• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV METODE PENELITIAN

4.5. Metode Analisis Data

4.5.5. Analisis Efisiensi dan Inefisiensi Teknis

Variabel sisa (random shock) vi merupakan variabel acak yang bebas dan secara identik terdistribusi normal (independent-identically distributed/i.i.d) dengan rataan (mathematical expectation/ui) bernilai nol dan ragamnya konstan, ζy2 (N(0, ζv2)), serta bebas dari ui. Variabel kesalahan (residual solow) ui adalah variabel yang menggambarkan efek inefisiensi di dalam produksi, diasumsikan terdistribusi secara bebas di antara setiap observasi dan nilai vi. Variabel acak ui

tidak boleh bernilai negatif dan distribusinya normal dengan nilai distribusi N(μi, ζu2) (Coelli & Battese 1998).

4.5.5. Analisis Efisiensi dan Inefisiensi Teknis

Analisis efisiensi dan inefisiensi teknis dengan menggunakan fungsi produksi stochastic frontier akan menganalisis tingkat efisiensi teknis setiap petani yang dijadikan responden. Efisiensi teknis setiap petani adalah nilai harapan dari (-ui) yang dinyatakan dalam rasio berikut ini :

TEi =

Keterangan :

TEi = efisiensi teknis petani ke-i

yi = fungsi output deterministic (tanpa error term)

Nilai efisiensi teknis dalam persamaan di atas digunakan hanya untuk fungsi yang memiliki jumlah output dan input tertentu (cross section data) dan tidak untuk input yang bersifat logaritmik (panel data) (Coelli & Battese 1998).

Nilai efisiensi teknis berbanding terbalik dengan nilai inefisiensi teknis. Nilai inefisensi teknis merupakan ( 1 Tei ) dimana nilai ini bernilai di antara nol dan satu. Metode efek inefisiensi teknis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model efek inefisiensi teknis yang dikembangkan oleh Battese dan Coelli (1998). Variabel ui yang digunakan untuk mengukur efek inefisiensi teknis, diasumsikan bebas dan distribusinya terpotong normal dengan N(μi, ζ2).

Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi tingkat inefisiensi teknis petani kedelai edamame adalah umur petani (Z1), pengalaman menanam kedelai edamame (Z2), pendidikan (Z3), dummy status kepemilikan lahan (Z4), dummy

43 penyuluhan (Z5), dan pekerjaan istri (Z6). Dengan demikian parameter distribusi (μi) efek inefisiensi teknis dalam penelitian ini adalah :

μi = δ 0 + δ 1 Z1 + δ 2 Z3 + δ 3 Z3 + δ 4 Z4 + δ 5 Z5 + δ 6 Z6 + wit

Beberapa hipotesis yang dikemukakan untuk model efek inefisiensi dalam persamaan diatas adalah :

1. Semakin tua umur petani diduga akan meningkatkan tingkat inefisiensi usahatani kedelai edamame, karena semakin tua umur petani menyebabkan kondisi fisik petani tersebut semakin berkurang, sehingga pengelolaan usahatani kedelai edamame menjadi kurang optimal.

2. Semakin lama pengalaman petani mengusahakan usahatani kedelai edamame, diduga akan memperkecil tingkat inefisiensi. Pengalaman yang diperoleh petani dari usahatani sebelumnya membuat petani lebih baik lagi dalam melakukan kegiatan usahatani kedelai edamame.

3. Pendidikan diduga akan memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat inefisiensi teknis petani. Semakin tinggi tingkat pendidikan petani diduga akan memperkecil tingkat inefisiensi teknis petani.

4. Status kepemilikan lahan diduga akan mempengaruhi keseriusan petani dalam mengolah lahannya. Petani yang melakukan kegiatan usahatani dengan cara menyewa lahan diduga akan lebih efisien dalam melakukan kegiatan usahataninya dibandingkan dengan petani yang menggunakan lahan milik, garapan dan gadai.

5. Adanya penyuluhan diduga akan memperkecil tingkat inefisiensi teknis petani. Penyuluhan mampu memberikan informasi yang dapat membantu petani dalam meningkatkan pengetahuan tentang kegiatan usahataninya. 6. Semakin banyak waktu istri yang dihabiskan untuk bekerja di luar kegiatan

usahatani diduga akan meningkatkan tingkat inefisiensi usahatani tersebut. Hal ini dikarenakan waktu yang dipergunakan istri untuk membantu petani menjadi berkurang.

44 Hasil pengujian Frontier 4.1 akan memberikan nilai perkiraan varians dari parameter dalam bentuk parameterisasi berikut ini :

ζs2 = ζv2 + ζu2 dan γ = ζu2 / ζs2

Nilai parameter gamma (γ) berkisar antara nol dan satu. Untuk keputusan penerimaan hipotesa nol (diuraikan dalam bagian uji hipotesa) atau ditentukan oleh nilai kritis.

Pengujian efek inefisiensi di dalam model menggunakan nilai LR test galat satu sisi.

