43 100%

Sumber: Data primer diolah, 2009

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa responden Nokia N

series dan Nokia E series adalah 48,8% responden atau 21 orang outdoors enthuisiasts (petualang), 46,5% responden atau 20 orang potatoes

(penggemar hangout), 2,3% atau 1 orang economy-minded (orientasi harga), dan 2,3% lainya atau 1 orang tidak memberikan jawaban.

Mayoritas pemilik Nokia N series dan Nokia E series adalah outdoors enthuisiasts (petualang) dan potatoes (penggemar hangout). Bagi

outdoors enthuisiasts atau petualang dengan memilih Nokia N series dan E series membantu mengekspor diri lewat aplikasi yang memungkinkan,

sedangkan bagi potatoes atau penggemar hangout dengan memilih Nokia N series dan E series merupakan suatu kebanggan tersendiri memiliki

Dengan mengenali dua kelompok psikografis yang cukup besar

dari segmen ini dapat menjadi sebuah arahan bagi perusahaan untuk

menentukan strategi untuk memenangkan segmen ini. Bila melihat 46,5%

dar segmen ini adalah penggemar hangout / potatoes yang memiliki karakteristik ingin mengikuti trend, serta kecenderungan berkelompok

dengan teman – teman sebaya, dapat dimanfaatkan perusahaan.

Perusahaan dapat menambahkan fitur – fitur yang mampu memfasilitasi

kebutuhan mereka, misalnya: aplikasi game yang dapat dinikmati dengan

bermain bersama lewat mobile phone masing – masing via bluetooht. Selain fitur games mungkin aliansi promosi, dengan industri musik atau

film dapat dilakukan, seperti yang dilakukan oleh pesaing terdekat Nokia

yaitu Sony Ericsson. Namun, dapat dibuat sedikit berbeda dengan

memberikan fasilitas khusus bagi pengguna Nokia N series dan E series,

seperti kemudahan mengikuti kegiatan yang event musik atau film.

Kelompok psikografis outdoors enthuisiasts / petualang juga harus mendapat perhatian dari perusahaan, kelompok psikografis ini menguasai

48,8% segmen ini. Ciri psikografis outdoors enthuisiasts/ petualang yang ingin tahu hal – hal terbaru tentang teknologi, dan memiliki rasa

ingin tahu yang besar dapat dimanfaaatkan oleh perusahaan dengan

mengeluarkan produk yang memiliki terknologi terkini. Segmen ini

memang menjadi karakteristik kaum muda yang suka mencoba hal baru,

dan ini menjadi tantangan keras baru perusahaan untuk memenangkan

Konsumen dengan karakteristik psikografis seperti ini memiliki

dua sisi, yang pertama dapat menguntungkan bagi perusahaan apabila

perusahaan mampu memfasilitasi kebutuhan rasa ingin tahu mereka lewat

fitur atau produk terbaru, tetapi akan menjadi bumerang saat perusahaan

pesaing mampu memberikan sesuatu ”tantangan” yang baru bagi

konsumen tipe ini. Konsumen tipe ini memang sangat emotional dalam melakukan pembelian produk yang diinginkan sesuai dengan orientasi

kebutuhan yang ingin dicapai, tapi konsumen ini bukanlah konsumen yang

loyal pada merek tetapi pada karena kebutuhan akan teknologi dan rasa

ingin tahu yang besar yang ingin dicari. Maka, kalau Nokia tidak cermat

melayani konsumen tipe ini dengan segmentasi produknya maka pesaing

mampu merebutnya, dan dari penelitian ini konsumen tipe ini ada 48,8%,

tentu bukan angka yang dapat diremehkan.

2. Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin, responden mobile phone ini terdiri dari remaja laki- laki dan perempuan. Dari pengisian 43 kuesioner yang telah

ditentukan dari awal. Gender sebenarnya (sex / jenis kelamin) sudah tidak

akurat lagi untuk membedakan konsumen berdasarkan perilaku dalam

konsumsi kategori produk, mengingat makin banyaknya peran yang telah

bertukar antara pria dan wanita (Kanuk,Consumer Behavior, 2004).

Gambaran tentang demografis dalam hal ini, jenis kelamin

Tabel V.4. Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Banyaknya Persen

Pria 14 32,6%

Wanita 29 67,4%

Jumlah 43 100%

Sumber: Data primer diolah, 2009

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa responden mobile phone 32,6% atau 14 orang laki – laki, dan 67,6% atau 29 orang wanita. Nokia N series dan E seris lebih banyak dimiliki oleh perempuan pasti

memiliki alasan khusus. Desain, tampilan yang feminim, ditambah dengan

keypad yang kecil membuat kaum wanita tidak mengalami kesulitan dalam menggunakannya. Hal ini lah yang mempengaruhi kaum wanita

untuk memiliki mobile phone tipe ini.

Tabel V.5.

