BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Penelitian
3. Analisis Identitas Responden
Analisis identitas responden yang dilakukan oleh peneliti meliputi jenis kelamin, umur, profesi dan kategori responden.
a. Jenis kelamin responden
Berdasarkan jenis kelamin pada saat penyebaran kuesioner sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 60,50%. Sedangkan sisanya sebanyak 39,50% berjenis kelamin laki- laki. Tabel berikut menunjukan persentase jenis kelamin responden.
Tabel 7
Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Laki – laki 47 39,50%
Perempuan 72 60,50%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat diketahui hampir setengah responden berjenis kelamin laki- laki 39,50% (47 responden), sedangkan sebagian besarnya berjenis kelamin perempuan 60,50% (72 responden). Hal ini menggambarkan bahwa responden pada penelitian ini lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan.
b. Usia Responden
Berikut adalah tabel yang menunjukan usia responden di perpustakaan KAPD Kabupaten Bogor.
Tabel 8 Umur Responden Umur Responden F % 15- 18 tahun 66 55.46% 19- 27 tahun 30 25.21% 24- 30 tahun 19 15.97% 31- 40 tahun 4 3,36% Lainnya 0 0% Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar responden berusia 15-18 tahun 55.46% (66 responden), sebagian kecil responden berusia 19-27 tahun 25.21% (30 responden), sebagian kecilnya berusia 24-30 tahun 15.97% (19 responden), dan sebagian kecil lainya berusia 31- 40 tahun 3,36% (4 responden).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa responden di perpustakaan KAPD kabupaten Bogor sebagian besarnya berusia 15- 18 tahun. c. Profesi Responden Tabel 9 Profesi Responden Profesi F % Pelajar 63 52,94% Mahasiswa 37 31,09% Pegawai (PNS) 11 9,24% Karyawan Swasta 8 6,73% Lainnya 0 0% Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas mengenai profesi responden dapat diketahui bahwa sebagian besarnya adalah pelajar 52,94% (63 responden), hampir setengahnya adalah mahasiswa 31,09% (37 responden), sebagian kecilnya adalah pegawai PNS 9,24% (11 responden), dan sebagian kecilnya merupakan karyawan swasta 6,73% (Responden), sedangkan tidak satupun responden yang berprofesi lainnya (0%).
Dari uraian di atas dapat terlihat bahwa sebagian besar responden berprofesi sebagai pelajar dan mahasiswa.
d. Kategori Pengunjung
Berdasarkan kategori pengunjung saat melakukan penyebaran kuesioner umumnya responden merupakan anggota perpustakaan dengan persentase sebesar 78,99%. Sedangkan sebagian kecilnya merupakan pengunjung yang belum menjadi anggota perpustakaa KAPD kabupaten Bogor 21,01%. Tabel berikut menjelasakan kategori pengunjung yang menjadi responden pada penelitian ini.
Tabel 10 Kategori Pengunjung Kategori Pengunjung F % Anggota 94 78,99% Non Anggota 25 21,01% Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa umumnya responden sudah menjadi anggota perpustakaan dengan persentase sebesar 78,99% (94 responden), dan sebagian kecilnya adalah pengunjung non anggota
perpustakaan 21,01% (25 responden). Hal ini menggambarkan bahwa umumnya responden merupakan anggota perpustakaan KAPD kabupaten Bogor.
4. Anasilis Hasil Peneleitian
1) Frekuensi Kunjungan Pengguna Perpustakaan KAPD Kabupaten Bogor
Tabel berikut menjelaskan persentase seberapa sering pengguna perpustakaan berkunjung ke perpustakaan KAPD kabupaten Bogor.
Tabel 11
Frekuensi Kunjungan Pengguna Perpustakaan KAPD Kabupaten Bogor
Pertanyaan Pilihan Jawaban F %
Seberapa sering anda berkunjung ke perpustakaan KAPD kabupaten Bogor
Pertama kali 0 0% 1 minggu 1 kali 36 30,25% 1 minggu 2 kali 16 13,44% 1- 2 minggu 1 kali 48 40,34% 2- 3 minggu 1 kali 19 15,97% Lainnya 0 0% Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa tidak satupun responden menjawab pertama kali berkunjung 0%, hampir setengah dari responden berkunjung sebanyak 1 minggu 1 kali 30,25% (36 responden), sebagian kecilnya berkunjung 1 minggu 2 kali 13,44% (16 responden), hampir setengahnya berkunjung 1- 2 minggu 1 kali 40,34% (48 responden), sebagian kecilnya berkunjung 2- 3 minggu 1 kali 15,97% (19), dan tidak satupun responden yang menjawab lainnya 0%.
