• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Deskriptif Presentase

jurusan perniagaan membekali siswa dengan trik-trik perniagaan. Dalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah siswa jurusan Akuntansi kelas XI sebanyak 79 siswa.

4.2 Analisis Deskriptif Presentase

4.2.1 Analisis Deskriptif Kompetensi Profesional Guru (X)

Profesionalisme guru dalam penelitian ini dapat dilihat dari lima indikator yaitu menguasai substansi bidang studi dan metodologi, menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi, menguasai dan memanfaatkan teknologi informatika, mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian mengenai profesionalisme guru ditunjukkan pada tabel 4.1 sebagai berikut:

Tabel 4.1 Distribusi Jawaban Responden pada variabel Kompetensi Profesional Guru

No Interval Presentase

(%) Kriteria Frekuensi Persentase

1 84> - 100 Sangat Tinggi 10 13 2 68 – 83 Tinggi 47 59 3 52 – 67 Cukup Tinggi 16 20 4 37 – 51 Rendah 6 8 5 20 - 36 Sangat Rendah 0 0 Total 79 100

Sumber : data setelah diolah

Data pada tabel 4.1 memperlihatkan bahwa sebagian siswa (59%) memberikan persepsi bahwa tingkat kompetensi profesional guru Akuntansi tergolong tinggi, bahkan 13% menyatakan sangat tinggi. Data ini menunjukkan bahwa guru dipandang oleh sebagian besar siswa mampu menguasai subtansi bidang studi akuntansi dan metodologi, menguasai struktur materi kurikulum bidang studi akuntansi, menguasai dan memanfaatkan teknologi informatika,

47

mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi akuntansi dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.

4.2.1.1Menguasai Substansi Bidang Studi dan Metodologi

Gambar tentang menguasai substansi bidang studi dan metodologi dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Menguasai Substansi Bidang Studi dan Metodologi

No Interval Presentase

(%) Kriteria Frekuensi Persentase

1 84> - 100 Sangat Tinggi 45 57 2 68 – 83 Tinggi 21 27 3 52 – 67 Cukup Tinggi 7 9 4 37 – 51 Rendah 5 6 5 20 - 36 Sangat Rendah 1 1 Total 79 100

Sumber : data setelah diolah

Terlihat pada Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa tingkat penguasaan subtansi bidang studi akuntansi dan metode pembelajaran yang dilakukan tergolong sangat tinggi. Secara empiris dibuktikan dari pendapat sebagian besar siswa yang menyatakan bahwa guru Akuntansi yang mengajar mampu menjelaskan materi pembelajaran dengan jelas sehingga mudah dipahami, karena dalam menyampaikan bahan pelajaran, guru Akuntansi berupaya memberikan contoh sehingga apa yang di sampaikan mudah dimengerti. Pembelajaran yang dilakukan lebih menekan dan mengaitkan dengan kehidupan nyata, terbukti dari sebagian besar siswa memandang bahwa gurunya terbiasa menerapkan konsep-konsep materi ekonomi akuntansi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika adanya pertanyaan dari siswa, guru dipandang mampu menjawab dengan jelas.

48

4.2.1.2Menguasai Struktur dan Materi Kurikulum Bidang Studi

Gambar tentang menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Menguasai Struktur dan Materi Kurikulum Bidang Studi

No Interval Presentase

(%) Kriteria Frekuensi Persentase

1 84> - 100 Sangat Tinggi 19 24 2 68 – 83 Tinggi 17 22 3 52 – 67 Cukup Tinggi 36 46 4 37 – 51 Rendah 5 6 5 20 - 36 Sangat Rendah 2 3 Total 79 100

Sumber : data setelah diolah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa (46%) memadang bahwa tingkat penguasaan guru terhadap struktur dan materi kurikulum bidang studi akuntansi masih tergolong cukup, karena ketika sebelum menjelaskan materi pembelajaran, guru Akuntansi kadang-kadang memberi tahu terlebih dulu mengenai tujuan belajar. Tujuan belajar perlu disampaikan agar siswa memiliki arah yang jelas atau gambaran tentang materi yang perlu dikuasai melalui pembelajaran. Meskipun demikian, rencana pembelajaran sering dibuat oleh guru sebelum proses pembelajaran dan menjelaskan susunan materi pembelajaran yang akan diajarkan.

