• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

E. Teknik Analisis Data

3. Analisis Keefektifan

Efektivitas media dilakukan untuk mengukur seberapa besar pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan dengan

menggunakan media yang dikembangkan. Media dikatakan efektif apabila hasil posttest kelas eksperimen dibandingkan dengan hasil posttest kelas kontrol dan diperoleh bahwa hasil

posttest kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, serta

hasil belajar peserta didik kelas eksperimen berupa peningkatan hasil posttest terhadap hasil pretest berada dalam minimal kategori sedang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Analisis Data Tahap Awal

Analisis data tahap awal dilakukan untuk mengetahui apakah data yang akan digunakan untuk penelitian berangkat dari kondisi awal yang sama atau tidak.

1) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data skor hasil belajar kelas populasi berdistribusi normal atau tidak. Rumus yang digunakan adalah

Chi-Kuadrat (πœ’2). Hipotesis yang digunakan untuk uji normalitas:

H0 : data berdistribusi normal H1 : data tidak berdistribusi normal.

Langkah-langkah uji normalitas adalah sebagai berikut (Sudjana, 2005: 277 dan Sugiono, 2014: 80-82). a) Menyusun data dan menentukan rentang dengan

cara data terbesar dikurangi data terkecil. b) Menentukan banyaknya kelas interval (π‘˜)

π‘˜ = 1 + 3,3 log 𝑛

c) Menentukan panjang kelas interval (𝑃)

𝑃 = π‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘”

π‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  π‘–π‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘£π‘Žπ‘™

d) Membuat tabulasi data kedalam interval kelas e) Menghitung rata-rata dan simpangan baku

π‘₯Μ… = βˆ‘ π‘₯𝑖

βˆ‘ 𝑓𝑖 dan 𝑆 = βˆšπ‘› βˆ‘ π‘₯𝑖2 βˆ’ (βˆ‘ π‘₯𝑖)2

𝑛(π‘›βˆ’1)

f) Menghitung nilai 𝑧𝑖 dari setiap batas dengan rumus: 𝑧𝑖 = π‘₯π‘–βˆ’π‘₯Μ…

𝑆 untuk 𝑖 = 1, 2, … … 𝑛

g) Mengubah harga 𝑧 menjadi luas daerah kurva normal dengan menggunakan tabel

h) Menghitung frekuensi harapan berdasarkan kurva dengan: Chi Kuadrat (πœ’2) πœ’2 = βˆ‘(π‘‚π‘–βˆ’ 𝐸𝑖) 2 𝐸𝑖 π‘˜ 𝑖=1 Keterangan : πœ’2 = Chi Kuadrat

Oi = frekuensi yang diperoleh dari data penelitian Ei = frekuensi yang diharapkan

π‘˜ = banyaknya kelas interval

i) Membandingkan harga Chi-Kuadrat dengan tabel

Menarik kesimpulan, jika 2 hitung



< πœ’2

π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka H0 diterima artinya data populasi berdistribusi normal. Jika 2

hitung



< πœ’2

π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka H0 ditolak artinya populasi tidak berdistribusi normal dengan taraf signifikan 5% dan dk = k-1.

2) Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan dengan menyelidiki apakah populasi memiliki varians yang sama atau tidak. Hipotesis yang digunakan dalam uji ini adalah sebagai berikut:

H0 : 𝜎12= 𝜎22= 𝜎32= 𝜎42= 𝜎52= 𝜎62= 𝜎72= 𝜎82= 𝜎92= 𝜎102= 𝜎112, artinya populasi mempunyai varians yang sama

H1 : paling sedikit salah satu varians tidak sama

Berdasarkan sampel acak yang masing-masing secara independen diambil dari populasi tersebut, jika sampel pertama berukuran

n

1 dengan varians 2

1

s

, sampel kedua berukuran

n

2 dengan varians 2

2

s

, sedangkan sampel ketiga berukuran

n

3dengan varians

2 3

s

dan seterusnya maka untuk menguji homogenitas itu digunakan uji Bartlett.