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa hampir setengah responden melakukan kunjungan sebanyak 1 hingga 2 minggu 1 kali. Dan tidak ada satupun responden yang baru berkunjung perpustakaan 0%.
2) Aksesibilitas Katalog Online (OPAC)
Tabel di bawah ini menjelaskan seberapa banyak pengguna yang mengetahui bahwa katalog online (OPAC) hanya dapat diakses melalui komputer perpustakaan KAPD kabupaten Bogor.
Tabel 12
Mengetahui bahwa katalog online(OPAC) hanya dapat diakses melalui komputer perpustakaan KAPD kabupaten Bogor
Pilihan Jawaban F %
Ya 49 41,18%
Tidak 70 58,82%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hampir setengahnya responden mengetahui bahwa katalog online hanya dapat diakeses melalui komputer perpustakaan dengan persentase sebesar 41,18% (49 responden). Dan sebagian besar responden tidak mengetahui bahwa katalog online (OPAC) hanya dapat diakeses melalui komputer perpustakaan dengan persentase sebesar 58,82% (70 responden) .
Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa lebih banyak responden yang tidak mengetahui bahwa katalog online hanya dapat diakeses melalui komputer perpustakaan sedangkan sebagian kecilnya mengetahui hal tersebut.
3) Petunjuk Penggunaan Katalog Online (OPAC)
Tabel berikut menjelaskan mengenai kemudahan petunjuk penggunaan katalog online (OPAC) yang disediakan oleh perpustakaan KAPD kabupaten Bogor.
Tabel 13
Petunjuk yang disediakan perpustakaan mengenai penggunaan katalog
online (OPAC) mudah dimengerti
Pilihan Jawaban F %
Ya 87 73,11%
Tidak 32 26,89%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat pada umumnya responden menjawab bahwa petunjuk yang disediakan mengenai penggunaan katalog online mudah dimengerti dengan persentase sebesar 73,11% (87 responden), dan hampir setengahnya 26,89% (32 responden) menjawab tidak. Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa lebih banyak responden yang menjawab petunjuk penggunaan katalog online (OPAC) yang telah disediakan perpustakaan mudah dimengerti.
4) Petunjuk Pada Layar Katalog Online (OPAC)
Tabel berikut menggambarkan bagaimana pendapat responden terhadap petunjuk yang ada pada layar katalog online (OPAC).
Tabel 14
Petunjuk pada layar mudah dimengeti Pilihan Jawaban F %
Ya 108 90,76%
Tidak 11 9,24%
Dari tabel dapat dilihat bahwa pada umumnya responden menjawab bahwa petunjuk yang terdapat pada layar mudah dimengerti sedangkan dengan persentase sebesar 90,76% (108 responden) sebagian kecilnya menjawab tidak dengan persentase sebesar 9,24% (11 responden). Artinya, lebih banyak responden yang menjawab bahwa petunjuk yang terdapat pada layar mudah dimengerti.
5) Tampilan Katalog Online (OPAC)
Tabel berikut menggambarkan bagaimana pendapat responden terhadap tampilan katalog online (OPAC).
Tabel 15
Tampilan katalog online (OPAC) menarik Pilihan Jawaban F %
Ya 40 33,61%
Tidak 79 66,39%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hampir setengah dari responden menjawab bahwa tampilan katalog online (OPAC) menarik dengan persentase sebesar 33,61% (40 responden). Sedangkan sebagian besar dari responden menjawab bahwa tampilan katalog online ini tidak menarik dengan persentase sebesar 66,39% (79 responden ) . Artinya, lebih banyak responden yang menajawab bahwa tampilan katalog online (OPAC) tidak menarik. 6) User Friendly
Tabel berikut menjelaskan apakah pengguna mudah dalam menggunakan katalog online (OPAC) untuk mencari koleksi di perpustakaan KAPD kabupaten Bogor.
