• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS DAN KONDISI DAERAH

DAN KONDISI DAERAH

B. ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS DAN KONDISI DAERAH

Analisis yang kami lakukan mengenai isu strategis dan kondisi daerah menghasilkan kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut : 1) Perlunya konektivitas antar pulau untuk menunjang

aktivitas ekonomi masyarakat.

Konektivitas antar wilayah menjadi konsekuensi wajib sebuah daerah kepulauan, demikian halnya dengan Kabupaten Karimun sebagai wilayah perbatasan dengan gugusan 254 pulau di dalamnya. Keterbatasan transportasi dan komunikasi berdampak pada terbatasnya mobilitas serta kelancaran arus barang dan jasa sehingga mempengaruhi percepatan pencapaian pembangunan dan pemerataan ekonomi masyarakat.

Tujuan penguatan konektivitas adalah untuk (a) menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi untuk memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan prinsip keterpaduan melalui inter-modal supply chained system; (b) memperluas pertumbuhan ekonomi dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi ke wilayah belakangnya (hinterland) (c) menyebarkan manfaat pembangunan secara luas melalui peningkatan konektivitas dan pelayanan dasar ke daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan.

Perwujudan konektivitas antar pulau dilakukan dengan: (a) mempercepat pembangunan sistem, sarana dan prasarana transportasi yang terintegrasi antara laut, darat, dan udara untuk memperlancar arus barang, jasa, penduduk, dan modal; (b) menerapkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi perdagangan dan pertukaran informasi antar wilayah; (c) mempercepat pemenuhan suplai energi untuk memenuhi kebutuhan domestik dan industri.

Peningkatan pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan salah satunya dilakukan dengan penguatan sistem transportasi laut dengan peningkatan utilisasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan Sea Lane of Communication (SLOC) melalui perwujudan Pelabuhan Depan, Pendulum Nusantara dan “Short Sea Shipping”. Kunci utama dalam menangani persoalan konektivitas adalah pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan transportasi dan komunikasi. Peningkatan infrastruktur yang dititik- beratkan pada upaya untuk meningkatkan konektivitas dilakukan dengan membangun integrasi domestik antar pulau dan antar wilayah dalam Kabupaten yang akan berujung pada meningkatnya efisiensi ekonomi dan kelancaran arus barang dan jasa antar pulau dan antar wilayah.

2) Subsektor perikanan dan perkebunan adalah subsektor utama yang perlu dikembangkan sebagai penopang kegiatan produksi rakyat.

Subsektor perikanan merupakan produksi usaha rakyat terbesar bagi Kabupaten Karimun. Subsektor perikanan dan perkebunan adalah subsektor utama yang menjadi penopang kegiatan produksi rakyat. Sektor pertanian masih menunjukkan diri sebagai sektor yang perkasa dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karimun, dimana sektor tersebut ditunjang dua subsektor utama yaitu perikanan dan perkebunan. Memperkuat kedua subsektor ini menjadi strategis untuk dilakukan karena selain bahwa dua subsektor ini telah teruji sebagai kontributor utama PDRB, kedua subsektor ini juga mencirikan aktivitas produksi yang digeluti oleh masyarakat

kebanyakan. Khusus untuk subsektor perikanan, memperkuat subsektor ini adalah hal yang lebih strategis lagi karena selaras dengan agenda nasional yang hendak menguatkan Indonesia sebagai negara maritim.

Mempertahankan lahan pertanian tanaman pangan. Meskipun kontribusi subsektor pertanian tanaman pangan jauh lebih kecil dibanding subsektor perikanan dan perkebunan, namun mempertahankan lahan pertanian pangan adalah hal yang penting untuk dilakukan karena ini menyangkut keamanan pangan, apalagi karakteristik geografis Kabupaten Karimun berupa kepulauan yang memiliki sensitivitas tersendiri terhadap faktor cuaca yang mempengaruhi kelancaran pasokan bahan pangan dari luar daerah. Selain itu, mempertahankan lahan pertanian tanaman pangan juga menjadi agenda nasional Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Upaya untuk mempertahankan lahan ini akan menghadapi tantangan besar, terlihat dari data bahwa luas lahan pertanian tanaman pangan Kabupaten Karimun terus menerus menurun setiap tahunnya.

