• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap 2 : Tahap Analisis

B. Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi DPPKBP3A Kabupaten Lebak

4) Struktur Organisasi

4.4 Analisis Hasil Penelitian

Dalam penelitian ini dilakukan analisis data dari hasil wawancara, observasi maupun dokumen yang diperoleh selama penelitian. Analisis data dilakukan terus menerus dari sejak awal dikumpulkan sampai dengan penelitian berakhir. Untuk memperkuat dalam analisis data peneliti dalam penelitian yang berjudul Analisis SWOT Pengelolaan Program Kampung KB (Keluarga Berencana) di Kampung Kaso Desa Sukaraja Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak. Peneliti menggunakan Analisis SWOT menurut Siagian (2008:172), dimana analisis SWOT terdiri dari strenghts,

weaknesses, opportunity, treaths atau terdiri dari dua faktor yaitu faktor

internal dan faktor eksternal.

Berdasarkan observasi lapangan dan wawancara, peneliti dapat melihat program kampung KB (Keluarga Berencana) yang ada sekarang ini baik itu bisa dilihat dari program-program yang sudah dilaksanakan dan perkembangan desa dari sebelum diadakannya program kampung KB (Keluarga Berencana). Namun memang dalam hal pelaksanaannya itu yang masih belum optimal, bisa dilihat dari jumlah tenaga atau sumber daya manusianya yang masih kurang, sarana prasarana desa yang belum optimal, dan tingkat kesejateraan keluarga atau masyarakat desa yang masih rendah. Hal ini sudah dikembangkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak ini, yaitu salah satunya dengan program Kampung KB (Keluarga

Berencana) untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Supaya lebih jelasnya, saya menggunakan analisis SWOT ini.

4.4.1 Strenghts (Kekuatan)

Strenghts (Kekuatan) adalah kondisi kekuatan yang terdapat dalam

sebuah organisasi, proyek, atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor internal dalam sebuah organisasi. Dalam program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memiliki tujuan diadakannya program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Tujuan dari Kampung KB (Keluarga Berencana) yaitu pendekatan program dan integrasi program. Dimana, program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini bukan hanya Kampung KB nya saja akan tetapi bagaimana menjadikan kampung yang berkualitas. Jadi sebenarnya ini semua sektor yang harus menangani.” (Wawancara dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 10.40 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa, tujuan dari adanya program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini ialah menjadikan kampung yang berkualitas, bukan hanya dilihat dari pelayanan mengenai KB nya saja, akan tetapi bagaimana menjadikan suatu masyarakat ini menjadi keluarga yang berkualitas. Hal tersebut juga dinyatakan dalam

wawancara bersama Kepala bidang KB-KS Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Tujuan dari adanya program Kampung KB (Keluarga Berencana) yaitu merupakan sentuhan pelayanan kepada masyarakat sampai titik dasar (RT/RW) yang bertujuan menjadikan keluarga yang berkualitas.” (Wawancara dengan Kepala bidang KB-KS Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 08.50 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak) Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat memang tujuan dari adanya program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini yaitu pelayanan dari pemerintah kepada masyarakat sampai ke titik dasar keluarga. Maksud dari keluarga yang berkualitas ini pun bukan hanya dilihat dari faktor kesehatan, yaitu dengan ikut serta berKB, akan tetapi semua sektor dalam keluargapun digerakaan seperti sektor ekonomi, pendidikan, sosial, dan yang lainnya. Sesuai juga dengan pernyataan dari Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, yaitu :

“Tujuan dari program Kampung KB (Keluarga Berencana) ialah menciptakan keluarga yang berkualitas dengan dukungan dari segala sektor. Karena indikator dari keluarga yang berkualitas itu dinilai dari segi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan yang lainnya.” (Wawancara dengan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 25 Juli 2017, pukul 08.30 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa, indikator dari keluarga berkualitas tidak hanya identik dengan penggunaan dan pemasangan alat kontrasepsi saja, akan tetapi program integrasi dengan berbagai macam program pembangunan lainnya.

Program Kampung KB (Keluarga Berencana) memang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK (Kependudukan dan KB Pembangunan Keluarga) serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat dalam upaya mengaktualisasikan dan mengaplikasikan 8 (delapan) fungsi atau aspek keluarga secara utuh, yaitu ekonomi, sosial budaya, lingkungan, reproduksi, cinta dan kasih sayang, serta perlindungan.

