Umpan Balik Tahap 1
METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran
1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai hal-hal yang berkaitan dengan obyek penelitian. Analisis dilakukan berdasarkan hasil identifikasi lapangan mengenai faktor-faktor internal perusahaan dan eksternal perusahaan. Faktor internal meliputi sumber daya manusia (SDM), proses produksi, pemasaran dan keuangan perusahaan. Faktor eksternal meliputi ketersediaan bahan baku, dampak lingkungan, marketing dan pesaing.
2. Evaluasi Faktor Internal
Tahap Pengumpulan Data
EFE EFI
Tahap Analisis Data
Matriks SWOT
Tahap Pengambilan Keputusan
Evaluasi faktor internal (Internal Factor Evaluation, IFE) digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dianggap penting (David, 2002). Faktor internal yang akan di evaluasi adalah kekuatan dan kelemahan perusahaan mengenai manajemen, pemasaran, keuangan, produksi, penelitian dan pengembangan serta pengoperasian sistem informasi perusahaan.
Tahapan pembuatan matriks IFE adalah :
a. Buat daftar critical success factors atau CSF (faktor utama yang mempunyai dampak penting pada kesuksesan atau kegagalan usaha). Cari 10–20 faktor, termasuk kekuatan dan kelemahan yang mempengaruhi perusahaan.
b. Beri bobot pada setiap faktor dari 0,0 (tidak penting) sampai 1,0 (sangat penting). Bobot menunjukkan kepentingan relatif dari faktor tersebut agar berhasil dalam industri. Jumlah seluruh bobot yang diberikan pada faktor di atas harus sama dengan 1,0.
c. Berikan peringkat 1 sampai 4 pada setiap faktor sukses kritis untuk menunjukkan efektifitas strategi perusahaan dalam menjawab faktor tersebut. Peringkat 4 = jawaban superior, peringkat 3 = jawaban di atas rataan, peringkat 2 = jawaban rataan dan peringkat 1 = di bawah rataan atau jelek.
d. Kalikan setiap bobot faktor dengan peringkat untuk menentukan nilai yang di bobot
e. Jumlahkan nilai yang dibobot untuk setiap peubah untuk menentukan nilai yang dibobot total bagi organisasi.
Rataan adalah 2,5. Jika nilainya di bawah 2,5 menunjukkan bahwa secara internal perusahaan lemah, sedangkan nilai yang berada di atas 2,5 menunjukkan posisi internal yang kuat.
3. Evaluasi Faktor Eksternal
David (2004) menyatakan bahwa evaluasi faktor eksternal (EFE) digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal organisasi. Data eksternal perusahaan dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal yang menyangkut persoalan ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintahan, hukum, teknologi, persaingan pasar industri dimana perusahaan berada serta data eksternal relevan lainnya.
Tahapan kerja pada analisis matriks EFE adalah sebagai berikut.
a. Buat daftar CSF. Cari 10–20 faktor termasuk peluang dan ancaman yang mempengaruhi perusahaan. Daftar peluang terlebih dahulu kemudian ancaman.
b. Beri bobot pada setiap faktor dari 0,0 (tidak penting) sampai 1,0 (sangat penting). Bobot menunjukkan kepentingan relatif dari faktor tersebut agar berhasil dalam industri. Jumlah seluruh bobot yang diberikan pada faktor di atas harus sama dengan 1,0.
c. Berikan peringkat 1 sampai 4 pada setiap faktor sukses kritis untuk menunjukkan efektifitas strategi perusahaan dalam menjawab faktor tersebut. Peringkat 4 = jawaban superior, peringkat 3 = jawaban di atas rataan, peringkat 2 = jawaban rataan dan peringkat 1 = di bawah rataan atau jelek.
d. Kalikan setiap bobot faktor dengan peringkat untuk menentukan nilai yang di bobot
e. Jumlahkan nilai yang dibobot untuk setiap peubah untuk menentukan nilai yang dibobot total bagi organisasi.
Rataan adalah 2,5. Jika nilainya di bawah 2,5 menunjukkan bahwa secara eksternal perusahaan lemah, sedangkan nilai yang berada di atas 2,5 menunjukkan posisi eksternal kuat.