Tabel 16
Mudah dalam menggunakan katalog online (OPAC)
Pilihan Jawaban F %
Ya 115 96,64%
Tidak 4 3,36%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa umumnya responden merasa mudah dalam menggunakan katalog online (OPAC) dengan persentase sebesar 96,64% (115 responden), dan sebagian kecil responden menjawab tidak dengan persentase sebesar 3,36% (4 responden). Artinya, umumnya responden merasa katalog online (OPAC) ini mudah digunakan untuk melakukan pencarian koleksi perpustakaan.
7) Cantuman Bibliografi Pada Katalog online (OPAC)
Tabel berikut ini menjelaskan apakah cantuman bibliografi yang terdapat pada setiap judul koleksi sudah cukup bagi pengguna.
Tabel 17
Informasi bibliografi yang terdapat pada setiap judul sudah cukup seperti (pengarang, judul, nomor kelas, nomor ISBN, penerbit, dan tahun terbit)
Pilihan Jawaban F %
Ya 117 98,32%
Tidak 2 1,68%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa umumnya responden menjawab mereka merasa cukup dengan informasi bibliografi yang terdapat pada setiap judul yaitu dengan persentase sebesar 98,32% (117 responden) , sedangkan sebagian kecil dari responden menjawab tidak yaitu dengan persentase sebesar 1,68% (2 responden). Responden yang menjawab tidak, diarahkan
untuk menjelaskan kekurangan pada informasi bibliografi saat ini, dan dari kedua responden tersebut keduanya menjelaskan bahwa sebaiknya katalog
online (OPAC) memberikan keterangan bahasa pada setiap judul buku di
katalog.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi bibliografi yang terdapat pada setiap judul koleksi di katalog online (OPAC) sudah cukup.
8) Pendekatan Penelusuran pada Katalog Online (OPAC)
Tabel berikut menjelaskan mengenai pendekatan apa saja yang sering digunakan oleh pengguna dalam menelurus informasi pada katalog online (OPAC). Pada pertanyaan ini responden diperbolehkan untuk mimilih jawaban lebih dari satu.
Tabel 18
Pendekatan Penelusuran pada Katalog Online (OPAC)
Pertanyaaan Pilihan Jawaban F %
Pendekatan apa yang sering anda gunakan dalam mengakses katalog
online (OPAC) Kata Kunci 99 51,03% pengarang 19 9,80% Subjek 33 17,01% judul 41 21,13% Nomor ISBN 2 1,03% Seri 0 0% Jumlah 194 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat sebagian besar dari responden menggunakan kata kunci dalam mengakses katalog online (OPAC) dengan persentase sebesar 51,03% (99 responden), sebagian kecil responden menggunakan pendekatan pengarang yaitu sebanyak 9,80% (19 responden),
hasil yang sama juga didapatkan untuk pengunaan subjek dengan persentase sebesar 17,01% (33 responden), dan sebagian kecil responden menggunakan pendekatan judul dengan persentase sebesar 21.13% (41 responden), serta sebagian kecil dari responden menggunakan nomor ISBN dengan persentase sebesar 1,03% (2 responden) dan tidak satupun dari responden yang menggunakan pendekatan seri dalam mengakses katalog online (OPAC) 0%.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa penggunaan kata kunci merupakan penedekatan yang sangat sering digunakan untuk mengakses katalog online (OPAC) sedangkan untuk pendekatan judul, pengarang, nomor ISBN dan subjek masih jarang digunakan.
9) Pencarian Sederhana (Simple Search) Pada Katalog Online (OPAC) Tabel berikut menunjukan apakah tingkat pencarian sederhana (simple
search) yang tersedia pada katalog online (OPAC) saat ini sudah cukup
membantu responden dalam menelusur informasi. Tabel 19
Pencarian Sederhana (Simple Search) Pada Katalog Online (OPAC)
Pilihan Jawaban F %
Ya 102 85,71%
Tidak 17 14,29%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada umunya responden merasa tingkat pencarian sederhana (simple search) yang tersedia pada katalog online (OPAC) sudah cukup membantu yaitu dengan persentase sebesar 85,71% (102 responden). Sedangkan bagi sebagian kecil responden tingkat pencarian
sederhana (simple search) ini kurang membantu, dengan persentase sebesar 14,29 (17 responden). Artinya, lebih banyak responden yang menjawab bahwa fasilitas pencarian sederhana (simple search) pada katalog online (OPAC) sudah cukup membantu responden dalam pencarian informasi.
