BAB VI HASIL PERANCANGAN
Diagram 2.7 Analisis kegiatan staff administrasi
2.4.3 Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang
Fungsi yang paling utama pada ini adalah : Tempat perkuliahan atau kelas yang memadai dan bisa menampung banyaknya mahasiswa/I yang ada.
Gedung perkuliahan
Laboraturim
Ruang seminar
33
Kriteria Ruang yang ada adalah:
Adanya pengguna
Adanya fasilitas umum 2.5 Studi Banding Proyek Sejenis
2.5.1 Thapar University Lokasi: Patiala, India
Gambar II.3 Thapar University
Lembaga ini didirikan pada tahun 1956 dan diberikan status dari Universitas Penghitungan tahun 1985 oleh University Grants Commission. Universitas Thapar adalah salah satu dari tiga organisasi yang terletak di 250 hektar kampus, yang dikenal sebagai Thapar Teknologi Campus (TTC), di kota bersejarah Patiala. Universitas ini telah secara konsisten memiliki peringkat di antara 20 Teknik Colleges di India . Universitas ini juga terkenal untuk kemenangan dalam forum internasional seperti NASA Program Penyelesaian Ruang dan Masyarakat Otomotif Engineers (SAE) Formula Student, Eropa. Ini adalah salah satu perguruan tinggi tertua yang menyediakan gelar insinyur.
34
Teknik Mesin di Thapar University juga menjanjikan kerjaan yang layak. Adapun infrastruktur dan fasilitas yang di miliki, sebagai berikut:
Lab Otomasi
Lab Komputasi
Lab Cairan Mesin
Lab Mesin dan Otomotif
Lab Alat Mesin
Lab Mekatronika
Lab Pendingin AC
Lab Dinamika Mesin
Lab Uap Rekayasa
Lab Pengujian Pasir
Lab Kebisingan
2.5.2 Teknik Mesin Universitas Diponegoro
Lokasi: Jl. Prof. Sudharto, SH. Tembalang, Semarang
Gambar II.4 Teknik Mesin Universitas Diponegoro
35
Gambar II.5 Entrance Teknik Mesin Universitas Diponegoro
Teknik Mesin UNDIP berdiri pada bulan Juni 1983.Teknik mesin UNDIP ini berAkreditasi A. peringkat akreditasi A dipertahankan untuk tahun 2009 ini. Sekarang ini Jurusan Mesin memiliki 35 dosen dengan komposisi 12 dosen bergelar Doktor, 21 bergelar S-2 (8 calon doktor), serta 1 dosen bergelar (S1). Disamping tetap dipertahankannya akreditasi A di Jurusan Mesin, mata kuliah dalam kurikulum yang diajarkan juga telah diakui setara dengan kurikulum internasional. Hal ini dibuktikan dengan adanya program pertukaran mahasiswa dari Universitas Nasional Pukyong Korea Selatan yang mengikuti kuliah di Jurusan Mesin UNDIP.
Adapun fasilitas yang ada di Teknik Mesin UNDIP, yaitu:
Gedung Perkuliahan Perpustakaan Laboraturium Musholla Kantin Sport Parkir
36
BAB III
ELABORASI TEMA
“Bahan-bahan yang sederhana justru lebih mampu mencerminkan refleksi keindahan puisinya,karena lebih bersih dari godaan maupun kepongahan.”
(Y.B.Mangunwijaya)
3.1 Pengertian Tema
Pengertian Arsitektur Bioklimatik dapat diketahui dengan mengerti arti masing- masing kata.
a. Arsitektur
Berdasarkan kamus, kata arsitektur (architecture), berarti seni dan ilmu membangun bangunan. Banyak definisi-definisiarsitektur yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya:
“Arsitektur adalah segala macam pembangunan yang secara sengaja dilakukan untuk mengubah lingkungan fisik dan menyesuaikannya dengan skema-skema tata cara tertentu lebih menekankan pada unsur sosial budaya (Amos Rapoport).”
