Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan
4.2 Analisis Deskriptif
4.2.1 Analisis Hasil Deskriptif Promosi Jabatan
Esensi dari promosi jabatan memiliki implikasi penting terhadap aktivitas manajemen yaitu bahwa pada dasarnya orang dipromosikan karena kemampuan dan prestasi kerja yang diraihnya dan berperilaku dengan cara tertentu yang dirasakan mengarah kepada perolehan penghargaan. Pengukuran variabel promosi digunakan delapan indikator yaitu disiplin, prestasi kerja, kerjasama, kecakapan, loyalitas, kepemimpinan, komunikatif dan pendidikan. Berikut ini hasil akumulasi pengolahan kuesioner untuk indikator-indikator promosi jabatan PT. Sari Ater dengan jumlah responden sebanyak 87 orang. Untuk melihat hasil tanggapan responden untuk setiap ukuran dari indikator-indikator promosi jabatan sebagai berikut :
Tabel 4.5
Persentase Skor Jawaban Responden Mengenai Promosi Jabatan
Indikator Skor Aktual Skor Ideal % Skor Aktual Kriteria Disiplin 338 870 38.85 Rendah Prestasi Kerja 403 870 46.32 Rendah
Kerjasama 454 870 52.18 Sedang Kecakapan 454 870 52.18 Sedang Loyalitas 451 870 51.84 Rendah Kepemimpinan 491 870 56.44 Sedang Komunikatif 482 870 55.40 Sedang Pendidikan 201 435 46.21 Rendah Total 3274 6525 50.18 Rendah
Berdasarkan persentase skor mengenai promosi jabatan, maka dapat dibuat kategori yang digunakan dalam menilai secara menyeluruh skor penilaian berdasarkan jarak interval seperti yang digambarkan pada garis kontinum berikut:
Gambar 4.2
Interval Skor Penilaian Promosi Jabatan
Untuk memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai promosi jabatan maka penulis juga menyajikan hasil penilaian pada masing-masing butir pernyataan, yang diukur dengan menggunakan 8 (delapan) indikator promosi jabatan yang dioperasionalisasikan menjadi 15 butir penyataan.
Berikut gambaran tanggapan responden terhadap setiap butir pertanyaan pada masing-masing indikator promosi jabatan.
Tabel 4.6
Tanggapan responden mengenai Kedisplinan dalam tugas
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan Jumlah (%) skor Kedisiplinan karyawan dalam bekerja menjadi tolak ukur untuk promosi jabatan 5 Sangat Setuju 0 0.00 0 4 Setuju 1 1.15 4 3 Cukup setuju 10 11.49 30 2 Tidak setuju 56 64.37 112 1 Sangat Tidak Setuju 20 22.99 20
Jumlah 87 100 166
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
20 36 52 68 84 100
50.18
Berdasarkan hasil tanggapan responden seperti yang ditunjukkan oleh tabel di atas, sebagian besar responden yaitu sebanyak 64,37% menyatakan tidak setuju terhadap kedisiplinan dalam tugas yang menjadi tolak ukur promosi jabatan. Hasil ini menunjukkan bahwa pada umumnya karyawan mengatakan tidak setuju dengan kedisiplinan dalam bekerja menjadi tolak ukur untuk promosi jabatan. Walaupun masih ada yang berpendapat dengan disiplin dapat menjadi ukuran untuk dipromosikan. Menurut Henry Simamora (2004:610) Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin merupakan pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam sebuah organisasi.
Tabel 4.7
Tanggapan responden mengenai ketaatan terhadap peraturan Pertanyaan Bobot
nilai Pernyataan F % Skor
Perusahaan tidak menilai ketaatan terhadap peraturan sebagai dasar penilaian untuk promosi jabatan 1 Sangat Setuju 17 19.54 17 2 Setuju 56 64.37 112 3 Cukup setuju 13 14.94 39 4 Tidak setuju 1 1.15 4
5 Sangat Tidak Setuju 0 0 0
Jumlah 87 100 172
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan hasil tanggapan responden seperti yang ditunjukkan oleh tabel di atas, sebagian besar responden yaitu sebanyak 56 orang atau 64,37% menyatakan setuju terhadap ketaatan terhadap peraturan tidak menjadi dasar penilaian untuk promosi jabatan. Hal ini karena perusahaan tidak menilai ketaatan terhadap peraturan sebagai dasar penilaian untuk promosi jabatan. Ketaatan pada
peraturan kerja, dimaksudkan demi kenyamanan dan kelancaran dalam bekerja (Bejo Siswanto, 2005:291). Hal itu sangat mempengaruhi kinerja pegawai dan perusahaan. Kedisiplinan sepatutnya dipandang sebagai bentuk latihan bagi pegawai dalam melaksanakan aturan-aturan perusahaan.
