• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.5. Parameter dan Prosedur Kerja

3.5.5. Analisis Kapasitas Tukar Kation

Penetapan nilai tukar kation menggunakan metode pencucian, yang bertujuan mengetahui tingkat kemampuan tanah dalam menjerab kation-kation yang nantinya dapat dilepaskan kembali sehingga tersedia bagi tanaman.

Timbang 2,500 g contoh tanah ukuran >2 mm, lalu dicampur dengan lebih kurang 5 g pasir kuarsa. Dimasukkan ke dalam tabung perkolasi yang telah dilapisi berturut-turut dengan filter flock dan pasir terlebih dahulu (filter pulp digunakan seperlunya untuk menutup lubang pada dasar tabung, sedangkan pasir kuarsa sekitar 2,5 g) dan lapisan atas ditutup dengan penambahan 2,5 g pasir.

19 Ketebalan setiap lapisan pada sekeliling tabung diupayakan supaya sama.

Siapkan pula blanko dengan pengerjaan seperti contoh tapi tanpa contoh tanah.

Kemudian diperkolasi dengan amonium acetat pH 7,0 sebanyak 2 x 25 ml dengan selang waktu 30 menit. Filtrat ditampung dalam labu ukur 50 ml, diimpitkan dengan amonium acetat pH 7,0 untuk pengukuran kation : Ca, Mg, K dan Na (S).

Tabung perkolasi yang masih berisi contoh diperkolasi dengan 100 ml etanol 96 % untuk menghilangkan kelebihan amonium dan perkolat ini dibuang.

Sisa etanol dalam tabung perkolasi dibuang dengan pompa isap dari bawah tabung perkolasi atau pompa tekan dari atas tabung perkolasi. Selanjutnya diperkolasi dengan NaCl 10 % sebanyak 50 ml, filtrat ditampung dalam labu ukur 50 ml dan diimpitkan dengan larutan NaCl 10 %. Filtrat ini digunakan untuk pengukuran KTK dengan cara destilasi atau kolorimetri ( Sulaeman dkk., 2005).

3.5.6. Kalium

Metode yang digunakan untuk menetapkan kalium (K) adalah metode NH4OAc 1 N pH 7. Prosedur penetapan kalium (Balai Penelitian Tanah, 2009) adalah sebagai berikut: 1. Dibaca pada flame photometer filtrat contoh yang diperoleh dari penjenuhan tanah dengan NH4OAc 1 N (pada penetapan KTK). 2.

Dibaca larutan deret standard K pada flame photometer. 3. Dibuat kurva standard hubungan antara pembacaan dengan konsentrasi larutan standard. Hitung konsentrasi K contoh dari kurva standard. Kadar K tanah=A (100+ka ) /100 Dimana A= Contoh ppm kurva dari standard.

3.5.7. Kejenuhan Basa

Kejenuhan basa adalah pembanding antara jumlah kation basa dengan jumlah semua kation (kation asam dan basa) dalam komplek jerapan tanah jumlah maksimum kation yang dapat diserap tanah menunjukkan besarnya nilai kapasasitas tukar kation (Hardjowigeno, 2007). Perkolat NH4dd-Ac (S) dan deret standar K, Na, Ca, Mg masing-masing dipipet 1 ml ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 9 ml larutan La 0,25 %. Diukur dengan AAS (untuk Ca dan Mg) dan flame photometer (untuk pemeriksaan Kdan Na) menggunakan deret standar sebagai pembanding ( Sulaeman dkk., 2005).

20 3.6. Analisis Data

Data-data hasil analisis tanah di laboratorium tersebut, dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik kimia tanah dan status kesuburan tanahnya.

Analisis karakteristik kimia tanah dianalisis menggunakan kriteria penelitian status kimia dari Lembaga Penelitian Tanah (LPT, 1983). Penyajian data data dalam bentuk tabel dan grafik dengan menggunakan program Microsoft excel (Hikmatullah dan Al-Jabry, 2007).

