HASIL PENELITIAN DAN HASIL ANALISIS DATA
4.2 Analisis Hasil Penelitian
Pada penelitian ini nilai dan hasil uji statistik perbedaan kekasaran permukaan sampel sebelum dan sesudah perendaman susu fermentasi dianalisis secara statistik dengan t-paired pada derajat kemaknaan (p<0,05) untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan hasil yang signifikan.
Tabel 3. Hasil analisis statistik uji t-paired kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid sebelum dan sesudah perendaman susu fermentasi.
Kelompok N Rerata Kekasaran (Mean ± SD) Δ Kekasaran
Permukaan P Sebelum Sesudah Kelompok I 10 0,4605 ± 0.0412 0,5377 ± 0,5833 0,0772 0,000 Kelompok II 10 0,4657 ± 0.0443 0,6410 ± 0,6704 0,1753 0,000 Kelompok III 10 0,4573 ± 0.0435 0,6709 ± 0,0474 0,2136 0,000 Keterangan :
I : kelompok perendaman selama 1 hari II : kelompok perendaman selama 3 hari III : kelompok perendaman selama 5 hari
Dari hasil analisa uji t-paired didapatkan nilai rata-rata dan standar deviasi kekasaran permukaan sebelum perendaman susu fermentasi selama satu hari adalah 0,4605 ± 0,0412 µm dan sesudah perendaman adalah 0,5377 ± 0,5833 µm dan nilai p = 0,000 (p<0,05), artinya ada perbedaan kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid sebelum dan sesudah perendaman susu fermentasi secara signifikan.
Dari hasil analisa uji t-paired didapatkan nilai rata-rata dan standar deviasi kekasaran permukaan sebelum perendaman susu fermentasi selama tiga hari adalah 0,4657 ± 0,0443 µm dan sesudah perendaman adalah 0,6410 ± 0,6704 µm dan nilai p = 0,000 (p<0,05), artinya ada perbedaan kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid sebelum dan sesudah perendaman susu fermentasi secara signifikan.
0,4573 ±0,0435 µm dan sesudah perendaman adalah 0,6709 ± 0,0474 µm dan nilai p = 0,000 (p<0,05), artinya ada perbedaan kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid sebelum dan sesudah perendaman susu fermentasi secara signifikan.
Sedangkan nilai rata-rata dan hasil uji statistik untuk mengetahui perbandingan perubahan kekasaran permukaan antara satu hari, tiga hari dan lima hari perendaman susu fermentasi dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah dengan derajat kemaknaan (p<0,05). Dari hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan peningkatan kekasaran permukaan yang signifikan antar kelompok satu hari, tiga hari dan lima hari perendaman susu fermentasi dengan nilai signifikan 0,000 (p<0,05). Dengan p<0,05 maka hipotesis penelitian ditolak yang artinya terdapat perbedaan perubahan kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid antar satu hari, tiga hari dan limari perendaman susu fermentasi seperti telihat pada tabel 4.
Tabel 4 . Hasil Analisis Statistik ANOVA satu arah kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid pada satu hari, tiga hari dan lima hari perendaman susu fermentasi.
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
Diantara grup .099 2 .049 30.474 .000
Didalam grup .044 27 .002
Total .143 29
Dari hasil uji anova satu arah terlihat adanya perbedaan kekasaran permukaan yang bermakna antar kelompok perendaman 1, 3, dan 5 hari dengan p = 0,000 (p<0,05). Penentuan perbandingan perbedaan kekasaran permukaan antar kelompok dilakukan dengan uji Least Significant Difference (LSD) yang dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5 . Hasil Analisis Statistik Uji Least Significant Defference (LSD) kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid sesudah perendaman susu fermentasi selama satu hari, tiga hari dan lima hari.
Kelompok Mean Difference N Mean ± SD Sig
I II -0.098100 -0.136400 10 0.53770 ± 0.58331 .000 .000 III II I 0.098100 -0.038300 10 0.64100 ± 0.67047 .000 .043 III III I 0.136400 0.038300 10 0.67090 ± 0.047400 .000 .043 II Keterangan :
I : kelompok perendaman selama 1 hari II : kelompok perendaman selama 3 hari III : kelompok perendaman selama 5 hari
Pada kelompok 1 hari dan 3 hari perbedaan rerata kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid adalah 0,0981 µm. Dengan nilai signifikan 0,000 (p<0,05) ini menunjukkan perbedaan yang bermakna, karena terjadi perubahan kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid antara satu hari dengan tiga hari perendaman susu fermentasi.
Pada kelompok 1 hari dan 5 hari perbedaan rerata kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid adalah 0,1364 µm. Dengan nilai signifikan 0,000 (p<0,05) ini menunjukkan perbedaan yang bermakna, karena terjadi perubahan kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid antara satu hari dengan lima hari perendaman susu fermentasi.
Pada kelompok lima hari dan 3 hari perbedaan rerata kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid adalah 0,0383 µm. Dengan nilai signifikan 0,000 (p<0,05)
permukaan resin komposit mikrohibrid antara lima hari dengan tiga hari perendaman susu fermentasi.
Grafik perbandingan rerata hasil pengukuran kekasaran permukaan bahan restorasi resin komposit mikrohibrid sebelum dan sesudah perendaman selama 1, 3 dan 5 hari dapat dilihat pada gambar 24.