10)Sarana Pencarian Tingkat Lanjut (AND, OR, NOT)
Tabel berikut menunjukan apakah responden merasa perlu adanya sarana pencarian tingkat lanjut seperti penggunaan Operator Boolean (AND, OR, NOT) pada katalog online (OPAC).
Tabel 20
Sarana pencarian tingkat lanjut (Advance Search) pada katalog Online (OPAC)
Pilihan Jawaban F %
Ya 63 52,94%
Tidak 56 47,06%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar dari responden merasa perlu adanaya sarana pencarian tingkat lanjut pada katalog online (OPAC), yaitu dengan persentase sebesar 52,94% (63 responden). Dan hampir setengah dari responden menjawab tidak perlu dengan persentase sebesar 47,06% (56 responden). Artinya, lebih banyak pengguna yang merasa perlu adanya pencarian tingkat lanjut pada katalog online (OPAC).
11) Perolehan informasi melalui penelusuran pada katalog online (OPAC)
Tabel ini menunjukan banyak atau tidaknya informasi yang didapatkan responden melalui penelursuran melalui katalog online (OPAC).
Tabel 21
perolehan informasi yang didapatkan melalui SIMAP
Pilihan Jawaban F %
Ya 100 84,03%
Tidak 19 15,97%
Jumlah 119 100
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada umumnya responden mendapatkan informasi dengan jumlah yang cukup banyak melalui penelusuran pada katalog online (OPAC) dengan persentase sebesar 84,03% (100 responden). Disisi lain hanya sebagian kecil responden yang mendapatkan hasil penelurusan pada katalog online (OPAC) dengan jumlah yang sedikit yaitu dengan persentase sebesar 15,97% (19 responden).
Artinya, perolehan hasil penelusuran informasi pada katalog online (OPAC) cukup tinggi.
12)Kesesuaian Informasi yang Didapatkan
Tabel ini menjelaskan apakah informasi yang didapatkan melalui pencarian pada katalog online (OPAC) sesuai dengan kebutuhan penelusur.
Tabel 22
Ketepatan informasi yang didapatkan
Pilihan Jawaban F %
Ya 51 42,86%
Tidak 68 57,14%
Dari tabel di atas dapat dilihat hampir setengahnya responden menjawab bahwa informasi yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan dengan persentase sebesar 42,86% (51 responden). Sedangkan sebagian besar lainnya menjawab infromasi yang didapatkan tidak sesuai kebutuhan 57,14% (68 responden). Artinya, bagi sebagian besar responden kesesuaian informasi yang didapatkan melalui penelusuran pada katalg online SIMAP masih rendah.
13)Kemudahan Dalam Mendapatkan Informasi yang Dibutuhkan Tabel ini menjelaskan apakah responden mudah dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan melalui penelusuran katalog online (OPAC).
Tabel 23
Mudah dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan
Pilihan Jawaban F %
Ya 106 89,08%
Tidak 13 10,92%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa umumnya responden mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah melalui penelusuran informasi pada katalog online (OPAC) dengan peresentase sebanyak 89,08% (106 responden). Sedangkan sebagian kecil responden tidak menemukan informasi yang dibutuhkan dengan mudah. Artinya, umumnya responden mudah menemukan informasi melalui penelusuran pada katalog online (OPAC) dan hanya sebagian kecil yang merasa sulit dalam menemukan informasi yang dibutuhkan.
14)Kecepatan Waktu
Tabel ini menjelaskan waktu yang digunakan responden dalam mencari koleksi melalui katalog online (OPAC) .
Tabel 24
Kecepatan waktu dalam mencari koleksi melalui katalog online (OPAC)
Pilihan Jawaban F %
Ya 100 84,03%
Tidak 19 15,97%
Jumlah 119 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa umumnya waktu yang digunakan responden dalam melakukan pencarian koleksi pada katalog online (OPAC) cukup singkat dengan persentase sebesar 84,03% (100 responden). Dan sebagian kecil responden menjawab bahwa waktu yang digunakan dalam mencari koleksi melalui katalog online tidak singkat yaitu dengan persentase sebesar 19 (15,97 responden). Artinya, waktu yang digunakan untuk pencarian koleksi perpustakaan melalui katalog online (OPAC) cukup singkat.