4. SWOT
Dalam tahapan perumusan strategi ini digunakan analisis SWOT. Menurut David (2009) terdapat empat strategi yang diperoleh dari analisis SWOT, yaitu strategi SO (strategi kekuatan-peluang) menggunakan kekuatan internal organisasi untuk memanfaatkan peluang eksternal, strategi WO (strategi kelemahan-peluang) bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal organisasi dengan memanfaatkan peluang eksternal, strategi ST (strategi kekuatan-ancaman) menggunakan kekuatan internal organisasi untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal, dan strategi WT (strategi kelemahan-ancaman) merupakan strategi defensif yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal organisasi dan menghindari ancaman dari lingkungan eksternal.
Delapan langkah dalam analisis SWOT adalah :
a. Tuliskan peluang eksternal perusahaan yang menentukan b. Tuliskan ancaman eksternal perusahaan yang menentukan c. Tuliskan kekuatan internal perusahaan yang menentukan d. Tuliskan kelemahan internal perusahaan yang menentukan
e. Mencocokkan kekuatan internal dengan peluang eksternal dan mencatat resultan strategi SO dalam sel yang tepat.
f. Mencocokkan kelemahan internal dengan peluang eksternal dan mencatat resultan strategi WO
g. Mencocokkan kekuatan internal dengan ancaman eksternal dan mencatat resultan strategi ST
h. Mencocokkan kelemahan internal dengan ancaman eksternal dan mencatat resultan strategi WT
Tujuan dari setiap alat pencocokan tahap 2 adalah menghasilkan strategi alternatif yang layak, bukan untuk memilih atau menetapkan strategi mana yang terbaik.
5. QSPM
Analisis terhadap faktor internal dan faktor eksternal memberikan dasar untuk membuat keputusan perumusan strategis yang layak. Pemberian peringkat strategi dapat dilakukan dalam skala 1 sampai 4, sehingga daftar prioritas dari strategi terbaik dapat dihasilkan.
Langkah-langkah dalam melakukan perhitungan analisis QSPM adalah : a. Membuat daftar peluang dan ancaman, serta kekuatan dan kelemahan
kunci perusahaan atau organisasi pada kolom kiri dalam QSPM. Informasi ini diambil dari matriks IFE dan matriks EFE. Faktor sukses kritis (critical success factor) baik dari matriks IFE maupun matriks EFE yang harus dimasukkan ke dalam matriks QSPM.
b. Memberikan bobot untuk masing-masing faktor internal dan eksternal. Bobot ini sama dengan yang digunakan pada matriks IFE dan matriks EFE, yang ditulis pada kolom sebelah kanan dari faktor sukses kritis tersebut.
c. Mengevaluasi matriks Tahap 2 (pencocokan) dan mengidentifikasi alternatif strategi yang harus dipertimbangkan organisasi untuk diimplementasikan. Kemudian mencatat alternatif-alternatif strategi yang akan dikembangkan pada baris teratas dari QSPM.
d. Menentukan nilai daya tarik (attractiveness scores), yaitu nilai yang menunjukkan kemenarikan relatif untuk masing-masing strategi terpilih. Nilai daya tarik ditetapkan dengan cara meneliti masing-masing faktor kunci sukses, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Selanjutnya menentukan bagaimana peran dari setiap faktor dalam proses pemilihan strategi yang sedang dibuat. Apabila peran dari faktor tersebut adalah besar maka strateginya dibandingkan relatif pada faktor utama tersebut. Nilai daya tarik harus diberikan pada setiap strategi untuk menunjukkan daya tarik relatif dari satu strategi atas strategi yang lain. Nilai daya tarik adalah 1 = tidak menarik, 2 = cukup menarik, 3 = menarik, dan 4 = sangat menarik.
e. Menghitung total nilai daya tarik, dengan cara mengalikan bobot dengan nilai daya tarik relatif dari setiap strategi alternatif dengan mempertimbangkan dampak dari faktor sukses kristis, baik internal maupun eksternal pada baris tersebut. Semakin tinggi total nilai daya tarik maka semakin menarik alternatif strategi yang dipilih tersebut.
Menghitung jumlah total nilai daya tarik (Sum Total Attractiveness Score, STAS), dengan menjumlahkan total nilai daya tarik dari setiap kolom alternatif strategi dalam matriks QSPM. Jumlah total nilai daya tarik mengungkapkan strategi mana yang paling menarik dan menjadi pilihan utama untuk diterapkan. Total nilai daya tarik terkecil menunjukkan bahwa alternatif strategi ini menjadi pilihan terakhir.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN