BAB III. METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
2. Analisis Inferensial
Ananlisis Inferensial sering juga disebut analisis induktif atau analisis probabelitas adalah teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya di berlakukan untuk populasi.31 Analisis inferensial digunakan untuk sampel secara ramdom. Analisis inferensial ini disebut juga analisis probalitas, karna kesimpulan yang diberlakukan untuk populasi berdasarkan data sampel yang kebenaranya bersifat pengulang (probability). Suatu kesimpulan dari data sampel yang akan diberlakukan untuk populasi mempunyai peluang kesalahan dan kebenaran (kepercayaan) yang dinyatakan dalam bentuk prosentase. Bila peluang kesalahan 5%
31 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan,…, hal. 209.
maka taraf kepercayaan 95% dan bila taraf kesalahan 1% maka maka taraf kepercayaan 99%. Peluang kesalahan dan kepercayaan ini disebut dengan istilah “taraf signifikansi”.
Pengujian hipotesis dengan analisis inferensial yang menggunakan statistic parametric memerlukan terpenuhnya banyak asumsi sebagai persyaratan analaisis.32 Asumsi yang utama adalah data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal, data dua kelompok atau lebih yang diuji harus homogen, dan dalam uji regresi harus terpenuhi asumsi lin,.ieritas.
a. Uji persyaratan analisis
Uji persyarata analisis dengan menggunakan SPSS Statistic dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagaimana dikemukakan C. Trihendradi33 berikut ini.
1) Uji Normalitas Galat Taksiran
Untuk menguji normalitas galat taksiran melalui SPSS Stantistik, dapat ditempuh langkah-langkah sebagaimana dikemuka-kan C. Trihendradi34 sebagai berikut:
a) Sajikan data hasil penelitian sesuai variabel masing-masing dalam daftar “data view”
b) Buka variabel view, kemudian tulis simbol variabel (Y, X1, X2, dst...pada kolom name, ganti dengan angka 0 pada kolom decimals, dan tulis nama variabel pada kolom label (contoh: produktivitas mengajar, gaya kepemimpinan transformasional, dan perlaku supervisi instruksional Kepala sekolah)
c) Buka kembali data view, klik Analyze › regression › linear
› masukan variabel Y pada kotak devenden › variabel X1
pada kotak indevenden › save › residuals ceklis pada kotak kecil: unstandardized › enter › OK. › lihat pada data view muncul resi 1.
d) Tahap selanjutnya klik Analyze › nonparametrik › test › one sample K-S › masukan unstandardized pada kotak test variable list › ceklist normal › OK lihat nilai Asymp. Sig (2-tailed) kalau > 0,05 (5%) atau Zhitung < Ztabel pada taraf kepercayaan/signifikansi α = 0,05 berarti Ho diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat
32 Sugiyono , Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan,…, hal. 210.
33 Trihendradi C., Step by Step SPSS 18 Analisis Data Statistik,…, hal. 139- 233.
34 Trihendradi C., Step by Step SPSS 18 Analisis Data Statistik,…, hal. 221- 233.
diinterpretasikan/ditafsirkan bahwa persyaratan normalitas distribusi galat taksiran terpenuhi dengan kata lain galat taksiran persamaan regresi Ŷ atas X1 adalah berdistribusi normal.
e) Lanjutkan langkah-langkah seperti ini untuk mengetahui normalitas galat taksiran persamaan regresi Ŷ atas X2 dst....
2) Uji Linieritas Persamaan Regresi
Untuk menguji linieritas persamaan regresi melalui SPSS Statistik, dapat ditempuh langkah-langkah sebagaimana dikemukakan C. Trihendradi sebagai berikut:
a) Sajikan data hasil penelitian sesuai variabel masing-masing dalam daftar “data view”
b) Buka variabel view, kemudian tulis simbol variabel (Y, X1, X2, dst...pada kolom name, ganti dengan angka 0 pada kolom decimals, dan tulis nama variabel pada kolom label (contoh: produktivitas mengajar, motivasi berprestasi guru, gaya kepemimpinan transformasional, perlaku supervisi instruksional dan kompetensi manajerial Kepala sekolah).
c) Buka kembali data view, klik Analyze › compare means › means › masukan variabel Y pada kotak devenden › variabel X pada kotak indevenden › options › ceklis pada kotak kecil: test for linearity › kontinue › OK. › lihat nilai F dan nilai P Sig. Apabila nilai Fhitung < Ftabel dannilai P Sig >
0,05 (5%), berarti Ho diterima dan H1 ditolak Dengan demikian, maka dapat diinterpretasikan/ditafsirkan bahwa persyaratan linearitas terpenuhi atau model persamaan regresi Ŷ atas X adalah linear.
d) Lanjutkan langkah-langkah seperti ini untuk mengetahui kelinearan model persamaan regresi variabel berikutnya.
3) Uji homogenitas Varians
Untuk menguji normalitas galat taksiran melalui SPSS Stantistik, dapat ditempuh langkah-langkah sebagaimana dikemuka-kan C. Trihendradi sebagai berikut:
a) Sajikan data hasil penelitian sesuai variabel masing-masing dalam daftar “data view”
b) Buka variabel view, kemudian tulis simbol variabel (Y, X1, X2, dst...pada kolom name, ganti dengan angka 0 pada kolom decimals, dan tulis nama variabel pada kolom label
(contoh: produktivitas mengajar, motivasi berprestasi guru, gaya kepemimpinan transformasional, perlaku supervisi instruksional dan kompetensi manajerial Kepala sekolah) c) Buka kembali data view, klik Analyze › regression › linear
› masukan variabel Y pada kotak devenden › variabel X1
pada kotak indevenden › plots › masukan SRESID pada kotak Y dan ZPRED pada kotak X › continue › OK. lihat gambar, jika titik-titik menyebar di atas dan bawah titik nol pada sumbu Y, dan tidak membuat pola tertentu, maka dapat diinterpretasikan/ ditafsirkan bahwa tidak terjadi heteroskedas
b. Teknik pengujian hipotesis
Untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan SPSS Statistic baik melalui analisis korelasi maupun regresi, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagaimana dikemukakan C.
Trihendradi berikut ini.
1) Sajikan data hasil penelitian sesuai variabel masing-masing dalam daftar “data view”
2) Buka variabel view, kemudian tulis simbol variabel (Y, X1, X2, dst...pada kolom name, ganti dengan angka 0 pada kolom decimals, dan tulis nama variabel pada kolom label (contoh:
produktivitas mengajar, motivasi berprestasi guru, gaya kepemimpinan transformasional, perlaku supervisi instruksional dan kompetensi manajerial Kepala sekolah)
3) Buka kembali data view, klik Analyze › correlate › bivariate › masukan variabel yang akan dikorelasikan › Pearson › one-tailed › OK. lihat nilai koefisien korelasi pada kolom Pearson Correlation
4) Untuk melihat besarnya pengaruh ditunjukkan oleh koefisien determinasi (R2) atau nilai koefisien korelasi dikuadratkan dan sisanya (dari 100%) adalah faktor lainnya.
5) Untuk melihat kecendrungan arah persamaan regresi (Ŷ = a + bX1), klik Analyze › regression › linear › masukan variabel Y pada kotak devenden › variabel X1 pada kotak indevenden › OK.
› lihat pada output Coefficientsa › nilai constanta dan nilai variabel.