• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV Hasil Dan Pembahasan

4.3. Analisis Data

4.3. Analisis Data

4.3.1. Hasil Uji Nor malitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti

sebaran normal atau tidak. Untuk mengetahui apakah data tersebut mengikuti

sebaran normal dapat dilakukan dengan berbagai metode diantaranya adalah

metode Kolmogorov Smirnov, dengan menggunakan program SPSS 13 (Ghozali,

2001 : 77). Nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05, maka distribusi adalah

tidak normal. Dan nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05, maka distribusi

adalah normal. Berikut adalah hasil uji normalitas :

Tabel 4.5

Hasil Pengujian Normalitas

X1 X2 X3 Y

N 21 21 21 21

Normal Parametersa,b Mean 101.0795 11.7904 14.8398 41.9695

Std. Deviation 94.50212 7.30265 9.70395 58.74672

Most Extreme Differences Absolute .279 .272 .218 .252

Positive .279 .272 .218 .252

Negative -.161 -.153 -.125 -.238

Kolmogorov-Smirnov Z 1.280 1.248 1.000 1.153

Asymp. Sig. (2-tailed) .075 .089 .270 .140

Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikan

(asymp. Sig) masing-masing sebesar 0,075 (X1), 0,089 (X2), 0,270 (X3) dan

0,140 (Y) dimana nilainya lebih besar dari 0,05 sehingga dapat diambil

kesimpulan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal.

4.3.2. Hasil Uji Autokorelasi

Pengujian autokolerasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah kesalahan

penggangu pada periode tertentu berkolerasi dengan kesalahan penggangu pada

periode lainnya. Dalam penelitian ini terjadi atau tidaknya autokorelasi diuji

dengan menggunakan Durbin-Watson. Ketentuan tidak terdapatnya autokorelasi

adalah jika nilia Durbin-Watson yang diperoleh di antara -2 sampai +2. Berikut

adalah hasil pengujian autokorelasi dalam penelitian ini:

Tabel 4.6

Hasil Pengujian Autokorelasi

M odel

Durbin-Wat son

dimension0

1 1.448

Sumber : Lampiran 3

Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa nilai Durbin-Watson yang

diperoleh dalam penelitian ini sebesar 1,448, karena nilai yang diperoleh di antara

-2 sampai +2 maka dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi dalam penelitian

ini.

4.3.3. Hasil Uji Multikolinieritas

Uji asumsi multikolinieritas digunakan untuk menunjukkan adanya

hubungan linier antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi. Salah

satu cara yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas yaitu

dengan melihat besarnya nilai Variance Inflation Factor (VIF). Nilai cutoff yang

umum dipakai adalah nilai tolerance 0,10 atau sama dengan nilai VIF diatas 10.

Berikut adalah hasil pengujian multikolinieritas:

51

Tabel 4.7

Hasil Pengujian Multikolinieritas

M odel Collinearit y St at ist ics Tolerance VIF 1 (Constant ) X1 .860 1.163 X2 .177 5.655 X3 .167 5.973

Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai VIF yang diperoleh

masing-masing variabel bebas dalam penelitian ini adalah kurang dari 10. Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa data dalam peneleitian ini telah terbebas dari

penyimpangan multikolinieritas

4.3.4. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi terdapat ketidaksamaan variansi dari residual satu pengamatan ke

pengamatan lainnya. Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan

menggunakan uji Rank Spearman. Pada uji Rank Spearman, antara residual

dengan seluruh variabel bebas dimana nilai probabilitas yang diperoleh harus

lebih besar dari 0,05. Berikut adalah hasil pengujian heteroskedastisitas dalam

penelitian ini :

Tabel 4.8

Hasil Pengujian Heteroskedastisitas

Cor r elations

X1 X2 X3

Unstandardize d Residual

Spearman's rho X1 Correlation Coefficient 1.000 -.066 -.300 .279

Sig. (2-tailed) . .775 .186 .220 N 21 21 21 21 X2 Correlation Coefficient -.066 1.000 .847** -.070 Sig. (2-tailed) .775 . .000 .763 N 21 21 21 21 X3 Correlation Coefficient -.300 .847** 1.000 -.014 Sig. (2-tailed) .186 .000 . .951 N 21 21 21 21 Unstandardi zed Residual Correlation Coefficient .279 -.070 -.014 1.000 Sig. (2-tailed) .220 .763 .951 . N 21 21 21 21

Sumber : Lampiran 3

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai Sig. yang diperoleh lebih

besar dari pada 0,05 (tidak signifikan) sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa

tidak terdapat heteroskedastisitas dalam penelitian ini

4.3.5. Hasil Uji Outlier

Outlier adalah observasi atau data yang memiliki karakteristik unik yang

terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan muncul dalam

bentuk nilai ekstrim untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi

(Hair,1998).