Tabel 4.8
Tanggapan responden mengenai pencapaian hasil
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % Skor Perusahaan menilai
hasil kerja yang di capai oleh karyawan
sebagai tolak ukur untuk promosi jabatan 5 Sangat Setuju 14 16.09 70 4 Setuju 2 2.30 8 3 Cukup setuju 8 9.20 24 2 Tidak setuju 63 72.41 126 1 Sangat Tidak Setuju 0 0.00 0
Jumlah 87 100 228
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan hasil tanggapan responden seperti yang ditunjukkan oleh tabel di atas, sebagian besar responden yaitu sebanyak 63 orang atau 72,41% menyatakan tidak setuju terhadap pencapain hasil menjadi hasil tolak ukur untuk promosi jabatan. Walaupun sebagian responden menyatakan setuju dengan pencapaian hasil menjadi tolok ukur promosi jabatan. Promosi merupakan suatu penghargaan yang diberikan organisasi kepada pegawainya atas prestasi kerjanya elama ini. (Gauzali Saydam, dalam Yulianti 2009:98). Akan tetapi perusahaan dalam menilai hasil kerja yang dicapai oleh karyawan tidak menjadikan sebagai tolak ukur untuk promosi jabatan.
Tabel 4.9
Tanggapan responden mengenai keefektifan dan efisien dalam pencapaian hasil kerja
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % Skor Keefektifan dan efisien dalam bekerja sebagai dasar penilaian promosi jabatan 5 Sangat Setuju 1 1.15 5 4 Setuju 1 1.15 4 3 Cukup setuju 11 12.64 33 2 Tidak setuju 59 67.82 118 1 Sangat Tidak Setuju 15 17.24 15
Jumlah 87 100 175
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan hasil tanggapan responden seperti yang ditunjukkan oleh tabel di atas, sebagian besar responden yaitu sebanyak 59 orang atau 67,82% menyatakan tidak setuju terhadap keefektifan dan efisien dalam pencapaian hasil kerja. Menurut Veithzal Rivai (2005: 444) karyawan memiliki kewaspadaan tinggi akan selalu berhati-hati, penuh perhitungan dan ketelitian dalam bekerja, serta selalu menggunakan sesuatu secara efektif dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa keefektifan dan efisien dalam bekerja tidak menjadi dasar penilaian promosi jabatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam menilai hasil kerja yang di capai oleh karyawan dan tidak menjadikan sebagai tolak ukur untuk promosi jabatan.
Tabel 4.10
Tanggapan responden mengenai kerjasama dengan atasan
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % Skor Perusahaan menilai
kerjasama yang dilakukan dengan atasan sebagai tolak ukur promosi jabatan
5 Sangat Setuju 0 0.00 0
4 Setuju 1 1.15 4
3 Cukup setuju 16 18.39 48 2 Tidak setuju 49 56.32 98 1 Sangat Tidak Setuju 21 24.14 21 Jumlah 87 100 171 Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan hasil tanggapan responden seperti yang ditunjukkan oleh tabel di atas, sebagian besar responden yaitu sebanyak 49 orang atau 56,32% menyatakan tidak setuju terhadap kerjasama dengan atasan menjadi tolok ukur promosi jabatan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak menilai pegawai yang mampu melakukan kerjasama dengan atasan dijadikan tolak ukur promosi jabatan yang dilakukan oleh perusahaan. Menurut Bejo Siswanto (2005:291) Etika Kerja, diperlukan oleh setiap pegawai dalam melaksanakan perkerjaannya agar tercipta suasana harmonis, saling menghargai antar sesama pegawai.
Tabel 4.11
Tanggapan responden mengenai kerjasama antar pegawai
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % Skor Kerjasama yang
dilakukan antar pegawai menjadi bagian dari penilaian
dalam promosi jabatan 1 Sangat Setuju 17 19.54 17 2 Setuju 1 1.15 2 3 Cukup setuju 12 13.79 36 4 Tidak setuju 57 65.52 228 5 Sangat Tidak Setuju 0 0 0
Jumlah 87 100 283
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan hasil tanggapan responden seperti yang ditunjukkan oleh tabel di atas, sebagian besar responden yaitu sebanyak 57 orang atau 65,52% menyatakan tidak setuju terhadap kerjasama antar pegawai menjadi tolok ukur. Hal ini menunjukkan bahwa kerjasama yang dilakukan antar pegawai tidak menjadi bagian dari penilaian dalam promosi jabatan. Menurut Bejo Siswanto (2005:291) Etika Kerja, diperlukan oleh setiap pegawai dalam melaksanakan perkerjaannya agar tercipta suasana harmonis, saling menghargai antar sesama pegawai.
