BAB III METODE PENELITIAN
BAB 4 HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Teknik Analisis
4.2.1.1 Analisis Deskriptif
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar pernyataan (kuesioner). Jumlah pernyataan seluruhnya adalah 26 butir pernyataan, yakni enam butir pernyataan untuk variabel Konflik Pekerjaan (X1), sepuluh butir pernyataan untuk variabel Konflik Keluarga (X2), dan sepuluh butir pernyataan untuk variabel Kinerja Karyawan (Y).
Kuesioner disebarkan kepada enam puluh (60) orang karyawan
PT.
Bank Syariah Mandiri yang telah ditentukan oleh peneliti dengan menggunakanProportionate Stratified Random Sampling.1. Identitas Umum Responden Berdasarkan Usia
Berdasarkan data-data pada kuesioner yang telah disebarkan oleh peneliti kepada 60 orang responden, diperoleh data mengenai gambaran umum responden penelitian. Jumlah dan persentase gambaran umum responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut ini :
Tabel 4.1
Identitas Umum Responden Berdasarkan Usia
Jenis kelamin Jumlah Persentase
21-30 Tahun 32 53,33%
31-40 Tahun 25 41,66%
41-50 Tahun 2 3,3%
51 Tahun 1 1,6%
Total 60 Orang 100%
Sumber : Hasil pengolahan data melalui program SPSS v 16.0, 2013
Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa dari 60 orang nasabah PT. Bank Syariah Mandiri yang umur umur 21-30 tahun 53,33 %, umur 31-40 tahun 41,66%, umur 41-50 tahun 3,3 %, > 50 Tahun 1,6% . Hal ini menunjukkan bahwa jumlah karywan PT. Bank Syariah Mandiri, karyawan didominasi oleh umur 21-30 tahun disebabkan perusahaan cenderung menginginkan regenerasi Manpower yang ada di perusahaan agar lebih produktif.
2. Identitas Umum Responden Berdasarkan Tamatan/Pendidikan. Berdasarkan data-data pada kuesioner yang telah disebarkan oleh peneliti kepada 60 orang responden, diperoleh data mengenai gambaran
umum responden penelitian. Jumlah dan persentase gambaran umum responden berdasarkan tamatan/pendidikan dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut ini :
Tabel 4.2
Identitas Umum Responden Berdasarkan Tamatan/Pendidikan Tamatan/Pendidikan Jumlah Persentase
Diploma 31 51,66%
Sarjana (S1) 29 48,33%
Total 60 Orang 100 %
Sumber : Hasil pengolahan data melalui program SPSS v 16.0, 2013
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa dari 60 orang karyawan PT. Bank Syariah Mandiri yang berkunjung Diploma 51,66%, Sarjana (S1) 48,33%,. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah karyawan PT. Bank Syariah Mandiri yang bekerja didominasi oleh Diploma ini disebabkan perusahaan program diploma merupakan lulusan yang siap pakai dapat membantu perusahaan dan di dalam sistem upah lebih murah.
4.2.1.2 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel-Variabel Dalam Penelitian.
a. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Konflik Pekerjaan (X1).
Tabel. 4.3
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Konflik Pekerjaan (X1).
No Item STS TS KS S SS Total
F % F % F % F % F % F %
1. Perusahaan sangat mengharapkan produktivitas optimal dari
karyawannya. - -
6 10.0 21 35.0 30 50.0 3 5.0 100 100 2. Adanya konflik dalam pekerjaan tidak
dapat dihindari, namun dapat dikelola untuk dapat mendukung pencapaian tujuan dalam organisasi.
