• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visual  Auditori

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

2. Analisis Infrensial

.31223 2.91229 8.481 Valid N (listwise) 87

Berdasarkan tabel 4.9 di atas, standar deviasi (δ) yang di peroleh dari skor pemahaman konsep fisika peserta didik yaitu sebesar 2.912 dengan rata-rata (mean) sebesar 12.56 dan memiliki nilai varians (s) sebesar 8.

2. Analisis Infrensial

Analisis infrensial digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetaui hubungan antara gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik dengan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Bulukumba. Adapun langkah-langkah yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel di atas adalah sebagai berikut :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas data dimaksudkan apakah data-data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas pada penelitian

ini dimaksudkan untuk menguji variabel gaya belajar terhadap pemahaman konsep fisika peserta didik. Pengujian normal tidaknya data penelitian ini menggunakan SPSS versi 24 melalui uji Kolmogorov Simirnov.

Uji Kolmogorov Simirnov adalah pengujian yang banyak dipakai, terutama setelah adanya banyak program statistic yang beredar. Kelebihan dari uji ini adalah sederhana dan tidak menimbulkan banyak perbedaan presepsi diantara satu pengamat dengan pengamat yang lain. Konsep dasar dari uji normalitas Kolmogorov Simirnov adalah membandingkan distribusi data (yang diuji normalitasnya) dengan distribusi normal baku. Distribusi normal baku adalah data yang telah ditransformasikan ke dalam bentuk Z-Score dan diasumsikan normal. Uji ini digunakan untuk uji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku. Penerapan pada uji Kolmogorov Simirnov adalah bahwa jika nilai Sig. di atas 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan data normal baku yang artinya data tersebut normal. Berikut hasil uji normalitas yang didapatkan dari variabel yang diteliti :

Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas Gaya Belajar terhadap Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik kelas XI MIPA

Variabel K-SZ Signifikan Keterangan

Gaya Belajar Visual 0,081 0,200 Normal

Pemahaman Konsep 0,076 0,200 Normal

Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas Gaya Belajar Auditory terhadap Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik kelas XI MIPA

Gaya Belajar Auditory 0,071 0,200 Normal

Pemahaman Konsep 0,076 0,200 Normal

Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Gaya Belajar Kinestetik terhadap Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik kelas XI MIPA

Variabel K-SZ Signifikan Keterangan

Gaya Belajar Kinestetik 0,075 0,200 Normal

Pemahaman Konsep 0,076 0,200 Normal

Berdasarkan uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov Siminov di atas diperoleh nilai Sig.(2-tailed) untuk variabel gaya belajar sebesar 0,200 dan variabel pemahaman konsep juga sebesar 0,200. Hasil uji normalitas yang diperoleh lebih besar > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal.

b. Uji Linearitas

Uji linearitas adalah uji yang akan memastikan apakah data yang dimiliki sesuai dengan garis linear atau tidak. Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel dalam penelitian memiliki hubungan atau tidak. Uji linearitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis varians. Kaidah pengambilan keputusan digunakan jika Deviation from linearyti (sig) > 0,05 maka terdapat hubungan linear secara signifikan antara kedua variabel atau FHitung<FTabel maka hubungan kedua variabel tersebut adalah linear. Kesimpulan hasil uji linearitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.10 Hasil Uji Linearitas Gaya Belajar dengan Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Bulukumba

Pemahaman Konsep Visual 2,371 0,014 Linear Auditory 1,398 0,192 Kinestetik 1,145 0,340

Berdasarkan pada tabel diatas diperoleh hasil uji linearitas gaya belajar terhadap pemahaman konsep diperoleh nilai Deviation from Linearity (Sig.) dimana gaya belajar visual sebesar 0.014, gaya belajar auditory sebesar 0.192, gaya belajar kinestetik 0.340 dengan rata-rata keseluruhan yaitu 0.182 dimana nilai 0.182 > 0.05 yang berarti data tersebut linear.

c. Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana yang digunakan dalam penelitian ini merupakan analisis regresi sederhana dengan satu predictor yaitu pemahaman konsep (X) sebagai variabel terikat dan gaya belajar (Y) sebagai variabel bebas. Berdasarkan analisis regresi dapat diketahui model regeresi yang dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman konsep dan gaya belajar.

Analisis regresi dihitung menggunakan program SPSS versi 24 berdasarkan lampiran 7 yang diperoleh bahwa persamaan regresi sederhana pemahaman konsep terhadap gaya belajar peserta didik sebesar Y = 59,583 + 0,032 X. Regresi sederhana dapat dilihat pada

kolom pada tabel Coefficientsa. d. Pengujian Hipotesis

Uji hipotesis dihitung melalui korelasi produk moment dengan bantuan SPSS versi 24.