Kondisi Psikografis Responden menurut Jenis Kelamin

Gender * Psikografis Crosstabulation

Count 0 1 5 8 14 1 0 15 13 29 1 1 20 21 43 L P Gender Total 0 1 2 3 Psikografis Total

Dari data diatas dapat dilihat kondisi psikografis responden

menurut jenis kelamin. Dari 29 wanita, 1 orang tidak memilih, 15 orang

potatoes, 13 orang outdoors entuisiasts. Dapat dilihat bahwa kaum wanita cenderung memiliki karakteristik potatoes atau penggemar hangout. Dari 14 wanita, 1 orang economy minded, 5 orang potatoes, 8 orang outdoors entuisiasts. Dapat dilihat bahwa kaum pria cenderung memiliki karakteristik outdoors entuisiasts atau petualang. Kecenderungan ini, dimana wanita lebih senang hangout dengan teman – teman dan pria yang

memiliki rasa ingin tahu yang besar, sehingga lebih cenderung bertualang

merupakan karakteristik psikologis pria dan wanita ( Bab II, hal 37).

Sebuah tampilan, desain, serta bentuk fisik lain mampu

mempengaruhi konsumen dengan karekteristik segmentasi tertentu dalam

memilih sebuah produk. Maka, perusahaan tidak dapat memutuskan

sebuah kebijakan operasional perusahaan hanya berdasarkan satu

pendekatan segmentasi saja, dimana perusahaan harus sangat spesifik

bermain pada segmen tertentu sehingga hasil yang diharapkan optimal.

3. Responden berdasarkan Uang Saku

Berdasarkan uang saku responden mobile phone,sangat bervariasi. Dalam hal ini uang saku responden diartikan sebagai uang yang mereka

miliki dari pemberian orang tua/ wali di luar kebutuhan pokok mereka.

Membahas tentang uang saku yang konsumen miliki dalam hal ini remaja,

pembelian produk, tetapi kepada penggunaan uang saku tesebut untuk

kebutuhan penunjang. Dari pengisian kuesioner oleh 43 responden yang

telah ditentukan dari awal lewat penelitian rintisan. Maka data tentang

uang saku responden dapat dilihat lewat tabel berikut

Tabel V.6. Uang Saku Responden

Uang Saku Banyaknya Persen

Rp 100.000 3 7% Rp 101.000 - Rp 300.000 23 53,5% Rp 301.000 - Rp 500.000 12 28% Rp 501.000 - Rp 700.000 2 4,6% Rp 701.000 - Rp 900.000 2 4,6% Rp 901.000 1 2,3% Jumlah 43 100%

Sumber: Data primer diolah, 2009

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat uang saku yang mereka

miliki mulai dari ≤ Rp 100.000,- sampai ≥Rp 901.000,-. Dari banyaknya variasi uang saku pada responden, paling banyak responden memiliki uang

saku antara Rp 101.000 sampai Rp 300.000 dan rata – rata uang saku

responden sekitar Rp 343.000,-

Dengan kisaran uang saku antara Rp 101.000 sampai Rp 300.000atau rata

– rata sekitar Rp 343.000,- dapat dimanfaatkan pihak ketiga yaitu

penyedia asesoris, untuk merangsang sebuah kebutuhan kebutuhan.

pihak ketiga dapat melihat hal ini sebagai peluang, dengan menyadikan

asesoris fisik maupun aplikasi aplikasi fitur yang disesuaikan dengan

dunia remaja yang sangat up to date, populer, bertualang, dan rasa ingin tahu akan hal baru.

Tabel V.7

Kondisi Psikografis Responden Menurut Rata – Rata Uang Saku yang Dimiliki

Psikografis Uang saku Relasi penggunaan rata -rata uang saku dengan psikografis konsumen 0 Rp 150,000.00

1 Rp 1,000,000.00

2 Rp 200,000.00 Rp 341,750.00 2 Rp 800,000.00 Rata - rata penggunaan uang 2 Rp 360,000.00 saku oleh konsumen dgn 2 Rp 400,000.00 karakteristik psikografis 2 Rp 150,000.00 potatoes atau penggemar 2 Rp 75,000.00 hangout 2 Rp 300,000.00 2 Rp 400,000.00 2 Rp 300,000.00 2 Rp 200,000.00 2 Rp 200,000.00 2 Rp 400,000.00 2 Rp 300,000.00 2 Rp 300,000.00 2 Rp 600,000.00 2 Rp 250,000.00 2 Rp 300,000.00 2 Rp 500,000.00 2 Rp 600,000.00 2 Rp 200,000.00 3 Rp 300,000.00 Rp 322,857.14 3 Rp 70,000.00 Rata - rata penggunaan uang 3 Rp 300,000.00 saku oleh konsumen dgn 3 Rp 500,000.00 karakteristik psikografis 3 Rp 300,000.00 outdoors enthuisiasts atau 3 Rp 400,000.00 petualang 3 Rp 300,000.00 3 Rp 200,000.00 3 Rp 200,000.00 3 Rp 200,000.00 3 Rp 200,000.00 3 Rp 150,000.00

3 Rp 260,000.00 3 Rp 200,000.00 3 Rp 400,000.00 3 Rp 500,000.00 3 Rp 400,000.00 3 Rp 100,000.00 3 Rp 500,000.00 3 Rp 800,000.00 Sumber: Data primer diolah, 2009

Dari data diatas dapat dilihat kondisi psikografis responden

menurut rata – rata uang saku yang dimiliki. Konsumen dengan

karakteristik psikografis potatoes atau penggemar hangout, rata – rata memiliki uang saku Rp 341.750,00 sedangkan outdoors entuisiasts atau petualang memiliki uang saku Rp 322.857,14.

