• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 ANALISIS MODEL

5.3 ANALISIS

5.3.1 Analisis Hasil Optimasi pada Semua Skenario

Pada penelitian ini terdapat sembilan skenario yang digunakan dalam optimasi desain jaringan distribusi rantai pasok bahan pangan dengan model MILP menggunakan software LINGO 11. Pada sembilan skenario ini memiliki

perbedaan ukuran, yaitu jumlah permintaan dan kapasitas DC sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Pada skenario 1 dengan jumlah permintaan 10% dan kapasitas DC sebesar 100.000 Ton menghasilkan dua DC yang dibuka, yaitu pada DC (5 dan 6) dengan total biaya Rp. 11.732.940.000.000. Skenario 2 dengan jumlah permintaan 10% dan kapasitas DC sebesar 200.000 Ton menghasilkan dua DC yang dibuka sama seperti skenario 1, yaitu pada DC (5 dan 6) akan tetapi total biayanya lebih besar, yaitu Rp. 11.734.940.000.000. Peningkatan total biaya ini disebabkan oleh kapasitas DC yang lebih besar dengan biaya tetap pembukaan DC yang lebih mahal. Meskipun biaya pengiriman dan biaya penyimpanan sama dengan skenario sebelumnya akan tetapi dengan kapasitas DC yang lebih besar menyebabkan total biaya logistiknya meningkat. Skenario 3 dengan jumlah permintaan 10% dan kapasitas DC sebesar 300.000 Ton menghasilkan dua DC

69 Tabel 5.9 Hasil Optimasi pada Skenario 9

KETERANGAN PERIODE

PRODUK

Beras Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau PEMASOK Inventori 0 196206 110766 5699 4257 1497 1 1774829 1200242 14645 45193 15651 2 2729245 2006723 44064 130411 39829 3 3071849 3301151 132320 158426 54383 Produksi 0 0 0 0 0 0 1 1962064 1107664 56993 42565 14971 2 1337857 824670 77467 86847 24994 3 726045 1312617 136304 29644 15371 Pengiriman 0 0 0 0 0 0 1 383441 18189 48048 1629 817 2 383441 18189 48048 1629 817 3 383441 18189 48048 1629 817 DC Inventori 0 9761 463 1223 42 21 1 48106 2282 6028 204 102 2 86450 4101 10833 367 184 3 124794 5920 15638 530 266 Pemasukan 0 0 0 0 0 0 1 383441 18189 48048 1629 817 2 383441 18189 48048 1629 817 3 383441 18189 48048 1629 817 Pengiriman 0 0 0 0 0 0 1 345097 16370 43243 1466 735 2 345097 16370 43243 1466 735 3 345097 16370 43243 1466 735 KONSUMEN Pemasukan 0 0 0 0 0 0 1 345097 16370 43243 1466 735 2 345097 16370 43243 1466 735 3 345097 16370 43243 1466 735 Permintaan 0 0 0 0 0 0 1 345097 16370 43243 1466 735 2 345097 16370 43243 1466 735 3 345097 16370 43243 1466 735 OBJECTIVE VALUE Rp. 10.817.810.000.000,00

70

yang dibuka sama seperti skenario 1 dan 2, yaitu pada DC (5 dan 6). Total biayanya lebih besar dari skenario 1 dan 2, yaitu Rp. 11.736.940.000.000. Hal ini disebabkan oleh kapasitas DC yang lebih besar dengan biaya tetap pembukaan DC yang lebih mahal. Meskipun biaya pengiriman dan biaya penyimpanan sama dengan skenario 1 dan 2, akan tetapi dengan kapasitas DC yang lebih besar menyebabkan total biaya logistiknya meningkat. Jadi pada skenario (1, 2, dan 3) dengan permintaan yang sama yaitu sebesar 10%, total biaya logistik yang paling rendah yaitu pada skenario 1 yang membuka dua DC dengan kapasitas pada masing-masing DC sebesar 100.000 Ton.

Skenario 4 dengan jumlah permintaan 20% dan kapasitas DC sama seperti skenario 1 sebesar 100.000 Ton menghasilkan tiga DC yang dibuka, yaitu pada DC (5, 6 dan 7) dengan total biaya Rp. 11.294.060.000.000,00. Total biaya pada skenario ini lebih rendah skenario sebelumnya, karena jumlah permintaan lebih besar sehingga jumlah inventori pada pemasok lebih sedikit. Hal ini menyebabkan biaya inventori semakin rendah, oleh karena itu total biaya logistik pada skenario ini lebih rendah dibandingkan dengan skenario sebelumnya. Skenario 5 dengan jumlah permintaan 20% dan kapasitas DC sama seperti skenario 2 sebesar 200.000 Ton menghasilkan dua DC yang dibuka, yaitu pada DC (5 dan 6) dengan total biaya lebih rendah dari skenario 4, yaitu Rp. 11.269.570.000.000. Hal ini disebabkan oleh permintaan bahan pangan lebih besar dari skenario sebelumnya sehingga jumlah inventori pada pemasok lebih kecil, hal ini menyebabkan biaya inventori semakin rendah. Oleh karena itu dengan adanya penurunan jumlah inventori menyebabkan total biaya logistik menjadi lebih rendah. Skenario 6 dengan jumlah permintaan 20% dan kapasitas DC sama seperti skenario 3 sebesar 300.000 Ton menghasilkan dua DC yang dibuka sama seperti skenario 5, yaitu pada DC (5 dan 6) dengan total biaya lebih tinggi, yaitu Rp. 11.271.570.000.000. Peningkatan total biaya ini disebabkan oleh kapasitas DC yang lebih besar dengan biaya tetap pembukaan DC yang lebih mahal. Meskipun biaya pengiriman dan biaya penyimpanan sama dengan skenario 5, akan tetapi dengan kapasitas DC yang lebih besar menyebabkan total biaya logistiknya semakin meningkat. Jadi pada skenario (4, 5, dan 6) dengan permintaan yang sama yaitu sebesar 20%, total biaya logistik yang paling rendah

71

yaitu pada skenario 5 yang membuka dua DC dengan kapasitas pada masing-masing DC sebesar 200.000 Ton.