Pada gambar diatas dapat dilihat dengan jelas adanya peningkatan kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid setelah direndam dalam susu fermentasi selama 1, 3, dan 5 hari.
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8
1 hari 3 hari 5 hari
Nilai re ra ta ke ka sa ra n pe rmuka an (µ m ) Sebelum Sesudah
Gambar 28. Grafik Perbandingan RerataKekasaran Permukaan sebelum dan Sesudah Perendaman
BAB 5
PEMBAHASAN
Tabel 2 memperlihatkan hasil pengukuran kekasaran permukaan sebelum dan sesudah dilakukan perendaman susu fermentasi selama 1 hari, 3 hari dan 5 hari. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa rata-rata kekasaran permukaan pada kelompok I (1 hari perendaman) sebelum perendaman adalah 0,4605 dan setelah perendaman 0,5377. Pada kelompok II (3 hari perendaman) kekasaran permukaan sebelum perendaman adalah 0,4657dan setelah perendaman 0,6410. Pada kelompok III (5 hari perendaman) kekasaran permukaan sebelum perendaman adalah 0,4573 dan setelah perendaman 0,6709. Hasil analisis uji t-paired (tabel 3) diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) menunjukkan ada perbedaan signifikan kekasaran permukaan resin komposit mikrihibrid sebelum dan sesudah perendaman susu fementasi.
Williems dkk (1991) menyatakan kekasaran permukaan suatu permukaan bahan restorasi yang dapat diterima harus sama atau kurang dari kekasaran email yaitu 0,64 µm.22 Dimana pada penelitian ini rerata kekasaran permukaan bahan resin komposit mikrohibrid sebelum perendaman adalah 0,46 µm untuk 1 hari perendaman, 0,46 µm untuk 3 hari perendaman dan 0,45 µm untuk 5 hari perendaman dapat diterima karena tidak melebihi nilai 0,64 µm, tetapi untuk setelah perendaman pada kelompok 5 hari perendaman melewati kekasaran 0,64 µm yaitu 0,67 µm sehingga tidak dapat diterima seperti yang nyatakan oleh Williems dkk (1991).
Dari hasil penelitian ini diperoleh peningkatan kekasaran setelah perendaman pada masing-masing kelompok adalah 0,0772 untuk kelompok I (1 hari perendaman) dengan nilai p = 0,000 (p<0,05), 0.1753 Untuk kelompok II (3 hari perendaman) dengan nilai p = 0,000 (p<0,05), dan 0,2136 untuk kelompok III (5 hari perendaman) dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Jadi hasil ini menunjukaan adanya peningkatan
kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid yang bermakna setelah direndam dalam susu fermentasi.
Dan pada hasil uji anova satu arah terlihat adanya perbedaan kekasaran permukaan setelah perendaman susu fermentasi kelompok I ( 1 hari perendaman), II (3 hari perendaman) dan III (5 hari perendaman) yang bermakna antara kelompok tersebut dengan p = 0,000 (p<0,05).
Pada hasil penelitian uji Least Significant Difference (LSD) dapat dilihat bahwa kekasaran antara perendaman 1 hari dengan 3 hari terdapat perbedaan yang bermakna dan nilai perbedaan sebesar 0,0981 µm dengan p = 0,000 (p<0,05), perendaman 3 hari dengan 5 hari terdapat perbedaan yang bermakna dan perbedaan sebesar 0.0383 µm dengan p = 0,043 (p<0,05), begitu juga pada perendaman 5 hari dengan 1 hari terdapat perbedaan yang bermakna dan nilai perbedaan sebesar 0,1364 µm dengan p = 0,000 (p<0,05), perbedaan kekasaran yang paling besar terdapat pada perendaman 5 hari dengan 1 hari dengan perubahan sebesar 0,1364 µm.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama resin komposit mikrohibrid direndam dalam susu fermentasi maka nilai kekasaran permukaannya semakin kasar. Dan terlihat bahwa perendaman dengan waktu 5 hari memiliki kekasaran yang tinggi dibandingkan pada perendaman 1 hari dan 3 hari.
Susu fermentasi merupakan salah satu jenis minuman yang bersifat asam. Pada penelitian digunakan susu fermentasi yang memiliki ph 4. Menurut Taied dkk (2010) bahwa kondisi asam dapat menyebabkakan degradasi resin komposit dari waktu ke waktu, yang ditandai dengan perubahan kekasaran permukaan dan penurunan kekerasannya.25 Sesuai penelitian ini dapat dilihat kekasaran permukaan meningkat dari kelompok 1 hari ke 3 hari dan 5 hari yang menyebabkan semakin lama perendaman maka kekasaran permukaan resin komposit mikrohibrid semakin meningkat.
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Thantanuch dan Patanapiradej (2009) menyatakan bahwa terdapat peningkatan kekasaran permukaan resin komposit yang signifikan setelah perendaman pada red wine (ph 3,8) dan white wine (ph 3,45) yang bersifat asam. 26 dan juga pada penelitian Poggio dkk (2012) terlihat peningkatan kekasaran permukaan resin komposit setelah perendaman pada minuman bioxtra (ph 6,7), coca-cola (ph 2,55) dan whisky (ph 4,15) yang juga bersifat asam.27 Dimana larutan yang bersifat asam menyebabkan erosi yang salah satunya dapat mempengaruhi kekasaran permukaan sehingga terjadi perubahan kekasaran.
BAB 6