Hipotesis pertama:

H0 : γ = δ0 = δ1 = δ2 = δ3 = δ4 =…………. δ6 = 0 H1 : γ = δ0 = δ1 = δ2 = δ3 = δ4 =…………. δ6 > 0

Hipotesis nol artinya efek inefisiensi teknis tidak ada dalam model. Jika hipotesis ini diterima, maka model fungsi produksi rata-rata sudah cukup mewakili data empiris. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square.

LR = -2 {ln[L(H0)/L(H1)]}

Dimana L(H0) dan L(H1) adalah nilai dari fungsi likelihood di bawah hipotesa H0

dan H1. Kriteria uji :

LR galat satu sisi > χ2retriksi (table Kodde dan Palm) maka tolak H0

LR galat satu sisi < χ2retriksi (table Kodde dan Palm) maka terima H0

Tabel chi-square Kodde dan Palm adalah table upper and lower bound dari nilai kritis untuk uji bersama persamaan dan pertidaksamaan restriksi.

Hipotesis Kedua:

H0 : δi = 0 H1 : δi ≠ 0

Hipotesis nol berarti koefisien dari masing-masing variabel di dalam model efek inefisiensi sama dengan nol. Jika hipotesis ini diterima maka masing-masing variabel penjelas dalam model efek inefisiensi tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat inefisiensi di dalam proses produksi.

45 Uji statistik yang digunakan yaitu uji t, uji ini digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing koefisien variabel penduga dari masing-masing parameter bebas (δi) yang dipakai secara terpisah berpengaruh nyata atau tidak terhadap parameter tidak bebas (μi) dengan menggunakan t-hitung.

t-hitung =

t-tabel = t(α, n-k-1)

Kriteria uji :

│t- hitung│ > t-tabel t(α, n-k-1) : tolak H0 │t- hitung│< t-tabel t(α, n-k-1) : terima H0 dimana : k = jumlah variabel bebas

n = jumlah pengamatan (responden)

S (δi) = simpangan baku koefisien efek inefisiensi. 4.6. Definisi Operasional

Variabel yang diamati merupakan data dan informasi usahatani kedelai edamame yang diusahakan oleh mitra tani PT Saung Mirwan. Variabel tersebut terlebih dahulu didefinisikan untuk mempermudah pengumpulan data yang mengacu pada konsep di bawah ini:

1. Produksi kedelai edamame (Y) adalah kedelai edamame yang dihasilkan dalam satu musim tanam. Produksi kedelai edamame yang dihitung adalah kedelai edamame yang berkualitas baik yang memiliki polong 2 dan 3. Satuan yang digunakan adalah kilogram (kg).

2. Luas lahan (X1) adalah luas lahan yang digunakan untuk berusahatani kedelai edamame dengan satuan hektar (ha).

3. Benih kedelai edamame (X2) adalah jumlah benih kedelai edamame yang digunakan oleh petani mitra untuk satu kali musim tanam dengan satuan kilogram (kg).

4. Tenaga kerja (X3) adalah jumlah tenaga kerja total yang digunakan dalam proses produksi untuk berbagai kegiatan usahatani kedelai edamame selama satu musim tanam. Tenaga kerja diukur dalam satuan Hari Orang

46 Kerja (HOK) dan mengabaikan jenis tenaga kerja yang digunakan apakah dari dalam keluarga atau luar keluarga. Nilai satu HOK adalah 8 jam kerja. 5. Pupuk kimia (X4) adalah jumlah kandungan pupuk kimia yang digunakan petani untuk memupuk tanaman kedelai edamame selama satu kali musim tanam, meliputi pupuk SP-36, phonska, NPK, KCL dan urea. Satuan yang digunakan adalah kilogram (kg).

6. Pupuk kandang (X5) adalah jumlah pupuk kandang yang digunakan petani untuk memupuk tanaman kedelai edamame selama satu kali musim tanam. Satuan ukuran yang digunakan adalah kilogram (kg).

7. Insektisida (X6) adalah jumlah insektisida yang digunakan petani untuk pengendalian hama dalam usahatani kedelai edamame selama satu musim tanam. Satuan yang digunakan adalah liter.

8. Umur petani (Z1) adalah usia petani saat musim tanam kedelai edamame yang diukur dalam tahun.

9. Pengalaman berusahatani (Z2) adalah lamanya petani dalam mengusahakan usahatani kedelai edamame yang diukur dalam tahun. 10. Pendidikan (Z3) adalah lamanya pendidikan formal yang pernah diperoleh

petani yang diukur dalam tahun.

11. Status kepemilikan lahan (Z4) dalam bentuk dummy. Satu untuk petani yang memiliki lahan sendiri, garapan, dan gadai dan nol untuk sewa. 12. Penyuluhan (Z5) adalah informasi yang didapat dari penyuluhan dalam

bentuk dummy. Satu untuk petani yang mengikuti penyuluhan dan nol untuk sebaliknya.

13. Pekerjaan istri (Z6) adalah lamanya istri bekerja di luar usahatani kedelai edamame dalam kurun waktu satu kali musim, dengan satuan hari ( 1 hari = 8 jam).

47