Skenario 7 dengan jumlah permintaan 30% dan kapasitas DC sama seperti skenario 1 dan 4 sebesar 100.000 Ton menghasilkan empat DC yang dibuka, yaitu pada DC (3, 5, 6 dan 7) dengan total biaya Rp. 10.865.800.000.000. Total biaya pada skenario ini lebih rendah skenario sebelumnya, karena jumlah permintaan lebih besar sehingga jumlah inventori pada pemasok semakin menurun, hal ini menyebabkan biaya penyimpanan pada skenario ini lebih rendah. Oleh karena itu dengan adanya penurunan jumlah inventori dapat menyebabkan total biaya logistik pada skenario ini lebih rendah dibandingkan dengan skenario sebelumnya. Skenario 8 dengan jumlah permintaan 30% dan kapasitas DC sama dengan skenario 2 dan 5 sebesar 200.000 Ton menghasilkan tiga DC yang dibuka, yaitu pada DC (5, 6 dan 7) dengan total biaya yang lebih rendah dari skenario sebelumnya, yaitu Rp. 10.825.360.000.000. Penurunan total biaya ini disebabkan oleh jumlah DC yang dibuka lebih sedikit dari skenario 7 sehingga jumlah inventori pada DC juga lebih sedikit, dengan adanya penurunan jumlah inventori pada DC menyebabkan biaya penyimpanan berkurang sehingga total biaya logistik juga menurun. Skenario 9 dengan jumlah permintaan 30% dan kapasitas DC sama dengan skenario 3 dan 6 sebesar 300.000 Ton menghasilkan dua DC yang dibuka pada DC (5 dan 6). Total biayanya lebih rendah dari skenario 7 dan 8, yaitu Rp. 10.817.810.000.000. Hal ini disebabkan oleh kapasitas yang lebih besar sehingga jumlah DC yang dibuka lebih sedikit dari skenario sebelumnya, dengan adanya penurunan jumlah DC yang dibuka menyebabkan jumlah inventori pada DC juga lebih sedikit. Oleh karena itu, dengan adanya penurunan jumlah inventori pada DC menyebabkan biaya penyimpanan berkurang sehingga total biaya logistik menjadi lebih rendah. Jadi pada skenario (7, 8, dan 9) dengan permintaan yang sama yaitu sebesar 30%, total biaya logistik yang paling rendah yaitu pada skenario 9 yang membuka dua DC dengan kapasitas pada masing-masing DC sebesar 300.000 Ton.

Pada skenario permintaan sebesar 10%, total biaya logistik yang paling rendah terdapat pada skenario 1, yaitu dengan kapasitas DC sebesar 100.000 Ton, hal ini disebabkan jumlah DC yang dibuka sama dengan skenario 1 dan 2, yaitu

72

DC (5 dan 6) sehingga biaya pengiriman dan biaya penyimpanannya sama. Tetapi biaya tetap pembukaan DC lebih rendah karena kapasitas yang dibuka lebih kecil dari skenario yang lain, sehingga total biaya logistiknya lebih rendah. Pada skenario permintaan sebesar 20%, total biaya logistik yang paling rendah terdapat pada skenario 5, yaitu dengan kapasitas DC sebesar 200.000 Ton. Hal ini disebabkan jumlah DC pada skenario 5 lebih sedikit dari skenario 4, sehingga jumlah inventori pada DC berkurang yang menyebabkan biaya penyimpanan semakin rendah. Sedangkan pada skenario 6 jumlah DC yang dibuka sama, yaitu DC (5 dan 6), akan tetapi biaya tetap pembukaan DC pada skenario 6 lebih mahal karena kapasitas yang digunakan lebih besar. Pada skenario permintaan sebesar 30% total biaya logistik yang paling rendah terdapat pada skenario 9, yaitu dengan kapasitas DC sebesar 300.000 Ton. Hal ini disebabkan jumlah DC yang dibuka pada skenario ini hanya dua lebih sedikit dari skenario 7 dan 8, yaitu pada DC (5 dan 6) sebagai mana ditunjukkan pada Tabel 5.10, sehingga jumlah inventori pada DC lebih sedikit. Oleh karena ini dengan jumlah inventori yang lebih sedikit menyebabkan total biaya logistik menjadi lebih rendah. Dari semua skenario yang dicoba menunjukkan bahwa lokasi yang strategis untuk dibangun DC, yaitu pada DC 5 (Klaster Metropolitan) dan DC 6 (Klaster Segitiga Emas).

Tabel 5.10 Perbandingan Hasil Optimasi Semua Skenario

Skenario Permintaan Kapasitas DC (Ton) Pembukaan DC Total Biaya (Rp)

1 10% 100.000 5, 6 11.732.940.000.000,00 2 10% 200.000 5, 6 11.734.940.000.000,00 3 10% 300.000 5, 6 11.736.940.000.000,00 4 20% 100.000 5, 6, 7 11.294.060.000.000,00 5 20% 200.000 5, 6 11.269.570.000.000,00 6 20% 300.000 5, 6 11.271.570.000.000,00 7 30% 100.000 3, 5, 6, 7 10.865.800.000.000,00 8 30% 200.000 5, 6, 7 10.825.360.000.000,00 9 30% 300.000 5, 6 10.817.810.000.000,00

73

Dokumen terkait