• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1.2. Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

Analisis deskriptif variabel digunakan untuk mendeskripsikan variabel yang dependen maupun variabel independen yang ada dalam penelitian ini. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat gambaran keseluruhan dari sampel yang berhasil dikumpulkan dan memenuhi syarat untuk dijadikan sampel penelitian. Penelitian ini analisis deskriptif variabelnya menggunakan minimum, maksimum, mean, standar deviasi, dan frekuensi sebagai pengukuran deskriptif dari masing-masing variabel penelitian. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari akuntabilitas pengelolaan keuangan desa (AKT), bimbingan teknis (BT), pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam organisasi (PF), dan pemahaman mekanisme penatausahaan keuangan desa (PN).

1. Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa

Hasil analisis statistik deskriptif untuk variabel Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa disajikan dalam Tabel 4.4.

Tabel 4.4

Deskripsi Frekuensi Indikator Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa

Indikator N Frekuensi Skor Min Max Rerata St.dev

1 2 3 4 5

AKT1 107 0 0 0 42 65 4 5 4,61 0,491

AKT2 107 0 0 0 50 57 4 5 4,53 0,501

AKT3 107 0 1 0 67 39 2 5 4,35 0,534

Indikator N Frekuensi Skor Min Max Rerata St.dev

1 2 3 4 5

AKT5 107 0 1 0 52 54 2 5 4,49 0,556

Total Jumlah 22,45 2,637

Sumber: Data primer yang diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa skor yang paling banyak dipilih oleh responden adalah skor 5 untuk masing-masing item indikator akuntabilitas. Skor rata-rata jawaban responden untuk masing-masing indikator sebesar 4,49. Skor maksimum yang dipilih oleh responden untuk masing masing indikator adalah 5, sedangkan skor minimum yang dipilih adalah 4 untuk indikator Akuntabilitas 1 dan Akuntabilitas 2, serta skor 2 untuk Akuntabilitas 3, Akuntabilitas 4, dan Akuntabilitas 5.

Nilai rata-rata tertinggi untuk masing-masing indikator adalah indikator Akuntabilitas 1 yang mengindikasikan bahwa pengelola keuangan desa di Kabupaten Kebumen telah melaksanakan prinsip validitas yang ditunjukkan dengan pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran desa telah didukung dengan bukti yang lengkap dan sah serta ditandatangani oleh Kepala Desa dan Bendahara Desa yaitu dengan nilai rata-rata 4,61, sedangkan rata-rata terendah adalah indikator Akuntabilitas 3 yaitu indikator relevansi yang mengindikasikan bahwa laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa di Kabupaten Kebumen terdiri dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan yaitu dengan nilai rata-rata 4,35. Nilai rata-rata total skor jawaban responden terhadap keseluruhan indikator akuntabilitas sebesar 22,45. Sementara itu rata-rata standar deviasi bernilai 0,527. Tabel 4.5 menyajikan frekuensi responden terhadap variabel akuntabilitas pengelolaan keuangan desa secara keseluruhan.

Tabel 4.5

Distribusi Frekuensi Variabel Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa

No. Interval Skor Frekuensi Presentase Kategori

1 5 – 9 0 0% Sangat Rendah

2 10 – 14 0 0% Rendah

3 15 – 19 3 2,80% Sedang

4 20 – 24 77 71,96% Tinggi

5 25 – 29 27 25,24% Sangat Tinggi

Sumber: Data primer yang diolah, 2016

Tabel 4.5 menyajikan data seberapa tinggi akuntabilitas pengelolaan keuangan desa dilihat dari total skor jawaban responden. Sebanyak 77 responden (71,96%) skor maksimum pada interval 20-24 yang artinya 77 responden tersebut menyatakan bahwa akuntabilitas pengelolaan desa di Kabupten Kebumen tinggi. Sebanyak 27 responden (25,24%) memiliki skor maksimum pada interval 25-29 yang artinya 27 responden tersebut menyatakan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Kebumen sangat tinggi, sedangkan responden yang menjawab “Ragu-ragu” dalam kuesioner sebanyak 3 responden (2,80%) memiliki skor maksimum pada interval 15-19. Jawaban pada skala “Ragu-ragu” menunjukkan bahwa responden menyatakan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Kebumen sedang. Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Kebumen tinggi.

