BAB III PEMBAHASAN
J. Analisis dan Evaluasi
Koperasi Simpan Pinjam didirikan bertujuan untuk memberi kesempatan kepada anggotanya untuk memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan
35
bunga ringan. Koperasi simpan pinjam juga berusaha untuk mencegah para anggotanya agar tidak terlibat pada waktu mereka memerlukan sejumlah uang, dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatur pemberian pinjaman uang dengan bunga yang serendah-rendahnya, Koperasi simpan pinjam menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya.
Koperasi simpan pinjam menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya. Untuk mencapai tujuannya, koperasi simpan pinjam harus melaksanakan aturan mengenai peran pengurus, pengawas, manajer, dan yang paling penting rapat anggota. pengurus berfungsi sebagai pusat pengambil keputusan tinggi, pemberi nasehat, penjaga berkesinambungannya organisasi dan sebagai orang yang dapat dipercaya. Menurut UU No. 25 tahun 1992 pasal 39, pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi dan menulis laporan koperasi, dan berwenang meneliti catatan yang ada pada koperasi, dan mendapat segala keterangan yang diperlukan.
Koperasi Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara merupakan satu - satunya koperasi simpan pinjam yang ada di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara. Koperasi ini terdiri dari Ketua, Bendahara, dan Sekretaris yang dipilih berdasarkan kesepakatan pengurus setiap 3 tahun sekali. Anggota dalam koperasi ini berjumlah 350 orang.
Koperasi Simpan Pinjam ini dirikan dengan tujuan :
b. Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan Masyarakat pada umumnya dalam rangka menggalang terlaksananya Masyarakat Adil Makmur berdasarkan Pancasila;
c. Ikut membangun tatanan perekonomiann Nasional dalam rangka mewujudkan Masyarakat yang maju adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945;
d. Menggiatkan kesadaran anggota untuk menyimpan pada koperasi secara teratur;
e. Meningkatkan pengetahuan anggota melalui Penyuluhan, latihan dan pendidikan tentang perkoperasian maupun keterampilan lainnya.
Keanggotaan berakhir bilamana anggota:
a. Meninggal dunia
b. Minta berhenti atas kehendak sendiri
c. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi lagi syarat keanggotaan d. Dipecat oleh pengurus karena tidak mengindahkan kewajiban sebagai anggota,
terutama dalam hal keuangan atau karena berbuat sesuatu yang merugikan koperasi
Pinjaman adalah suatu jenis hutang yang dapat melibatkan semua jenis benda berwujud walaupun biasanya lebih sering diindetikkan dengan pinjaman moneter. Seperti halnya instrumen hutang lainnya, suatu pinjaman memerlukan distribusi ulang asset keuangan seiring waktu antara peminjam (terhutang) dan penghutang (pemberi hutang).
37
Jenis – jenis pinjaman antara lain :
1. Jenis Pinjaman menurut jangka waktunya diantaranya:
a. Pinjaman jangka pendek yaitu pinjaman berjangka satu tahun b. Pinjaman jangka menegah yaitu pinjaman berjangka 1-3 tahun
c. Pinjaman jangka panjang yaitu pinjaman yang berjangka waktu diatas 3 tahun
2. Pinjaman menurut kegunaannya diantaranya:
a. Pinjaman konsumtif yaitu pinjaman digunakan untuk pembelian barang-barang konsumsi yang sifatnya bila digunakan sekali habis.
b. Pinjaman produktif yaitu pinjaman yang digunakan untuk berproduksi seperti pinjaman modal kerja.
3. Pinjaman menurut penarikanya diantaranya:
a. Pinjaman langsung yaitu pinjaman yang diatur dan diakukan sendiri oleh peminjamnya dengan menggunakan formulir pinjaman anggota
b. Pinjaman tidak langsung yaitu pinjaman yang dilakukan melalui transfer.
Istilah simpanan mempunyai konotasi pengertian milik penyimpan, yang berarti modal pinjaman. UU sebelumnya tidak mengatur permodalan koperasi dan aspek usaha lainnya. UU tersebut hanya mengatur pengertian dan identitas koperasi, aspek kelembagaan, dan pengesahan badan hukum oleh pemerintah.
Sedang aspek usaha atau jika koperasi menjalankan kegiatan usaha mengikuti
modal koperasi adalah andil atau saham, sama dengan yang dipergunakan oleh perusahaan pada umumnya.
Syarat: Simpanan awal sebesar Rp. 30.000,- dibayar saat pendaftaran menjadi anggota Koperasi Simpan Pinjam.
1. Simpanan Wajib
a. Menjadi anggota Koperasi Simpan Pinjam.
b. Tiap bulan dipotong dari gaji anggota sesuai dengan golongan kepegawaian anggota
c. Tidak berlaku suku bunga.
2. Simpanan Sukarela
a. Menjadi anggota Simpan Pinjam.
b. Simpanan Sukarela ini adalah simpanan anggota yang ingin menyimpan uangnya di Koperasi Simpan pinjam tanpa ada batasan jumlah.
c. Simpanan sukarela ini bisa diambil sewaktu-waktu.
d. Tidak berlaku suku bunga.
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh penulis, maka penulis dapat menyatakan bahwa usaha simpan pinjam yang dikelola oleh Koperasi Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara saat ini sudah cukup baik. Seiring berjalannya tahun ini pendapatan simpan pinjam yang diperoleh oleh perusahaan dengan yang dianggarkan oleh Koperasi Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan masih belum tercapai. Tetapi apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya pendapatan premi dan diperoleh perusahaan mengalami pertumbuhan.
39
Setiap proses pekerjaan yang dilalui koperasi ini sangat bermanfaat bagi koperasi dan orang-orang yang ada didalamnya. Produktivitas dan efektivitas sangat berpengaruh kepada kinerja koperasi, semakin rajin koperasi meningkatkan produktivitasnya maka semakin tercapailah tujuan koperasi tersebut. Kinerja yang baik juga sangat berpengaruh terhadap manajemen yang dilakukan koperasi.
Manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengawasan sangat berpengaruh penting terhadap kinerja koperasi.
A. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan evaluasi yang dilakukan pada Koperasi Pegawai Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara, dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
Simpan Pinjam pada Koperasi Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara saat ini sudah cukup baik.
Meskipun pendapatan atas simpan pinjam yang diperoleh masih belum tercapai, tetapi apabila dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya pendapatan mengalami pertumbuhan.
B. Saran
Dalam Simpan Pinjam Koperasi Pegawai Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara, haruslah ditingkatkan lagi kualitasnya juga lebih baik disesuaikan dengan keinginan para anggota.
Dalam Koperasi Pegawai Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara haruslah ditingkatkan lagi usahanya, sehingga dapat menambahkan nilai lebih untuk para anggota.
41
DAFTAR PUSTAKA
Arifin Sitio dan Halomoan Tamba. 2001. Koperasi (Teori dan Praktik), Edisi Pertama, Jakarta : Penerbit Erlangga.
Edilius, dkk. 2000. Manajemen Koperasi Indonesia, Buku I. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Hendrojogi. 2012. Koperasi: Asas – Asas, Teori, dan Praktik. Edisi Pertama.
Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Jonni Manurung dan Adler Haymans Manurung. 2009. Ekonomi Keuangan.
Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
Ropke, Jochen. 2000. Ekonomi dan Koperasi (Teori dan Manajemen), Edisi Revisi, Jakarta : Penerbit Salemba Empat.