• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ayat Al- Al-Qur'an

METODE PENELITIAN A. Model Penelitian dan Pengembangan

H. Teknik Analisis Data

4. Analisis Keefektifan Perangkat Pembelajaran

kepraktisan perangkat pembelajaran, terdapat empat kriteria penilaian umum perangkat pembelajaran dengan kode nilai sebagai berikut:

Tabel 3.8

Kriteria Penilaian Kepraktisan Perangkat Pembelajaran

Kode Nilai Keterangan

A Dapat digunakan tanpa revisi B Dapat digunakan dengan sedikit revisi C Dapat digunakan dengan banyak revisi

D Tidak dapat digunakan

Perangkat pembelajaran bisa dikatakan praktis jika ahli dan praktisi (pengguna/guru) menyatakan bahwa perangkat pembelajaran tersebut dapat digunakan dilapangan dengan sedikit revisi atau tanpa revisi.

4. Analisis Keefektifan Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini dapat dikatakan efektif apabila telah memenuhi semua indikatornya, adapun indikatornya yaitu: a) aktivitas siswa, b) keterlaksanaan sintaks pembelajaran, dan c) respon siswa.

a. Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa

Hasil analisis penilaian terhadap lembar observasi aktivitas siswa diperoleh dari deskripsi hasil pengamatan aktivitas siswa. Data ini merupakan deskripsi aktivitas siswa dari hasil pengamatan mengenai pelaksanaan proses pembelajaran dalam uji coba di lapangan. Rumus yang digunakan untuk mencari presentase aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah:10

Aktivitas siswa = ˟ 100%

Selanjutnya peneliti memperhatikan besarnya persentase aktivitas siswa dalam tiap kategori untuk menentukan aktivitas siswa yang paling dominan yaitu persentase dari aktivitas siswa dikatakan efektif jika persentase dari setiap aktivitas siswa yang dikategorikan aktif lebih besar daripada aktivitas siswa yang dikategorikan pasif,

dengan cara menjumlahkan persentase setiap kegiatan, dengan rumus:11

Tp = ∑

Keterangan:

Tp : Total persentase tiap kategori Pi : Persentase aktivitas siswa ke-i

Aktivitas siswa dikatakan efektif yaitu jika persentase dari setiap aktivitas siswa yang dikategorikan aktif lebih besar dari pada aktivitas siswa yang dikategorikan pasif.

b. Analisis Data Pengamatan Keterlaksanaan Sintaks Pembelajaran

Keterlaksanaan langkah-langkah kegiatan pembelajaran akan diamati oleh pengamat yang sudah dilatih sehingga dapat mengoperasikan lembar pengamatan keterlaksanaan sintaks pembelajaran. Penyajian keterlaksanan dalam bentuk pilihan, yaitu: 1) tidak dilakukan sama sekali (tidak baik); 2) Dilakukan, tetapi tidak tepat dan sistematis (kurang baik); 3) Dilakukan tepat, tetapi tidak sistematis (baik); 4) Dilakukan tepat dan sistematis (sangat baik).

Menganalisis kemampuan guru dalam melaksanakan sintaks pembelajaran, dilakukan dengan beberapa kegiatan berikut:

1) Melakukan rekapitulasi data keterlaksanaan sintaks ke dalam Tabelberikut:

Tabel 3.9

Pengolahan Data Keterlaksanaan Sintaks Pembelajaran No Aspek yang diamati Total Skor Rata-rata Skor per Kegiatan ( ) Rata-rata Skor Setiap Aspek ( )

Rata-rata Total Penilaian

2) Mencari total skor observer 3) Mencari rata-rata skor per kegiatan

= Keterangan:

: rata-rata skor kegiatan ke-i

: skor dari validator ke-j terhadap kegiatan ke-i

: banyaknya observer

4) Mencari rata-rata skor tiap aspek = Keterangan:

: rata-rata skor setiap aspek ke-i : rata-rata skor kegiatan ke-j

terhadap aspek ke-i

: banyaknya observer

5) Mencari rata-rata total penilaian

RT =

Keterangan:

: rata-rata total penilaian : rata-rata kegiatan ke-i

: banyaknya kegiatan

6) Hasil rata-rata penilaian kemudian dicocokkan dengan interval penilaian berikut:12