4.2.1.3 Menguasai dan Memanfaatkan Teknologi Informatika

Gambar tentang menguasai dan memanfaatkan teknologi informatika dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut:

49

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Menguasai dan Memanfaatkan Teknologi Informatika

No

Interval Presentase

(%) Kriteria Frekuensi Persentase

1 84> - 100 Sangat Tinggi 7 9 2 68 – 83 Tinggi 14 18 3 52 – 67 Cukup Tinggi 29 37 4 37 – 51 Rendah 21 27 5 20 - 36 Sangat Rendah 8 10 Total 79 100

Sumber : data setelah diolah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa (37%) memandang bahwa tingkat menguasai dan memanfaatkan teknologi informatika masih tergolong cukup, karena guru Akuntansi kadang-kadang menggunakan alat bantu belajar yang lain seperti karton, OHP, LCD Proyektor dan sarana prasarana lainnya, kadang-kadang merancang dan membuat alat bantu (alat peraga) belajar yang sederhana dan kadang-kadang menggunakan laboratorium (Lab. Akuntansi) dan alat peraga.

4.2.1.4Mengorganisasikan Materi Kurikulum Bidang Studi

Gambar tentang mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Mengorganisasikan Materi Kurikulum Bidang Studi

No

Interval Presentase

(%) Kriteria Frekuensi Persentase

1 84> - 100 Sangat Tinggi 23 29 2 68 – 83 Tinggi 40 51 3 52 – 67 Cukup Tinggi 9 11 4 37 – 51 Rendah 7 9 5 20 - 36 Sangat Rendah 0 0 Total 79 100

50

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa (51%) memandang bahwa pengorganisasian materi kurikulum bidang studi tergolong tinggi. Dimana guru akuntansi sering menghubungkan materi yang akan dipelajari dengan materi yang sebelumnya, untuk mempermudah proses pembelajaran guru akuntansi memberikan gambaran umum mengenai materi yang akan dipelajari supanya siswa mendapat gambaran tentang apa yang akan di pelajari. Guru akuntansi selalu menggunakan metode pembelajaran secara bervariasi, selai itu guru akuntansi selalu menggunakan contoh kongkrit dalam penyampaian materi. 4.2.1.5Meningkatkan Kualitas Pembelajaran melalui Penelitian Tindakan

Kelas

Gambar tentang meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Meningkatkan Kualitas Pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas

No Interval Presentase

(%) Kriteria Frekuensi Persentase

1 84> - 100 Sangat Tinggi 20 25 2 68 – 83 Tinggi 38 48 3 52 – 67 Cukup Tinggi 7 9 4 37 – 51 Rendah 12 15 5 20 - 36 Sangat Rendah 2 3 Total 79 100

Sumber : data setelah diolah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa (48%) memandang bahwa peningkatan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas tergolong tinggi. Dimana guru akuntansi memberikan partisipasi aktif kepada siswa untuk membantu dalam melancarkan proses belajar mengajar. Guru akuntansi mengidentifikasikan dan menganalisis permasalahan yang dihadapi

51

siswa menyangkut materi akuntansi, supaya apa yang menjadi permasalahan siswa dapat teratasi dan siswa dapat memahami materi akuntansi tersebut.

4.2.2 Prestasi Belajar Akuntansi (Y)

Berdasarkan data yang diperoleh dari prestasi belajar siswa kelas XI program keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Pati pada nilai ulangan harian semester ganjil, prestasi belajar yang dicapai siswa ternyata ada yang belum mencapai standar yang ditetapka sekolah yaitu dengan KKM sebesar 75, dan target ketuntasan siswa sebesar 80%.

Prestasi belajar siswa program keahlian Akuntansi kelas XI SMK Negeri 1 Pati yang di ambil dari nilai ulangan harian semester ganjil adalah sebagai berikut. Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar

No. Interval (%) Kriteria Frekuensi Persentase

1 85-100 Sangat baik 14 17.7

2 80-84 Baik 14 17.7

3 75-79 Cukup 18 22.8

4 < 75 Kurang 33 41.8

Jumlah 79 100

Sumber : SMK Negeri 1 Pati

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa sebanyak 33 (41,8%) siswa tidak tuntas dalam belajar karena masih di bawah KKM 75. Data ini memperlihatkan bahwa masih banyak siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar akuntansi.

4.3 Uji Prasyarat Analisis Regresi

Dokumen terkait