• Tidak ada hasil yang ditemukan

NPF Sektor Konstruksi

C. Analisis Ekonomi dan Interpretasi

Berdasarkan hasil penelitian statistik yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa regresi yang dihasilkan cukup baik untuk menerangkan perkembangan Non Performing Finance (NPF) pada Perbankan Syariah di Indonesia. Dari seluruh variabel utama yang dimasukkan kedalam model, ternyata tidak semua variabel bebas signifikan. Hal ini berarti Non Performing

69

Finance (NPF) pada Perbankan Syariah hanya dipengaruhi oleh sebagian dari variabel bebas yang diuji.

Selanjutnya hasil interpretasi dari hasil regresi tersebut terhadap signifikansi masing-masing variabel yang diteliti dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengaruh FDR Terhadap Non Performing Finance (NPF)

Hasil regresi Non Performing Finance (NPF) menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh dari hasil koefisien sebesar -0.190300 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.0000. Hal ini menunjukkan bahwa FDR memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Non Performing Finance

(NPF). Hasil negatif dan signifikan menunjukkan faktor FDR yang tinggi cenderung sensitif dan dapat meningkatkan rasio NPF, begitu pula sebaliknya.

Sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Soebagio (2005) dan Faiz (2010) bahwa LDR berpengaruh secara signifikan (dengan arah hubungan negatif) terhadap terjadinya NPL pada bank umum komersial.

Hubungan yang negatif tersebuut menunjukkan apabila FDR mengalami peningkatan maka NPF bank syariah mengalami penurunan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pembiayaan yang disalurkan bank syariah kepada setiap nasabahnya berkualitas baik, sehingga ekspansi pembiayaan yang dilakukan bank syariah dapat meningkatkan laba bank dan menurunkan tingkat NPFnya. Hal ini sesuai dengan apa yang

dinyatakan Mangasa Augustinus Sipahutar dalam bukunya yang berjudul “persoalan-persoalan perbankan Indonesia” bahwa dengan kualitas FDR yang baik, ekspansi kredit dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pengingkatan laba perbankan, sehingga NPL akan turut menurun.

FDR memiliki nilai koefisien regresi sebesar -0.190300 menunjukkan bahwa jika nilai FDR mengalami kenaikan sebesar 1%, maka akan mengurangi nilai NPF sebesar 0.190300% dengan asumsi variabel lain bernilai konstan atau tetap.

2. Pengaruh CAR Terhadap Non Performing Finance (NPF)

Hasil regresi Non Performing Finance (NPF) menunjukkan bahwa nilai hasil t-hitung sebesar 0.195624. dengan tingkat signifikansi 0.8458. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05 maka secara parsial CAR tidak berpengaruh terhadap Non Performing Finance. Sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Maharani (2012) yang menyatakan bahwa CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap NPL.

Hal ini mengindikasikan bahwa alokasi dana yang disalurkan untuk pembiayaan bukan berasal dari modal bank melainkan dari Dana Pihak Ketiga yang dihimpun yaitu dapat berasal dari simpanan, deposito atau giro. Sehingga peningkatan atau penurunan modal bank tidak mempengaruhi terjadinya pembiayaan bermasalah.

CAR memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0.030439 menunjukkan bahwa jika nilai CAR mengalami kenaikan sebesar 1%,

71

maka tidak akan menambah nilai NPF sebesar 0.030439% dengan asumsi variabel lain bernilai konstan atau tetap karena CAR tidak memiliki pengaruh terhadap NPF.

3. Pengaruh BOPO Terhadap Non Performing Finance (NPF)

Hasil regresi Non Performing Finance (NPF) menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh dari hasil koefisien sebesar -0.057241 dengan tingkat signifikan 0.0234. Hal ini menunjukkan bahwa BOPO memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Non Performing Finance (NPF). Hasil penelitian ini sejalan dengan Altunbas et. Al. (2000) menemukan bahwa ada hubungan negatif antara BOPO dengan Non Performing Loan.