Ha = Terdapat hubungan positif pada gaya belajar terhadap pemahaman konsep fisika peserta didik

Ho = Tidak terdapat hubungan positif gaya belajar terhadap pemahaman konsep fisika peserta didik

Tabel 4.11 Korelasi Gaya Belajar terhadap Pemahaman Konsep Correlations

Gaya Belajar

Pemahaman Konsep

Gaya Belajar Pearson Correlation 1 .878

Sig. (2-tailed) .017

N 87 87

Pemahaman Konsep Pearson Correlation .878 1

Sig. (2-tailed) .017

N 87 87

Berdasarkan hasil output korelasi SPSS 24 di atas diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar = 0,878 dengan nilai r2 (determiansi) = 0,7710. Karena nilai koefisien korelasi tidak sama dengan 0, maka Ha (ada hubungan) diterima dan Ho( tidak ada hubungan) ditolak.

Berdasarkan nilai sig.(2-tailed) dari hasil output correlation SPSS 24 di atas diketahui nilai signifikan antara gaya belajar dan pemahaman konsep adalah sebesar 0,017 < 0,05 yang berarti bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Bulukumba.

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari analisis statistic deskriptif menunjukkan bahwa dari 87 orang peserta didik di kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Bulukumba yang mengisi angket kecenderungan gaya belajar visual sebanyak 18 orang responden dengan persentase 20.69%, reponden yang mengisi angket kecenderungan gaya belajar

auditory sebanyak 30 orang dengan persentase 34.48%, dan yang mengisi angket kecenderungan gaya belajar kinestetik sebanyak 39 orang responden dengan persentase 44.83%. Hal ini menunjukkan bahwa gaya belajar peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 6 Bulukumba jika dilihat dari pemahaman konsep fisika yang diperoleh pada setiap tipe terlihat bahwa gaya belajar yang dominan adalah gaya belajar kinestetik.

Selanjutnya dari hasil analisis deskriptif didapatkan pula hasil untuk pemahaman konsep fisika peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 6 Bulukumba yaitu berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 12.56. Hal ini ditunjukkan dengan persentase 2% peserta didik berada pada kategori rendah, 37% peserta didik berada pada kategori sedang, 41% peserta didik berada pada kategori tinggi, dan 20% peserta didik berada pada kategori sangat tinggi.

Pada analisis korelasi secara umum, hasil yang diperoleh dari analisis korelasi menggunakan SPSS 24 menunjukkan bahwa terdapat hubungan secara positif antara gaya belajar dengan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Bulukumba. Adapun nilai koefisien korelasinya adalah r = 0,878 dan nilai sig.(2-tailed) 0,017 < 0,05 dimana kedua variabel memiliki korelasi kuat secara positif dan signifikan. Untuk korelasi determinasi (r2) sebesar 0,7710 yang berarti persentase keeratan hubungan anatara pemahaman konsep dengan gaya belajar adalah 77,10%.

Jika berdasarkan hasil korelasi antara gaya belajar dengan pemahaman konsep diperoleh tingkat korelasi dan kontribusi yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat ditunjukkan pada nilai koefisien korelasi (r) dan

koefisien determinasi. Berdasarkan hasil tersebut dikemukakan bahwa konstribusi gaya belajar auditory dan gaya belajar kinestetik. Dimana ciri dari gaya belajar auditory adalah lebih mengandalkan pendengaran untuk menerima dan mengolah informasi, ciri dari gaya belajar kinestetik adalah mengandalkan gerakan atau rasa dalam menangkap informasi.

Fakta yang diperoleh dari hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa pemahaman konsep fisika cenderung dipengaruhi oleh gaya belajar peserta didik secara keseluruhan. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Siti Nuryanti dan Indriani Pratiwi yang menyimpulkan bahwa terdapat hubungan secara positif antara gaya belajar dengan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Kimia Kelas X SMKN 1Bengku Tengah.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh jumardi mengenai “pengaruh

pendekatan pembelajaran gaya belajar terhadap hasil belajar sejarah sisiwa”

yang menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa dengan gaya belajar visual lebih tinggi dari gaya belajar auditori. Ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan gaya belajar.

Jadi penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang dilakukan, dapat di simpulkan Sesutu yang berhubungan dengan gaya belajar akan memberikan hasil yang baik dalam proses pembelajaran baik itu berupa pemahaman konsep yang baik, hasil belajar maupun keterampilan berpikir kritis

55 BAB V

Dokumen terkait