2. Bimbingan Teknis

Hasil analisis statistik deskriptif untuk variabel Bimbingan Teknis disajikan dalam Tabel 4.6.

Tabel 4.6

Deskripsi Frekuensi Indikator Bimbingan Teknis

Indikator N Frekuensi Skor Min Max Rerata St.dev

1 2 3 4 5 BT1 107 0 0 0 37 70 4 5 4,65 0,478 BT2 107 0 0 0 34 73 4 5 4,68 0,468 BT3 107 0 0 0 34 73 4 5 4,68 0,468 BT4 107 0 0 0 34 73 4 5 4,68 0,468 Total Jumlah 18,69 1,882

Sumber: Data primer yang diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa skor yang paling banyak dipilih oleh responden adalah skor 5 untuk masing-masing item indikator bimbingan teknis. Skor rata-rata jawaban responden untuk masing-masing indikator sebesar 4,67. Skor maksimum yang dipilih oleh responden untuk masing masing indikator adalah 5, sedangkan skor minimum yang dipilih adalah 4.

Nilai rata-rata tertinggi untuk masing-masing indikator adalah 4,68 yaitu bimbingan teknis 2, bimbingan teknis 3, dan bimbingan teknis 4 yang mengindikasikan bahwa kebutuhan akan ketersediaan pembinaan dan/atau pendampingan dalam pengelolaan keuangan desa tinggi, sedangkan bimbingan teknis 1 mengindikasikan bahwa ketersediaan bimbingan teknis mengenai pengelolaan keuangan desa yang diselenggarakan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten tinggi. Nilai rata-rata terendah adalah bimbingan teknis 1 dengan nilai rata-rata 4,65. Nilai rata-rata total skor jawaban responden terhadap keseluruhan indikator bimbingan teknis adalah sebesar 18,69. Sementara itu rata-rata standar deviasi bernilai 0,470. Tabel 4.7 menyajikan frekuensi responden terhadap variabel bimbingan teknis secara keseluruhan.

Tabel 4.7

Distribusi Frekuensi Variabel Bimbingan Teknis

No. Interval Frekuensi Presentase Kategori

1 4 – 7 0 0% Sangat Tidak Memadai

2 8 – 11 0 0% Tidak Memadai

3 12 – 15 0 0% Sedang

4 16 - 19 56 52,34% Memadai

5 20 – 23 51 47,66% Sangat Memadai

Sumber: Data primer yang diolah, 2016

Tabel 4.7 menyajikan data seberapa tingginya bimbingan teknis yang diselenggarakan dilihat dari total skor jawaban responden. Sebanyak 56 responden (52,34%) memiliki skor maksimum pada interval 16-19 yang artinya 56 responden tersebut menyatakan bahwa bimbingan teknis yang diselenggarakan sudah memadai. Sebanyak 51 responden (47,66%) memiliki skor maksimum pada interval 20-23 yang artinya 51 responden tersebut menyatakan bahwa bimbingan teknis yang diselenggarakan sudah sangat memadai. Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan teknis yang diselenggarakan di Kabupaten Kebumen telah memadai.

3. Pemahaman Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dalam Organisasi

Hasil analisis statistik deskriptif untuk variabel Pemahaman Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dalam Organisasi disajikan dalam Tabel 4.8.