36 V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Lahan semak belukar yang dijadikan lahan sawah setelah 34 tahun menurunkan status kesuburan tanah yaitu pada pH 0.047% , C-Organik 0.10%, N-Total 0.15%, P-Tersedia 0.53%, Kapasits Tukar Kation 1.12%, Kejenuhan Basa 0.008%.

2. Lahan sawah di lokasi penelitian mempunyai status kesuburan tanah rendah.

5.2. Saran

Bedasarkan hasil penelitian lahan sawah di Desa Kemuning Muda memerlukan tindakan perbaikan tanah secara kimiawi dan perlu penelitian lanjutan fisik dan biologi tanah.

37 DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, B. 2004. Pengenalan VUTB Fatmawati dan VUB lainya. Makalah Disampaikan pada Pelantikan Pengembangan Varietas Unggul Tipe Baru (VUTB) Fatmawati dan VUB lainya, 31 Maret- 3 April 2004, di Balipta, Sukamandi. 80-92 hal.

Agus, A, Adimiharja, Hardjowigeno. S., F A.M. Fagi, dan W. Hartati, 2004.

Tanah Sawah dan Teknologi Pengolahannya. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

09-25 hal.

Aishah, A.W., S. Zauyah, A.R. Anuar and C.I. Fauziah. 2010. Spatial Variability of Selected Chemical Characteristics of Paddy Soils in Sawah Sempadan, Selangor, Malaysia. Malaysian Journal of Soil Science, 14:27-39.

Alavan, A, Hayati R, dan E Hayati. 2015. Pengaruh Pemupukan terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Padi Gogo (Oryza sativa L.) J. Floratek. Vol 10: 61 – 68.

Andriesse J.P. 1988. Natural And Management Of Tropical Peat Soil. Bulletin Fao Soil Vol: 59

Aryanto A. Triadiati, dan Sugiyanto. 2015. Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah dan Gogo dengan Pemberian Pupuk Hayati Berbasis Bakteri Pemacu Tumbuh di Tanah Masam. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). Vol. 20 (3): 229-235.

Badan Litbang Pertanian. 2017. Petunjuk Pelaksanaan Pendamping Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi. Badan Litbang Pertanian. BBP2TP. Kementrian Pertanian.

Badan Pusat Statistika. 2011-2016. Statistik Produksi Tanaman Pangan. Badan Pusat Statistik: Jakarta.

Badan Pusat Statistika. 2018. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Provinsi Riau Balai Penelitian Tanah. 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk.

38 Barker AV and DJ Pilbeam. 2007. Hand Book of Plant Nutrition. CRC Press.

New York.

Damanik, M. M. B., Hasibuan, B. E., Fauzi.,Sarifuddin dan Hanum, H. 2011.

Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Medan.

Departemen Pertanian. 2001. Tata Cara Pengambilan Contoh Tanah untuk Uji Tanah. BPTP Yogyakarta.

Dewanto, F. G., J. J. M. R. Londok, R. A. V. Tuturoong dan W. B. Kaunang.

2013. Pengaruh Pemupukan Anorganik dan Organik terhadap Produksi Tanaman Jagung sebagai Sumber Pakan. Jurnal Zootek, 32 (5): 1-8.

Dikti. 1991. Kesuburan Tanah. Direktorat Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2008. Kebijakan Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Makalah Disampaikan pada Seminar Implementasi RSPO di Indonesia, Bogor, 10 Juni 2008.

Effendi, A. 2010. Masalah-masalah dan Solusi Budidaya Padi Sawah. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian, volume 2: 1- 6.

Fahmi A., B Radjagukguk.,B. H. Purwanto. 2009. Kelarutan Fosfat dan Ferro pada Tanah Sulfat Masam yang Diberi Bahan Organik Jerami Padi. J. Tanah Trop. Vol. 14, No.2, 2009: 151-156.

Hakim, N., M.Y Nyakpa., A.M. Lubis., S.G. Nugraha., G.B. Hong., dan H.

Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Penerbit Universitas Lampung.

Lampung.

Hanafiah. 2012. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta Raja Grafindo Perkasa. 386 hal.

Hanafiah, A. S., T. Sabrina., dan H. Guchi. 2009. Biologi dan Ekologi Tanah.

Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. 15-45 hal.

Hardjowigeno, S. dan M.L Rayes. 2005. Tanah Sawah Karakteristik, Kondisi dan Permasalahan Tanah Sawah di Indonesia. Bayumedia Publishing. Malang. 1-35 hal.

Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Akademika Pessindo.Jakarta. 3-85 hal.

Hasibuan, B.A. 2006. Universitas Sumatra Utara, Fakulta Pertanian. Medan.

30- 76 hal.

39 Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Edisi ketiga. PT. Mediyatama Sarana

Perkasa. Jakarta.

Hikmatullah, and M. Al-Jabry. 2007. Soil Properties of the Alluvial Plain and its Potential use for Agriculture in Donggala Region, Central Sulawesi.

Indonesian Journal of Agriculture Science. 8(2):67- 74.

Huda, U M., M. Irfan, dan Oksana. 2012. Pengaruh Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Sifat Kimia Tanah. Jurnal Agroteknologi. 3 No. 1,: 29-34.

Isniani, S. 2001. Dekomposisi Bahan Organik Nisbah Q/I Kalium Jurnal Agritrop.

Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Bali. 26 (4), 2007 : 168-176.

Isniani, S. 2005. Kandungan Amonium dan Kalium Tanah dan Serapannya Serta Hasil Padi Akibat Perbedaan Pengelolaan Tanah yang Dipupuk Nitrogen dan Kalium Pada Tanah Sawah. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. 7, No.1, Hlm. 23-34.

Iqbal TEA. 2008. Kombinasi Pupuk Hayati dan Sumber Nutrisi dalam Memacu Serapan Hara, Pertumbuhan Serta Produktivitas Jagung (Zea mays L.) dan Padi (Oryza sativa L.). Tesis. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Johnston, A and R. Karamanos. 2005. Base Saturation and Basic Cation Saturation Ratios-how do they Fit in Northern Great Plains Soil Analysis?.

Potash and Phosphate Institute (PPI) and the Potash and Phosphate Institute of Canada (PPIC).

Kasniari, D.N. dan A. A. N. Supadma. 2007. Pengaruh Pemberian Beberapa Dosis Pupuk (N,P, K) dan Jenis Pupuk Alternatif terhadap Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) dan Kadar N,P, K Inceptisol Selemadeg Tabanan. Agritrop, 26 (4) : 168 – 176.

Kasno, A., D. Setyorini, dan Nurjaya. 2003. Status C-organik Lahan Sawah di Indonesia. Dalam Prosiding Himpunan Ilmu Tanah Indonesia, Universitas Andalas, Padang.

Krisnohadi, A. 2011. Analisis Pengembangan Lahan Gambut untuk Tanaman Kelapa Sawit Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika, 1: 1-7.

Lumbanraja P, Harahap Masrul E. 2015. Perbaikan Kapasitas Pegang Air dan Kapasitas Tukar Kation Tanah Berpasir dengan Aplikasi Pupuk Kandang pada Ultisol Simalingkar. Jurnal Pertanian Tropik. 2, No.1. (9) : 53- 67.

40 Lutfi, M.A. 2007. Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Pupuk Daun terhadap Kadar N dan K Total Daun Serta Produksi Tanaman Cabai Besar (Capsicum annum L.) pada Inceptisol Karang Ploso, Malang. Skripsi, Fakultas Pertanian Jurusan Tanah Program Studi Ilmu Tanah. Universitas Brawijaya.

Malang.

Makarim, A. K. dan E. Suhartatik. 2006. Budi Daya Padi dengan Masukan In Situ Menuju Perpadian Masa Depan. IPTEK Tanaman Pangan 1(1): 19-29.