Hubungan yang negatif tersebut menunjukkan apabila BOPO mengalami peningkatan maka NPF Bank Syariah mengalami penurunan dan sebaliknya apabila BOPO mengalami penurunan maka NPF Bank Syariah mengalami peningkatan. Menurut Dendawijaya rasio BOPO digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasinya. Semakin efisien suatu bank maka bank berada pada posisi sehat, yang artinya kecenderung terjadinya pembiayaan bermasalah dapat diatasi sehingga menurunkan tingkat pembiayaan bermasalah. Sebaliknya, apabila tingkat efisiensi yang diukur dengan rasio BOPO menurun maka kecenderungan terjadi pembiayaan bermasalah meningkat.

BOPO memiliki nilai koefisien regresi sebesar -0.057241 menunjukkan bahwa jika nilai BOPO mengalami kenaikan sebesar 1%,

maka akan mengurangi nilai NPF sebesar 0.057241% dengan asumsi variabel lain bernilai konstan atau tetap.

73 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan data dari penelitian yang berjudul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Bermasalah Sektor Kontruksi Pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah Periode 2012-2015 , didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Secara parsial variabel Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Non Performing Finance (NPF). Sedangkan

Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh terhadap Non Performing Finance (NPF).

2. Secara simultan variabel Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Perkembangan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) bersama-sama berpengaruh terhadap

Non Performing Finance (NPF).

3. Nilai Adjusted R Squared yang dihasilkan pada penelitian ini adalah 0.358070. hal ini menunjukkan bahwa sebanyak 35,8% variasi variabel dependen Non Performing Finance (NPF) bisa dijelaskan atau dipengaruhi oleh variasi variabel independen (FDR, CAR, dan BOPO). Sedangkan sisanya sebesar 64,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti.

4. Faktor yang paling dominan terhadap Non Performing Finance (NPF) yaitu FDR dengan tingkat signifikansi 0.0000 selanjutnya BOPO 0.0234.

B. Saran

Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan pada penelitian tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Bermasalah Sektor Kontruksi Pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah Periode 2012-2015 , maka dapat ditarik implikasi teoritis yaitu:

1. Bagi pemerintah untuk mengevaluasi dan lebih mengembangkan kinerja perbankan secara professional dari sistem perbankan syariah yang telah dijalankan saat ini sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perbankan syariah di Indonesia.

2. Bagi perbakan syariah terkait dengan resiko pembiayaan agar meminimalisir potensi terjadinya pembiayaan bersmasah, bank syariah dapat mengedepankan return yang kompetitif dan meningkatkan monitoring yang lebih intensif kepada debiturnya. BUS dan UUS saat ini mempunyai tingkat pembiayaan bermasalah yang lebih rendah dibandingkan konvensional ataupun BPRS oleh karena itu sebaiknya bank syariah tetap mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang telah dicapai, antara lain dengan cara: mempertahankan dan meningkatkan penyaluran pembiayaan secara lebih ekspansif/agresif,

75

meningkatkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan dana, lebih inovatif dalam mengembangkan produk-produk dengan tetap memperhatikan prinsip syariah, meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas kantor cabang dengan memperhatikan potensi wilayah yang bersangkutan, meningkatkan perolehan keuntungan dengan mengembangkan jasa perbankan atau operasional lainnya, melakukan kerjasama dengan mitra strategis, dan mengembang sistem informasi manajemen serta kualitas sumber daya manusia yang lebih handal. 3. Bagi penelitian berikutnya agar dapat melanjutkan dan memperpanjang

periode waktu penelitian, serta dapat menggunakan lebih banyak lagi variabel-variabel yang mungkin dapat mempengaruhi Non Performing Finance (NPF) perbankan syariah. Sehingga dapat memberikan hasil penelitian yang lebih akurat dan lebih baik serta dapat mengetahui penyebab terjadinya NPF di bank syariah apakah dari kelemahan sistem operasional dibank syariah atau faktor lain.

76 Daftar Pustaka

Ajija, Sochrul Rohmatul, dkk. (2011). Cara Cerdas Menguasai Eviews. Jakarta: Salemba Empat.

A. Wangsawidjaja Z. (2012). Pembiayaan Bank Syariah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Abdurrahmat Fathoni. (2006). Metodelogi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta.

Altunbas, et al. (2000). Efficiency and Risk in Japanese Bangking. Journal of Banking and Finance. Elsevier: Vol 24 (1605-1628).