Tabel 4.8

Deskripsi Frekuensi Indikator Pemahaman Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dalam Organisasi

Indikator N Frekuensi Skor Min Max Rerata St.dev

1 2 3 4 5

PF1 107 0 1 0 53 53 2 5 4,48 0,555

PF2 107 0 1 0 64 42 2 5 4,36 0,481

PF3 107 0 0 0 65 42 4 5 4,37 0,541

Indikator N Frekuensi Skor Min Max Rerata St.dev 1 2 3 4 5 PF5 107 0 1 0 58 48 4 5 4,39 0,491 PF6 107 0 0 11 64 32 2 5 4,20 0,606 PF7 107 0 0 12 57 38 3 5 4,24 0,642 Total Jumlah 30,47 3,867

Sumber: Data primer yang diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 4.8 dapat disimpulkan bahwa skor yang paling banyak dipilih oleh responden adalah skor 4 untuk masing-masing item indikator pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam organisasi. Skor rata-rata jawaban responden untuk masing-masing indikator sebesar 4,35. Skor maksimum yang dipilih oleh responden untuk masing masing indikator adalah 5. Skor minimum yang dipilih adalah 2 untuk indikator tupoksi 1, tupoksi 2, dan tupoksi 6 serta 3 untuk indikator tupoksi 4 dan tupoksi 7, sedangkan skor minimum untuk indikator tupoksi 3 dan tupoksi 5 adalah 4.

Nilai rata-rata tertinggi untuk masing-masing indikator adalah tupoksi 1 yang mengindikasikan bahwa pengelola keuangan desa di Kabupaten Kebumen telah memahami fungsi dari masing-masing jabatan yang ditunjukkan dengan pernyataan bahwa Kepala Desa adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dengan nilai rata-rata 4,48. Rata-rata terendah adalah indikator tupoksi 6 yaitu dengan nilai rata-rata 4,20 yang mengindikasikan bahwa pengelola keuangan desa di Kabupaten Kebumen memiliki pemahaman mengenai tugas pokok jabatan masing-masing yang ditunjukkan dengan pernyataan bahwa Kepala seksi mempunyai tugas menyiapkan dokumen anggaran, melakukan tindakan pengeluaran yang menyebabkan atas beban anggaran belanja kegiatan dan melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Desa. Nilai

rata-rata total skor jawaban responden terhadap keseluruhan indikator akuntabilitas sebesar 30,47. Sementara itu rata-rata standar deviasi bernilai 0,552. Tabel 4.9 menyajikan frekuensi responden terhadap variabel pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam organisasi.

Tabel 4.9

Distribusi Frekuensi Variabel Pemahaman Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dalam Organisasi

No. Interval Skor Frekuensi Presentase Kategori

1 7 – 12 0 0% Sangat Tidak Paham

2 13 – 18 0 0% Tidak Paham

3 19 – 24 0 0% Sedang

4 24 – 30 59 55,14% Paham

5 31 – 36 48 44,86% Sangat Paham

Sumber: Data primer yang diolah, 2016

Tabel 4.9 menyajikan data seberapa pahamnya pengelola keuangan desa mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam organisasi dilihat dari total skor jawaban responden. Sebanyak 59 responden (55,14%) memiliki skor maksimum pada interval 24-30 yang artinya 59 responden tersebut menyatakan bahwa mereka paham mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam organisasi. Sebanyak 48 responden (44,86%) memiliki skor maksimum pada interval 31-36 yang artinya 48 responden tersebut menyatakan mereka sangat paham mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam organisasi. Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengelola keuangan desa di Kabupaten Kebumen memiliki pemahaman yang tinggi mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam organisasi.