Tabel 3.10

Kriteria Penilaian Keterlaksanaan Sintaks Pembelajaran Kategori Keterangan 1 ≤ RT < 2 Tidak Baik 2 ≤ RT < 3 Kurang Baik 3 ≤ RT < 4 Baik RT = 4 Sangat Baik

Seorang guru bisa dikatakan mampu melaksanakan sintaks dengan efektif jika rata-rata hasil pengamatan/observasi masuk dalam kategori baik atau sangat baik.13

c. Analisis Data Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Data yang diperoleh berdasarkan angket tentang respons siswa terhadap perangkat pembelajaran dan kegiatan pembelajaran dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, yaitu menghitung persentase tentang pernyataan yang diberikan.

Angket respons siswa digunakan untuk mengukur pendapat siswa terhadap perangkat baru, dan kemudahan memahami komponen-komponen: materi/isi pelajaran, dan tujuan pembelajaran, LKPD, suasana belajar, dan cara guru mengajar serta minat penggunaan, kejelasan penjelasan dan bimbingan guru.

Pada angket respon siswa terhadap pembelajaran yang telah diberikan terdapat beberapa pilihan yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), cukup setuju (CS), tidak setuju (TS). Setiap pilihan yang diberikan memiliki nilai seperti yang sudah tertera dalam Tabel 3.11 di bawah ini:

Tabel 3.11

Skor Setiap Pilihan pada Angket Respon Siswa

Pilihan Skor

Sangat Setuju (SS) 4

Setuju (S) 3

Cukup Setuju (CS) 2

Tidak Setuju (TS) 1

Persentase total skor dapat dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini:

Persentase total skor = × 100%

Sementara itu, rata-rata persentase respon siswa dapat dihitung dengan mencari rata-rata persentase respon siswa terhadap pembelajaran dan respon siswa terhadap LKPD, dengan menggunakan rumus seperti di bawah ini:

Rata-rata persentase respon siswa = × 100%

Keterangan:

n : banyaknya butir pernyataan

Setelah memperoleh rata-rata persentase respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran serta respon siswa terhadap LKPD, maka akan diperoleh rata-rata dari keduanya. Reaksi siswa dikatakan positif jika 70% atau lebih siswa merespon dalam kategori positif (senang, berminat,dan tertarik).14

d. Analisis Data Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Setelah menerapkan pembelajaran matematika bernuansa islami dengan menggunakn strategi REACT, kita bisa melihat hasil kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan tes tulis kemampuan komunikasi matematika, tes kemampuan komunikasi matematis ini diberikan setelah berakhirnya proses pembelajaran. Penilaian tersebut dapat diperoleh berdasarkan penilaian tiap indikator kemampuan komunikasi matematis yang telah dijelaskan dalam kajian teori.

Berikut adalah beberapa cara untuk menganalisis data hasil kemampuan komunikasi matematis siswa, diantaranya15: 1. Melakukan penskoran terhadap hasil tes tulis komunikasi

matematis siswa. penskoran yang diberikan untuk setiap indikator kemampuan komunikasi matematis siswa dengan skala, yaitu: 1 (Rendah), 2 (Sedang), 3 (Tinggi), 4 (Sangat Tinggi).

2. Menghitung rata-rata skor tiap nomor dan menghitung skor setiap siswa.

3. Rata-rata hasil penskoran kemampuan komunikasi matematis setiap siswa kemudian dikelompokkan berdasarkan dengan kriteria pengelompokan kemampuan komunikasi matematis siswa, yang sudah dipaparkan dalam Tabel dibawah ini:

Tabel 3.12

Kriteria pengelompokan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa

Total Skor Keterangan

K = 4 Sangat Tinggi

3 ≤ K < 4 Tinggi

2 ≤ K < 3 Sedang

1 ≤ K < 2 Rendah

Keterangan:

K: skor hasil tes kemampuan komunikasi matematis siswa 4. Membuat kesimpulan dari hasil kemampuan komunikasi

matematis siswa dengan menghitung jumlah siswa serta persentase dari masing-masing kriteria.

Persentase hasil tes =

x 100%

15 Naila Q. A’yun, skripsi: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Kooperatif Tipe Bamboo Dancing Berbasisi Keunggulan Lokal Banyuwangi untuk Melatihkan life Skill Siswa. (Surabaya: UINSA, 2018), 46.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Dokumen terkait