Marliani, V. P. 2011. Analisis Kandungan Hara N dan P serta Klorofil Tebu Transgenik IPB 1 yang Ditanam di Kebun Percobaan Pg Djatiroto, Jawa Timur. Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Mindawati, N. A. Indrawan, I. Mansur, dan O. Rusdiana. 2010. Analisis Sifat-sifat Tanah di Bawah Tegakan Eucaliptus urograndis. Jurnal Tanaman Hutan.

3(1): 13-22.

Mukhlis, S dan H. Hanum. 2011. Kimia Tanah. Teori dan Aplikasi. USU Press.

Medan. 197-282 hal.

Musnamar. 2006. Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Padat. Bogor. Penebar Swadaya. 6-69 hal.

Ngo-Mbogba, M., Yemefack, M. dan B Nyeck. 2015. Assessing Soil Quality Under Different Land Cover Types Within Shifting Agriculture in South Cameroon. Soil and Tillage Research 150: 124-131.

Nugroho, Y. 2009. Analisis Sifat Fisik-Kimia dan Kesuburan Tanah pada Lokasi Rencana Hutan Tanaman Industri PT Prima Multibuana. Jurnal Hutan Tropis Borneo. 10 (27) : 222-229.

Nugroho, T. Oksana, dan E Aryanti. 2013. Analisis Sifat Kimia Tanah Gambut yang Dikonversi Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Kampar.

Jurnal Agroteknologi, 4 (1): 25-30.

Nugroho P, A . 2015 Dinamika Hara Kalium dan Pengelolaannya di Perkebunan Karet. 34 (2), 89-102.

Nursawia Latuamury. 2017. Pengaruh Dosis Pemberian Bekatul terhadap Perubahan Sifat Kimia Tanah Sawah di Dukuh Pranati Desa Srihardono Kecamatan Pundang Kabupaten Bantul. Jurnal “Median”. IX Nomor 2.

Pardosi, E., K. S. Jamilah dan Lubis. 2013. Kandungan Bahan Organik dan Beberapa Sifat Fisik Tanah Sawah pada Tanam Padi-Padi dan Padi Semangka. Jurnal online Agroteknologi. 1,No. 3 ISSN. 2337-6597.

41 Purwowidodo. 1998. Mengenal Tanah Hutan Penampang Tanah. Bogor Jurusan

Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan. IPB.

Pranata.A.S. 2004. Pupuk Organik Cair Aplikasi dan Manfaatnya. Agromedia Pustaka. Jakarta. 120 hal.

Sanchez., A. P. 1992, Sifat Pengelolaan Tanah Tropika. Penerjemah Johar T.

Jayadinata, Institut Teknologi Bandung, Bandung. 322-365 hal.

Saraswati, R., H. Edi. Dan C. B. G Rohani. 2006. Mikroorganisme Pelarut Fosfat, hal 141-158. dalam Simanungkalit, R.D.M., Suriadikata, D.A., Saraswati, R., Setyorini, D.,dan Hartatik,W. (edt). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian

Saridevi, 2013. Perbedaan Sifat Biologi Tanah pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan di Tanah Andisol, Inceptisol, dan Vertisol. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Vol. 2, No. 4.

Simanjuntak, R. 2006. Korelasi Beberapa Sifat Tanah dengan Produksi pada Tanaman Tembakau Deli Di PTPN II Sampali Kabupaten Deli Serdang.

Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.

Simanungkalit, R. D. M., Suriardikarta, D. A., Saraswati, R., Setyorini, D.,dan W Hartatik. 2006. Pupuk Organik Dan Pupuk Hayati. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian, Bogor. 1-10 hal.

Soewandita, H. 2008. Studi Kesuburan Tanah dan Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Tanaman Perkebunan di Kabupaten Bengkalis. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. 10 (2) : 128-133.

Soplanit, R dan S.H. Nukuhaly. 2012. Pengaruh Pengelolaan Hara NPK terhadap Ketersediaan N dan Hasil Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Desa Waelo Kecamatan Wapeao Kabupaten Buru. Vol.1, No. 1 : 81-90.

