BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS DATA
D. Analisis Framing Berita “Finalis World Muslimah Segera
Berita sebelumnya yang dimuat oleh Kompas Female berjudul Ini Dia, 20 Finalis World Muslimah 2013 pada tanggal 30 Agustus 2013 yang berisi pengumuman mengenai 20 finalis terpilih. Kemudian Kompas
Femalememuat berita Finalis World Muslimah Segera Masuki Babak
Karantina pada 1 September 2013 sebagai penjelasan mengenai kegiatan 20 finalis serta materi yang akan diterima selama karantina. Berita selengkapnya adalah:
KOMPAS.com — Tampaknya 20 finalis tahun ini membuat Eka Shanty,
founder dan CEO World Muslimah Foundation merasa sangat gembira. Bagaimana tidak, tahun ini banyak Muslimah dari beberapa negara ikut berpartisipasi.
Tak cuma itu, bahkan aktivis Muslim yang cukup dikenal dan anggota keluarga kesultanan juga ada yang ambil bagian, salah satunya Dayangku Rabiatul Adawiyah binti Pengiran Haji Bolkiah dari Brunei.
Setelah memilih 20 finalisnya beberapa waktu lalu, ajang 3rd Annual of World Muslimah (AWM) kini sudah memasuki masa karantina, yang akan berlangsung pada 11-17 September 2013 di Jakarta dan Ciater.
Karantina akan diikuti oleh ke-20 finalis yang berasal dari berbagai negara selain Indonesia, antara lain Amerika, Nigeria, Brunei Darussalam, Iran, dan lainnya. Untuk memudahkan peserta asing dalam berkomunikasi, semua bahasa pengantar dalam karantina ini akan menggunakan bahasa Inggris. Apa saja yang akan diajarkan di masa karantina ini? Eka mengungkapkan bahwa kurikulum karantina tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. “Tahun ini kurikulumnya lebih matang dan lebih aplikatif,” katanya, setelah acara Silahturahim dan Sosialisasi AWM di Plaza Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2013) lalu.
Kematangan konsep karantina ini terlihat dalam beragam materi talkshow yang dihadirkan. Antara lain, belajar Al Quran dengan mudah, sharing session, beraktivitas dan berinteraksi bersama anak yatim, talkshow tentang kehidupan Muslimah di seluruh dunia dan permasalahannya, tantangan menjadi Muslimah, dan juga talkshow untuk mempersiapkan Muslimah sebagai istri dan ibu yang baik menurut Islam.
“Semua temanya tak sekadar untuk self development saja, tapi juga menyasar ke aplikasi terhadap sesama dan juga keluarga yang akan dibentuk nantinya. Ini mirip seperti pendidikan pre-marital (sebelum menikah). Saya yakin, Muslimah yang baik akan memiliki keluarga dan mendidik anaknya dengan baik,” harapnya.
Malam final pemilihan AWM ini akan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, pada 18 September 2013. Anda juga bisa turut berpartisipasi dengan memilih The Most Favorite World Muslimah 2013 lewat vote di http://kom.ps/worldmuslimah.
Berikut adalah tabulasi pembingkaian Kompas Female terhadap berita Finalis World Muslimah Segera Masuki Babak Karantina:
Tabel IV.5
Framing Berita Finalis World Muslimah Segera Masuki Babak Karantina
Peangkat Framing
Hasil Pengamatan Kontruksi Peter L. Berger & Thomas
Luckmann
Sintaksis Eksternalisasi
Headline Finalis World Muslimah segera masuki
babak karantina
Muslimah yang baik adalah perempuan yang mampu menjadi istri dan ibu yang baik menurut Islam.
Lead 20 finalis World Muslimah tahun ini
membuat senang Eka Shanty, founder sekaligus CEO World Muslimah
Foundation karena berasal dari
berbagai negara. Latar
Informasi
Tidak ada di dalam artikel. Kutipan
Sumber
Pernyataan Eka Shanty, founder dan
CEO World Muslimah Foundation.
menyebutkan bahwa kurikulum untuk penyelenggaran World
Muslimah tahun ini lebih aplikatif.
Menurut Eka Shanty, semua tema dalam konsep karantina bukan hanya untuk diri sendiri para peserta tapi lebih menyasar kepada aplikasi terhadap sesama dan kelurga yang akan dibentuknya nanti, ini mirip dengan pendidikan
pre-martial (sebelum menikah).
