METODOLOGI PENELITIAN
3) Komponen metode seleksi SDM
4.4 Analisis Hasil Pengolahan Hierarki Utama
Level kedua dari hierarki utama strategi rekrutmen dan seleksi SDM berbasis kompetensi pada jabatan Account Officer terdiri dari faktor-faktor yang berpengaruh. Pengolahan pada level kedua ini menghasilkan bobot dan prioritas faktor tersebut yang memiliki tingkat kepentingan terhadap perumusan strategi.
Tabel 10. Hasil pengolahan elemen faktor hierarki utama
Faktor Bobot Prioritas
Kebijakan Perusahaan 0,234 1
Visi, Misi, dan Tujuan Perusahaan 0,218 2
Sumber Daya Perusahaan 0,215 3
Persyaratan Jabatan 0,147 4
Persaingan Industri 0,087 5
Kondisi Ekonomi 0,040 6
Peraturan Tenaga kerja 0,036 7
IPTEK 0,023 8
Tabel 10 menunjukkan bahwa faktor kebijakan perusahaan (0,234) merupakan faktor yang paling berpengaruh dan diprioritaskan dalam perumusan strategi rekrutmen dan seleksi SDM. Hal ini berarti PT. BPRS Amanah Ummah dalam mengarahkan strategi rekrutmen dan seleksi SDM jabatan Account Officer sangat mempertimbangkan kebijakan yang telah dibuat. Kebijakan perusahaan yang dimaksud merupakan aturan umum dan kerangka acuan (frame work) dalam membuat keputusan. Siagian (2006) menyatakan faktor internal perusahaan yang harus diperhitungkan adalah kebijaksanaan atau strategi organisasi mengenai arah perjalanan organisasi di masa yang akan datang. Misalnya apakah organisasi merencanakan perluasan usaha, baik dalam arti produk yang dihasilkan maupun dalam arti wilayah kerjanya, yang pada gilirannya menuntut tersedianya tenaga kerja baru. Sebaliknya, mungkin pula organisasi memutuskan untuk menciutkan kegiatannya. Dalam hal ini demikian jelas bahwa bukan penambahan tenaga yang terjadi, tetapi sebaliknya.
Faktor kedua yang perlu dipertimbangkan perusahaan adalah Visi, Misi, dan Tujuan perusahaan (0,218). Berbeda dengan teori yang menyatakan bahwa visi dan
misi merupakan hal utama dalam perusahaan yang kemudian diikuti oleh kebijakan perusahaan, dalam prakteknya BPRS Amanah Ummah menganggap kebijakan perusahaan lebih penting dibanding visi dan misi dalam kaitannya dengan strategi rekrutmen dan seleksi. Dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan tidak akan terlepas dari visi, misi, dan tujuannya. Visi, misi, dan tujuan menjadi pedoman perusahaan dalam menentukan strategi perusahaan, termasuk strategi rekrutmen dan seleksi SDM. Visi PT. BPRS Amanah Ummah untuk menjadi BPRS pilihan ummat yang amanah dan profesional menuntut perusahaan agar memiliki SDM yang mampu merealisasikan cita-cita tersebut.
Sumber daya perusahaan (0,215) menjadi faktor ketiga yang perlu diprioritaskan oleh perusahaan dalam menyusun strategi rekrutmen dan seleksi SDM. Hal ini berarti bahwa faktor Sumber daya perusahaan -berupa dana, sarana fisik, SDM, sumber daya waktu serta alat penunjang lainnya- harus dipertimbangkan perusahaan dengan cermat. Pengaruh faktor Sumber daya manusia berkaitan erat dengan kebutuhan perusahaan. Sebagai perusahaan yang sedang berkembang, pihak manajemen dituntut untuk dapat mengalokasikan sumber daya yang dimiliki secara lebih efisien dan efektif sesuai arah dan prioritas perusahaan.
Prioritas keempat berkaitan dengan strategi rekrutmen dan seleksi SDM berbasis kompetensi pada jabatan Account Officer adalah faktor Persyaratan jabatan (0,147). Hal ini dikarenakan jabatan Account Officer yang bergerak dalam pemasaran perusahaan membutuhkan profil SDM yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Faktor Persaingan industri (0,087) menjadi faktor dengan prioritas kelima. Faktor ini perlu diperhatikan mengingat industri perbankan syariah merupakan industri yang sedang berkembang. Namun letak perusahaan yang berada di wilayah Bogor dan sekitarnya membuat persaingan industri perbankan relatif tidak terlalu tinggi dikarenakan jumlah BPRS yang belum terlalu banyak. Faktor berikutnya yang berpengaruh terhadap strategi rekrutmen dan seleksi SDM secara berurutan yaitu Kondisi ekonomi (0,040), Peraturan tenaga kerja (0,036), dan IPTEK (0,023).
Pengolahan data pada level ketiga hierarki utama menghasilkan bobot dan prioritas tiap aktor yang berperan dalam perumusan strategi rekrutmen dan seleksi SDM berbasis kompetensi pada jabatan Account Officer. Tabel 11 menyajikan secara
lengkap hasil penghitungan elemen aktor. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa aktor Kabid Marketing (0,342) merupakan aktor yang paling berperan dan berkepentingan langsung dengan strategi rekrutmen dan seleksi tenaga Account Officer. Hal ini dikarenakan Kabid Marketing merupakan pihak yang paling mengerti tentang kebutuhan perusahaan terhadap tenaga Account Officer, baik dari sisi jumlah maupun kompetensi yang dibutuhkan. Selain itu, Kabid Marketing juga merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap pemasaran perusahaan dan merupakan atasan dari tenaga Account Officer.