Supriyo, A. dan R. Sutanto. 1999. Pengelolaan Bahan Organik untuk Keberlanjutan Hasil Pola Tumpang Gilir Jagung-Kacang Tanah pada Tanah Kering Masam. Hlm 109-128. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Organik. Palembang.

Sutedjo, M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta. 90-160 hal.

Sudaryono, 2009. Tingkat Kesuburan Tanah Ultisol Pada Lahan Pertambang Batubara Sangatta, Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Lingkungan. 10(3).

337-346 hal.

42 Sulaeman, Suparto dan Eviati. 2005. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk. Bogor: Balai Penilitian Tanah dan Pengembangan Penelitian, Departemen Pertanian. 82-103 hal.

Suriadikarta., D. Ardi, dan R.D.M Simanungkalit. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Jawa Barat: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Hal 2. ISBN 978-979- 9474-57-5.

Sutedjo, M. M. 2008. Pupuk dan Pemupukan. Jakarta. Penerbit Rineka Cipta. 139 hal.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

216 hal.

Susanto, R. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta. Kanisius. 67 hal.

Tan, K.H. 1991. Dasar-Dasar Kimia Tanah. Diterjemahkan oleh D.H. Goenadi.

Gajah Mada University Press. Jogyakarta. 295 hal.

Tambunan, W.A. 2008. Kajian Sifat Fisika dan Kimia Tanah Hubungannya dengan Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis, Jacq) di Kebun Kwala Sawit PTPN II. Tesis. Medan. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.

Triharto, S. 2013. Survei dan Pemetaan Hara N, P, K, dan pH Pada Lahan Sawah Tadah Hujan di Desa Durian Kecamatan Pantai Labu . Skripsi, unpublished.

Universitas Sumatera Utara. Medan.

Triharto S., L. Musa, G. Sitanggang. 2014. Survei dan Pemetaan Unsur Hara N, P, K, dan pH Tanah Pada Lahan Sawah Tadah Hujan di Desa Durian Kecamatan Pantai Labu. Jurnal Online Agroekoteknologi . ISSN No. 2337- 6597.2, No.3 : 1195 - 1204 , Juni 2014.

Utami, S.N.H., dan S. Handayani. 2003. Sifat Kimia pada Estisol Sistim Pertanian Organik. Jurnal Ilmu Pertanian. 10(2):63-69.

Utaya, S. 2007. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Sifat Biofisik Tanah dan Kapasitas Infiltrasi di Kota Malang. Forum Geografi. 22(2): 99-112.

Waluyaningsih, S.R. 2008. Studi Analis Kualitas Tanah pada Beberapa Penggunaan Lahan dan Hubungannya dengan Tingkat Erosi di SubDAS Keduang. 62 Wonogiri. Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret. Tesis.14- 81 hal.

43 Wibowo NI., N. S. Alawiyah. 2014. Efektivitas Pupuk Hayati dalam Mensubstitusi Pupuk Kimia Sintetik terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Stroberi (Fragaria sp.). Jurnal Agroscience. 4(2): 140-144.

Yuwono, N.W. dan Rosmarkan. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius Yogyakarta. 129 hal.

44 Lampiran 1 : Dokumentasi Penelitian

AAS KjeltecCN

Multi meter Spectropometer

PFP7 Flame photometer

45 Lahan Sawah

Penentuan titik diagonal Pengukuran lahan

Pembersihan tanah dari Vegetasi Proses pengambilan tanah

Mengukur kedalaman tanah Tanah yang telah di cangkul

46

6 Sample tanah 1 kg tanah yang telah dikomposikan

47 Lahan Semak Belukar

Penentuan titik diagonal Pembersihan tanah dari vegetasi

Proses pengmbilan tanah Pengambilan tanah 1 kg/titik sampel

1 kg tanah yang telah dikomposikan

Dokumen terkait