6.1 Analisis Model Fungsi Produksi
6.1.2 Analisis Elastisitas Produksi Kacang Panjang
Benih merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi kacang panjang yang dihasilkan, nilai koefisien regresi benih yaitu 0,362 persen yang berarti penambahan benih sebesar satu persen dapat meningkatkan produksi sebesar 0,362 persen dan berpengaruh nyata pada taraf α 99 persen. Hal ini disebabkan karena benih memegang peranan penting dalam peningkatan produksi kacang panjang, benih yang berkualitas dapat menghasilkan produksi dan kualitas kacang panjang yang dipanen.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari lapangan jarak tanam yang digunakan petani di daerah penelitian yaitu rata-rata 20x50 centimeter dengan jumah benih yang ditanam sebanyak dua biji per lubang tanam. Peningkatan penggunaan benih dapat ditingkatkan dengan cara memperkecil jarak tanam menjadi 20x40 centimeter. Penggunaan rata-rata benih kacang panjang di Kecamatan Nagrak yaitu
sebesar 8790 gram/ha, masih dibawah potensi maksimal penggunaan benih kacang panjang sebanyak 20.000 gram per hektar.2 Kurangnya penggunaan benih hibrida ini diakibatkan harga benih hibrida relatif masih mahal.
2. Urea
Penggunaan variabel pupuk urea berpengaruh signifikan terhadap tingkat produksi kacang panjang, dimana variabel lainnya konstan (cateris paribus). Nilai elastisitas pupuk urea sebesar -0,351 menunjukan bahwa dengan adanya penambahan pupuk urea sebesar satu persen akan menurunkan produksi kacang panjang sebesar 0,351 persen, dan berpengaruh nyata pada taraf α 99 persen. Hal ini sama seperti yang diungkapkan oleh Pratahama (2012) yang meneliti tentang caisin, bahwa pupuk urea memiliki pengaruh negatif terhadap produksi.
Pupuk urea mengandung unsur N, penggunaan urea secara berlebihan dapat mengakibatkan penurunan produksi kacang panjang dikarenakan tanaman kacang panjang tidak terlalu banyak membutuhkan pupuk yang memiliki unsur N, meskipun unsur N diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif tanaman namun dalam dosis tertentu. Hal ini disebabkan karena tanaman kacang panjang memiliki bakteri
rhizobium sp yang terdapat didalam akarnya yang mampu mentransformasi unsur N di udara menjadi unsur N yang bisa diserap oleh tanaman kacang panjang (Salanti,2008).
Oleh karena itu penggunaan pupuk urea yang melebihi dosis akan merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman kacang panjang yang berlebihan dan berdampak buruk terhadap pertumbuhan generatif tanaman kacang panjang yang dapat mengakibatkan turunnya produksi kacang panjang, sehingga dosis pupuk urea yang dibutuhkan tidak sebanyak pupuk lainnya, terbukti dosis penggunaan pupuk di tempat penelitian sebanyak 58,02 kilogram per hektar yang sudah berada diatas anjuran penggunaan pupuk urea sebanyak 25-30 kilogram per hektar.3
3. TSP/SP 36
Pupuk TSP atau Sp 36 mengandung unsur P yang berfungsi dalam memacu pertumbuhan bunga dan pemasakan buah. Nilai koefisien regresi pupuk TSP sebesar 0,501 yang berarti penambahan satu persen pupuk urea dapat meningkatkan produksi sebesar 0,501 persen dan berpengaruh nyata terhadap produksi kacang panjang. Kondisi di lapangan menggambarkan penggunaan pupuk TSP masih kurang dengan rata-rata penggunaan pupuk TSP sebanyak 119,13 kilogram per hektar dan masih dibawah anjuran pemakaian yaitu sebesar 300 kilogram per hektar4. Penggunaan pupuk TSP masih bisa ditambahkan untuk meningkatkan produksi kacang panjang. 4. NPK
Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur N, P dan K yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Berdasarkan Tabel 16 dapat dilihat nilai koefisien regresi variabel NPK sebesar 0,198 dan berpengaruh nyata pada taraf α 99 persen yang menunjukan bahwa peningkatan penggunaan pupuk NPK sebesar satu persen dapat meningkatkan produksi kacang panjang sebesar 0,198 persen cateris paribus. Berdasarkan observasi di lapangan penggunaan pupuk NPK sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan produksi kacang panjang, selain itu penggunaan pupuk NPK juga lebih praktis dan efisien dikarenakan unsur makro yang terkandung didalamnya mencakup semua unsur makro yang dibutuhkan oleh tanaman kacang panjang.
5. Pupuk Kandang
Pupuk kandang berpengaruh nyata pada taraf α 95 persen, dan mempunyai nilai koefisien regresi sebesar -0,0989 yang berarti penambahan sebesar satu persen pupuk kandang dapat menurunkan produksi kacang panjang sebesar 0,0989 persen. Pupuk kandang mempunyai unsur hara N,P dan K, namun dalam jumlah yang kecil dan berperan penting bagi pertumbuhan tanaman, menaikan daya menahan air,
4
banyak mengandung mikroorganisme yang dapat mensintesa senyawa-senyawa tertentu sehingga berguna bagi tanaman.