Antonio, M. Syafi‟i. (2001). Bank Syariah dan Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press.

Arifin, Zainul. (2006). Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Pustaka Alvabet.

Arifin, Zainul. (2002). Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Pustaka Alvabet.

Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Bank Indonesia. (2012). Laporan Statistik Perbankan Syariah. http://www.bi.go.id.

Bank Indonesia. (2013). Laporan Statistik Perbankan Syariah. http://www.bi.go.id.

77

Bank Indonesia. (2014). Laporan Statistik Perbankan Syariah. http://www.bi.go.id.

Bank Indonesia. (2015). Laporan Statistik Perbankan Syariah. http://www.bi.go.id.

Dendawijaya, Lukman. (2005). Manajemen Perbankan. Bogor: Ghalia Indonesia.

Eddy, Herjanto. (2001). Manajemen Operasi Edisi Ketiga. Jakarta: Grasindo.

Hamdi, Asep Saepul. E. Bahruddin. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan. Yogyakarta: Deepublisher.

Husein Umar. (2002). Metode Riset Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ismail. (2011). Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana.

Karim, Adiwarman A. (2011). Bank Islam, Analisis Fiqh dan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.

Kusumaningtias, Nur Suhartatik Rohmawati. Determinan Financing To Deposit Ratio Perbankan Syariah Di Indonesia (2008-2012), Jurnal Ilmu Manajemen.

Laurentia, Paula dan Lindrawati. (2010). “Pengaruh Capital Adequacy Ratio dan Financing to Deposit Ratio Terhadap Laba Bank Umum Syariah”, Jurnal Akuntansi Kontemporer, 2010, Vol. 2, No. 1.

Nachrowi, Hardius Usman. (2006). Pendekatan populer dan Praktis Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: FEUI.

Otoritas Jasa Keuangan, Statistik Perbankan Syariah 2015. www.ojk.go.id/

Rangkuti, Freddy. (2005)Marketing Analysis Made Easy. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rivai, Veithzal. (2008). Islamic Financial Management. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rivai, Veithzal, Andria Permata. (2006). Credit Management Hand Book, Teori, Konsep, Prosedur, dan Aplikasi Panduan Praktisi Mahasiswa, Bankir, dan Nasabah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Santoso, Singgih. (2012). Buku Latihan SPSS Statistik Parametik. Jakarta: PT. Alex Media Komputindo.

Sugiyono. (2010). Metode Penulisan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sudarmanto, R. Gunawan. (2013). Statistik Terapan Berbasis Komputer Dengan Program IBM SPSS Statistic 19. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Surakhmad, Winarno. (1985). Pengantar Penulisan Ilmiah Dasar Metode Teknik. Bandung: Tarsito.

79 LAMPIRAN

Lampiran 1: Data Penelitian diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah Indonesia periode 2012-2013

WAKTU NPF FDR CAR BOPO

Jan-12 8.30 87.27 16.27 86.22 Feb-12 8.26 90.49 15.91 78.39 Mar-12 8.24 87.13 15.33 77.77 Apr-12 9.08 95.39 14.97 77.77 May-12 8.28 97.95 13.40 76.24 Jun-12 7.85 98.59 16.12 75.74 Jul-12 7.48 99.91 16.12 75.87 Aug-12 7.42 101.03 15.63 75.89 Sep-12 6.59 102.10 14.98 75.44 Oct-12 6.17 100.84 14.54 75.04 Nov-12 5.84 101.19 14.82 75.29 Dec-12 3.92 100.00 14.13 74.75 Jan-13 6.76 100.63 15.29 70.43 Feb-13 6.73 102.17 15.20 72.06 Mar-13 6.70 102.62 14.30 72.95 Apr-13 5.59 103.08 14.72 73.95 May-13 5.31 102.08 14.28 76.87 Jun-13 5.32 104.43 14.30 76.18 Jul-13 5.04 104.83 15.28 76.13 Aug-13 5.12 102.53 14.71 77.87 Sep-13 5.10 103.27 14.19 77.98 Oct-13 5.04 103.03 14.19 79.06 Nov-13 5.36 102.58 12.23 78.59 Dec-13 5.00 100.32 14.42 78.21 Jan-14 5.24 100.07 16.76 80.05 Feb-14 6.28 102.03 16.71 83.77 Mar-14 5.46 102.22 16.20 91.90 Apr-14 5.28 95.50 16.68 84.50 May-14 5.32 99.43 16.85 76.49 Jun-14 4.59 100.80 16.21 71.76 Jul-14 5.84 99.89 15.62 79.80 Aug-14 6.26 98.99 14.73 81.20 Sep-14 5.35 99.71 14.54 82.39 Oct-14 6.40 98.99 15.25 75.61 Nov-14 8.36 94.62 15.66 93.50