Dari berbagai tujuan diadakannya program kampung KB (Keluarga Berencana) yang dipaparkan diatas, tentunya yang diharapkan adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar dan oleh Pemerintah itu sendiri sebagai penyedia pelayanan dari adanya program kampung KB (Keluarga Berencana) ini. Menjadi keluarga yang berkualitas, tentu saja merupakan harapan bagi setiap kalangan. Dimana kita harus memiliki perencanaan hidup, lalu mengaplikasikannya kedalam praktek hidupnya masing-masing. Sesuai dengan pernyataan dari Kepala Dinas

Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Bagi masyarakat, tentu saja merupakan harapan bagi setiap kalangan harus mempunyai perencanaan hidup didalam praktek hidupnya. Karena setiap keluarga memiliki fungsi, yaitu : agama, sosial budaya, ekonomi, dan yang lainnya. Bagi pemerintah, tentu program ini mengaitkan semua sektor terkait. Misalnya dari Dinas Pendidikan, mereka mendata berapa jumlah anak usia sekolah? Apakah tinggi atau rendah? Dan hasil dari setiap pendataan itu merupakan kewenangan dari Dinas Pendidikan untuk menindak lanjuti hal tersebut. Begitupun peran lintas sektor lainnya.” (Wawancara dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 10.40 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa, setiap keluarga harus mempunyai perencanaan hidup karena setiap keluarga memiliki fungsi atau aspek yang menjadikan suatu keluarga itu berkualitas. Akan tetapi apabila manfaat yang dirasakan ingin maksimal, tentunya harus ada respon dan peran aktif yang tinggi dari masyarakatnya itu sendiri. Karena bagi Pemerintah, apabila program ini berhasil bisa dijadikan program percontohan untuk masyarakat atau daerah yang lainnya. Penjelasan mengenai hal serupa pun dibenarkan oleh Kepala bidang KB-KS Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Manfaat program kampung KB (Keluarga Berencana) bagi pemerintah ialah program ini merupakan titik paling dasar (ujung tombak) dan juga sebagai bahan percontohan bagi RW (Rukun Warga) lain dan di daerah yang lainnya juga. Manfaat program kampung KB (Keluarga Berencana) bagi masyarakat, itu tergantung bagaimana respon dan peran aktif masyarakat, jika persentase responnya sangat baik pasti manfaat yang dirasakan pun

pasti akan baik juga. Contohnya lingkungan jadi bersih, sehat dan nyaman dan semua aspek keluarga dibantu oleh pemerintah seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan yang lainnya.” (Wawancara dengan Kepala bidang KB-KS Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 08.50 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat memang manfaat yang dirasa dengan adanya program kampung KB (Keluarga Berencana) ini bisa lebih maksimal dirasakan apabila masyarakatnya dapat perperan aktif penuh dalam segala kegiatan yang dilakukan di Desa Sukaraja ini. Karena apabila suatu program bisa dikatakan berhasil, itu bisa dijadikan bahan percontohan bagi daerah lainnya agar segera menggerakan masyarakat dan perangkat desa lainnya agar berubah kearah yang lebih baik lagi dalam segi kehidupannya. Tentunya program yang dilaksanakan pun tidak sembarangan dilakukan, melainkan harus ada data awal sebagai alasan pengambilan keputusan mengapa kegiatan ini perlu dilakukan. Penjelasan mengenai hal serupa pun dibenarkan oleh Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Tentu saja setiap program yang diadakan sebenarnya telah melalui proses analisa dan sesuai data (yang dibutuhkan). Dimana setiap program pasti menuju ke arah perbaikan. Bagi masyarakat sendiri (sasaran program) tentunya banyak manfaat yang dirasakan, karena dari kami sebagai pelayan masyarakat tujuannya adalah melayani sebaik-baiknya untuk kebutuhan apa yang masyarakat butuhkan, akan tetapi kurang mampu dari segi ekonomi. Misalnya pelayanan kesehatan, pendidikan, dan yang lainnya.” (Wawancara dengan Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten, 25 Juli 2017, pukul 10.00 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa, setiap program yang dilaksanakan harusnya melalui proses pendataan dan analisa terlebih dahulu agar program yang dilaksanakan benar-benar bermanfaat dirasakan oleh masyarakat karena memang itu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Peneliti juga menggunakan data dan dokumentasi untuk memperkuat pendapat dari Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yaitu :

Tabel 4.7

DATA PUS (Pasangan Usia Subur) RW 01 Desa Sukaraja

RT PUS KK Jumlah laki-laki Jumlah Perempuan

01 38 50 114 89 02 21 29 51 55 03 52 71 136 140 04 71 84 155 135 05 21 29 43 41 06 42 57 100 104 07 28 43 69 68 08 33 52 97 85 09 36 49 84 74 10 48 67 130 104 11 46 56 98 89 12 28 35 65 50 Jumlah 464 622 1142 1034

Gambar 4.4

Pendaftaran pemasangan implan gratis untuk warga Kampung KB

Berdasarkan tabel 4.7 diatas bisa dilihat bahwa PUS (Pasangan Usia Subur di RW 01 atau di Kampung KB itu sangat besar, yaitu mencapai 464 pasangan usia subur. Maka dari itu sesuai data, tindak lanjut program yang akan dilaksanakan ialah mengadakan program pemasangan implan gratis yang bekerjasama dengan pihak DPPKBP3A Kabupaten Lebak, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan Bidan Desa setempat (sesuai gambar 4.4 diatas).

Berdasarkan gambar dan tabel diatas, dijelaskan bahwa pendataan merupakan langkah awal dari adanya program yang akan dilaksanakan kenudian hari di Kampung KB. Akan tetapi, setiap program yang dijalankan pun pasti masih adanya kekurangan. Seperti halnya diungkapkan oleh Kepala Desa Sukaraja sebagai berikut :

“Saya rasa, program kampung KB (Keluarga Berencana) ini sangat bagus. Hanya saja program yang akan dilaksanakan selanjutnya diharapkan bisa lebih maksimal dan ada peningkatan secara berkala. Karena pencanangan kampung KB (Keluarga Berencana) ini baru berjalan satu tahun, manfaat yang dirasakan pun belum terlalu besar. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih terus ada perubahan.” (Wawancara dengan Kepala Desa Sukaraja, 17 Juli 2017, pukul 09.00 WIB di Kantor Desa Sukaraja)

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa pencanangan kampung KB (Keluarga Berencana) ini baru berjalan satu tahun, maka dari itu manfaat yang dirasakan pun belum maksimal. Akan tetapi adanya harapan besar untuk terus mendukung pelaksanaan program-program selanjutnya demi membantu masyarakat desa menuju perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Seperti halnya diungkapkan oleh Sekertaris Desa Sukaraja sebagai berikut :

“Sebagian besar manfaat dari program kampung KB (Keluarga Berencana) belum dirasakan. Akan tetapi program-program selanjutnya harus terus berjalan, jangan sampai berhenti ditengah jalan. Karena dengan adanya program kampung KB (Keluarga Berencana) ini, dapat membantu masyarakat desa dan Desa ini sendiri untuk bisa lebih baik dan lebih maju lagi.” (Wawancara dengan Sekertaris Desa Sukaraja, 11 Juli 2017, pukul 08.30 WIB di Kantor Desa Sukaraja)

Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat memang manfaat yang dirasa dengan adanya program kampung KB (Keluarga Berencana) ini belum sepenuhnya atau belum maksimal dirasakan. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak memiliki Strenghts atau kekuatan dalam pengelolaan program kampung KB (Keluarga Berencana) ini :

“Kekuatan dari program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini merupakan kebijakan nasional yang dicanangkan oleh bapak Presiden Jokowi. Dan merupakan implementasi dari Nawacita ke 5 (lima) yaitu membangun dari kampung yang jauh dari perkotaan.” (Wawancara dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 10.40 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa, program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini merupakan kebijakan nasional yang dicanangkan oleh bapak Presiden Jokowi. Awal mulanya, Bapak Presiden menginginkan banyaknya stakeholder terkait yang menaungi masalah program keluarga berencana, jadi tidak hanya dari sektor KB nya saja. Dan merupakan implementasi dari Nawacita ke 5 (lima) yaitu membangun dari kampung yang jauh dari perkotaan. Didasari dari Desa, lalu dinilai dari beberapa aspek sangat tertinggal, lalu muncullah ketetapan dari kampung KB (Keluarga berencana) di wilayah Kabupaten Lebak, yaitu di Kampung Kaso Desa Sukaraja Kecamatan Warunggunung. Kampung berkualitas adalah wujud terintegrasinya program dan dinamisnya kehidupan keluarga dalam mengamalkan 8 (delapan) fungsi keluarga. Oleh sebab itu, memperkaya mitra kerja dalam pelaksanaan program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini adalah salah satu kekuatannya. Seperti yang diungkapkan oleh Sekertaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Kekuatan dari program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini ialah memperkaya mitra kerja, seperti mitra kerja dengan Dinas Kesehatan, Kodim dan yang lainnya.” (Wawancara dengan Sekertaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 10.40 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat bahwa adanya mitra kerja dalam membantu suksesnya program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini adalah salah satu kekuatan dalam dalam program ini. Dengan adanya mitra kerja, koordinasi antar mitra kerja pun harus berjalan dengan optimal. Hal lain pun dikemukakan oleh Kepala bidang KB-KS Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Kekuatan dari program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini yaitu koordinasi lintas sektoral (Organisasi Perangkat Daerah terkait) dan juga koordinasi lintas program. Dimana misalnya: Ada NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang memiliki program “2 anak cukup”. Lalu didalamnya terdapat tiga bina keluarga, yaitu : 1. BKB (Bina Keluarga Balita), 2. BKL ( Bina Keluarga Lansia) dan 3. BKR ( Bina Keluarga Remaja) lalu adanya Puskesmas sebagai wadah pendataan mengenai angka PUS (Pasangan Usia Subur), bayi dan balita, dan yang lainnya.” (Wawancara dengan Kepala bidang KB-KS Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 08.50 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat memang selain koordinasi lintas sektoral (Organisasi Perangkat Daerah terkait) ada juga koordinasi lintas program, dimana tujuannya memperkaya hubungan antar program dan sektor lainnya. Walaupun begitu, DPPKBP3A Kabupaten Lebak, tetaplah menjadi leading sektor dalam program yang dilaksanakan.

Sesuai dengan pernyataan dari Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, yaitu :

“Dari sisi program, DPPKBP3A tetap sebagai leading sektornya. Hanya yang menanganinya sesuai dengan sektor yang ditangani.” (Wawancara dengan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 25 Juli 2017, pukul 08.30 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara, DPPKBP3A sebagai leading sektor dari program dan merupakan motor penggerak bagi dinas-dinas lainnya agar cepat ikut bergerak dalam sama-sama mewujudkan keluarga yang berkualitas dari titik paling dasar masyarakat.

Mengenai setiap program yang dilakukan, tentulah tidak akan lepas dari peran lintas sektor lainnya yang diharapkan bisa ikut berpartisipasi aktif dalam terciptanya keberhasilan didalam setiap program. Dan penjelasan ini pun dikemukakan oleh oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Bentuk kerjasama dengan cara pendataan mengenai masyarakat di desa, yang awal mulanya dipetakkan terlebih dahulu. Setelah itu koordinasi dengan sektor lainnya, seperti : masalah kesehatan dengan Dinas Kesehatan, masalah pendidikan dengan Dinas Pendidikan, dan seterusnya.” (Wawancara dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 10.40 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa, bentuk kerjasama dalam program Kampung KB (Keluarga Berencana) ini selain dengan Dinas terkait lainnya, akan tetapi juga dengan Desa. Contohnya mengenai pendataan penduduk, dan keadaan desa itu sendiri. Bentuk kerjasama dengan desa pun dipaparkan oleh Kepala bidang KB-KS Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Bentuk kerjasama kami dengan desa, berupa ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Masyarakat) dan POKJA (Kelompok Kerja). Lalu kerjasama dengan Puskesmas, dan dinas terkait lainnya.” (Wawancara dengan Kepala bidang KB-KS Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 08.50 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat desa pun ikut andil dalam kerjasama dengan DPPKBP3A Kabupaten Lebak, karena suatu program yang diadakan pemerintah, tidaklah akan berjalan dengan baik apabila perangkat desa dan masyarakat sebagai target sasaran tidak ikut berpartisipasi aktif didalam program tersebut. Hal serupa pun dikemukakan oleh Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Bentuk kerjasama sesuai POKJA (Kelompok Kerja) dimana Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaaan Umum (PU), dan yang lainnya bekerjasama untuk mewujudkan keberhasilan dalam program kampung KB (Keluarga Berencana) ini.” (Wawancara dengan Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 25 Juli 2017, pukul 10.00 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak) Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa, dalam mewujudkan keberhasilan dalam program kampung KB (Keluarga Berencana) ini perlulah kerjasama antar sektor terkait lainnya. Hal serupa pun dibenarkan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penduduk Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak :

“Bentuk kerjasama dengan desa, dengan kecamatan dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya sangat diperlukan demi terwujudnya tujuan awal dari sebuah program.” (Wawancara dengan Kepala Seksi Pengendalian Penduduk Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 27 Juli 2017, pukul 10.40 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa, demi terwujudnya kesuksesan suatu program perlunya kerjasama antar semua sektor terkait untuk memaksimalkan program-program yang akan dilaksanakan. Kepala Desa Sukaraja pun menjelaskan bentuk kerjasama tersebut :

“Biasanya pihak DPPKBP3A selalu bekerjasama dengan desa. Selain itu, Dinas Kesehatan juga dalam pengadaan Bidan Desa, perawat dan tenaga medis lainnya untuk membantu karena keterbatasan tenaga.” (Wawancara dengan Kepala Desa Sukaraja, 17 Juli 2017, pukul 09.00 WIB di Kantor Desa Sukaraja)

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa, baru kerjasama program dengan DPPKBP3A dan Dinas Kesehatan terkait program kesehatan. Hal ini pun dibenarkan oleh Sekertaris Desa Sukaraja sebagai berikut :

“Selain DPPKBP3A sebagai leading sektor, baru ada program KB oleh instansi kesehatan.” (Wawancara dengan Sekertaris Desa Sukaraja, 11 Juli 2017, pukul 08.30 WIB di Kantor Desa Sukaraja) Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat memang belum sepenuhnya peran lintas sektor lainnya terlihat dalam melakukan kerjasama didalam program kampung KB (Keluarga Berencana) ini. Hal serupa pun sama seperti yang dikatakan oleh PLKB (Petugas Lapangan KB) Desa Sukaraja bahwa hanya program-program dari Dinas Kesehatan yang sudah dilaksanakan :

“Program dari Dinas Kesehatan yaitu ada program TMKK (Tentara Manunggal KB dan Kesehatan), pencanangan bakti TNI KB Kesehatan, pencanangan KB Kesehatan Bhayangkara tingkat POLDA Banten.” (Wawancara dengan PLKB (Petugas Lapangan KB) Desa Sukaraja, 10 Juli 2017, pukul 11.00 WIB di Kantor Kecamatan Warunggunung)

Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui juga bahwa selain DPPKBP3A Kabupaten Lebak dan Dinas Kesehatan, terdapat intansi kepolisian dan TNI sudah mulai masuk didalam kegiatan program Kampung KB (Keluarga Berencana) di Desa Sukaraja ini. Hal serupa pun dibenarkan oleh salah satu masyarakat Desa Sukaraja :

“Iya, program-program mengenai beberapa pencanangan pernah dilakukan oleh TNI dan Pihak Kepolisian”. (Wawancara dengan salah satu masyarakat Desa Sukaraja, 11 Juli 2017, pukul 10.50 WIB di Rumah Warga)

Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa dari instansi Kepolisian dan TNI sudah ada program yang dilakukan di kampung KB (Keluarga Berencana) ini. Pencapaian keberhasilan suatu program kampung KB (Keluarga Berencana) pun belum dirasa maksimal,

dikarenakan baru beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang ikut terlibat didalamnya.

4.4.2 Weaknesses (Kelemahan)

Weaknesses (Kelemahan) adalah keterbatasanatau kekurangan

dalam sebuah organisasi, bisa dapat berupa keterampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang untuk kinerja organisasi yang baik dan memuaskan. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor internal organisasi tersebut. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak dalam pengelolaan program Kampung KB (Keluarga Berencana) masih memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki agar keberhasilan dari sebuah program bisa berjalan dengan maksimal, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak yaitu:

“Yang pertama, data belum sepenuhnya lengkap. Yang kedua koordinasi antar sektor lainnya masih belum maksimal. Dan yang ketiga partisipasi masyarakat itu masih harus terus didampingi (kesadaran masyarakat dirasa masih kurang).” (Wawancara dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berncana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lebak, 20 Juli 2017, pukul 10.40 WIB di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Lebak)

Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa masih belum sepenuhnya data lengkap mengenai hal yang berhubungan dengan Kampung KB (Keluarga Berencana). Selain itu juga mengenai belum

Dokumen terkait