1 1.7 4 6.7 15 25.0 35 58.3 5 8.3 100 100
3. Bidang pekerjaan yang ada saat ini sudah sesuai dengan bidang yang dikuasai.
2 3.3 2 3.3 29 48.3 27 45.0
- -
4. Banyaknya tuntutan tugas dalam
pekerjaan. - - 1 1.7 28 46.7 28 46.7 3 5.0 100 100
5. Perusahaan sangat mengharapkan
Komitmen, tanggung jawab pekerjaan - - 6 10.0 30 50.0 22 36.7 2 3.3 100 100 6. Tuntutan pekerjaan yang diberikan
sudah sesuai 1 1.7 4 6.7 15 25.0 35 58.3 5 8.3 100 100
Sumber : Hasil pengolahan data melalui program SPSS v 16.0, (2013)
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa :
1. Pada pernyataan pertama, responden cenderung menjawab 50.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa perusahaan sangat mengharapkan produktifitas optimal dari karyawan walaupun ada konflik dalam pekerjaan. 2. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 58.3% menyatakan
setuju ini menunjukan bahwa adanya konflik dalam pekerjaan tidak dapat dihindari, namun dapat dikelola untuk dapat mendukung pencapaian tujuan dalam organisasi.
3. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 45.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa bidang pekerjaan yang ada saat ini sudah sesuai dengan bidang yang dikuasai .
4. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 46.7% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa banyaknya tuntutan tugas dalam pekerjaan yang dialami responden.
5. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 36.7% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa perusahaan sangat mengharapkan Komitmen, tanggung jawab pekerjaan.
6. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 58.3% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa tuntutan pekerjaan yang diberikan sudah sesuai.
Tabel. 4.4
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Konflik Keluarga (X2).
No Item STS TS KS S SS Total
F % F % F % F % F % F %
1. Pasangan mengizinkan mendukung
penuh untuk bekerja. 1 1.7 3 5.0 21 35.0 33 55.0 2 3.3
100 100 2. Tuntutan pekerjaan yang
mengharuskan mengesampingkan kepentingan keluarga
- - 3 5.0 26 43.3 28 46.7 3 5.0
100 100
3. Sebagai dual career couple, tentunya ada konflik yang terjadi di lingkungan
keluarga.
- - 3 5.0 23 38.3 30 50.0 4 6.7
100 100
4. Kesulitan untuk menyeimbangkan waktu antara urusan keluarga urusan
pekerjaan,sehingga timbullah konflik. - -
3 5.0 13 21.7 39 65.0 5 8.3
100 100
5. Memiliki waktu yang padat sehingga
kurang komunikasi - - 10 16.7 14 23.3 32 53.3 4 6.7
100 100 6. Kurangnnya komunikasi antara
keluarga menyebabkan konflik terjadi - - 9 15.0 30 50.0 18 30.0 3 5.0
100 100 7. Tuntutan perkerjaan dapat memberi
tekanan - - 4 6.7 19 31.7 31 51.7 6 10.0
100 100 8. Merasa kecukupan secara ekonomi - - 4 6.7 28 46.7 25 41.7 3 5.0 100 100 9. Tulang punggung keluarga
mengharuskan untuk bekerja keras dalam keluarga
- - 12 20.0 20 33.3 26 43.3 2 3.3
100 100
10. Adanya perubahan demografi tenaga kerja mendorong terjadinya konflik antara pekerjaan kehidupan keluarga.
1 1.7 9 15.0 26 43.3 22 36.7 2 3.3
100 100
Sumber : Hasil pengolahan data melalui program SPSS v 16.0, (2013)
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa :
1. Pada pernyataan pertama, responden cenderung menjawab 55.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa Pasangan mengizinkan mendukung penuh untuk bekerja .
2. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 46.7% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mengesampingkan kepentingan keluarga.
3. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 50.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa Sebagai dual career couple, tentunya ada konflik yang terjadi di lingkungan keluarga.
4. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 65.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa Kesulitan untuk menyeimbangkan waktu antara urusan keluarga urusan pekerjaan,sehingga timbullah konflik.
5. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 50.0% menyatakan kurang setuju ini menunjukan bahwa memiliki waktu yang padat sehingga kurang komunikasi.
6. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 50.0% menyatakan tidak setuju ini menunjukan bahwa kurangnnya komunikasi antara keluarga menyebabkan konflik terjadi.
7. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 51.7% menyatakan tidak setuju ini menunjukan bahwa tuntutan perkerjaan dapat memberi tekanan.
8. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 5.0% menyatakan sangat setuju ini menunjukan bahwa Merasa kecukupan secara ekonomi. 9. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 43.3% ini
menunjukan bahwa tulang punggung keluarga mengharuskan untuk bekerja keras dalam keluarga.
10.Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 43.3% ini menunjukan bahwa adanya perubahan demografi tenaga kerja mendorong terjadinya konflik antara pekerjaan kehidupan keluarga.
Tabel. 4.5
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Kinerja Karyawan (Y).
No Item STS TS KS S SS Total
F % F % F % F % F % F %
1. Adanya target yang dapat memacu
kinerja yang lebih baik 1 1.7 4 6.7 19 31.7 34 56.7 2 3.3
100 100 2. Perusahaan selalu menuntut hasil
kerja secara optimal tanpa
memperdulikan masalah yang ada di rumah tangga
- - 5 8.3 23 38.3 28 46.7 4 6.7
100 100
3. Adanya Konflik didalam pekerjaan, apabila dikelola dengan baik dapat menumbuhkan kreativitas inovasi.
- - 5 8.3 23 38.3 27 45.0 5 8.3
100 100
4. Perusahaan selalu berupaya untuk meningkatkan kinerja karyawannya agar tercapai target harapan
perusahaan.
1 1.7 3 5.0 27 45.0 27 45.0 2 3.3
100 100
5. Adanya penilaian kinerja
memberikan motivasi bagi karyawan untuk bekerja lebih baik.
1 1.7 2 3.3 25 41.7 30 50.0 2 3.3
100 100
6. Perusahaan selalu untuk menciptakan kreatifitas dalam menyelesaikan pekerjaan
- - 4 6.7 16 26.7 36 60.0 4 6.7
100 100
7. Ketepatan waktu dalam bekerja
menjadi nilai plus - - 3 5.0 18 30.0 33 55.0 6 10.0
100 100 8. Hasil kerja sesuai dengan yang di
tetapkan 1 1.7 2 3.3 29 48.3 25 41.7 3 5.0
100 100 9. Beban kerja yang dimiliki
memberikan tekanan - - 9 15.0 21 35.0 26 43.3 4 6.7
100 100 10. Mampu meminimalkan
kesalahan pekerjaan - - 4 6.7 34 56.7 21 35.0 1 1.7
100 100
Sumber : Hasil pengolahan data melalui program SPSS v 16.0, (2013)
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa :
1. Pada pernyataan pertama, responden cenderung menjawab 56.7% menyatakan setuju, ini menunjukan bahwa adanya target yang dapat memacu kinerja yang lebih baik.
2. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 46.7% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa perusahaan selalu menuntut hasil kerja secara optimal tanpa memperdulikan masalah yang ada di rumah tangga.
3. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 45.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa adanya konflik didalam pekerjaan, apabila dikelola dengan baik dapat menumbuhkan kreativitas inovasi..
4. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 45.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa perusahaan selalu berupaya untuk meningkatkan kinerja karyawannya agar tercapai target harapan perusahaan..
5. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 50.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa Adanya penilaian kinerja memberikan motivasi bagi karyawan untuk bekerja lebih baik.
6. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 60.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa Perusahaan selalu untuk menciptakan kreatifitas dalam menyelesaikan pekerjaan.
7. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 55.0% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa Ketepatan waktu dalam bekerja menjadi nilai plus.
8. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 48.3% menyatakan kurang setuju ini menunjukan bahwa Hasil kerja sesuai dengan yang di tetapkan.
9. Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 43.3% menyatakan setuju ini menunjukan bahwa Beban kerja yang dimiliki memberikan tekanan.
10.Pada pernyataan kedua, responden cenderung menjawab 56.7% menyatakan kurang setuju ini menunjukan bahwa Mampu meminimalkan kesalahan pekerjaan.
4.2.2 Uji Asumsi Klasik