• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

1. Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan merupakan langkah awal yang dilakukan peneliti dalam penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis ICT mengacu kurikulum 2013. Analisis kebutuhan dilakukan berdasarkan langkah-langkah pengembangan media pembelajaran berbasis ICT yang telah dijabarkan pada bab III. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan cara melakukan wawancara. Wawancara dilakukan kepada guru kelas IV SD Negeri Kalasan 1 yaitu Ibu S.R pada hari Kamis, 09 Juli 2015 pukul 10.00 WIB. Wawancara ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan. Permasalahan tersebut terkait sejauh mana pemahaman guru mengenai media pembelajaran berbasis ICT mengacu kurikulum SD 2013. Hasil wawancara tersebut dijadikan acuan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis ICT yang akan dibuat sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV (empat) Sekolah Dasar.

a.Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Wawancara analisis kebutuhan yang dilakukan berpedoman pada 23 butir pertanyaan. Hasil wawancara tersebut akan dijelaskan pada setiap butir sebagai berikut.

102

Butir pertanyaan yang pertama yaitu tentang sejauh mana pemahaman guru terhadap pelaksanaan Kurikulum SD 2013. Guru memberikan jawaban bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 mampu mengembangkan kemampuan peserta didik karena pembelajaran dilakukan secara holistik (keseluruhan). Dengan demikian, peserta didik dapat mempelajari teorinya di sekolah dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengatakan bahwa apabila kurikulum 2013 diimplementasikan dengan baik maka hasilnya akan jauh lebih baik daripada kurikulum KTSP. Dalam menyusun perangkat pembelajaran, kemampuan guru sudah mencapai 80% dalam menyusun perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 namun belum ideal. Dalam hal ini, guru masih mengalami kendala dalam membuat penilaian dan silabus untuk kurikulum 2013.

Butir pertanyaan yang kedua yaitu tentang upaya guru dalam mengakomodasi aspek kognitif, keterampilan, dan sikap dalam proses pembelajaran. Guru menjawab bahwa beliau selalu berusaha untuk memberikan pelajaran secara utuh. Jadi ketiga aspek ini selalu diusahakan untuk diterapkan kepada anak-anak walaupun masih mengalami kendala. Kendalanya yaitu kemampuan guru dalam aspek keterampilan masih minim, fasilitas yang dimiliki sekolah juga belum semuanya tersedia. Dalam aspek keterampilan, guru dapat melakukannya sesuai dengan kemampuan guru dan siswa, walaupun belum sesuai

103

dengan apa yang diharapkan di dalam kurikulum. Guru tetap berusaha untuk menerapkan ketiga aspek tersebut.

Butir pertanyaan ketiga yaitu tentang tujuan pembelajaran yang dikembangkan dalam mengupayakan tercapainya pendidikan karakter. Guru memaparkan bahwa pendidikan karakter ini lebih diutamakan daripada pemahaman materi karena sesuai dengan latar belakang anak-anak. Anak-anak di SDN Kalasan 1 memiliki karakter yang berbeda-beda, apalagi letak sekolah ini bukan di kota dan bukan juga di desa. Dengan demikian, guru berusaha untuk selalu mengutamakan pendidikan karakter daripada pemahaman terhadap teori yang diberikan.

Butir pertanyaan keempat yaitu tentang pemahaman guru mengenai pendekatan tematik integratif dalam pembelajaran. Guru memaparkan bahwa pendekatan tematik integratif adalah pembelajaran yang saling terkait, di mana di dalam mengajar semua muatan pelajaran tidak boleh terpisah (saling terkait) di dalam satu tema. Kendala dalam pendekatan tematik integratif ini terletak pada siswa. Siswa sulit untuk beradaptasi dengan kurikulum 2013. Siswa belum terbiasa untuk belajar secara holistik namun jika kurikulum ini diterapkan sejak kelas I sampai kelas VI maka siswa akan semakin terbiasa untuk belajar secara holistik. Butir pertanyaan kelima yaitu tentang pemahaman guru terkait penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Guru memberikan jawaban bahwa pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan lima tahapan pembelajaran yaitu mengamati,

104

menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Dalam hal ini, siswa ditekankan untuk dapat menemukan pengetahuan sendiri (tidak tergantung pada guru). Namun kendalanya adalah tidak semua siswa dapat menerima apa yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu, guru harus pintar-pintar dalam memilih metode dan media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran.