Subsektor perikanan dan perkebunan merupakan usaha rakyat yang penting untuk dikembangkan karena kondisi kedua subsektor yang menjadi tumpuan hidup banyak masyarakat serta potensinya untuk ditingkatkan produksinya. Mempertahankan eksistensi usaha perikanan dan perkebunan menjadi hal mutlak yang harus dilakukan. Lahan perkebunan dan wilayah perairan yang menjadi sumber penghidupan rakyat harus dijamin keberadaan fungsi dan peruntukan bagi usaha rakyat. Penguasaan lahan dan wilayah yang berbasis korporasi secara masif yang mengancam sumber-sumber penghidupan dan eksistensi usaha rakyat perlu dihindari. Selain itu diperlukan dukungan teknologi dan informasi untuk meningkatkan produktivitas

yang menguntungkan nelayan dan petani, serta membangun ekonomi kerakyatan yang unggul.

3) Status Kabupaten Karimun sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB)

dapat mendorong akselerasi pembangunan

ekonomi.

Peluang pembangunan ekonomi yang tumbuh secara pesat ditunjang oleh posisi geografis Kabupaten Karimun sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). Produksi sektor pertanian terutama subsektor perikanan dan perkebunan sebagai usaha rakyat, disamping industri besar dan sedang, memiliki potensi untuk menembus pasar internasional melalui pengembangan produk yang terstandarisasi dan berkualitas ekspor. Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara tetangga Republik Indonesia lainnya dapat dijadikan sebagai konsumen terbesar dan target pemasaran.

Lesunya geliat industri di Kabupaten Karimun menunjukan belum optimalnya pemanfaatan arus hilir pemasaran produk di Kabupaten Karimun dalam menembus pasar internasional.

Sektor industri pengolahan yang masih perlu untuk ditingkatkan lagi. Hanya empat daerah di Indoensia yang mendapatkan keistimewaan sebagai KPBPB, dan Kabupaten Karimun merupakan salah satunya. Cara utama untuk melihat keberhasilan KPBPB adalah meningkat tidaknya jumlah investasi dan investor yang masuk untuk menanamkan investasinya di Kawasan KPBPB.

Disamping itu adanya masalah kelembagaan di Badan Pengusahaan Kawasan PBPB Karimun berakibat belum optimalnya pelayanan yang menjadi kewenangan BP Kawasan PBPB Karimun. Hal ini menjadi tantangan bagi pemimpin

daerah berikutnya untuk dapat mengakselerasi terwujudnya legalitas kelembagaan tersebut.

4) Pelayanan kesehatan dan pendidikan yang belum optimal dan merata khususnya untuk daerah pulau dengan aksesibilitas yang terbatas.

Kabupaten Karimun, dengan wilayah kepulauan menghadapi tantangan geografis untuk memeratakan pelayanan kesehatan dan pendidikan serta memperluas jangkauan kedua pelayanan tersebut ke seluruh pulau-pulau. Ketimpangan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang termanifestasikan melalui pembangunan infrastruktur serta sebaran tenaga medis dan tenaga guru menunjukkan rendahnya aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan. Akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan terbatas, khususnya di daerah terpencil dan pulau-pulau kecil. Selain itu, kesehatan lingkungan dan upaya pengelolaan limbah domestik merupakan hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Infrastruktur dasar fasilitas kesehatan dan pendidikan yang belum mampu menjangkau desa-desa di pulau-pulau kecil dan terluar mengakibatkan pelayanan dasar masih jauh dari maksimal, padahal keberadaan fasilitas dasar inilah yang merupakan bentuk konkret peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain infrastruktur, ketersediaan sumberdaya manusia dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik merupakan hal penting dalam menjamin terpenuhinya layanan dasar bagi masyarakat. Hal ini dititikberatkan pada ketersediaan tenaga medis dan tenaga guru dengan komposisi yang belum seimbang antar desa-desa dan pulau-pulau kecil. Melalui pembangunan infrastruktur yang merata, penyediaan tenaga kesehatan dan tenaga guru menjadi tidak

hanya terkonsentrasi di kota-kota saja melainkan juga di desa-desa terpencil, sehingga menjadikan aksesibilitas layanan kesehatan dan layanan pendidikan dapat semakin meningkat. Upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan ditopang dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang alokasi anggaran urusan kesehatan minimal 10% dan urusan pendidikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ini telah dilakukan dan akan terus dilanjutkan dimasa yang akan datang. 5) Perlunya Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi

Birokrasi.