Eka dalam pernyataannya, percaya bahwa muslimah yang baik akan memiliki keluarga dan mendidik anaknya dengan baik.
Penutup Berisikan informasi mengenai malam final Annual Award of World
Muslimah, serta ajakan kepada
pembaca untuk berpartisipasi memilih The Most Favorite World Muslimah
2013.
Skrip
What 20 finalis World Muslimah telah
memasuki tahap karantina dan selama karantina para finalis akan mendapatkan berbagai macam materi pembekalan.
Where Jakarta
When 1 September 2013
Who Eka Shanty, Founder dan CEO World
Muslimah Foundation.
Why Tidak ada di dalam artikel.
How Finalis akan menjalani masa karantina selama satu minggu dan akan mendapatkan berbagai macam materi yang dihadirkan dalam bentuk talk
show. Tematik Paragraf, proposisi, kalimat, hubungan antar kalimat
Artikel ini secara tematik menjelaskan konsep karantina melalui pernyataan
founder dan CEO World Muslimah
Foundation, Eka Shanty.
Paragraf pertama dan kedua, menjelaskan perasaan Eka Shanty dengan keikutsertaan muslimah dari berbagai negara, termasuk anggota keluarga kesultanan Brunei yaitu Dayangku Rabiatul Adawiyah
binti Pengiran Haji Bolkiah. Disini, tidak dijelaskan mengenai karantina dan melenceng dari judul.
Paragraf selanjutnya baru dijelaskan tentang karantina finalis
World Muslimah, mulai dari masa
karantina, tempat berlangsung, konsep, kurikulum, serta materi yang akan disampaikan selama karantina. Lima paragraf ini menjelaskan judul yang dipilih oleh penulis berita.
Paragraf penutup menjelaskan hal yang melenceng dari judul, disini justru menjelaskan mengenai informasi malam final pemilihan Annual Award of World Muslimah dan cara pembaca untuk berpartisipasi dalam memilih kategori The Most Favorite World
Muslimah 2013.
Retoris
Kata, idiom, gambar/ foto, grafik
Foto yang ditampilkan adalah tiga wanita cantik dengan hijab serta pakaian yang terlihat modern, dengan caption“Para finalis akan memasuki masa karantina di Ciater
dan Jakarta.”
Berdasarkan struktur sintaksis, secara garis besar menyatakan World
Muslimah telah memasuki tahapan karantina. Dalam artikel ini tidak terdapat
latar informasi mengenai karantina yang akan dijalani oleh para peserta
World Muslimah 2013. Hanya terdapat informasi mengenai konsep karantina,
materi yang akan disampaikan selama karantina serta tujuan diadakannya karantina.
Berdasarkan skrip, unsur 5W+1H tidak terpenuhi, dalam isi artikel tidak ditemukan why atau latar belakang informasi mengenai kegiatan karantina yang akan dilaksanakan. Kembali lagi ini merupakan karakteristik
media online yang singkat, padat, dan berkesinambungan. Media online biasanya akan membadi informasi mengenai satu peristiwa menjadi beberapa artikel.
Struktur tematik yang terdapat dalam artikel Finalis World Muslimah Segera Masuki Babak Karantina paragraf pembuka dan penutup tidak memiliki kaitan dengan judul. Isi yang menjelaskan mengenai judul ada di paragraf ketiga hingga paragraf lima. Artinya, gaya tulisan yang digunakan bukan piramida terbalik seperti yang biasa digunakan.
Secara retoris, unit yang diamati merupakan foto, sama seperti makna foto yang ditampilkan dalam artikel Mengembalikan Citra Perempuan Berjilbab. Foto dalam artikel Finalis World Muslimah Segera Masuki Babak Karantina menampilkan tiga wanita cantik dengan hijab dan busana yang
modern serta polesan make up yang mempercantik wajah mereka. Selain
sebagai kelengkapan berita, foto tersebut juga memiliki pesan bahwa perempuan Muslim dengan jilbab juga bisa tampil cantik dan modern. Dalam Islam sendiri mempercantik diri melalui pakaian, perhiasan, wewangian bahkan make up tidak dilarang selama masih dalam batas kewajaran.
E. Analisis Framing Berita World Muslimah Ingin Bentuk Karakter Soleha