1. Data
Saya akan melampirkan salah satu contoh masalah yang menyangkut peran Presiden sebagai Top Administrator. Berikut datanya :
Senin, 20 Oktober 2008
4 TAHUN PEMERINTAHAN SBY “APRESIASI DI TENGAH KRISIS.”
Krisis keuangan global yang bermula dari Amerika Serikat saat ini menjadi ujian bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang genap berusia empat tahun pada 20 Oktober ini. Langkah-langkah yang diambil presiden beserta jajaran tim ekonominya untuk menghindarkan Indonesia dari dampak krisis
berpengaruh terhadap citra pemerintahan
Hasilnya, kinerja di semua bidang pada periode triwulan saat ini dinilai lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Ketika usia pemerintahan menginjak 45 bulan pada Juli lalu, tantangan yang dihadapi pemerintah berpusat pada dua hal, yakni mengatasi dampak kenaikan harga-harga pangan dan bahan bakar (food and fuel). Pada saat itu citra pemerintahan, khususnya di bidang ekonomi, tidak serta merta memburuk karena kondisi serupa juga terjadi di tingkat global. Dengan
demikian, kebijakan yang idtempuh pemerintah, termasuk dengan menaikkan harga bahan bakar minyak, cukup dimaklumi oleh publik.
Bertambah tiga bulan usia pemerintahan, bertambah pula persoalan yang dihadapi perekonomian global dan domestic. Persoalan tambahan tersebut menyangkut 3F, yaitu food, fuel dan finance. Dampak dari ketiga persoalan ini menurut Presiden Bank Dunia Robert Zoellick, dalam pembukaan pertemuan tahunan Bank Dunia-IMF pada 9 Oktober 2008 di Washington, AS, akan menghantam masyarakat miskin terutama di banyak Negara berkembang., termasuk
Indonesia. Masyarakat miskin tidak hanya dapat jatuh ke jurang yang lebih dalam, tetapi juga membuat mereka tidak bisa keluar dari keadaannya.
Melalui jajak pendapat triwulan yang dilakukan Litbang Kompas untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan Presiden Yudhoyono pada 15-17 Oktober lalu , tampak bahwa citra pemerintahan Presiden Yudhoyono di masa krisis ini justru membaik. Jika pada usia 45 bulan citra baik pemerintahan hanya dinyatakan oleh 47,8 persen responden, kali ini meningkat menjadi 66,5 persen. Langkah Presiden dalam memimpin kabinetnya dianggap sudah baik. Sebagian besar responden atau 62,7 persen dari total 1.235 responden puas dengan kepemimpinan Presiden Yudhoyono.1
2. Analisa.
Presiden sebagai pemimpin sudah seharusnya bisa menjadi ‘solusi’ untuk setiap masalah yang terjadi di Negara yang ia pimpin. Setiap Presiden mempunyai cara dan strategi yang berbeda dalam menangani setiap masalah yang terjadi di sekitarnya. Dalam artikel diatas terlihat bahwasanya SBY mampu memciptakan kemajuan bagi perekonomian Indonesia dan membuat perubahan yang signifikan terhadap Bangsa Indonesia menjadi ke arah yang lebih baik.
Kemudian apabila kasus diatas dikaji berdasarkan wewenang, kewajiban dan hak Presiden yaitu memegang kekuasaan pemerintah menurut UUD . Setiap Presiden memiliki kekuasaan dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala Negara. Dalam masalah diatas SBY menggunakan kekuasaannya sebagai kepala Negara untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di sekitarnya sehingga ia dapat menciptakan perubahan yang signifikan terhadap bangsa Indonesia tentunya kea rah yang jauh
lebih baik.
Selain itu, jika di analisa berdasarkan Presiden sebagai Badan Eksekutif, Presiden memiliki wewenang sebagai kepala Negara dan sebagai pemimpin Bangsa. Ia berhak mengambil keputusan yang menurut ia dapat menimbulkan perubahan yang signifikan kepada suatu bangsa.
BAB IV
KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah saya uraikan pada bab sebelumnya beserta dengan contoh kasus yang saya paparkan diatas, dapat saya simpulkan bahwa peran presiden sebagai top administrator adalah sebagai penyelenggara pemerintahan
tertinggi di Indonesia. Selain itu presiden juga berperan sebagai kepala negara yang mewakilkan Indonesia di kalangan internasional. Fungsi dan wewenang dari presiden antara lain terdiri atas kekuasaan dalam lima bidang, yaitu administratif, legislatif,
Selama masa pemerintahannya, presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat membawa perubahan yang baik bagi kondisi Bangsa Indonesia terutama dalam kondisi keuangannya. Hal ini ditunjukkan pada saat terjadi krisis keuangan global yang bermula dari Amerika Serikat yang menjadi ujian bagi masa pemerintahan SBY, langkah-langkah yang diambil oleh SBY dan tim ekonominya untuk menghindarkan Indonesia dari dampak krisis ekonomi global menghasilkan kinerja di semua bidang pada periode triwulan ini menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.
Keberhasilan SBY ini mempengaruhi citra pemerintahan bangsa kita menjadi kearah yang lebih baik pula dibandingkan dengan yang sebelumnya. Sebagai presiden, SBY mampu bertindak selayaknya presiden dengan baik, ia
membuktikannya melalui keberhasilannya menghindarkan Indonesia dari dampak krisis ekonomi global yang sedang terjadi. Melalui hal itu pula kredibilitasnya sebagai presiden meningkat. Ia berhasil menunjukkan kepada masyarakat bahwasanya ia dapat membawa Indonesia ke perubahan yang lebih baik
dibandingkan dengan yang sebelumnya.
BAB V
SARAN
Setelah mengkaji mengenai definisi dan deskripsi mengenai presiden dan wakil presiden beserta lembaga-lembaga pembantunya yang mencakup fungsi, tugas, dan wewenangnya serta ditambah dengan satu contoh kasus yang menyangkut peran presiden sebagai top administrator dalam menyikapi dampak krisis global, penulis berasumsi bahwa presiden sebagai pemimpin Negara memang seharusnya dapat
pimpinnya. Dalam masalah diatas, SBY sudah membuktikan kepada bangsa Indonesia bahwasanya ia berhasil membawa Indonesia menuju perubahan yang lebih baik. Mungkin perubahan itu tidak dilakukan dan tidak kita dapatkan dalam waktu yang sebentar, namun sudah seharusnya kita berusaha terlebih dahulu jika ingin menuju kepada perubahan yang lebih baik.
Sebagai saran, kedepannya, untuk mendapatkan perubahan yang lebih baik lagi bukan hanya Presiden yang harus bertindak dan mengambil suatu keputusan agar dapat menghindarkan Negara kita dari masalah, namun sebagai warga Negara Indonesia kita juga harus dapat berpartisipasi di Negara kita apalagi jika sedang mengalami masalah. Kita tidak bisa selamanya tergantung kepada Presiden, maka dari itu kita harus mulai bisa hidup mandiri untuk menghadapi kenyataan-kenyataan yang ada dan yang akan terjadi di sekeliling kita. SBY memang telah berhasil membawa Indonesia menuju ke perubahan yang lebih baik, namun itu bukan berarti Indonesia sudah berada di batas ‘aman’. Krisis ekonomi adalah masalah yang sangat sering terjadi di dunia ini, dengan keberhasilan yang telah dicapai SBY ini lantas kita tidak bisa kangsung bersikap tenang-tenang saja. Namun kita harus tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang mungkin terjadi di sekeliling kita.