Keberlanjutan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi. Tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi dapat dikatakan telah berjalan dengan baik di Kabupaten Karimun, hal ini ditandai dengan perolehan opini WTP sebanyak 7 (tujuh) kali semenjak Tahun 2013 sampai Tahun 2019 dari BPK untuk administrasi keuangan, Penilaian LAKIP dengan nilai BB sejak tahun 2016 sampai tahun 2019. Berbagai penghargaan dari pemerintah pusat terkait substansi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan juga telah diperoleh. Untuk lima tahun ke depan, keberlajutan dan peningkatan kualitas dari penyelenggaraan pemerintahan umum dan administrasi keuangan akan semakin diprioritaskan demi semakin signifikannya perwujudan kepemerintahan yang baik menuju pelayanan publik yang prima.

6) Mewabahnya pandemi COVID-19 yang berdampak pada sektor perekonomian, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Dengan munculnya wabah pandemi COVID-19 di awal tahun 2020, yang berdampak pada seluruh sendi-sendi kehidupan

terutama sektor perekonomian, pendidikan dan sosial kemasyarakatan, memaksa kita untuk menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa datang. Hal ini tentunya memerlukan perencanaan yang konfrehensif dan biaya mengendalikan wabah COVID-19 serta biaya pemulihan perekonomian yang tidak sedikit. AKB ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Sikap dan perilaku disiplin sangat diperlukan dalam pengendalian wabah COVID-19.

7) Pembangunan infrastruktur di luar Pulau Karimun yang belum sepenuhnya merata

.

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu pilihan strategis dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi wilayah. Perhatian Pemerintah Kabupaten Karimun di bidang infrastruktur pada beberapa tahun terakhir telah berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur di Kabupaten Karimun. Sebagi bentuk keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan di seluruh wilayah Kabupaten Karimun, maka perlu diprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur penggerak ekonomi dan pemerataan pelayanan dasar untuk mendukung pelayanan dasar dan pembangunan ekonomi di Kabupaten Karimun.

Selama kurun waktu 2016-2020 telah banyak dilakukan pembangunan infrastruktur pelayanan dasar di Kabupaten Karimun. Pada bidang keagamaan, guna meningkatkan kualitas iman dan taqwa Pemerintah Kabupaten Karimun telah melakukan Pembangunan Islamic Center di Kecamatan Kundur, 20 Unit Pembangunan Masjid, Peningkatan Sarana dan Prasarana di 144 Masjid, Pembangunan 14 Musholla, Menyediakan Sarana dan Prasana di 109 Musholla, Peningkatan Sarana dan Prasarana

2 Rumah Tahfiz, Pembangunan dan Peningkatan di 50 TPQ serta Pembangunan dan Peningkatan Fasilitas di 13 Pesantren.

Selanjutnya, pada bidang sumber daya manusia, telah dilakukan pembangunan di bidang Kesehatan, dengan melakukan pembangunan baru 9 puskesmas dan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan di seluruh Puskesmas yang berada di 12 Kecamatan, membangun 7 rumah dinas kesehatan untuk tenaga medis dan paramedis, membangun gedung pertemuan di 2 puskesmas, menyediakan mobil ambulance di 4 puskesmas, melakukan rehabilitasi di 3 puskesmas pembantu, dan membangunan dan menyediakan sarana dan prasarana di 9 posyandu. Selanjutnya, di bidang pendidikan telah dibangun sebanyak 46 ruang kelas baru, merehabilitasi 55 ruang kelas dan 27 perpustakaan, rahabilitasi laboratorium di 6 sekolah, pembangunan rumah dinas guru di 22 sekolah, serta peningkatan sarana prasarana pendidikan lainnya, baik untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) sesuai kewenangan Kabupaten / Kota.

