AKUNTABILITAS KINERJA
2) Analisis hasil yang telah dicapai
Evaluasi dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dapat terlaksananya seluruh kegiatan penelitian baik itu berupa pengadaaan bahan baku, pengujian hasil penelitian, pengolahan data dan evaluasi hasil uji serta penyusunan laporan akhir. Bila dibandingkan dengan T.A 2016 pada T.A 2017 ini jumlah litbang prioritas yang dikembangkan mengalami kenaikan yaitu menjadi sebanyak 4 kegiatan litbang. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala yang serupa sebagaimana di tahun sebelumnya yaitu masih adanya beberapa jenis pengujian yang belum dapat dilakukan di Balai Besar Tekstil.
Kendala TA 2016 yang telah ditindaklanjuti pada TA 2017 adalah jenis pengujian untuk kegiatan litbang yang siap diterapkan di TA 2016 sudah dapat dilakukan di Balai Besar Tekstil.
3) Rekomendasi
Perbaikan untuk tahun anggaran TA 2018 adalah melakukan kerjasama dengan instansi atau laboratorium uji lain untuk dapat melakukan pengujian yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan litbang.
b. Indikator kinerja I.2 : Hasil litbang yang telah diimplementasikan 1) Hasil yang telah dicapai
Hasil litbang yang telah diimplementasikan yaitu :
a) Hasil litbang/perekayasaan yang telah diterapkan di dunia usaha/industri pada TA. 2017;
b) Sudah ada bukti kerja sama/MoU;
c) Hasil litbang telah digunakan untuk berproduksi oleh industri tersebut
Realisasi fisiknya telah mencapai 100,00% atau ada 2 (dua) kegiatan litbang yang telah diimplementasikan, seperti pada tabel berikut :
Tabel 3.10 Capaian Indikator Kinerja I.2
Adapun kegiatan litbang tersebut yaitu :
a) Pengembangan Prototip Panel Pengendali Kebisingan Suara (Noise Pollution) Dari Serat Alam dan Produk Daur Ulang Limbah (Recycle Product) Menggunakan Kain Non Sandang Sabut Kelapa sebagai Covering Fabric.
Upaya pengendalian kebisingan, penanganan persoalan limbah tekstil dan pemanfaatan sumber daya lokal berupa serat alam sabut kelapa telah dilakukan melalui sinergi antara Balai Besar Tekstil, dan PT. Rekadaya Multi Adiprima (PT. RMA). Upaya ini dilakukan dengan melakukan pengembangan prototipe panel pengendali kebisingan suara dari serat alam sabut kelapa. Komposisi komposit yangdibuat merupakan kombinasi antara sabut kelapa, shoody fiber, dan low melt poliester. Dari hasil uji diperoleh bahwa semua kombinasi memenuhi kriteria absorbsi suara dari kelas B s.d. E, dan hasil absorbsi maksimum yaitu koefisien absorbsi 0,88
Indikator Kinerja I.2 Target Capaian % Capaian
Hasil litbang yang telah diimplementasikan
diperoleh kombinasi tiga layer antara 50% sabut kelapa, 30% low melt poliester, dan 20% shoody fiber juga kombinasi tiga layer antara 80% sabut kelapa dan 20% low melt poliester. Panel pengendali kebisingan dapat meredam suara sebesar 5,9 dB – 15,1 dB pada frekuensi 750 Hz – 4000 Hz.
Hasil penelitian yang dilakukan seperti yang terdokumentasi sebagai berikut :
Dokumen kontrak dengan industri adalah sebagai berikut :
b) Substitusi Bahan Impor Gum Xanthan Dari Bakteri Xanthomonas Sebagai Pengental Untuk Diaplikasikan Pada Proses Tekstil.
Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan aktivitas bakteri Xanthomonas campestris untuk memproduksi gum xanthan melalui proses fermentasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengental untuk proses pencapan tekstil. Metoda dan hasil penelitian yang dapat diaplikasikan pada industri kecil menengah [IKM] melalui kerjasama dan binaan teknis serta sebagai substitusi bahan impor gum xanthan. Dokumentasi penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Bukti dokumen kontrak dengan industri adalah sebagai berikut :
Apabila dibandingkan, maka jumlah hasil litbang yang telah diimplementasikan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 adalah sebagai berikut :
Tabel 3.11
Perbandingan Capaian Jumlah Hasil Litbang yang telah Diimplementasikan TA. 2013-2017
Indikator Kinerja Realisasi TA 2013 Realisasi TA 2014 Realisasi TA 2015 Realisasi TA 2016 Realisasi TA 2017
Hasil litbang yang telah
Dari tabel tersebut dapat dilihat jumlah hasil litbang yang telah diimplementasikan cenderung stabil setiap tahunnya, dan tahun 2017 realisasinya mencapai target yang telah ditetapkan, jika dilihat dari Tabel terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya.