4. Pemahaman Mekanisme Penatausahaan Keuangan Desa

Hasil analisis statistik deskriptif untuk variabel Pemahaman Mekanisme Penatausahaan Keuangan Desa disajikan dalam Tabel 4.10

Tabel 4.10

Deskripsi Frekuensi Indikator Pemahaman Mekanisme Penatausahaan Keuangan Desa

Indikator N Frekuensi Skor Min Max Rerata St.dev

1 2 3 4 5 PN1 107 0 0 0 47 60 4 5 4,56 0,499 PN2 107 0 0 2 54 51 3 5 4,46 0,537 PN3 107 0 1 0 59 47 2 5 4,42 0,550 PN4 107 0 2 0 59 46 2 5 4,39 0,595 PN5 107 0 0 5 67 35 4 5 4,28 0,546 Total Jumlah 22,11 2,727

Sumber: Data primer yang diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 4.10 dapat disimpulkan bahwa skor yang paling banyak dipilih oleh responden adalah skor 4 untuk masing-masing item indikator pemahaman mekanisme penatausahaan keuangan desa. Skor rata-rata jawaban responden untuk masing-masing indikator sebesar 4,42. Skor maksimum yang dipilih oleh responden untuk masing masing indikator adalah 5. Skor minimum yang dipilih adalah 2 untuk indikator penatausahaan 3, penatausahaan 4, serta 3 untuk indikator penatausahaan 2. Skor minimum untuk indikator penatausahaan 1 dan 5 adalah 4.

Nilai rata-rata tertinggi untuk masing-masing indikator adalah penatausahaan 1 sebesar 4,56 yang mengindikasikan bahwa pengelola keuangan desa di Kabupaten Kebumen telah memahami pencatatan akuntansi mengenai pengelolaan keuangan desa yang ditunjukkan dengan pernyataan bahwa bendahara desa wajib melakukan pencatatan setiap penerimaan dan pengeluaran kas secara tertib. Rata-rata terendah adalah indikator penatausahaan 5 yaitu

dengan nilai rata-rata 4,28 yang mengindikasikan bahwa pengelola keuangan desa di Kabupaten Kebumen memiliki pemahaman mengenai waktu pelaporan pertanggungjawaban keuangan yang ditunjukkan dengan pernyataan bahwa laporan pertanggungjawaban yang telah disusun oleh bendahara disampaikan setiap bulan kepada kepala desa, paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Nilai rata-rata total skor jawaban responden terhadap keseluruhan indikator akuntabilitas sebesar 30,82. Sementara itu rata-rata standar deviasi bernilai 0,545. Tabel 4.11 menyajikan frekuensi responden terhadap variabel pemahaman mekanisme pelaksanaan pengelolaan keuangan desa secara keseluruhan.

Tabel 4.11

Distribusi Frekuensi Variabel Pemahaman Mekanisme Penatausahaan Keuangan Desa

No. Interval Skor Frekuensi Presentase Kategori

1 5 – 9 0 0% Sangat Tidak Paham

2 10 – 14 0 0% Tidak Paham

3 15 – 19 6 5,61% Sedang

4 20 – 24 72 67,29% Paham

5 25 – 29 29 27,10% Sangat Paham

Sumber: Data primer yang diolah, 2016

Tabel 4.11 menyajikan data seberapa pahamnya pengelola keuangan desa mengenai mekanisme penatausahaan keuangan desa dilihat dari total skor jawaban responden. Sebanyak 72 responden (67,29%) memiliki skor maksimum pada interval 20-24 yang artinya 72 responden tersebut menyatakan bahwa mereka paham mengenai mekanisme penatausahaan keuangan desa. Sebanyak 29 responden (27,10%) memiliki skor maksimum pada interval 25-29 yang artinya 29 responden tersebut menyatakan mereka sangat paham mengenai mekanisme penatausahaan keuangan desa. Sebanyak 6 responden (5,61%) memiliki skor maksimum pada interval 15-19 yang artinya 6 responden tersebut menyatakan

bahwa pemahaman mereka mengenai mekanisme penatausahaan keuangan desa adalah sedang. Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengelola keuangan desa di Kabupaten Kebumen memiliki pemahaman yang tinggi mengenai mekanisme penatausahaan keuangan desa.

4.2.2.Uji Kualitas Data

Dokumen terkait