Multivariate outlier diuji dengan kriteria jarak Mahalanobis pada tingkat

p < 0,001. Jarak diuji dengan Chi-Square [χ2] pada df sebesar jumlah variabel

bebasnya. Ketentuan : bila Mahalanobis > dari nilai χ2 adalah multivariate

outlier. Pada penelitian ini terdapat outlier apabila nilai

Mahalanobis distancenya > 18,466. Untuk lebih memperjelas uraian mengenai

53

evaluasi outlier multivariate berikut ini akan disajikan tabel Uji Outlier

Multivariate :

Tabel 4.9

Hasil Pengujian Outlier

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value 6.0694 16.6473 11.0000 3.22160 21

Std. Predicted Value -1.530 1.753 .000 1.000 21

Standard Error of Predicted Value

1.882 5.071 2.791 .782 21

Adjusted Predicted Value 6.1393 23.8939 11.4921 4.12300 21

Residual -8.64731 9.21176 .00000 5.30295 21

Std. Residual -1.459 1.554 .000 .894 21

Stud. Residual -1.977 1.638 -.034 1.023 21

Deleted Residual -15.89390 10.24377 -.49210 7.05096 21

Stud. Deleted Residual -2.202 1.739 -.045 1.065 21

Mahal. Distance 1.063 13.681 3.810 2.959 21

Cook’s Distance .000 .655 .071 .142 21

Centered Leverage Value .053 .684 .190 .148 21

Sumber : Lampiran 2

Berdasarkan tabel di atas, setelah dilakukan pengujian diketahui nilai MD

maksimum adalah 13,681 lebih kecil dari 18,466. Oleh karena itu diputuskan

dalam penelitian tidak terdapat outlier multivariate (antar variabel).

4.3.6. Uji Regresi Linier Berganda

Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan regresi linier berganda

dengan bantuan program SPSS diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Tabel 4.10

Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) 55.640 26.118 X1 -.251 .126 -.404 X2 11.335 3.603 1.409 X3 -8.218 2.786 -1.358

Y= 55,640 -0,251X

1

+ 11,335 X

2

- 8,218X

3

Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

β

0

= 55,640

Nilai konstanta sebesar 55,640 menunjukkan apabila variabel Cash

Ratio (X

1

)

,

NPM (X

2

), dan ROI (X

3

) sebesar nol atau konstan, maka

besarnya nilai Dividend Payout Ratio (Y) adalah sebesar 55,640

β

1

= -0,215

Koefisien regresi untuk variabel Cash Ratio (X

1

) sebesar -0,215.

Tanda negatif menunjukkan terjadinya perubahan yang berlawanan

arah dari variabel Cash Ratio (X

1

) terhadap variabel Dividend Payout

Ratio (Y), yang artinya apabila variabel Cash Ratio (X

1

) mengalami

peningkatan sebesar 1 satuan maka variabel nilai Dividend Payout

Ratio (Y) akan menurun sebesar -0,215, demikian sebaliknya apabila

variabel Cash Ratio (X

1

) mengalami penurunan sebesar 1 satuan maka

variabel nilai Dividend Payout Ratio (Y) akan naik sebesar -0,215

dengan asumsi bahwa variabel-variabel yang lain adalah konstan.

β

2

= 11,335

Koefisien regresi untuk variabel Net Profit Margin (X

2

) sebesar

11,335. Tanda positif menunjukkan terjadinya perubahan yang searah

dari variabel Net Profit Margin (X

2

) terhadap variabel Dividend

Payout Ratio (Y), yang artinya apabila variabel Net Profit Margin (X

2

)

mengalami peningkatan sebesar 1 satuan maka variabel Dividend

Payout Ratio (Y) akan naik sebesar 11,355, demikian sebaliknya

55

apabila variabel Net Profit Margin (X

2

) mengalami penurunan sebesar

1 satuan maka variabel Dividend Payout Ratio (Y) akan menurun

sebesar 11,335 dengan asumsi bahwa variabel-variabel yang lain

adalah konstan.