Tabel 11. Hasil pengolahan elemen aktor hierarki utama
Aktor Bobot Prioritas
Kabid Marketing 0,342 1
Direktur Utama 0,321 2
Kabid Umum dan Personalia 0,238 3
Konsultan Tenaga Kerja 0,101 4
Aktor dengan tingkat kepentingan kedua adalah Direktur Utama (0,321). Direktur Utama masih dianggap sebagai pihak yang cukup dominan dalam perumusan strategi rekrutmen dan seleksi SDM. Pertimbangan bahwa PT. BPRS Amanah Ummah masih tergolong perusahaan menengah dan memiliki struktur organisasi yang sederhana menyebabkan Direktur Utama dianggap masih perlu berperan dalam perumusan strategi rekrutmen dan seleksi tenaga Account Officer.
Kabid Umum dan Personalia (0,238) merupakan aktor dengan prioritas ketiga. Proses rekrutmen dan seleksi merupakan tanggung jawab Kabid Umum dan Personalia, karena itu peran Kabid Umum dan Personalia diperlukan dalam perumusan strategi. Prioritas terakhir adalah Konsultan Tenaga Kerja (0,101). Posisi Konsultan Tenaga Kerja yang berada di luar perusahaan dan berperan hanya sebagai pendukung, menyebabkan aktor ini memiliki tingkat kepentingan yang tidak terlalu besar.
Level keempat dari hierarki utama terdiri dari elemen tujuan yang ingin dicapai dari strategi rekrutmen dan seleksi SDM berbasis kompetensi jabatan Account Officer. Pengolahan pada level ini menghasilkan bobot dan prioritas tiap tujuan. Tabel 12 menunjukkan bahwa tujuan meningkatkan daya saing perusahaan
(0,318) menjadi pertimbangan utama. Penarikan tenaga Account Officer baru diharapkan mampu memberikan kinerja yang superior bagi perusahaan sehingga dalam jangka panjang perusahaan memiliki keunggulan bersaing.
Tabel 12. Hasil Pengolahan elemen tujuan ierarki utama
Tujuan Bobot Prioritas
Meningkatkan daya saing perusahaan 0,318 1
Menarik pelamar potensial 0,285 2
Mendapatkan SDM yang berkompeten 0,259 3
Menciptakan suasana kerja kondusif 0,140 4
Tujuan menarik pelamar potensial (0,285) menjadi prioritas kedua. Semakin banyak pelamar potensial yang mengikuti proses rekrutmen dan seleksi, maka peluang perusahaan mendapatkan tenaga Account Officer yang handal semakin besar. Selain itu, perusahaan juga memiliki banyak pilihan calon SDM untuk diterima.
Prioritas ketiga yang ingin dicapai adalah mendapatkan SDM yang berkompeten (0,259). Hal ini karena tugas pokok Account Officer membutuhkan SDM yang berkompeten di bidangnya sehingga mampu melaksanakan tugas dan pekerjaan sesuai target perusahaan. Sedangkan tujuan menciptakan suasana kerja kondusif (0.140) berada pada prioritas terakhir untuk dipertimbangkan.
Level terakhir hierarki utama terdiri dari komponen strategi rekrutmen dan seleksi SDM berbasis kompetensi pada jabatan Account Officer. Pengolahan pada level ini menghasilkan komponen strategi penentuan profil kompetensi tenaga Account Officer (0,417) menjadi prioritas pertama dalam penyusunan strategi. Tugas Account Officer yang bergerak di bidang pemasaran perusahaan sekaligus berperan dalam pembinaan nasabah, membutuhkan kompetensi khusus yang harus dimiliki oleh seorang tenaga Account Officer. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menyusun sebuah profil kompetensi sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi pekerjaan agar diperoleh tenaga Account Officer yang berkompeten. Penentuan profil kompetensi ini merupakan langkah awal dalam menyusun strategi rekrutmen dan seleksi SDM berbasis kompetensi.
Komponen strategi penentuan metode seleksi (0,215) merupakan komponen dengan prioritas kedua. Hal ini berarti setelah perusahaan menyusun profil kompetensi jabatan Account Officer, langkah selanjutnya adalah menentukan metode seleksi yang tepat untuk menyaring para pelamar agar didapatkan tenaga Account Officer dengan kompetensi sesuai kebutuhan.
Prioritas ketiga dan keempat adalah penentukan sumber SDM (0,191) dan penentuan metode rekrutmen (0,177). Kedua komponen ini merupakan komponen pendukung dari komponen strategi sebelumnya. Setelah perusahaan menentukan metode seleksi yang tepat, langkah selanjutnya adalah perusahaan perlu menentukan dari mana para pelamar akan ditarik beserta metode yang tepat untuk menariknya. Tabel 13. Hasil pengolahan elemen komponen strategi hierarki utama
Komponen strategi Bobot Prioritas
Penentuan profil kompetensi 0,417 1
Penentuan metode seleksi 0,215 2
Penentuan sumber SDM 0,191 3
Penentuan metode rekrutmen 0,177 4