Berdasarkan kondisi dilapangan sebagian besar para petani kacang panjang menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran domba kotoran ayam dengan penggunaan pupuk kandang di tempat penelitian sebesar 5320,08 kilogram per hektar, sudah melebihi dosis yang dianjurkan yaitu sebesar 4.000-5000 kilogram per hektar.5 Seperti kasus yang pernah terjadi pada petani kacang panjang di Kecamatan Nagrak yang pernah mengalami penurunan produksi yang disebabkan penggunaan pupuk kandang yang berlebihan dampaknya adalah terhambatnya pertumbuhan bunga tanaman kacang panjang, hal ini sesuai dengan pernyataan Marsono (2009), tentang penggunaan pupuk kandang secara berlebihan dapat mempercepat dan mempersubur tanaman yang justru dapat berdampak pada penurunan produksi tanaman .
6. Nutrisi
Nutrisi yang digunakan oleh petani PPC (pupuk pelengkap cair) dengan merek dagang ajib, nutrisi ini digunakan untuk merangsang pertumbuhan bunga dan sering digunakan secara bersamaan dengan pestisida pada waktu kegiatan penyemprotan, hal ini bertujuan untuk menghemat waktu dan biaya. Variabel nutrisi mempunyai nilai koefisien regresi positif yaitu 0,0784 dan berpengaruh nyata pada taraf α 90 persen. Hal ini menunjukan bahwa setiap penambahan nutrisi sebesar satu persen pestisida akan kenaikan produksi kacang panjang sebesar 0,0784 persen. Penggunaan masih bisa ditingkatkan untuk meningkatkan produksi kacang panjang. Selama ini kurangnya penggunaan nutrisi disebabkan kendala harga yang relatif mahal, dan petani cenderung menghemat penggunaan nutrisi untuk kacang panjang. 7. Pestisida
Pestisida berfungsi untuk mencegah dan membasmi hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang panjang, adapun pestisida yang digunakan oleh petani diantaranya decis dan score. Penggunaan pestisida berpengaruh positif dan tidak nyata. Nilai elastisitas pestisida sebesar 0,0262 menunjukan bahwa penambahan
pestisida sebesar satu persen dapat meningkatkan produksi kacang panjang sebesar 0,0262 persen, ceteris paribus. Penggunaan pestisida biasanya dikombinasikan dengan penggunaan nutrisi, hal ini menyebabkan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kacang panjang, selain itu adanya penggunaan pestisida yang sama secara terus menerus dapat menyebabkan hama pada tanaman kacang panjang menjadi resisten.
8. Tenaga Kerja
Tenaga kerja mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,221 , yang berarti setiap kenaikan satu persen jumlah tenaga kerja dapat meningkatkan produksi kacang panjang sebesar 0,221 persen, cateris paribus dan berpengaruh nyata pada taraf α 99 persen. Penambahan jumlah tenaga kerja dapat meningkatkan produksi kacang panjang dengan kontribusi berupa adanya aktifitas pemeliharan seperti kegiatan perempelan, penyiangan, pengecoran. Adanya aktivitas seperti kegiatan perempelan diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi kacang panjang, mengingat kegiatan perempelan bertujuan untuk membuang jumlah daun bagian bawah yang dapat menghambat pertumbuhan bunga pada tanaman kacang panjang. Penggunaan variabel tenaga kerja masih bisa ditingkakan mengingat nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja masih bernilai positif, sehingga penambahan tenaga kerja masih bisa meningkatkan produksi kacang panjang.
VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KACANG
PANJANG
7.1 Penerimaan Usahatani
Penerimaan usahatani merupakan nilai yang diperoleh petani dari total produksi yang dihasilkan. Penerimaan hasil penjualan produksi kacang panjang, merupakan nilai perhitungan dari 40 petani responden per hektar pada satu musim tanam. Penerimaan yang diperoleh oleh petani responden dari produktivitas rata-rata sebesar 9762,35 kg per hektar, Jika dilihat dari harga jual kacang panjang di tingkat petani, komoditas ini memiliki tingkat harga yang fluktuatif berkisar antara Rp 3.300 per kilogram hingga Rp 5.100 per kilogram, dan didapat harga rata-rata dari total 40 petani yang dijadikan responden dalam penelitian sebesar Rp 4.269. Adapun rincian penerimaan dari usahatani kacang panjang dapat dilihat pada Tabel 19
Tabel 19. Penerimaan Rata-rata per Satu Musim Tanam per Hektar di Kecamatan Nagrak Tahun 2012
No Keterangan Satuan Jumlah
1 Produktivitas Kg/Ha 9.762,35
2 Harga (Rp) Rp/Kg 4.269
Total Penerimaan Rp 41.675.472,2