β

3

= -8,218

Koefisien regresi untuk variabel jumlah Return on Investment (X

3

)

sebesar 8,218. Tanda negatif menunjukkan terjadinya perubahan yang

berlawanan arah dari variabel Return on Investment (X

3

) terhadap

variabel Dividend Payout Ratio (Y), yang artinya apabila variabel

Return on Investment (X

3

) mengalami peningkatan sebesar 1 satuan

maka variabel nilai Dividend Payout Ratio (Y) akan menurun sebesar

8,218, demikian sebaliknya apabila variabel Dividend Payout Ratio

(X

3

) mengalami penurunan sebesar 1 satuan maka variabel Dividend

Payout Ratio (Y) akan naik sebesar 8,218 dengan asumsi bahwa

variabel-variabel yang lain adalah konstan.

4.3.7. Uji Hipotesis

1. Uji Kecocokan Model

Uji F Untuk menguji kecocokan atau kesesuaian model yang digunakan

dalam penelitian tentang pengaruh variabel X terhadap Y. Hasil pengujian

hipotesis dengan menggunakan uji F adalah sebagai berikut:

Tabel 4.11

Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 27409.975 3 9136.658 3.733 .032a

Residual 41613.577 17 2447.857

Total 69023.553 20

Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa nilai F

hitung

yang diperoleh

adalah sebesar 3,733 dengan taraf signifikan sebesar 0,032. Karena taraf

signifikansi yang lebih kecil dari 0,05, maka model regresi yang dihasilkan dalam

penelitian ini telah cocok digunakan dalam untuk menguji hipotesis yang

diajukan.

Pengaruh yang diberikan variabel CR (X

1

), NPM (X

2

), ROI (X

3

), terhadap

Dividend Payout Ratio (Y) dapat dijelaskan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.12

Nilai R Square

Model R R Square

1 .630a .397

Sumber: Lampiran 3

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pengaruh yang diberikan variabel

variabel CR (X

1

), NPM (X

2

), ROI (X

3

), terhadap Dividend Payout Ratio (Y)

sebesar 0,397 atau 39,7%

2. Hasil Pengujian Pengaruh Par sial

Adapun hasil dari pengujian parsial dengan menggunakan uji t adalah

sebagai berikut:

57

Tabel 4.13.

Hasil Uji t

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 55.640 26.118 2.130 .048 X1 -.251 .126 -.404 -1.987 .063 X2 11.335 3.603 1.409 3.146 .006 X3 -8.218 2.786 -1.358 -2.950 .009

Sumber: Lampiran 4

Sedangkan untuk pengaruh nyata tidaknya masing-masing variabel dapat

dijelaskan sebagai berikut :

1. Pengaruh Variabel Cash Ratio (X

1

) Terhadap Dividend Payout Ratio (Y)

Nilai t

hitung

yang diperoleh adalah -1,987 dengan taraf signifikan sebesar 0,063.

Karena taraf signifikan yang diperoleh lebih kecil dari 0,10, maka secara nyata

Cash Ratio (X

1

) berpengaruh secara negatif signifikan terhadap Dividend

Payout Ratio (Y).

2. Pengaruh Variabel Net Profit Margin (X

2

) Terhadap Dividend Payout Ratio

(Y)

Nilai t

hitung

yang diperoleh adalah 3,146 dengan taraf signifikan sebesar 0,006.

Karena taraf signifikan yang diperoleh kurang dari 0,10, maka secara nyata Net

Profit Margin (X

2

) berpengaruh secara signifikan positif terhadap Dividend

Payout Ratio (Y).

3. Pengaruh Variabel ROI (X

3

) Terhadap Dividend Payout Ratio (Y)

Nilai t

hitung

yang diperoleh adalah -2,950 dengan taraf signifikan sebesar 0,000.

Karena taraf signifikan yang diperoleh lebih kecil dari 0,10, maka secara nyata

ROI (X

3

) berpengaruh secara signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (Y).

Dokumen terkait