15) Kendala Dalam Mengakses Katalog Online (OPAC)
Tabel berikut menjelaskan apakah responden sering mengalami kendala dalam mengakses katalog online (OPAC).
Tabel 25
Kendala dalam mengakses katalog online SIMAP
Pilihan Jawaban F %
Ya 51 42,86%
Tidak 68 57,14%
Dari tabel di atas dapat dilihat hampir setengah dari responden menghadapi kendala saat mengakses katalog dengan persentase sebesar 42,86% (51 responden). Dan sebagian besar responden tidak menghadapi kendala dalam mengakses katalog online (OPAC) yaitu dengan persentase sebesar 68 (57,14% responden) . Artinya, lebih banyak responden yang tidak menghadapi kendala dalam mengkases katalog online (OPAC).
Pada pertanyaan ini responden yang menjawab menghadapi kendala dalam mengakses katalog online (OPAC) diarahkan untuk mengisi pertanyaan selanjutnya. Berikut adalah tabel yang menjelaskan kendala- kendala yang dihadapi oleh responden dalam mengakses katalog online (OPAC).
Tabel 26
Faktor- faktor yang menjadi kendala dalam mengakses katalog online (OPAC)
Pertanyaan Pilihan Jawaban F %
Kendala apa saja yang anda hadapi saat mengakses katalog
online(OPAC)
SIMAP error 33 44,60% Mengantri saat akan
menggunakan SIMAP 7 9,46% Tidak menemukan informasi yang dibutuhkan 5 6,76 Koleksi yang
ditampilkan pada katalog
online (OPAC) tidak
ditemukan
21 28,38
Masalah jaringan 5 6,75% Lainnya : Hasil pencarian
terlalu banyak .
3 4,05%
Jumlah 74 100%
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa hampir setengah responden menghadapi kendala berupa gangguan pada katalog online (SIMAP error) dengan persentase sebesar 44,60% (33 responden), sebagian kecil responden
menghadapi kendala mengantri saat akan mengakses SIMAP dengan persentase sebesar 9,46% (7 responden), sebagian kecil responden menghadapi kendala tidak menemukan informasi yang dibutuhkan dengan persentase sebesar 6,76 (5 responden ) dan hampir setengah dari responden menghadapi kendala berupa tidak memukan koleksi yang ditampilkan pada katalog online (OPAC) di rak dengan persentase sebesar 28,38 (21 responden), sebagian kecil responden mengahadapi kendala berupa masalah jaringan dengan persentase sebesar 5 (6,75%). Serta sebagian kecil dari responden juga menghadapi kendala berupa hasil pencarian terlalu pada katalog online (OPAC) terlalu banyak dengan persentase sebesar 4,05% (3 responden).
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa responden dihadapkan pada beberapa kendala yang berbeda – beda, namun lebih banyak responden yang dihadapkan pada kendala berupa gangguan pada katalog online (OPAC) sedangakan hanya sebagian kecil yang menghadapi kendala berupa tidak menemukan informasi yang dibutuhkan, koleksi yang ditampilkan pada katalog online (OPAC) tidak ditemukan, masalah jaringan, dan hasil pencarian terlalu banyak .
5. Pembahasan
1. Tanggapan pengguna terhadap Penggunaan Katalog Online (OPAC)
a. Kemudahan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tanggapan adalah sambutan terhadap ucapan (kritik, komentar, dan sebagainya); proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya51. Sedangkan menurut Walgito Tanggapan merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera namun proses itu tidak berhenti begitu saja melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses tanggapan52.
Sementara itu Jalaludin Rakhmat juga menyatakan bahwa Tanggapan adalah pengamatan tentang objek periwisata atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Tanggapan juga memberikan makna pada sensori stimuli53.
Nina Winangsih mengemukakan tanggapan adalah pemaknaan/ arti terhadap informasi yang masuk ke dalam kognisi manusia. Tanggapan adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan- hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan54. Katalog
51
http://kbbi.web.id/tanggap. Dikses pada 16 Juli 2016.
52
Bimo Walgito. Pengantar Psikologi Umum. (Yogyakarta. Andi, 2002.). h. 69.
