• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

3.7 Analisis Eksternal dan Internal

Analisis EFE dan IFE digunakan untuk mengindetifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan strategi yang akan digunakan. Faktor yang berasal dari luar merupakan peluang dan ancaman yang dihadapi dalam pengembangan Hutan Rakyat dan faktor yang berasal dari dalam merupakan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Pada kasus Kecamatan Logas Tanah Darat, inisiatif pembangunan hutan rakyat didorong oleh kesadaran masyarakat atas peluang untuk memanfaatkan kesempatan ekonomi berupa pembangunan hutan tanaman yang sedang gencar dilaksanakan di daerah21. Masyarakat berusaha menawarkan pembangunan lahan guna dimanfaatkan sebagai lahan hutan tanaman.

Dengan memperhatikan subjek-subjek yang berperan dalam pembangunan hutan rakyat maka penetapan faktor internal dan eksternal didasarkan kepada pihak-pihak yang berperan dan mengkaji kepemilikan sumberdaya yang dimiliki oleh petani hutan rakyat yang meliputi kapasitas dan kapabilitasnya untuk dapat melaksanakan pembanguan hutan rakyat.

Subjek-subjek yang meruakan faktor internal adalah petani itu sendiri sementara faktor eksternal meliputi pihak perusahaan dan pihak-pihak lain yang

21 Pada tahun 1990an, di Kec. Logas Tanah Darat gencar pembukaan lahan dan penyiapan lahan untuk dibangun hutan tanaman oleh PT. Riau Andalan Pulp and Paper yang meliputi areal puluhanribu hektar yang tersebar pada beberapa kecamatan. Kerjasama pembangunan hutan rakyat adalah hasil musyawarah setelah sebelumnya terjadi konflik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar hutan (Martunus, 2009)

menentukan seperti dinas kehutanan, pemda, BPN, lembaga keuangan dan lain-lain.

Berdasarkan hal tersebut, maka faktor internal yang berpengaruh terhadap pembangunan hutan rakyat adalah semua sumberdaya yang dimiliki oleh petani.

Mitra pembangunan hutan rakyat petani dalam hal ini pihak perusahaan merupakan faktor ekternal karena dalam perjanjian tersebut juga dipersyaratkan kelayakan atau pemenuhan kepentingan bagi pihak perusahaan22. Sementara itu banyak aspek-aspek lain yang berpengaruh namun berada di luar jangkauan petani hutan rakyat seperti : ketersediaan permodalan, keberpihakan otoritas, peraturan, ketrampilan system silvikultur, dan lain-lain. Hubungan antara faktor internal dan eksternal dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gambar 7. Kategori Faktor Internal dan Eksternal

3.7.1 Analisis Eksternal (External Factor Evaluation)

Pada tahapan ini dilakukan evaluasi terhadap faktor-faktor strategis eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman dalam bentuk matriks EFE.

Evaluasi faktor strategi eksternal dimaksudkan untuk mengetahui seberapa baik strategi pembangunan Hutan Rakyat saat ini merespon peluang dan ancaman yang

22 Kirmadi (2009), ada beberapa penyelesaian kasus sengketa lahan antara perusahaan dengan masyarakat belum tertangani ataupun berakhir di kepolisian dan pengadilan karena tidak terjadi kata sepakat dalam perundingan diantara keduanya.

Eksternal: - Bank dan asuransi (Permodalan, perkreditan, asuransi)

- Pemda, Dishut, BPN (Ketentuan formal, kebijakan, otoritas, status dan legalitas) - LSM (Pemihakan dan Bimbingan) - Perusahaan (Skill dan system silvikultur) - Pasar (lokal dan internasional)

Internal: Petani - Sumberdaya lahan;

- Masyarakat agraris;

- Jenis-jenis tanaman lokal - Kearifan lokal

ada. terdapat lima langkah yang harus dilakukan dalam mengembangkan matriks EFE (David, 2007) sebagai berikut:

1. Mengindetifkasi dan menelaah secara mendalam terhadap setiap faktor yang merupakan kunci strategis.

2. Memberikan bobot kepada masing-masing faktor kunci strategis eksternal dari 0,0 (kurang penting), sampai 1,0 (amat penting). Pemberian bobot dilakukan dengan metode paired comparison jumlah seluruh bobot sama dengan 1.