2) Analisis hasil yang telah dicapai
Evaluasi dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dapat terlaksananya seluruh kegiatan penelitian baik itu berupa pengadaaan bahan baku, pengujian hasil penelitian, pengolahan data dan evaluasi hasil uji serta penyusunan laporan akhir. Bila dibandingkan dengan T.A 2016 pada T.A 2017 ini jumlah litbang yang telah diimplementasikan mengalami kenaikan yaitu sebanyak 2 kegiatan litbang. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala berupa tidak tersedianya alat spray dryer sehingga dilakukan kerjasama litbang dengan instansi lain dalam penyewaan alat spray dryer untuk kegiatan litbang “Substitusi Bahan Impor Gum Xanthan Dari Bakteri Xanthomonas Sebagai Pengental Untuk Diaplikasikan Pada Proses Tekstil”.
3) Rekomendasi
Perbaikan untuk tahun anggaran TA. 2018 adalah meningkatkan dan memperluas jaringan kerjasama baik dengan instansi lain maupun dengan pihak.
c. Indikator kinerja I.3 : Jasa konsultansi teknologi industri yang menyelesaikan permasalahan industri (problem solving)
1) Hasil yang telah dicapai
Jasa konsultansi teknologi industri yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) memiliki kriteria yaitu jasa konsultansi teknologi industri yang didasarkan atas permasalahan yang dihadapi oleh sektor industri.
Realisasi fisiknya telah mencapai 150% atau ada 3 (tiga) paket teknologi jasa konsultansi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving), seperti pada tabel berikut :
Tabel 3.12 Capaian Indikator Kinerja I.3
Indikator Kinerja I.3 Target Capaian % Capaian
Jasa konsultansi teknologi industri yang menyelesaikan permasalahan
2 Paket Tekonologi
3 Paket
Adapun jasa konsultansi teknologi tersebut adalah :
1) Konsultansi Cacat Belang Produk Kain Rajut pada industri tekstil yaitu CV. Berdikari Textile dengan Tim Konsultan BBT yaitu M Sahid Alamsyah, Ikbal Mahsani, Indra Kurniawan dan Silvani Olival Alif.
2) Konsultansi Konservasi Energi melalui Diagnosis Boiler di Industri Tekstil untuk PT. Mitsubishi Research and Consulting Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada Departemen utilitas dari pihak industri tekstil PT. Panasia Jaya Abadi dan PT. Buana Intan Gemilang. Adapun Tim Konsultan Tenaga Ahli BBT yaitu Mukti Widodo, Mulia Hendra dan Herman Fitriyanto.
3) Konsultansi Studi Kelayakan (Feasibility Study) Potensi Pengembangan PT. Industri Sandang Nusantara (Persero) dengan Narasumber yaitu Nurhamid, Irwan Iamono, Irzal Zakir, Anggi dan Ardita.
Apabila dibandingkan jumlah hasil litbang/jasa konsultansi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 dapat dilihat pada Tabel 3.9 sebagai berikut:
Tabel 3.13
Perbandingan Capaian Jumlah Hasil Litbang/Jasa Konsultansi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving ) TA. 2015-2017
Indikator Kinerja Realisasi TA 2015 Realisasi TA 2016 Realisasi TA 2017
Hasil litbang/jasa konsultansi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) 1 Paket Teknologi 1 Paket Teknologi 3 Paket Teknologi
Berdasarkan Tabel 3.9, pencapaian target indikator jasa konsultansi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) ditetapkan pada tahun 2017 sebesar 2 (dua) paket teknologi dengan pencapaian 3 (tiga) paket teknologi . Diharapkan pada tahun selanjutnya terus ditingkatkan hasil litbang/jasa konsultansi BBT dalam rangka menjawab kebutuhan dari industri terutama untuk menjawab permasalahan yang muncul di dunia industri.
2) Analisis hasil yang telah dicapai
Evaluasi dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dapat terlaksananya seluruh kegiatan penelitian baik itu berupa survey lapangan, pengambilan data di lapangan, pengolahan data dan evaluasi hasil uji serta penyusunan laporan akhir. Bila dibandingkan dengan T.A 2016 pada T.A 2017 ini jumlah jasa konsultansi teknologi yang menyelesaikan permasalahan industri (problem solving) mengalami kenaikan yaitu sebanyak 3 kegiatan jasa konsultansi teknologi industri. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala berupa kekurangan SDM tenaga ahli konsultan sehingga diperlukan Jasa Narasumber dari instansi atau lembaga lain.
3) Rekomendasi :
Perbaikan untuk Tahun Anggaran selanjutnya adalah menambah jumlah tenaga ahli konsultan di internal BBT melalui pendidikan dan pelatihan teknis.