Tabel 4.12
Tanggapan responden mengenai pengetahuan yang mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari
Pertanyaan Bobot
nilai Pernyataan F % skor
Pengetahuan kerja yang dimiliki karyawan dalam melaksakan tugas sehari-hari tidak
menjadi tolak ukur perusahaan dalam promosi jabatan 1 Sangat Setuju 10 11.49 10 2 Setuju 58 66.67 116 3 Cukup setuju 16 18.39 48 4 Tidak setuju 3 3.45 12 5 Sangat Tidak Setuju 0 0.00 0
Jumlah 87 100 186
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan tabel di atas, mengenai pengetahuan yang mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari, sebanyak 58 orang menyatakan setuju atau 66.77%. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan kerja yang dimiliki karyawan dalam melaksakan tugas sehari-hari tidak menjadi tolak ukur perusahaan dalam promosi jabatan, karena perusahaan lebih mempertimbangkan keterampilan dibandingkan pengetahuan. Menurut Suwatno, (dalam Yulianti 2009 : 97) bahwa karyawan akan dipromosikan, jika karyawan itu menunjukkan kejujuran, kemampuan, dan kecakapan dalam memangku jabatan tersebut.
Tabel 4.13
Tanggapan responden mengenai kemampuan dalam mengoperasionalkan peralatan
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % skor
Kemampuan dalam mengoperasionalkan peralatan menjadi dasar penilaian perusahaan untuk promosi jabatan 5 Sangat Setuju 25 28.74 125 4 Setuju 2 2.30 8 3 Cukup setuju 15 17.24 45 2 Tidak setuju 45 51.72 90 1 Sangat Tidak Setuju 0 0.00 0
Jumlah 87 100 268
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan tabel di atas, mengenai kemampuan dalam mengoperasionalkan peralatan sebanyak 45 orang menyatakan tidak setuju atau 51.72%. Hal ini
menunjukkan bahwa kemampuan karyawan dalam mengoperasionalkan peralatan tidak menjadi dasar perusahaan dalam melakukan penilaian untuk dilakukannya promosi jabatan. Menurut Suwatno, (dalam Yulianti 2009 : 97) promosi hendaknya berdasarkan pada kepercayaan atau keyakinan mengenai kejujuran, kemampuan, dan kecakapan karyawan bersangkutan dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik pada jabatan tersebut.
Tabel 4.14
Tanggapan responden mengenai loyalitas terhadap perusahaan
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % skor Karyawan yang loyal
terhadap perusahaan lebih di utamakan perusahaan dalam promosi jabatan 5 Sangat Setuju 0 0.00 0 4 Setuju 2 2.30 8 3 Cukup setuju 9 10.34 27 2 Tidak setuju 47 54.02 94 1 Sangat Tidak Setuju 29 33.33 29
Jumlah 87 100 158
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa tanggapan responden mengenai loyalitas terhadap perusahaan sebanyak 47 orang atau 54.02% tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang loyal terhadap perusahaan tidak menjadi ukuran untuk di utamakan perusahaan dalam pelaksanaan promosi jabatan. Menurut Gauzali Saydam (dalam Yulianti 2009:98) karyawan yang dipromosikan ini berarti karyawan yang memiliki masa kerja paling lama adalah orang yang berhak dipromosikan. Walaupun demikian sebagian karyawan menyatakan setuju dengan loyalitas yang tinggi memungkinkan karyawan untuk dipromosikan.
Tabel 4.15
Tanggapan responden mengenai partisipasi aktif terhadap perusahaan Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % Skor Karyawan yang aktif
dalam kegiatan perusahaan merupakan tolak ukur perusahaan dalam promosi jabatan 5 Sangat Setuju 35 40.23 175 4 Setuju 2 2.30 8 3 Cukup setuju 10 11.49 30 2 Tidak setuju 40 45.98 80 1 Sangat Tidak Setuju 0 0.00 0
Jumlah 87 100 293
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan tabel di atas, responden yang menyatakan setuju mengenai partisipasi aktif terhadap perusahaan sebanyak 40 orang atau 45.98%. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan yang aktif dalam kegiatan perusahaan tidak menjadi tolak ukur promosi jabatan. Menurut Veithzal Rivai (2004: 444) Disiplin Tim, kesempurnaan kinerja bermuara dari ketergantungan satu sama lain dan ketergantungan ini berkecambah dari suatu komitmen setiap anggota terhadap seluruh organisasi.