3. Memberikan peringkat 1 sampai 4 kepada masing-masing faktor eksternal kunci untuk menunjukkan seberapa efektif strategi pengembangan Hutan Rakyat saat ini merespon faktor tersebut dimana:

− Peringkat 1 = respon yang jelek

− Peringkat 2 = respon rata-rata

− Peringkat 3 = reson di atas rata-rata

− Peringkat 4 = respon luar biasa

4. Mengalikan bobot masing-masing factor dengan peringkat, untuk memperoleh skor terbobot (weighted score). Jika hasil yang diperoleh adalah 1 (satu) berarti situasi eksternal sangat tidak baik atau tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada serta tidak mampu mengatasi ancaman yang ada. Nilai 4 berarti situasi eksternal sangat baik yaitu mampu memanfaatkan peluang yang ada.

5. Menjumlahkan seluruh skor terbobot untuk mendapatkan skor terbobot total (total weighted score)

Tabel 6. Contoh Matrik FE (External Faktor Evaluation) Faktor Strategis

Eksternal

Bobot Peringkat Skor terbobot 1 Peluang

1. ……….

2. ……….

3. ……….

4. ……….

5. ……….

2 Ancaman

1. ……….

2. ……….

3. ……….

4. ……….

5. ……….

Total

Sumber: David (2007)

3.7.2 Analisis Internal (Internal Factor Evaluation)

Evaluasi juga dilakukan terhadap faktor-faktor strategis internal yang dihasilkan dari analisis fungsional, dimana faktor-faktor tersebut dapat berupa kekuatan dan kelemahan organisasi yang dapat disajikan dalam bentuk Matriks EFE. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik strategi organisasi saat ini dalam memanfaatkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan yang ada.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperoleh matriks IFE (David, 2007) adalah sebagai berikut:

1. Mengindetifikasikan dan menelaah secara mendalam terhadap setiap faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan bagi dalam pengembangan Hutan Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi.

2. Memberikan bobot dari 0,0 (tidak penting) sampai 1,0 (terpenting) pada setiap faktor. Bobot yang diberikan pada suatu faktor menunjukkan seberapa penting faktor itu menunjang keberhasilan dalam pengembangan Hutan Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi.

3. Memberikan peringkat kepada masing-masing faktor dari 1 sampai 4, dengan definisi:

Peringkat 1 = Kelemahan Utama Peringkat 2 = Kelemahan Kecil Peringkat 3 = Kekuatan kecil Peringkat 4 = Kekuatan utama

4. Mengalikan bobot masing-masing faktor dengan peringkat untuk memperoleh skor terbobot.

5. Menjumlahkan seluruh skor terbobot untuk mendapatkan skor terbobot total.

Total nilai terbobot dari 1,0 sampai dengan 4,0 dengan nilai terbobot rata-rata 2,5. Total nilai terbobot berada di bawah 2,5 merupakan ciri organisasi yang lemah secara internal, sedang total nilai terbobot yang terbobot yang berada di atas 2,5 menunjukkan posisi internal yang kuat (David, 2007). Tabel 5 berikut ini menyajikan matrik IFE (Internal factor Evaluation) yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 7. Contoh Matriks IFE (Internal Factor Evaluation)

Faktor Strategis Internal Bobot Peringkat Skor terbobot 3 Kekuatan

1. ……….

2. ……….

3. ……….

4. ……….

5. ……….

4 Kelemahan

1. ……….

2. ……….

3. ……….

4. ……….

5. ……….

Total 1.0

Sumber: David (2007)

Skor terbobot total mengambarkan seberapa baik resonden merespon faktor-faktor strategis internalnya yang ada sekarang dan yang diharapkan. Jumlah nilai berkisar 1,0 untuk yang terendah dan tertinggi 4,0 dengan rata-rata 2,5. Total nilai di bawah 2,5 menunjukan ciri organisasi yang lemah secara internal, sedangkan di atas 2,5 posisi internal yang kuat (David, 2007).

Dokumen terkait