Sedangkan menurut Cornelis Van De Ven,
“Arsitektur berarti menciptakan ruang dengan cara yang benar-benar direncanakan dan dipikirkan. Pembaharuan arsitektur yang berlangsung terus menerus sebenarnya berakar dari pembaharuan konsep-konsep ruang.”
37
b. Bioklimatik
Bioklimatik berasal dari bahasa asing bioclimatology. Menurut Yeang Kenneth,“ Bioclimatology is the study of the relationship between climate and life, particulary the effect of climate on the health of activity of
living things.”
Bioklimatik adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara iklim dan kehidupan, terutama efek dari iklim pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Bangunan Bioklimatik adalah bangunan yang bentuknya disusun oleh desain penggunaan teknik hemat energi yang berhubungan dengan iklim setempat dan data meteorologi, hasilnya adalah bangunan yang berinteraksi dengan lingkungan, dalam penjelmaan dan operasinya serta penampilan berkualitas tinggi. (Yeang Kenneth tahun 1996).
Maka berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa Arsitektur Bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungannya dalam kaitan iklim daerah tersebut.
3.2 Pengembangan Arsitektur Bioklimatik
38
Pengembangan Arsitektur Bioklimatik berawal dari 1960-an. Arsitektur Bioklimatik merupakan arsitektur modern yang di pengaruhi iklim.Arsitektur Bioklimatik merupakan pencerminan kembali arsitektur Frank Loyd Wright yang terkenal dengan alam dan lingkungandengan prinsip utamanya bahwa didalam seni membangun tidak hanya efisiensinya saja yang dipentingkan tetapi juga ketenangannya, keselarasan, kebijaksanaan, kekuatan bangunan dan kegiatan sesuai bangunannya “Oscar Niemeyer dengan falsafah arsitekturnya yaitu penyesuaian terhadap keadaan alam dan lingkungan, penguasaan secara fungsional, dan kematangan dalam pengolahan secara bentuk, bahan dan arsitektur.
Akhirnya dari Frank Wright dan Oscar Niemeyer lahirkan arsitek lain seperti Victor Olgay pada tahun 1963 mulai memperkenal arsitektur Bioklimatik. Setelah 1990-an Kenneth Yeang mulai menerapkan arsitektur Bioklimatik pada bangunan tinggi Bioklimatik yang memenangkan penghargaan Aga Khan Award 1966 dan Award pada tahun 1966.
3.3 Prinsip Desain Arsitektur Bioklimatik
Penampilan bentuk arsitektur sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan setempat.
- Meminimalkan ketergantungan pada sumber energi yang tidak dapat diperbarui.
- Penghematan energi dari segi bentuk bangunan, penempatan bangunan dan pemilihan material.
- Mengikuti pengaruh dari budaya setempat.
39
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendesain dengan tema arsitektur Bioklimatik strategi pengendalian iklim.
- Memperhatikan keuntungan matahari - Meminimalkan perlakuan aliran panas
- Meminimalkan pembesaran bukaan/bidang terhadap matahari - Memperhatikan ventilasi
- Memperhatikan penguapan pendinginan, sistem atap.
3.4 Unsur-unsur Perancangan Bioklimatik, Kenneth Yeang 3.4.1 Sikulasi Vertikal
a. Terdiri dari tangga, escalator, elevator, dumb waiters, semua komponen tersebut berada di core.
b. Sirkulasi vertikal berfungsi: - Kekakuan struktural - Pelindung matahari - Pelindung angin
- Emergency refuge zone - Hubungan antar setiap lantai.
Penempatan core pada bangunan bioklimatik harus pada sisi bangunan (pheripheri core). Untuk iklim seperti di indonesia mempunyai banyak keuntungan:
- Tidak memerlukan ducting fire-fighting presuration - Dapat melihat keluar bangunan dengan lobby lift
- Dapat memasukan cahaya alami dan pencahayaan alami dalam ruang core
40
- Core dapat berfungsi sebagai pelindung matahari
3.4.2 Vertical Landscaping Keuntungan:
- Mempunyai nilai estetika pada bangunan dan menghasilkan produktifitas kerja yang tinggi.
- Memperlunak fasade bangunan.
- Melindungi ruang dalam dan dinding luar bangunan.
- Maminimalkan rasdiasi panas pantulan sinar matahari dan kaca kedalam bangunan.
- Menyerap CO2 dan CO dari polusi udara dan memberikan O2 melalui fotosintesis
- Menghalangi pandangan dan menyerap suasana terutama pada skycourt.
3.4.3 Ventilasi
Penggunaan ventilasi pada bangunan bioklimatik lebih mengutamakan ventilasi alami terutama pada lobby, elevator, tangga dan toilet.
Keuntungan ventilasi alami adalah:
- Untuk menambah kenyamanan pada periode kelembaban tinggi. - Untuk alasan kesehatan, menyediakan oksigen yang cukup. - Untuk kenyamanan penglihatan yang lebih baik pada penghuni
bangunan.
41
- Unsur konservasi energi melalui pengurangan dan meniadakan mekanikal ventilasi.
3.4.4 Dinding Luar Bangunan
Aturan desain penutup luar bangunan.
a. Efesiensi energi maksudnya adalah kulit bangunan harus dapat mengurangi pemakaian energi.
b. Penyediaan of sentral daylight untuk mengurangi radiasi matahari langsung.
c. Meminimalkan penembusan udara dan kondensasi. d. Penyediaan pemilihan, warna, tekstur dan finishing.
e. Dilengkapi dengan peralatan pembersih jendela otomatis f. Dapat mengakomodasikan pergerakan bangunan.
g. Meminimalkan beban pada rangka struktur h. Meminimalkan perlengkapan maintenance
3.4.5 Sistem Struktur
Penggunaan struktur pada bangunan Bioklimatik tergantung pada penggunaan system tinggi tiap lantai dan ukuran elemen layout struktur vertical terdiri dari element core dan kolom dan juga dipengaruhi oleh syarat struktur untuk menahan beban mati, angin dan gempa serta sistem kekakuan bangunan. Struktur juga dapat dikombinasikan dengan sistem
low energy.
3.4.6 Mekanikal dan Energi
42
M & E meliputi sistem AC, ventilasi, system pemanasan, penyediaan air, listrik dan penerangan, telekomunikasi, sewage, system sanitasi, system komputer, system keamanan dan intelligent building system.
Tujuan utama dari bangunan Bioklimatik ialah untuk mengurangi ketergantungan pemakaian bangunan pada system M & E dan untuk mengurangi pengurangan energi bangunan melalui system passive low energi.
Ketentuan desain pada bangunan Bioklimatik:
- ME harus ekonomis untuk dibangun dan diopersaikan, efisien dan meminimalkan penggunaan energi selama konstruksi dan selama kelangsungan hidup bangunan.
- ME harus tinggi tingkat kenyamanan hunian, temperatur, akustik dan pencahayaan.
- ME harus meminimalkan biaya operasional dan maintenance dengan penggunaan material yang berkualitas.
- ME harus memaksimalkan penggunaan ruang dengan mengurangi daerah equipment dan memaksimalkan efisiensi structural.
- ME harus memperhatikan lingkungan dengan pemilihan system instalasi yang tidak berisik, tidak polusi, menggunakan material bebas CFC dan mengurangi produk CO2.
3.5 Interpretasi Tema
Perancangan Pengembangan Gedung Perkuliahan Teknik Mesin USU
43
Mengutamkan kenyamanan pengguna. Bentuk berasal dari iklim atau cuaca tropis.
Bagian-bagian bangunan dibedakan sesuai dengan tujuannya,
Sruktur disesuaikan dengan fungsi dan penekanan pada ditekankan pada kebutuhan dan aktifitas serta kenyamanan yang optimal yang kemudian diwujudkan dalam penggunaan ruang-ruang yang ada serta mengolah sirkulasi yang efektif dan efisien sehingga secara umum bangunan Teknik Mesin USU akan berhasil secara bioklimatik.
Arsitektur bioklimatik adalah suatu bidang ilmu yang menerapkan desain ramah lingkungan terhadap bangunan sekitar maupun bangunan itu sendiri. Sehingga menciptakan kenyamanan ruang dalam dan ruang luar untuk setiap pengguna bangunan tersebut. Mempunyai ciri-ciri:
penggunaannya.
Karakteristik ruang dari Bioklimatik, yaitu:
Karakteristik ruang yang dimaksud dalam Ecotect adalah kondisi ruangan yang berkaitan dengan kenyamanan termal dan pencahayaan. Hal ini dipengaruhi oleh pengaturan nilaiclo, humidity, air speed, lighting level, occupancy, activity, internal gain, infiltration rate, active system, thermostate
range dan hours of operation.
Pengaturan tipikal pakaian penghuni, jumlah orang yang menghuni dalam setiap ruangnya, jenis kegiatan yang dilakukan, waktu huni dan output panas dari lampu maupun peralatan elektronik akan mempengaruhi beban panas dalam suatu ruangan dan selanjutnya mempengaruhi beban AC dalam
44
mengkonsumsi listrik atau disebut cooling load. Jenis pengkondisian udara yang dipilih apakah natural ventilation, cooling only atau mix-
modedan pengaturan comfort band-nya, tentu akan berpengaruh juga pada tingkat konsumsi listrik suatu ruangan.
Jadi fitur ini utamanya berfungsi untuk membuat skenario jenis tipikal penghuni yang berpengaruh pada beban panas ruangan dan perilaku penghuni dalam menggunakan sistem AC.
Adapun beberapa persyaratan teknis dari bangunan adalah:
1. Secara Umum;
Analisis persyaratan teknis meliputi kapasitas dan persyaratan ruang yang mengutamakan kenyamanan optimal untuk setiap jenis kegiatan, seperti :
Letak, dimensi, dan komposisi bukaan untuk pencahayaan dan ventilasi yang optimal
Seleksi material
Bentuk massa dan estetika
Prinsip dan analisis struktur. 2. Secara Khusus
Mengingat bahwa Gedung Teknik Mesin memiliki fungsi sebagai fasilitas umum dan tempat pelayanan, maka persyaratan teknis yang penting untuk diperhatikan adalah:
45
Kondisi Lingkungan
Kondisi lingkungan yang mudah dicapai dan mendukung kegiatan yang berlangsung di dalam Gedung Teknik Mesin.
Pencapaian
Pencapaian yang mudah, sehingga dapat dicapai berbagai mahasiswa/i Teknik.
Utilitas
Bangunan memiliki fasilitas utilitas yang memadai, yaitu memiliki jaringan air bersih, air kotor, jaringan listrik, telepon, dan sebagainya
3.5.1 Keterkaitan Tema dengan Judul
Gedung Teknik Mesin merupakan bangunan yang memiliki fungsi yang beragam.Gedung ini juga memiliki fasilitas umum bagi para mahasiswa/i bahkan juga kalangan dosen.Oleh karena itu, diperlukan adannya pengutamaan fungsi dan efisiensi sirkulasi yang dapat mewadahi segala aktivitas tersebut.
Mengingat bahwa Gedung Teknik Mesin ini dibawahi oleh Universitas Sumatera Utara, maka Gedung Teknik Mesin tidak hanya melayani sesuai fungsi, tetapi juga mementingkan kenyamanan para pengunjungnya. Dapat diartikan melalui pelayanan sirkulasi dan kesan yang ditimbulkan dari bangunan adalah bangunan ramah lingkungan dengan keadaan sekitar, bangunan terlihat sejuk dan terang.
Dengan pendekatan Arsitektur Bioklimatik yang notabene merupakan pendekatan dari iklim di daerah tersebut dan bangunan sekitar yang memiliki
46
ciri bangunan tropis. Maka bioklimatik sesuai dengan penerapan desain untuk Gedung Teknik Mesin tersebut. Mengingat isu bangunan ramah lingkungan dan hemat energi sudah banyak di gunakan, hal ini sangat penting untuk kelangsungan Gedung Teknik Mesin yang bisa memberikan dampak positif untuk jangka panjang.
Pendekatan ini juga sangat penting untuk kelangsungan pengguna gedung tersebut. Terutama efek dari iklim pada kesehatan dan aktivitas sehari- hari. Dan hasilnya adalah bangunan yang berinteraksi dengan lingkungan, dalam penjelmaan dan operasinya serta berpenampilan kualitas tinggi.
3.5.2 Studi Banding Tema Sejenis
a. Menara Mesin (1992), Kuala Lumpur, Malaysia, Kenneth Yeang
Gambar III.1 Potongan Menara Mesin Gambar III.2 Tampak Menara Mesin
Menara mesiniaga merupakan kantor pusat IBM di Subang Jaya dekat Kuala Lumpur. Bangunan ini merupakan bangunan high-tech yang memiliki
47
tinggi bangunan 15 lantai. Bangunan tunggal dengan tower tinggi yang modern merupakan hasil penelitian arsitek, Kenneth Yeang selama sepuluh tahun tentang prinsip-prinsip desain bangunan tinggi medium. Tiga bangian struktur terdiri dari bangian dasar “hijau” yang dinaikan, sepuluh lantai ruang kantor yang dilingkari balkon taman, hiasan dinding luar sebagai pembayang, dan puncaknya di pasang atap matahari (sun roof) yang spektakuler.
Strategi desain yeang menggunakan pendekatan Ekologi dan lingkungan mengurangi biaya perawatan jangka panjang dengan mengurangi pemakaian energi. Sangat penting bahwa merancang bangunan dengan pendekata iklim memberikan dimensi estetik bagi pekerjaannya (yeang) yang tidak ditemukan pada jenis bangunan medium high rise dengan penutup kaca dan pengkondisian udara.
Bangunan ini dirancang dengan tetap mempertahankan konsep ramah lingkungan dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Untuk itu, menara ini menggunakan banyak kanopi dan kisi-kisi. Dapat dilihat pada gambar, hightechniaga tower setnggi 8 lantai dirancang dengan style modern dan bertemakan Bioklimatik.
Pendekatan Arsitektur tropis ternyata mampu menjadi bangunan yang lebih murah dan efisien ketimbang bangunan pada umumnya. Hal ini terbukti pada bangunan Menara Mesiniaga, Kuala Lumpur yang digunakan untuk kantor pusat warabala IBM. Menara yang dirancang oleh T.R. Hamzah & Yeang, Sdn.Bhd. dan terdiri 15 lantai, luas 12.345 m2 didukung dengan penggunaan material yang biasa dipakai untuk gedung tinggi, misalnya struktur baja dan komponen ringan pembatas ruang, tetapi dengan cerdik Yeang bereksperimen dalam cara penggunaannya melalui penempatan bahan tersebut sebagai
48
penangkal sengatan panas dalam ukuran yang berbeda-beda dan bentuk melengkung susuai pergerakan matahari.
Menara mesiniaga juga lebih efisien karna infrastruktur (service core) yang biasanya di tengah ditarik ke tepi timur sehingga ruang kerja bisa lebih leluasa dan gang untuk sirkulasi lebih sedikit. Yeang mendesain gedung yang memamerkan citra high tech sekaligus memberikan suasana nyaman kepada karyawan. Agar nyaman, Yeang menempatkan inti bangunan (service core)- tangga, lift, toilet, mekanikal-elektrikal, plumbing disisi paling banyak menerima sengatan matahari yakni timur gedung.
Gambar III. 3 Detail Shading Menara Mesin
Yang paling menarik adalah tampilnya dua “taman di awan” yang membelit bangunan bak spiral. Taman itu memberikan efek bayangan yang kontras dengan permukaan dinding dari aluminium dan baja. Struktur bangunan dari rangka beton bertulang yang dilubangi dua jenis penangkis matahari,
49
dinding baja dan kaca sejalan dengan podium dan puncak gedung dari metal, mampu menghadirkan citra high tech.
Yeang menyebut pendekatannya dengan “gedung jangkung bioklimatik” yang memberikan kontrol iklim yang peka terhadap hemat energi, termasuk didalamnya menggunakan unsur hijau, pengudaraan dan pencahayaan yang alami secara intensif. Konsistensi untuk meneliti Bioclimatic Architectureuntuk merancang gedung tinggi di daerah beriklim tropis. Kepedulian Yeang dalam menggali gedung tinggi secara Bioklimatik bertujuan untuk mengurangi biaya bangunan dengan cara menekan konsumsi energi mengembangkan keuntungan bagi pengguna dengan memberikan nilai-nilai ekologis.
b. The roof-roof house (1984) Kuala Lumpur, Malaysia, Kenneth Yeang
Gambar III.4 Fasade The Roof-Roof House
50
Masih sama halnya dengan bangunan Hitechniaga Tower, nbangunan ini juga di buat oleh Kenneth Yeang dengan memakai tema Bioklimatik. Bangunan ini merupakan rumah tinggal yang di tempati sendiri oleh Yeang dan berada dilingkungan perkebunan karet.
Bagian yang menarik dari The Roof-Roof House adalah pengunaan atap dengan louverd payung atap. Alat melengkung di puncak bangunan berfungsi untuk menyaring masuknya cahaya kedalam rumah. Pada sore hari yang panas, cahaya matahari dipantulkan kebagian samping, sehingga dapat meminimalkan cahaya yang masuk kedalam bangunan.
Gambar III.5 Detail Atap Shading Gambar III.6 Interior The Roof-Roof House
Adanya pencahayaan alami dari luar ruangan dapat menambah keefisiensi ruangan setiap hari. Disamping itu apabila cahaya yang masuk kedalam ruangan berlebihan, hal ini dapat diatasi dengan penggunaan jalusi dan
51
sekat-sekat yang dapat diatur sesuai dengan keinginan. Penggunaan jalusi ini juga bermanfaat bangi pengaturan aliran udara kedalam ruangan.
Ciri-ciri bangunan yang dirancang oleh Ken Yang : 1. Menggunakan sistem pencahayaan alami.
2. Menggunakan material-material yang bisa di manfaatkan untuk bangunan. 3. Menggunakan shading-shading untuk meminimalkan cahaya masuk
kedalam bangunan.
4. Menempatkan bukaan didaerah selatan untuk menangkap cahaya matahari dan mengunakan material kaca untuk mencegah hilangnya panas yang berlebihan di malam hari.
5. Penggunaan sistem ekologi dan ramah lingkungan.
6. Menggunakan material dinding yang bisa meyimpan panas pada siang ato sore hari dan di keluarkan pada waktu malam hari.
BAB IV
ANALISIS
4.1 Analisis fungsional
4.1.1 Analisis Jumlah Mahasiwa/i
Berdasarkan data yang di peroleh dari Departemen Teknik Mesin USU jumlah mahasiswa/i pendidikan sarjana dihitung dari 6 tahun terakhir
Tahun 2010 2011 2012 Jumlah 117 162 164
52
Mahasiswa/i
Berdasarkan data diatas, dapat di hitung rata-rata kenaikan jumlah mahasiswa/i baru di Departemen Teknik Mesin USU.
Rata-rata=(2012-2011)+(2011-2010) 3
Dari persamaan diatas maka rata-rata kenaikan jumlah mahasiswa/i baru adalah 15 orang.
4.1.2 Program dan Besaran Ruang No
.
Fasilitas S1
Nama ruang Kapasitas Standard Perhitungan Luasan Sumber
1. R.Jurusan R.ketua 1 org 15 m2 1 x 15= 15 15 m2 NAD
R.sekretaris 1 org 15 m2 1 x 15= 15 15 m2 NAD
R.staff 3 org 5.5 m2 3 x 5.5= 16.5
17 m2 NAD
R.arsip 6 m2 ASS
R.dosen 16 org 4 m2 16 x 4= 64 64 m2 NAD
2. R.rapat jurusan - 10 org 1.5 m2 6 x 1.5= 15 15 m2 NAD 3. R.kelas (6 kelas) - 100 org 1.2 m2 100 x 1.2= 120 4 x 120 = 480 960 m2 NAD 4. R.laboratur ium - 100 org 3.08 m2 11.16 x 12 = 134 134 m2 SB 5. R. Bengkel - 100 org 3.08 m2 0.88 m2 18 x 17.2 = 310 310 m2 SB 6. R. KBK - 20 org 1.2 m2 20 x 1.2= 24 5 x 24 = 120 120 m2 NAD 7. R. Ikatan Teknik Mesin - 100 org 2 m2 + 10% gudang 8 x 5 = 40 40 m2 SB
8. Gudang - 20 org 1.5 m2 6 x 9 = 54 54 m2 NAD
53
9. Toilet mahasiswa pria Wc = 2 m2 /unit Urinoir = 2m2 /unit Wastafel =1 m2/unit 2 wc +2 urinoir + 2 wastafel 6 + 8 + 2 =16 16m2 NAD wanita 4 wc + 2 wastafel 8 + 2 = 10 10 m2 NAD Toilet dosen pria 2 wc + 2 urinoir + 2 wastafel 4 + 4 + 2 =10 10 m2 NAD wanita 2 wc + 2 wastafel 4 + 2 = 6 6 m2 NAD 10. Musholla 50 org 1.2 m2 50 x 1.2= 60 60 m2 Total 1852m2 Sirkulasi 30% 555.6 m2
Sub total + sirkulasi 2407.6 m2
54
No .
Fasilitas S2
Nama ruang Kapasitas Standard Perhitungan Luasan Sumber
1. R.Jurusan R.ketua 1 org 15 m2 1 x 15= 15 15 m2 NAD
R.sekretaris 1 org 15 m2 1 x 15= 15 15 m2 NAD
R.staff 3 org 5.5 m2 3 x 5.5= 16.5
17 m2 NAD
R.arsip 6 m2 ASS
55
R.dosen 16 org 4 m2 16 x 4= 64 64 m2 NAD 2. R.rapat jurusan - 10 org 1.5 m2 6 x 1.5= 15 15 m2 NAD 3. R.kelas ( 2 kelas) - 100 org 1.2 m2 9 x 6.4 = 68 9 x 6.4 = 68 136 m2 NAD 4. Gudang - 20 org 1.5 m2 20 x 1.5 = 30 4 x 30 = 120 120 m2 NAD 5. Toilet mahasiswa pria Wc = 2 m2 /unit Urinoir = 2m2 /unit Wastafel =1 m2/unit 2 wc +2 urinoir + 2 wastafel 6 + 8 + 2 =16 16m2 NAD wanita 4 wc + 2 wastafel 8 + 2 = 10 10 m2 NAD Toilet dosen pria 2 wc + 2 urinoir + 2 wastafel 4 + 4 + 2 =10 10 m2 NAD
56
wanita 2 wc + 2 wastafel 4 + 2 = 6 6 m2 NAD Total 430 m2 Sirkulasi 30% 129 m2
Sub total + sirkulasi 559 m2
No .
Fasilitas S3
Nama ruang Kapasitas Standard Perhitungan Luasan Sumber
R Jurusan R.staff 3 org 5.5 m2 3 x 5.5= 16.5
17 m2 NAD
R.arsip 6 m2 ASS
R.dosen 16 org 4 m2 16 x 4= 64 64 m2 NAD
2. R.rapat - 10 org 1.5 m2 6 x 1.5= 15 15 m2 NAD
57
jurusan 3. R.kelas - 50 org 1.2 m2 8 x 10 = 80 3 x 60= 180 80 m2 NAD 4. R.laboratur ium komputer - 50 org 2.08 m2 2.08 x 50= 54 3 x 54= 162 162 m2 SB 5. R. Riset - 50 org 1.08 m2 0.88 m2 6 x 10 = 60 60 m2 SB 6. Toilet mahasiswa pria Wc = 2 m2 /unit Urinoir = 2m2 /unit Wastafel =1 m2/unit 2 wc +2 urinoir + 2 wastafel 6 + 8 + 2 =16 16m2 NAD wanita 4 wc + 2 wastafel 8 + 2 = 10 10 m2 NAD Toilet dosen pria 2 wc + 2 urinoir + 2 wastafel 4 + 4 + 2 =10 10 m2 NAD wanita 2 wc + 2 wastafel 6 m2 NAD
58
4 + 2 = 6
Total 446 m2
Sirkulasi 30% 133.8 m2
Sub total + sirkulasi 579.8 m2
No . Fasilitas Gedung DTI ( Design & Training Institute )
Nama ruang Kapasitas Standard Perhitungan Luasan Sumber
1. R. Administrasi & R. Pengelola - 150 org 1.5 m2 4 x 6.5 = 26 4 x 6.5 = 26 52 m2 SB
59
2. R.Seminar / R. Audio Visual - 100 org 1.2 m2 11.6 x 30 = 348 120 m2 SB
3. R. diskusi - 30 org 1 m2 5 x 10 = 50 50 m2 NAD 4. Hall Ruang Seminar - 50 org 2.08 m2 12 x 12 = 144 144 m2 SB 5. Perpustakaan - 80 org 1.08 m2 10 x 21 = 210 210 m2 SB 6. R. Gallery/ pameran 100 1.08 20 X 10= 200 200 m2 SB 6. Lab Komputer - 50 org 2.08 m2 18 x 10 = 180 180 m2 SBSB 7. R.Alumni - 50 org 1.5 m2 6.2 x 10 = 62 62 m2 8. Kantin 50 1.5 12x7 = 84 84 m2 SB 8. Lobby - 100 org 1.5 m2 8 x 8.6 = 72 72 m2 SB 9. Toilet pria Wc = 2 m2 /unit Urinoir = 2m2 2 wc +2 urinoir + 2 wastafel 6 + 8 + 2 =16 16m2 NAD
60
61 wanita /unit Wastafel =1 m2/unit 4 wc + 2 wastafel 8 + 2 = 10 10 m2 NAD 10. Musholla 50 org 1.2 50 x 1.2= 60 60 m2 SB 11. R. Janitor - - 1 m2 2 x 2 = 4 4 m2 9. R.Audio & Storage 50 org 1.5 50 x 1.5= 75 m2 Total 1339 m2 Sirkulasi 30% 316.5 m2
Sub total + sirkulasi 1780.7 m2
4.2 Analisis Lingkungan
4.2.1 Analisis Tata Guna Lahan
62
Gambar IV.1 Analisis Tata Guna Lahan
KETERANGAN : PENDIDIKAN
PERMUKIMAN
IBADAH
Di karenakan pemilihan lokasi/site berada di Universitas Sumatera Utara, maka kawasan ini didominasi oleh fungsi lahan pendidikan, adapun sedikit fungsi permukiman warga / dosen yang berada di kawasan usu.
63
4.2.2 POLA ARSITEKTUR
Pola arsitektur di kawasan ini didominasi oleh bangunan dengan gaya arsitektur tropis modern.
64
Gambar IV.2 Analisis Pola Arsitektur
4.2.3 GENERATOR AKTIVITAS
65
Gambar IV.3 Analisis Generator Aktivitas
KETERANGAN : RAMAI
CUKUP RAMAI
4.2.4 SKYLINE
66
Gambar IV.4 Analisis Skyline
POTENSI : -
MASALAH : Belum adanya pembentukan skyline yang kontras dan belum terdapatnya penanda kawasan yang membentuk skyline .
SOLUSI : Merencanakan bangunan yang mampu menciptakan skyline kontras