Uang saku yang lebih besar pada konsumen dengan kondisi

psikografis penggemar hangout, dapat dijadikan peluang untuk melihat dan menciptakan sebuah kebutuhan bagi konsumen. Konsumen potatoes

yang menggemari hangout dan mengikuti tren, dapat dijadikan pasar

potensial dengan mengidentifikasi kebutuhaan yang tercipta mengkuti

sikap kekhasan segmen ini.

4. Responden berdasarkan Kepemilkan Mobile phone Sebelumnya

Latar belakang kepemilikan mobile phone sebelumnya cukup penting diketahui, hal ini digunakan untuk memperoleh gambaran mobile phone dari vendor mana saja yang dipakai konsumen. Dengan mengetahui vendor yang paling banyak dibeli konsumen dapat dilihat bahwa

pengalaman masa lalu mereka terhadap penggunaan produk mampu

phone sebelumnya, ada beberapa merek yang mereka sebutkan antara lain: Motorola, Nokia, Samsung, Sony Ericsson. Dari pengisian kuesioner oleh

43 responden yang telah ditentukan dari awal lewat penelitian rintisan.

Maka data tentang kepemilikan mobile phone sebelumnya dapat dilihat lewat tabel berikut:

Tabel V.8.

Kepemilikan Mobilephone Sebelumnya

Merek Mobilephone Sebelumnya Banyaknya Persen

Motorola 3 6,9% Nokia 30 69,8% Samsung 1 2,3% Sony Ericsson 8 18,7% Tidak Menjawab 1 2,3% Jumlah 43 100%

Sumber: Data primer diolah, 2009

Berdasarkan kepemilikan mobile phone sebelumnya dapat dilihat bahwa responden 69,8% atau 30 orang sebelumnya memakai Nokia,

18,7% atau 8 orang memakai Sony Ericsson, 6,9% atau 3 orang memakai

Motorola, dan 2,3 % atau 1 orang memakai Samsung.

Data kepemilikan mobile phone sebelumnya yang didapat memang dapat diartikan, yaitu banyaknya konsumen perusahaan pesaing yang

pindah dan sekarang menggunakan produk Nokia. Penjelasan tentang hal

mobile phone mereka saat ini. Lewat pendekatan psikografis, ada dua jawaban yang cukup dominan. Pertama, konsumen setuju bahwa produk

Nokia N series dan E series itu merupakan produk yang menjadi ”trend”,

sehingga dijadikan sebagai lifestye dengan memilikinya. Kedua, konsumen merasa fitur yang ditawarkan Nokia N series dan E series membantu

mengeksplor diri lewat fitur – fitur yang ada.

Tabel V.9.

Kondisi Psikografis Responden Menurut Merek Yang Dibeli Sebelumnya

Count

mereksebelum Total Psikografis - Motorola Nokia Samsung SE

Tidak memilih 0 0 1 0 0 1

Economy minded 0 0 0 0 1 1

Potatoes 0 2 16 0 2 20

Outdoors Enthusiasts 1 1 13 1 5 21

total 1 3 30 1 8 43

Sumber: Data primer diolah, 2009

Dari data diatas dapat dilihat pula bahwa konsumen dengan

karakteristik psikografis penggemar hangout / potatoes, lebih setia dengan Nokia, dibandingakan outdoors enthuisiasts / petualang yang memiliki pola penyebaran kepemilikan mobile phone sebelumnya lebih merata pada semua merek mobile phone.

Tabel V.10.

Kondisi Demografis (Jenis Kelamin) Menurut Merek yang Dibeli Sebelumnya

Count 1 1 8 0 4 14 0 2 22 1 4 29 1 3 30 1 8 43 L P Gender Total

- Motorola Nokia Samsung SE Mereksebelumnya

Dapat ditambahakan dengan mengidentifikasi relasi antara jenis

kelamin dengan latar belakang kepemilikan merek mobile phone

sebelumnya dengan crosstab. Bahwa konsumen sebagian besar adalah konsumen setia Nokia, yang terdiri dari 14 orang pria dan 29 wanita.

Dengan presentasi wanita yang lebih besar dalam sampel, dan diiringi

dengan banyaknya wanita yang lebih setia pada merek maka mengelola

konsumen wanita dengan mengidentifikasi segala kebutuhannya akan

sangat menarik.

Maka, dalam mengenali tentang karakteristik responden kita tidak

dapat hanya melihat lewat satu pendekatan segmentasi saja, tetapi harus

mampu mencermati kacenderungan konsumen yang terjadi dalam

beberapa segmentasi yang digunakan untuk penyusunan strategi

marketing.