METODOLOGI PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian
2. Analisis Instrumen dan Pengolahan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini digolongkan ke dalam data kuantitatif. Data kuantitatif yang diperoleh dari penelitian ini adalah skor tes kemampuan kognitif dan keterampilan proses sains siswa, data penilaian kinerja, data penilaian hasil kinerja siswa pada LKS, data keterlaksanaa model pembelajaran guru dan siswa serta data skala sikap siswa terhadap pembelajaran. Skor tes kemampuan kognitif dan keterampilan proses sains siswa terdiri dari skor tes awal dan tes akhir, data keterlaksanaa model pembelajaran guru dan siswa diperoleh melalui lembar keterlaksanaa model pembelajaran yang diisi oleh observer, data penilaian kinerja siswa diperoleh melalui rubrik penilaian yang diisi oleh observer, data penilaian hasil kinerja siswa pada LKS diperoleh melalui
50
rubrik dan data skala sikap siswa diperoleh melalui skala sikap. Hasil observasi dan skala sikap ini akan dinyatakan dalam persentase untuk dideskripsikan.
Analisis instrumen meliputi validitas soal, reliabilitas soal, daya pembeda soal, dan tingkat kemudahan soal. Hasil analisis instrumen secara lengkap terdapat pada Lampiran D.1. sampai Lampiran D.8. Penjabarannya secara lengkap adalah sebagai berikut:
a. Validitas Soal
Pengujian validitas soal dilakukan secara validitas isi dengan cara meminta pertimbangan (judgement) oleh ahli. Validitas isi adalah pengujian validitas yang dilakukan pada isinya untuk memastikan apakah butir tes mengukur secara tepat keadaan yang ingin diukur (Purwanto, 2010). Para ahli diminta memberikan tanggapan pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun. Pengujian validitas isi dilakukan dengan melihat kesesuaian antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang diajarkan (SK dan KD) serta indikator kemampuan kognitif dan indikator keterampilan proses sains.
Hasilnya dari tiga tenaga ahli yang diminta pertimbangan (judgement), diperoleh kesimpulan bahwa instrumen kemampuan kognitif dan keterampilan proses sains yang disusun sudah memenuhi validitas dan layak digunakan untuk keperluan penelitian. Tetapi ada beberapa hal terkait redaksi yang perlu diperbaiki.
b. Reliabilitas Tes
Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan secara eksternal dengan test-retest. Instrumen diuji dengan test-retest dilakukan dengan cara mengujicobakan instrumen sebanyak dua kali pada responden yang sama. Jadi dalam hal ini instrumennya sama, respondennya sama dan waktunya yang berbeda. Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dengan yang berikutnya. Bila koefisien korelasi positif dan signifikan maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel (Sugiyono, 2011).
Reliabilitas adalah tingkat keajegan (konsistensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yang ajeg atau tidak
51
berubah-ubah walaupun diteskan pada situasi yang berbeda-beda. Nilai reliabilitas dapat ditentukan dengan menentukan koefisien reliabilitas. Teknik yang digunakan untuk menentukan reliabilitas tes adalah dengan teknik korelasi
product moment angka kasar (Sugiyono, 2009) dengan menggunakan persamaan 3.1.
} ) ( }{ { ) )( ( 2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N rXY ...(3.1) Keterangan: rXY = koefisien korelasi X = skor rata-rata tes pertama Y = skor rata-rata tes kedua N = jumlah subyekKriteria klasifikasi reliabilitas tes:
Tabel 3.2
Klasifikasi Reliabilitas Tes
Interval Kategori 0,80< r11<1,00 Sangat tinggi 0,60< r11<0,79 Tinggi 0,40< r11<0,59 Cukup 0,20< r11<0,39 Rendah r11<0,19 Sangat rendah
Perhitungan reliabilitas tes ini menggunakan software SPSS 20. Setelah dilakukan perhitungan maka diperoleh koefisien reliabilitas keseluruhan tes kemampuan kognitif berbentuk tes tertulis jenis pilihan ganda diperoleh sebesar 0,83. Kemudian dikonsultasikan dengan kriteria pada Tabel 3.2. berada diantara rentang 0,80<r11<1,00 sehingga didapatkan instrumen penelitian tersebut memiliki reliabilitas pada kategori sangat tinggi. Perhitungan reliabilitas untuk tes kemampuan kognitif selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D.1.
Untuk tes keterampilan proses sains diperoleh reliabilitas sebesar 0,75. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian tersebut memiliki reliabilitas pada kategori tinggi. Perhitungan reliabilitas keterampilan proses sains selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D.5.
52
Daya pembeda adalah kemampuan suatu instrument tes untuk membedakan siswa yang pandai (siswa yang berkemampuan tinggi) dengan siswa yang tidak pandai (siswa yang berkemampuan rendah) (Arikunto, 2008). Dengan kata lain, suatu instrumen tes memiliki daya pembeda yang baik apabila butir soal tersebut dapat dijawab oleh siswa yang pandai dan tidak dapat dijawab oleh siswa yang tidak pandai. Penghitungan daya pembeda setiap butir soal menggunakan ANATES V4. dengan persamaan 3.2.
B P A P B J B B A J A B DP …(3.2) Keterangan:
JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah
BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah menjawab soal itu benar PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar
PB = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar Kriteria daya pembeda soal:
Tabel 3.3.
Kriteria Daya Pembeda Soal
DP Kriteria -1,00 < DP < 0,00 0,00 < DP 0,20 0,20 < DP 0,40 0,40 < DP 0,70 0,70 < DP 1,00 jelek sekali jelek cukup baik baik sekali
Berdasarkan perhitungan ANATES V.4. maka harga DP dapat dihitung dan hasilnya dirangkum pada Tabel 3.5. dan Tabel 3.6. hasil perhitungan daya pembeda untuk tes kemampuan kognitif selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D.2. Sedangkan hasil perhitungan daya pembeda untuk keterampilan proses sains selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D.6.
53
Tingkat kemudahan soal untuk mengetahui apakah soal tergolong mudah, sedang, atau sukar (Arikunto, 2008). Besarnya indeks dapat dihitung dengan persamaan 3.3:
…(3.3)
Keterangan:
TK = Tingkat kemudahan soal
JS = Banyaknya responden yang mengikuti tes Kriteria tingkat kemudahan soal:
Tabel 3.4.
Kriteria Tingkat Kemudahan Soal
No Rentang Nilai
Tingkat kemudahan Klasifikasi 1 0,70 TK 1,00 Mudah 2 0,30 TK < 0,70 Sedang 3 0,00 TK < 0,30 Sukar
Tingkat kemudahan dihitung dengan menggunakan program ANATES V.4 dan hasilnya dirangkum pada Tabel 3.5. dan Tabel 3.6. hasil perhitungan tingkat kemudahan untuk tes kemampuan kognitif selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D.3. Sedangkan hasil perhitungan tingkat kemudahan soal untuk keterampilan proses sains selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran D.7.
Tabel 3.5.
Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Coba Instrumen Tes Kemampuan Kognitif
Butir asli
Butir baru
Daya Pembeda Tingkat Kesukaran
Pengecoh yang tidak
berfungsi
Reliabilitas Ket Nilai Kategori Nilai Kategori
1 1 0,62 Baik 0,17 Sukar E
0.83 (Sangat Tinggi)
Direvisi
2 2 0,62 Baik 0,33 Sedang - Dipakai
3 3 0,37 Cukup 0,30 Sedang - Dipakai
4 -0,12 Jelek 0,50 Sedang D Dibuang
5 4 0,37 Cukup 0,13 Sukar - Dipakai
6 5 0,25 Cukup 0,33 Sedang - Dipakai
7 0,00 Jelek 0,20 Sukar - Dibuang
8 0,12 Jelek 0,23 Sukar - Dibuang
9 6 0,50 Baik 0,47 Sedang - Dipakai
10 7 0,50 Baik 0,27 Sukar - Dipakai
11 0,12 Jelek 0,16 Sukar - Dibuang
12 8 0,37 Cukup 0,13 Sukar - Dipakai