Langkah-langkah uji homogenitas dengan uji

Bartlett, antara lain sebagai berikut (Sudjana,2005:

262-263).

a) Membuat tabel uji Bartlett

b) Menentukan varians gabungan dan semua sampel 2 2 ( 1) ( 1) i i i n s s n ο€­ ο€½ ο€­

οƒ₯

οƒ₯

c) Menentukan harga satuan B 2 (log ). ( i 1) Bο€½ s

οƒ₯

n ο€­ d) Menentukan statistika



2 2 2 (ln10).{B (ni 1) logsi}



ο€½ ο€­

οƒ₯

ο€­ Keterangan: s2 = varians gabungan B = harga satuan B 2



= chi kuadrat

ni = jumlah siswa kelas ke i si2 = varians ke-i

e) Membandingkan



2hitung dengan



2tabel. Dengan derajat kebebasan dk=k-1 dan taraf signifikansi Ξ±= 5% maka kriteria pengujiannya adalah jika πœ’2

β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘”< πœ’2

π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka

H

0 diterima, dan dalam hal lainnya

H

0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan

populasi memiliki varians yang sama. 3) Uji Kesamaan Rata-rata

Uji kesamaan rata-rata pada tahap awal digunakan untuk menguji apakah ada kesamaan rata-rata antar populasi. Data yang digunakan adalah nilai pretest yang telah di uji normalitas dan homogenitas, maka selanjutnya dilakukan uji tahap awal yaitu menggunakan anova satu arah dengan uji hipotesis sebagai berikut:

H0 : πœ‡1= πœ‡2 = πœ‡3= πœ‡4 = πœ‡5= πœ‡6= πœ‡7= πœ‡8 = πœ‡9= πœ‡10= πœ‡11, populasi mempunyai rata-rata yang identik

H1 : salah satu πœ‡ tidak sama. Artinya ada anggota populasi yang mempunyai rata-rata tidak identik Langkah-langkah uji kesamaan rata-rata adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2014: 171).

a) Mencari jumlah kuadrat total

(JK

tot

)

dengan rumus : 2 2

(

tot

)

tot tot

X

JK X

N

ο€½

οƒ₯

ο€­

οƒ₯

π‘‹π‘‘π‘œπ‘‘= π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘ 

b) Mencari jumlah kuadrat antara

(JK

ant

)

dengan rumus :

2 2 ( ) ( ) ( k ) tot ant k X X JK n N ο€½

οƒ₯ οƒ₯

ο€­

οƒ₯

Keterangan : βˆ‘ π‘‹π‘˜ = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  π‘˜π‘’ βˆ’ π‘˜ π‘›π‘˜= π‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  π‘˜π‘’ βˆ’ π‘˜

c) Mencari JK dalam kelompok

(JK

dalam

)

dalam tot ant

JK ο€½JK ο€­JK

d) Mencari rata-rata (mean) kuadrat antar kelompok

(MK

antar

)

1

ant antar

JK

MK

m

ο€½

ο€­

Keterangan : π‘š = π‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘ 

e) Mencari mean kuadrat dalam kelompok

(MK

dalam

)

dalam dalam

JK

MK

N m

ο€½

ο€­

Keterangan : 𝑁 = π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž π‘ π‘’π‘™π‘’π‘Ÿπ‘’β„Ž π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘  f) Mencari

F

hitung dengan rumus :

ant hitung dalam

MK

F

MK

ο€½

g) Membandingkan harga

F

hitung dengan

F

tabel dengan dk pembilang (m-1) dan dk penyebut

(N-m)

Apabila πΉβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘”< πΉπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ dengan taraf signifikasi 5% maka H0 diterima. Artinya, populasi memiliki rata-rata yang identik. b. Analisis Data Tahap Akhir

1) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data skor hasil belajar pada kelas eksperimen dengan perlakuan penggunaan media Algebra Operation Board dan skor hasil belajar pada kelas kontrol yang tidak menggunakan media berdistribusi normal atau tidak. Langkah-langkah pengujian normalitas sama dengan langkah-langkah uji normalitas pada analisis data tahap awal. Jika πœ’β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘”2 < πœ’π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™2 maka 𝐻0 diterima artinya data skor hasil belajar pada kelas eksperimen perlakuan penggunaan media Algebra Operation Board dan skor hasil belajar pada kelas kontrol yang tidak menggunakan media berdistribusi normal. Jika πœ’β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘”2 β‰₯ πœ’π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™2 maka 𝐻0 ditolak artinya data sebelum dan sesudah perlakuan tidak berdistribusi normal dengan taraf signifikan 5% dan dk = k-1 (Sudjana, 2005: 277 dan Sugiono, 2010: 80-82). 2) Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk memeriksa data skor hasil belajar pada kelas eksperimen perlakuan penggunaan media Algebra Operation Board dan skor hasil belajar pada kelas kontrol yang tidak menggunakan media memiliki varians yang sama atau tidak. Langkah-langkah uji homogenitas adalah sebagai berikut (Sudjana, 2005: 249-250).

a) Menentukan hipotesis. Hipotesis yang digunakan dalam uji ini adalah sebagai berikut:

H0 : 𝜎12= 𝜎22, kedua data mempunyai varians yang sama

H1 : 𝜎12β‰  𝜎22, artinya kedua data mempunyai varians tidak sama

Keterangan :

Οƒ12 = Varians untuk sebelum perlakuan 𝜎22 = Varians untuk sesudah perlakuan

b) Menentukan statistik yang digunakan dengan rumus : Fhitung = π‘‰π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘›π‘  π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘’π‘ π‘Žπ‘Ÿ

π‘‰π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘›π‘  π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘π‘–π‘™ c) Menentukan taraf signifikasi (𝛼)

Dengan taraf signifikan 5%, derajat kebebasan (dk) pembilang dk = 𝑛1βˆ’ 1, derajat kebebasan (dk) penyebut dk = 𝑛2βˆ’ 1. Dengan demikian dapat ditentukan πΉπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™= 𝐹(1

2𝛼)(𝑣1,𝑣2) d) Menentukan kriteria pengujian

Jika Fhitung<Ftabel. maka H0 diterima, berarti kedua data tersebut mempunyai varians yang sama atau dapat dikatakan homogen, dengan taraf signifikan 5%, derajat kebebasan (dk) pembilang dk = 𝑛1βˆ’ 1, derajat kebebasan (dk) penyebut dk = 𝑛2βˆ’ 1 . 3) Analisis Uji Perbedaan Rata-Rata

Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan menggunakan media Algebra

Operation Board lebih baik dari kelas kontrol.

Data yang digunakan adalah nilai posttest yang telah diuji normalitas dan homogenitas, maka selanjutnya dilakukan uji tahap akhir yaitu uji hipotesis yang menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan (Independent Sample t-test). Hipotesis yang digunakan sebagai berikut (Sudjana, 2005: 239).

𝐻0∢ πœ‡1 ≀ πœ‡2, artinya rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan media pembelajaran Algebra

Operation Board kurang dari atau sama dengan yang

menggunakan pembelajaran konvensional.

𝐻1∢ πœ‡1> πœ‡2, artinya rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan media pembelajaran Algebra

Operation Board lebih besar daripada yang

menggunakan pembelajaran konvensional. Keterangan :

πœ‡1= rata-rata kelas eksperimen πœ‡2= rata-rata kelas kontrol

Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.

2 2 1 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 ( 1) ( 1) dimana 2 1 1 s n s n s X X t S n n n n ο€­  ο€­ ο€­ ο€½ ο€½  ο€­  Keterangan : 1

X : Nilai rata-rata dari kelompok eksperimen

2

X : Nilai rata-rata kelompok kontrol 2

1

s

: Varians dari kelompok eksperimen 2

2

s

: Varians dari kelompok kontrol

S : Standar Deviasi

1

n

: Jumlah subyek dari kelompok eksperimen

2

n

: Jumlah subyek dari kelompok eksperimen

s : Standar deviasi gabungan data eksperimen dan kontrol

Dengan kriteria pengujian yaitu thitung dibandingkan dengan π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ dengan taraf signifikan 𝛼 = 5%, π‘‘π‘˜ = 𝑛1+ 𝑛2βˆ’ 2.

Jika π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘”β‰€ π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka 𝐻0 diterima dan 𝐻1 ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan

antara pembelajaran menggunakan media pembelajaran

Algebra Operation Board dengan pembelajaran

konvensional. Sebaliknya, jika π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘”> π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka menerima 𝐻1, artinya rata-rata hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran

Algebra Operation Board lebih baik dari rata-rata hasil

belajar masalah kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional.

4) Uji Gain

Uji gain dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran. Data yang dianalisis melalui hasil pretest dan posttest kelas eksperimen. Rumus yang digunakan (Hake, 1998: 65):

π‘π‘œπ‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘™π‘–π‘§π‘’π‘‘ πΊπ‘Žπ‘–π‘› (𝑔) =(%π‘ƒπ‘œπ‘ π‘‘) βˆ’ (%π‘π‘Ÿπ‘’) 100% βˆ’ (%π‘π‘Ÿπ‘’)

Kategori perolehan skor 𝑁 βˆ’ πΊπ‘Žπ‘–π‘› dapat dilihat berikut ini:

Tabel 3.4 Kriteria Perolehan skor 𝑁 βˆ’ πΊπ‘Žπ‘–π‘› Batasan Kriteria

𝑔 β‰₯ 0,70 Tinggi

0,30 < 𝑔 < 0,70 Sedang

66

BAB IV

Dokumen terkait