Butir pertanyaan keenam yaitu pemahaman guru terkait penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Guru memberi jawaban bahwa media ini sangat penting digunakan saat proses pembelajaran berlangsung karena media ini merupakan alat bantu untuk mentrasfer pengetahuan kepada siswa sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran. Namun guru masih mengalami kendala dalam membuat media ini terutama kendala waktu pembuatannya. Selain itu, fasilitas sekolah masih terbatas sehingga guru menggunakan media pembelajaran sesuai dengan kemampuan.

Butir pertanyaan ketujuh yaitu pernahkah guru menggunakan media selama proses pembelajaran berlangsung. Guru memberi jawaban bahwa pernah digunakan, karena tanpa media sama saja kurikulum ini kembali ke KTSP. Selain itu, di dalam kurikulum KTSP guru hanya menceritakan pengetahuan saja tanpa menggunakan media.

Butir pertanyaan kedelapan yaitu terkait keseringan guru dalam menggunakan media selama proses pembelajaran. Guru memberi jawaban bahwa setiap pembelajaran berlangsunng pasti menggunakan

105

media pembelajaran walaupun hanya sekedar mengambil gambar dari internet yang berkaitan dengan materi. Namun jika media itu bisa disiapkan oleh siswa sendiri, maka guru meminta siswa untuk menyiapkan media pembelajaran. Jadi antara guru dan siswa harus ada kerja sama dalam menyiapkan media tersebut.

Butir pertanyaan kesembilan yaitu tentang sejauh mana pemahaman guru terkait media pembelajaran berbasis ICT. Guru memberi jawaban bahwa media pemelajaran ICT yaitu media yang menggunakan komputer. Guru mengalami kendala dalam membuat media pembelajaran berbasis ICT karena kemampuan guru dalam membuat media ini masih minim. Jadi media yang pernah dipakai sebelumnya yaitu sekedar gambar video dari internet, movie maker.

Butir pertanyaan kesepuluh yaitu pernahkah guru menggunakan media berbasis ICT dalam proses pembelajaran. Guru memberi jawaban bahwa pernah yaitu menggunakan powerpoint, gambar, lektora. Jadi guru menggunakan media ini seadanya saja.

Butir pertanyaan kesebelas yaitu tentang apa sajakah media pembelajaran berbasis ICT yang telah diketahui oleh guru. Guru memberi jawaban bahwa media yang telah diketahui oleh guru-guru antara lain: powerpoint, movie maker, lektora, gambar, dan video yang berkaitan dengan materi.

Butir pertanyaan kedua belas yaitu tentang jenis media pembelajaran berbasis ICT yang sering atau pernah digunakan oleh guru.

106

Guru memberi jawaban bahwa media yang pernah digunakan yaitu

powerpoint, movie maker, dan lektora.

Butir pertanyaan ketiga belas yaitu apakah guru ingin mengetahui jenis media pembelajaran berbasis ICT lainnya. Guru memberi jawaban bahwa ingi mengetahui lebih dalam lagi terkait media pembelajaran berbasis ICT karena kemampuan guru-guru dalam menguasai media ini masih kurang.

Butir pertannyaan keempat belas yaitu terkait fasilitas sekolah yang mendukung dalam penggunaan media pembelajaran berbasis ICT. Guru memaparkan bahwa sebenarnya fasilitas untuk guru-guru telah ada namun ada beberapa kelas yang belum memasang LCD secara otomatis.

Butir pertanyaan kelima belas yaitu apakah guru pernah membuat media pembelajaran berbasis ICT secara mandiri. Guru memberi jawaban bahwa pernah yaitu membuat lektora, namun secara berkelompok belum.