Tabel 4.16
Tanggapan responden mengenai kemampuan membentuk team work Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % Skor Kemampuan dalam membentuk teamwork merupakan dasar penilaian prusahaan untuk promosi jabatan 5 Sangat Setuju 18 20.69 90 4 Setuju 51 58.62 204 3 Cukup setuju 9 10.34 27 2 Tidak setuju 9 10.34 18 1 Sangat Tidak Setuju 0 0.00 0
Jumlah 87 100 339
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan tabel di atas, responden yang menyatakan setuju mengenai partisipasi aktif terhadap perusahaan sebanyak 51 orang atau 58.62% menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan karyawan dalam membentuk
teamwork dianggap cukup menjadi dasar penilaian perusahaan untuk promosi jabatan. Menurut Henry Simamora (Simamora, 1995:587) Karyawan yang dihargai promosi akan termotivasi untuk memberikan kinerja yang lebih tinggi lagi jika mereka merasa bahwa kinerja yang efektif menyebabkan promosi.
Tabel 4.17
Tanggapan responden mengenai kemampuan mengambil keputusan Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % Skor Perusahaan tidak
menilai kemampuan karyawan dalam
pengambilan keputusan sebagai dasar untuk promosi
jabatan
1 Sangat Setuju 35 40.23 35 2 Setuju 41 47.13 82 3 Cukup setuju 9 10.34 27 4 Tidak setuju 2 2.30 8 5 Sangat Tidak Setuju 0 0.00 0 Jumlah 87 100 152 Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan tabel di atas, responden yang menyatakan setuju mengenai kemampuan mengambil keputusan sebanyak 41 orang atau 47.13% menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan perusahaan tidak menilai kemampuan karyawan dalam pengambilan keputusan sebagai dasar untuk promosi jabatan. Menurut Wahyudi (2010:33) promosi dapat dilakukan apabila karyawan memiliki keterampilan mental, seperti menganalisa data, membuat keputusan, menghitung, menghafal, dan lain-lain. Walau demikian sebagai kecil menyatakan tidak setuju karena karyawan merasa tidak diberikan kewenangan dalam pengambilan keputusan dalam bekerja.
Tabel 4.18
Tanggapan responden mengenai komunikasi dengan atasan
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % Skor Komunikasi yang dilakukan dengan atasan merupakan dasar penilaian perusahaan untuk promosi jabatan 5 Sangat Setuju 17 19.54 85 4 Setuju 7 8.05 28 3 Cukup setuju 52 59.77 156 2 Tidak setuju 11 12.64 22 1 Sangat Tidak Setuju 0 0.00 0
Jumlah 87 100 291
Sumber : Data primer yang telah diolah
Berdasarkan tabel di atas, responden yang menyatakan setuju mengenai komunikasi dengan atasan sebanyak 52 orang atau 59.77% menyatakan cukup setuju. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan karyawan dalam melakukan komunikasi dengan atasan cukup dapat dijadikan dasar penilaian perusahaan untuk promosi jabatan. Menurut Mangkunegara (2011:167), besar kecil perusahaan berhubungan pula dengan koordinasi, komunikasi, dan partisipasi pegawai. Sebagian menyatakan tidak setuju, karena walaupun karyawan memiliki komunikasi yang dengan pimpinan tetapi tidak menjadi ukuran untuk dipromosikan.
Tabel 4.19
Tanggapan responden mengenai komunikasi dengan sesama
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % Skor Komunikasi yang
dilakukan dengan rekan kerja tidak
menjadi dasar penilaian dalam promosi jabatan yang dilakukan perusahaan
1 Sangat Setuju 13 14.94 13 2 Setuju 47 54.02 94 3 Cukup setuju 25 28.74 75 4 Tidak setuju 1 1.15 4 5 Sangat Tidak Setuju 1 1.15 5 Jumlah 87 100 191 Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan tabel di atas, responden yang menyatakan setuju mengenai komunikasi dengan rekan kerja sebanyak 47 orang atau 54.02% menyatakan
setuju. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan dengan rekan kerja tidak menjadi dasar penilaian dalam promosi jabatan yang dilakukan perusahaan, karena komunikasi dengan rekan kerja merupakan kewajiban karyawan melaksanakan jalannya pekerjaan. Menurut Mulyana (2010 : 5) fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyarakan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.