13 9 0,37 Cukup 0,20 Sukar - Dipakai
14 0,12 Jelek 0,26 Sukar D Dibuang
Banyaknya siswa yang menjawab benar
TK = JS
54
Butir asli
Butir baru
Daya Pembeda Tingkat Kesukaran
Pengecoh yang tidak
berfungsi
Reliabilitas Ket Nilai Kategori Nilai Kategori
15 10 0,37 Cukup 0,10 Sukar - Dipakai
16 11 0,37 Cukup 0,27 Sukar - Dipakai
17 12 0,25 Cukup 0,10 Sukar - Dipakai
18 13 0,50 Baik 0,70 Mudah - Dipakai
19 0,12 Jelek 0,10 Sukar - Dibuang
20 14 0,25 Cukup 0,23 Sukar E Direvisi
21 15 0,37 Cukup 0,47 Sedang - Dipakai
22 16 0,25 Cukup 0,53 Sedang - Dipakai
23 17 0,50 Baik 0,13 Sukar - Dipakai
24 18 0,50 Baik 0,27 Sukar - Dipakai
25 19 0,62 Baik 0,30 Sedang - Dipakai
26 20 0,25 Cukup 0,30 Sedang D Direvisi
27 21 0,37 Cukup 0,30 Sedang E Direvisi
28 22 0,25 Cukup 0,20 Sukar - Dipakai
29 0,00 Jelek 0,20 Sukar - Dibuang
30 23 0,87 Baik
sekali 0,43 Sedang - Dipakai
31 24 0,37 Cukup 0,30 Sedang - Dipakai
32 -0,12 Jelek 0,13 Sukar - Dibuang
33 25 0,37 Cukup 0,17 Sukar - Dipakai
34 26 0,25 Cukup 0,40 Sedang - Dipakai
35 27 0,25 Cukup 0,07 Sukar - Dipakai
36 28 0,25 Cukup 0,13 Sukar - Dipakai
Tabel 3.6.
Rekapitulasi Hasil Analisis Uji Coba Instrumen Tes Keterampilan Proses Sains
Butir asli
Butir baru
Daya Pembeda Tingkat Kesukaran
Pengecoh yang tidak
berfungsi
Reliabilitas Ket Nilai Kategori Nilai Kategori
1 1 -0,25 Jelek 0,90 Mudah B,D
0.75 (Tinggi)
Dibuang
2 2 0,37 Cukup 0,87 Mudah - Dipakai
3 3 0,25 Cukup 0,10 Sukar - Dipakai
4 0,25 Cukup 0,87 Mudah - Dipakai
5 4 -0,12 Jelek 0,03 Sukar A,E Dibuang
6 5 0,62 Baik 0,83 Mudah A,B Direvisi
7 0,62 Baik 0,67 Sedang - Dipakai
8 0,12 Jelek 0,27 Sukar A Dibuang
9 6 0,62 Baik 0,27 Sukar - Dipakai
10 7 0,37 Cukup 0,27 Sukar - Dipakai
11 0,37 Cukup 0,40 Sedang - Dipakai
12 8 0,12 Jelek 0,70 Mudah A Dibuang
13 9 0,00 Jelek 0,00 Sukar A,C,D Dibuang
14 0,50 Baik 0,37 Sedang - Dipakai
15 10 0,25 Cukup 0,13 Sukar - Dipakai
16 11 0,50 Baik 0,60 Sedang - Dipakai
55
Berdasarkan analisis hasil uji coba instrumen, dari jumlah 36 soal instrumen kemampuan kognitif yang memenuhi kriteria sebanyak 28 butir soal. Intrumen kemampuan kognitif setelah ujicoba mencakup jenjang-jenjang kognitif dengan jumlah soal yang cukup berimbang, yaitu untuk jenjang C1 sebanyak 6 soal, jenjang C2 sebanyak 9 soal, jenjang C3 sebanyak 5 soal dan untuk jenjang C4
sebanyak 8 soal. Sedangkan untuk aspek pengatahuan K1 sebanyak 4 soal, K2 sebanyak 18 soal, K3 sebanyak 6 soal.
Sedangkan untuk instrumen keterampilan proses sains dari jumlah 17 soal instrumen yang di uji coba setelah dilakukan analisis hasil uji coba instrumen yang memenuhi kriteria sebanyak 12 soal dengan rincian masing-masing aspek keterampilan proses sains 2 soal. Aspek keterampilan keterampilan proses sains siswa yang ditinjau meliputi kemampuan mengamati, mengidentifikasi variabel, memprediksi, berhipotesis, menginterpretasi data dan menyimpulkan. Setelah dilakukan analisis distraktor, terdapat empat butir soal kemampuan kognitif dan satu keterampilan proses sains yang memiliki pengecoh yang tidak berfungsi. Pengecoh yang tidak berfungsi dilakukan revisi, baik revisi terhadap redaksi, maupun mengganti alternatif jawaban.
G. Pengolahan Data