Butir pertanyaan keenam belas yaitu terkait kesulitan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis ICT. Guru memberi jawaban bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam membuat media pembelajaran berbsis ICT karena pemahaman guru terkait media pembelajaran ICT ini masih sangat minim.

Butir pertanyaan ketujuh belas yaitu terkait kesulitan dalam penggunaan media pembelajaran berbasis ICT di kelas. Guru memberi jawaban bahwa apabila medianya sudah ada, guru tidak mengalami

107

kesulitan lagi dalam menggunakannya karena fasilitas yang dimiliki sekolah mendukung.

Butir pertanyaan kedelapan belas yaitu apakah media pembelajaran berbasis ICT yang digunakan atau dibuat oleh guru sudah sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Guru memberikan jawaban bahwa sudah sesuai tuntutan kurikulum 2013, namun belum optimal. Jadi guru tetap menggunakan media saat pembelajaran karena media ini merupakan alat tranportasi dalam menyampaikan materi kepada siswa.

Butir pertanyaan kesembilan belas yaitu terkait antusias belajar siswa dalam menggunakan media pembelajaran berbasis ICT. Guru memberi jawaban bahwa seiring dengan perkembangan teknologi zaman sekarang, anak-anak sangat tertarik terhadap media pembelajaran yang berbasis teknologi.

Butir pertanyaan kedua puluh yaitu apakah media pembelajaran berbasis ICT membantu guru dalam proses pembelajaran. Guru memberi jawaban bahwa media pembelajaran ini sangat membantu guru saat pembelajaran berlangsung karena memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran.

Butir pertanyaan kedua puluh satu yaitu apakah media pembelajaran berbasis ICT yang digunakan oleh guru sudah mengakomodasi 5M dalam pendekatan saintifik. Guru memaparkan bahwa sudah terakomodasi karena rasa ingin tahu siswa dalam menggunakan media pembelajaran berbasis ICT sangat tinggi. Siswa

108

sangat tertarik dengan media pembelajaran yang berbasis teknologi sehingga partisipasi siswa semakin meningkat.

Butir pertanyaan kedua puluh dua yaitu terkait saran guru dalam pengembangan media pembelajaran berbasis ICT. Guru memberikan jawaban bahwa dalam membuat media pembelajaran berbasis ICT ini, harus disesuaikan dengan tema dan subtema yang digunakan.

Butir pertanyaan kedua puluh tiga yaitu terkait keinginan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT untuk membantu siswa selama proses belajar. Guru memberikan jawaban bahwa dengan adanya media ini, siswa dengan mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Guru berharap agar media yang dibuat itu dapat membantu siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan.

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dijabarkan di atas, peneliti menarik kesimpulan bahwa pemahaman guru terkait kurikulum 2013 sudah cukup baik dan hampir 80% sudah dapat melaksanakan pembelajaran dengan mengacu kurikulum 2013. Guru masih mengalami kesulitan dalam membuat penilaian otentik dan menyusun silabus. Kemudian untuk pemahaman terkait media pembelajaran berbasis ICT tergolong masih sangat minim. Guru masih mengalami kesulitan dalam membuat media berbasis ICT. Terkait dengan fasilitas yang mendukung dalam pembuatan media pembelajaran berbasis ICT, tergolong sudah cukup memadai. Guru belum merasa puas dengan contoh media yang sudah pernah dibuat sebelumnya. Guru juga belum menemukan contoh

109

media pembelajaran berbasis ICT yang lebih bagus dari apa yang sudah dibuat sebelumnya. Guru mengharapkan agar peneliti dapat memberi inspirasi terkait pembuatan media pembelajaran berbasis ICT yang mengacu kurikulum 2013. Harapannya agar media yang akan dibuat dapat menarik minat belajar siswa dan mampu membangkitkan antusias siswa dalam proses belajar mengajar.

Dokumen terkait