53
Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi. (Bandung: Remaja Rosydakarya,2001). h.51.
54
Nina. W. Syam. Psikologi Sebagai Akar Ilmu Komunikasi. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011).h. 3.
merupakan susunan yang sistematis dari seperangkat cantuman bibliografi yang merepresentasikan kumpulan dari suatu koleksi tertentu. Katalog sudah berkembang menjadi katalog online (OPAC) . Menurut Abdul Rahman Saleh katalog online (OPAC) adalah sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer, pangkalan datanya biasanya. dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan baik menggunakan perangkat lunak buatan sendiri ataupun perangkat lunak komersial55.Salah satu fungsi katalog adalah memberikan kemudahan kepada sesorang untuk menemukan bahan pustaka yang telah diketahui pengarang, judul atau subjek secara tepat cepat dan akurat.
Aspek yang dilihat dari tanggapan pengguna terhadap kemudahan adalah kemudahan pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. berdasarkan hasil penelitian mengenai tanggapan pengguna terhadap kemudahan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan melalui penelusuran pada katalog online (OPAC), umumnya responden menemukan informasi yang dibutuhkan dengan mudah melalui penelusuran pada katalog
online (OPAC) dengan persentase sebanyak 89,08% (106 responden).
Sedangkan sebagian kecil responden menjawab tidak menemukan informasi dengan mudah dengan peresentase sebesar 10,92% (13 responden). Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Misdar Piliang tujuan penyediaan
55
Abdul Rahman Saleh,et.al. Panduan Pengelolaan Sistem Manajemen Basis data untuk Perpustakaan dan unit informasi. (Bogor: Saraswati Utama, 1996). H. 30
katalog online (OPAC) adalah untuk membantu memudahkan pengguna dalam melakukan pencarian informasi yang mereka butuhkan56.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penyediaan katalog
online (OPAC) di perpustakaan KAPD kabupaten Bogor sudah membantu
memudahkan pengguna dalam menemukan informasi yang mereka butuhkan dan sudah memenuhi fungsi- fungsi katalog.
b. Performance
Performance berkaitan dengan dua aspek yaitu hasil temuan dan waktu
respon. Pertama, hasil temuan merupakan seberapa banyak temuan data yang dihasilkan dalam satu pencarian oleh mesin OPAC.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai tanggapan pengguna terhadap hasil temuan penelusuran pada katalog online (OPAC) berdasarkan hasil penelitian umumnya responden mendapatkan informasi yang cukup banyak melalui penelusuran pada katalog online (OPAC) dengan besar persentase 84,03% (100 responden) dan sebagian kecil responden mendapatkan informasi yang sedikit melalui penelurusan katalog online (OPAC) dengan persentase sebesar 15,97% (19 responden).
Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi yang didapatkan melalui penelusuran pada katalog online cukup banyak, Katalog
online (OPAC) sebagai sarana temu kembali informasi di perpustakaan
KAPD kabupaten Bogor mampu mempertemukan pernyataan pencarian dengan data yang tersimpan dalam basis data.
56 Misdar Piliang. “Sistem Temu Kembali Informasi dengan Mendayagunakan Katalog Perpustakaan,”. h. 59
Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Lancaster bahwa salah satu fungsi sistem temu kembali informasi adalah mempertemukan pernyataan pencarian dengan data yang tersimpan dalam basis data57.
Kedua, waktu respon merupakan waktu yang dibutuhkan serta kecepatan penemuan data koleksi melalui satu pencarian.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai tanggapan pengguna terhadap kecepatan waktu pencarian data koleksi perpustakaan melalui katalog online (OPAC) umumnya responden menjawab bahwa waktu yang digunakan untuk mencari koleksi perpustakaan melalui katalog online (OPAC) cukup singkat dengan persentase sebesar 84,03% (100 responden) dan sebagian kecil responden menjawab bahwa waktu yang digunakan dalam mencari koleksi perpustakaan tidak singkat dengan persentase sebesar 15,97% (19 responden).