Dec-14 7.31 91.50 16.10 79.27 Jan-15 7.54 88.85 14.16 94.80 Feb-15 8.17 89.37 14.38 94.23 Mar-15 7.59 89.15 14.43 95.98 Apr-15 6.71 89.57 14.50 96.69 May-15 6.66 90.05 14.37 96.51 Jun-15 6.24 92.56 14.09 96.98 Jul-15 6.55 90.13 14.47 97.08 Aug-15 6.60 90.72 15.05 97.30 Sep-15 6.59 90.82 15.15 96.94 Oct-15 6.28 90.67 14.96 96.71 Nov-15 7.56 90.26 15.31 96.75 Dec-15 5.14 88.03 15.02 97.01

Lampiran 2: Uji Normalitas

0 2 4 6 8 10 -2.5 -2.0 -1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 Series: Residuals Sample 2012M01 2015M12 Observations 47 Mean -4.38e-15 Median -0.176395 Maximum 2.074105 Minimum -2.368769 Std. Dev. 0.945612 Skewness -0.092721 Kurtosis 3.516068 Jarque-Bera 0.588902 Probability 0.744941

Lampiran 3: Uji Correlation Matrix

FDR CAR BOPO

FDR 1.000000 -0.047228 -0.746422 CAR -0.047228 1.000000 -0.083789 BOPO -0.746422 -0.083789 1.000000

81

Lampiran 4: Uji Heteroskedastisitas Dengan Melihat Pola Residual

-3 -2 -1 0 1 2 3 2 4 6 8 10

I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

2012 2013 2014 2015

Residual Actual Fitted

Lampiran 5: Uji Heteroskedastisitas Dengan Uji Glejser

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 0.813445 4.077459 0.199498 0.8428 FDR -0.010226 0.025126 -0.407010 0.6860 CAR 0.112307 0.100788 1.114292 0.2713 BOPO -0.009818 0.015776 -0.622361 0.5370

R-squared 0.102669 Mean dependent var -4.38E-15 Adjusted R-squared -0.006762 S.D. dependent var 0.945612 S.E. of regression 0.948804 Akaike info criterion 2.851515 Sum squared resid 36.90941 Schwarz criterion 3.087704 Log likelihood -61.01060 Hannan-Quinn criter. 2.940395 F-statistic 0.938207 Durbin-Watson stat 1.829260 Prob(F-statistic) 0.466573

Lampiran 7: Uji t

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. C 29.16743 6.294873 4.633521 0.0000 FDR -0.190300 0.038790 -4.905942 0.0000 CAR 0.030439 0.155599 0.195624 0.8458 BOPO -0.057241 0.024355 -2.350225 0.0234

83

Lampiran 8: Uji F

R-squared 0.399935 Mean dependent var 6.415745 Adjusted R-squared 0.358070 S.D. dependent var 1.220714 S.E. of regression 0.978043 Akaike info criterion 2.874739 Sum squared resid 41.13242 Schwarz criterion 3.032198 Log likelihood -63.55636 Hannan-Quinn criter. 2.933992 F-statistic 9.552950 Durbin-Watson stat 1.305364 Prob(F-statistic) 0.000059

Lampiran 9: Koefisien Determinasi (R2)

R-squared 0.399935 Mean dependent var 6.415745 Adjusted R-squared 0.358070 S.D. dependent var 1.220714 S.E. of regression 0.978043 Akaike info criterion 2.874739 Sum squared resid 41.13242 Schwarz criterion 3.032198 Log likelihood -63.55636 Hannan-Quinn criter. 2.933992 F-statistic 9.552950 Durbin-Watson stat 1.305364 Prob(F-statistic) 0.000059

Dokumen terkait