Peningkatan ekonomi juga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Karimun sangat intens membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Karimun guna menggerakkan ekonomi masyarakat, di antaranya : pembangunan 99 ruas jalan, 6 titik pemeliharaan jalan, 124 titik peningkatan jalan, 403 titik semenisasi jalan, 220 titik drainase, 257 titik normalisasi sungai atau parit, 113 titik dinding penahan tanah, serta peningkatan infrastruktur lainnya, seperti pembangunan tanggul dan pintu air, box culvert, pengamanan pantai, jembatan, dan melakukan pemeliharaan dan pembangunan sarana dan prasarana

umum seperti tempat pemakaman umum dan gedung pemerintah. Di sektor Perhubungan telah dibangun sebanyak 15 Dermaga Rakyat, 10 Pembangunan dan Rehabilitasi Pelabuhan Rakyat, serta Rehabilitasi Ponton Pelabuhan dan Ruang Tunggu Pelabuhan.

Selain itu, selama kurun waktu tersebut telah dilakukan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Bagi Masyakarakat Miskin di 60 Desa/Kelurahan. Selanjutnya, direalisasikan Listrik 24 Jam di Kecamatan Ungar dan Belat serta penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 3 Desa di Kecamatan Durai. Walaupun energy kelistrikan bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten / Kota namun Pemerintah Kabupaten Karimun terus melakukan koordinasi secara intens untuk mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Pusat untuk turut serta membangun Kabupaten Karimun. Karena fokus utama pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan Kabupaten Karimun perlu ditopang oleh pembangunan energy dan ketenagalistrikan.

Isu strategis pembangunan infrastruktur kedepan akan sangat dipengaruhi dengan perkembangan teknologi informasi sehingga perlu mempertimbangkan beberapa pengarusutamaan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan melalui transformasi digital serta modal sosial dan budaya. Karena itu perlu mendorong inovasi melalui peran serta investasi masyarakat dan badan usaha melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui APBD Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Pusat melalui APBN.

Melalui kolaborasi dan kerjasama daerah dan pusat, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan

berkeadilan di seluruh wilayah Kabupaten karimun akan difokuskan pada :

! Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan dasar bidang pendidikan dan kesehatan

! Penyediaan akses perumahan dan permukiman layak; ! Penyediaan akses air minum dan sanitasi bagi

masyarakat

! Penyediaan pelabuhan rakyat sebagai pintu masuk aktifitas ekonomi

! Peningkatan sarana dan prasarana jalan sebagai infrastruktur penggerak pembangunan ekonomi

! Penyediaan infrastruktur guna meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kebersihan wilayah

! Mendorong Keberlanjutan penyediaan energy dan ketenagalistrikan bagi masyarakat; dan

! Mendorong tersedianya fasilitas pendukung transformasi digital

8) UMKM sebagai penopang perekonomian perlu terus dibina kearah UMKM yang kreatif dan inovatif.

Menurut penelitian yang dilakukan Center for Economics and Social Studies (CESS) dan The Center for Micro and Small Enterprise Dynamic (CEMSED), UMKM di Indonesia tergolong unik karena selalu punya kemampuan untuk berkembang dan bertahan selama krisis. Hal ini terbukti dengan inisiatif pelaku UMKM untuk terus beroperasi namun mengubah cara pemasarannya salah satunya dengan metode melalui layanan daring (dalam jaringan).

Dengan jumlah UMKM sebanyak 3.958 unit yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karimun, tentunya menjadi kekuatan tersendiri dalam menopang sendi-sendi perekonomian daerah. Selain melibatkan tenaga kerja yang

cukup banyak UMKM juga tidak mudah terkena dampak akibat menurunnya perekonomian suatu daerah. Hal ini menjadi fokus Pemerintah Daerah untuk menjadikan UMKM sebagai salah satu penggerak roda perekonomian daerah.

BAB V

Dokumen terkait