Dapat disimpulkan bahwa waktu yang digunakan untuk menelusur koleksi perpustakaan melalui katalog online (OPAC) cukup singkat hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Cutter dalam Yaya bahwa katalog berfungsi memberikan kemudahan kepada sesorang untuk menemukan bahan pustaka yang telah diketahui pengarang, judul, atau subjeknya secara tepat, cepat dan akurat58.
c. Informasi
Dalam hal ini poin yang ingin diketahui mengenai tanggapan penguna adalah seberapa banyak informasi yang ditampilkan dalam satu pencarian dan
57
Lancaster , F.W. information Retrieval System: Characteristics, Testing, and Evaluation, 2nd Edition, (New York: Jhon Wiley, 1979)
58
Yaya Suhendar. Pedoman Katalogisasi: Cara Mudah Membuat Katalog Perpustakaan. h. 2
informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh pengguna serta relevan antara apa yang diinput dengan apa yang ditampilkan.
Berdasarkan hasil penelitian hampir setengah responden menjawab bahwa informasi yang didapatkan sesuai dengan yang dibutuhkan dengan persentase sebesar 42,86% (51 responden) dan sebagian besar responden menjawab tidak sesuai dengan persentase sebesar 57,14% (68 responden). Dapat disimpulkan bahwa informasi yang didapatkan melalui penelusuran pada katalog online (SIMAP) kurang relevan. Artinya katalog online (OPAC) SIMAP belum maksimal dalam menjalankan fungsinya sebagai sarana temu kembali informasi.
d. User Friendly
User friendly berkaitan dengan design interface katalog, sub menu/
fasilitas- fasilitas yang disediakan dan kemudaha penggunaan katalog online (OPAC). Berdasarkan hasil penelitian mengenai tanggapan pengguna terhadap tampilan katalog online (OPAC) SIMAP bahwa hampir setengah dari responden berpendapat bahwa tampilan katalog online (OPAC) SIMAP menarik dengan persentase sebesar 33,61% (40 responden). Sedangkan sebagian besar dari responden menjawab bahwa tampilan katalog online (OPAC) ini tidak menarik dengan persentase sebesar 66,39% (79 responden). Dapat disimpulkan bahwa tampilan katalog online (OPAC) tidak menarik.
Tanggapan pengguna terhadap petunjuk pada layar katalog, hasil penelitian menyatakan bahwa umumnya responden menjawab bahwa petunjuk yang terdapat pada layar mudah dimengerti sedangkan dengan
persentase sebesar 90,76% (108 responden) sebagian kecilnya menjawab tidak dengan persentase sebesar 9,24% (11 responden). Artinya, lebih banyak responden yang menjawab bahwa petunjuk yang terdapat pada layar mudah dimengerti.
Tanggapan pengguna terhadap kemudahan dalam menggunakan katalog online (OPAC) berdarkan hasil penelitian umumnya responden merasa mudah dalam menggunakan katalog online (OPAC) dengan persentase sebesar 96,64% (115 responden), dan sebagian kecil responden menjawab tidak dengan persentase sebesar 3,36% (4 responden). Dapat disimpulkan bahwa umumnya responden merasa katalog online (OPAC) ini mudah untulk digunakan.
Selanjutnya tanggapan mengenai menu/ fasilitas yang disediakan pada katalog online (OPAC) SIMAP . Menurut Taufik Ridwan fasilitas bantuan penelusuran pada katalog terbagi menjadi dua yaitu; fasilitas penelusuran sederhana dan fasilitas penelusuran spesifik59. Penelusuran sederhana adalah pencarian bahan atau koleksi perpustakaan dengan menggunakan berbagai titik akses, misalnya pengarang, judul, subjek, lokasi dan status.
Merujuk pada teori tersebut, berdasarkan hasil penelitian mengenai efektifitas tingkat pencarian sederhana yang ada dalam katalog online (OPAC) bahwa umumnya responden merasa tingkat pencarian sederhana yang ada pada katalog online (OPAC) sudah cukup membantu yaitu dengan persentase sebesar 85,71% , sedangkan bagi sebagian kecil responden tingkat
59
Taufik Ridwan. Tesis Kajian pemanfaatan OPAC di Perpustakaan Universiatas Swadaya Gunung Djati cirebon, h. 24 .
pencarian sederhana (simple search) ini kurang membantu dengan persentase sebesar 14,29%.
Adapun pendekatan penelusuran yang digunakan dalam menelusur informasi melalui katalog online (OPAC) SIMAP berdasarkan hasil