Tabel 4.20
Tanggapan responden mengenai latar belakang pendidikan
Pertanyaan Bobot nilai Pernyataan F % skor Perusahaan menilai
latar belakang pendidikan sebagai dasar utama dalam promosi jabatan
5 Sangat Setuju 2 2.30 10
4 Setuju 8 9.20 32
3 Cukup setuju 18 20.69 54 2 Tidak setuju 46 52.87 92 1 Sangat Tidak Setuju 13 14.94 13
Jumlah 87 100 201
Sumber : Data primer yang telah diolah, 2014
Berdasarkan tabel di atas, responden yang menyatakan tidak setuju mengenai latar belakang pendidikan karyawan sebanyak 46 orang atau 52.87%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak menilai latar belakang pendidikan sebagai dasar utama dalam promosi jabatan.
Tabel 4.21
Rekapitulasi Responden untuk Variabel Promosi jabatan
No Indikator Frekuensi Skor Aktual Skor Ideal Skor % Kesimpulan
SS S CS TS STS
1
Kedisiplinan karyawan dalam bekerja menjadi tolak ukur untuk promosi jabatan
0 1 10 56 20 166 435 38.16 Rendah
2
Perusahaan tidak menilai ketaatan terhadap peraturan sebagai dasar penilaian untuk promosi jabatan
17 56 13 1 0 172 435 39.54 Rendah
3
Perusahaan menilai hasil kerja yang di capai oleh karyawan sebagai tolak ukur untuk promosi jabatan
14 2 8 63 0 228 435 52.41 Cukup baik
4
Keefektifan dan efisien dalam bekerja sebagai dasar penilaian promosi jabatan
1 1 11 59 15 175 435 40.23 Rendah
5
Perusahaan menilai kerjasama yang
dilakukan dengan atasan sebagai tolak ukur promosi jabatan
0 1 16 49 21 171 435 39.31 Rendah
6
Kerjasama yang dilakukan antar pegawai menjadi bagian dari penilaian dalam promosi jabatan
17 1 12 57 0 283 435 65.06 Cukup baik
7
Pengetahuan kerja yang dimiliki karyawan dalam melaksakan tugas sehari-hari tidak menjadi tolak ukur perusahaan dalam promosi jabatan
10 58 16 3 0 186 435 42.76 Rendah
8
Kemampuan dalam mengoperasionalkan peralatan menjadi dasar penilaian perusahaan untuk promosi jabatan
25 2 15 45 0 268 435 61.61 Cukup baik
9
Karyawan yang loyal terhadap perusahaan lebih di utamakan perusahaan dalam promosi jabatan 0 2 9 47 29 158 435 36.32 Rendah 10
Karyawan yang aktif dalam kegiatan perusahaan merupakan tolak ukur perusahaan dalam promosi jabatan
11
Kemapuan dalam membentuk teamwork merupakan dasar penilaian prusahaan untuk promosi jabatan
18 51 9 9 0 339 435 77.93 Baik
12
Perusahaan tidak menilai kemampuan karyawan dalam pengambilan keputusan sebagai dasar untuk promosi jabatan
35 41 9 2 0 152 435 34.94 Sangat rendah
13
Komunikasi yang dilakukan dengan atasan merupakan dasar penilaian perusahaan untuk promosi jabatan
17 7 52 11 0 291 435 66.90 Cukup baik
14
Komunikasi yang dilakukan dengan rekan kerja tidak menjadi dasar penilaian dalam promosi jabatan yang dilakukan perusahaan
13 47 25 1 1 191 435 43.91 Rendah
15
Perusahaan menilai latar belakang pendidikan sebagai dasar utama dalam promosi jabatan
2 8 18 46 13 201 435 46.21 Rendah
Total 3274 6525 50.18 Rendah
Sumber : kuesioner yang telah di olah, 2014
Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa promosi jabatan yang di berikan terhadap karyawan dapat dikatagorikan rendah, artinya perusahaan kurang dalam memberikan promosi jabatan terhadap karyawan dan perusahaan tidak menilai karyawan dalam promosi jabatan berdasarkan kedisiplinan, ketaatan, keefektifan dan efisiensi, kerja sama, pengetahuan kerja, loyalitas, kemampuan dalam mengambil keputusan, komunikasi yang dilakukan dengan rekan kerja dan latar belakang pendidikan karyawan.