• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kejadian Krisis Kesehatan Tahun 2012

DRAFT II BUKU TINJAUAN PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN TAHUN 2012

6.1 Analisis Kejadian Krisis Kesehatan Tahun 2012

Kejadian maupun dampak krisis kesehatan pada tahun 2012 terlihat mengalami kenaikan dan penurunan bila dibandingkan krisis kesehatan 2 tahun sebelumnya yaitu tahun 2010 dan 2011. Namun bila dilihat Frekuensi, kejadian pada tahun 2012 mengalami kenaikan bila dibandingkan frekuensi kejadian dua tahun sebelumnya. Korban meninggal pada tahun 2012 mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun 2011 namun mengalami penurunan bila di bandingkan tahun 2010. Korban luka berat/rawat inap pada tahun 2012 mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun 2011 namun mengalami penurunan bila di bandingkan tahun 2010. Korban luka ringan/rawat jalan dan pengungsi mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2010 dan 2011. Korban Hilang mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2010 dan 2011. pengungsi serta fasilitas kesehatan yang rusak lebih rendah dibandingkan tahun 2010 maupun 2011. Lengkapnya dapat dilihat pada tabel 6.1

Tabel 6.1

Frekuensi Kejadian dan Korban Akibat Krisis Kesehatan Tahun 2010 - 2012

URAIAN TAHUN

2010 2011 2012

Frekuensi kejadian krisis

kesehatan (kali) 315 211 489

Korban

Meninggal (orang) 1.385 565 675

Luka Berat / Rawat Inap

(orang) 4.085 1.164 2.338

Luka Ringan / Rawat

Jalan (orang) 98.235 12.429 6.858

Hilang (orang) 247 232 256

Pengungsi (orang) 618.880 96.082 74.141 Faskes yang Rusak

Faskes rusak (unit) 233 56 49

79 Bila ditinjau dari jenis penyebab kejadian krisis kesehatan, pada tahun 2012 terjadi penurunan proporsi bencana alam dibandingkan 2 tahun sebelumnya.

Sebaliknya, proporsi bencana non alam mengalami peningkatan. Untuk bencana sosial, tahun 2012 lebih tinggi dari tahun 2010 dan tahun 2011. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik 6.1.

Grafik 6.1

Proporsi Kejadian Krisis Kesehatan Tahun 2010 – 2012

Trend kejadian bencana tiap bulan pada tahun 2012 memiliki kemiripan dengan trend pada tahun 2010 maupun 2012 di mana terjadi penurunan pada bulan Juni kemudian mengalami peningkatan mulai bulan Juli. Untuk trend setelah bulan Juni, tahun 2012 hampir sama dengan tahun 2011 dan 2010 yaitu terjadi peningkatan kejadian krisis kesehatan dari bulan Juli hingga puncaknya pada bulan Desember, namun pada kejadian tahun 2012 ter Hal ini berbeda dengan tahun 2010 yang menunjukkan fluktuasi, dengan puncaknya pada bulan September untuk selanjutnya mengalami penurunan hingga bulan Desember.

Jelasnya pada grafik 6.2.

0%

80 Grafik 6.2

Trend Kejadian Bencana Tiap Bulan Tahun 2010 - 2012

Proporsi korban meninggal akibat bencana non alam mengalami peningkatan yang sangat pesat pada tahun 2012 yaitu sebesar 64%, dibandingkan tahun 2010 dan 2011 yang hanya berkisar 3%. Korban meninggal akibat bencana sosial pun mengalami peningkatan walaupun tidak sedrastis akibat bencana non alam. Sebaliknya, proporsi korban meninggal akibat bencana alam pada tahun 2012 mengalami penurunan yang sangat tajam, dengan selisih lebih dari 60%

dibandingkan 2 tahun sebelumnya.

Tidak jauh berbeda dengan korban meninggal, korban luka berat/dirawat inap akibat bencana non alam pada tahun 2012 juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan 2 tahun sebelumnya dengan selisih hampir mencapai 70%. Kondisi sebaliknya terjadi pada korban luka berat/dirawat inap akibat bencana alam, di mana terjadi penurunan proporsi yang sangat drastis yaitu sebesar 16% pada tahun 2012 dibandingkan tahun 2010 dan 2011 yang mencapai 91% dan 83%.

0 20 40 60 80 100 120 140

Tahun 2012 Tahun 2011 Tahun 2010

81 Untuk lebih jelasnya mengenai proporsi korban meninggal maupun luka/berat dirawat inap berdasarkan jenis penyebabnya, dapat dilihat pada grafik 6.3 dan grafik 6.4.

Grafik 6.3

Proporsi Korban Meninggal

Akibat Krisis Kesehatan Tahun 2010 – 2012 Berdasarkan Jenis Penyebabnya

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

2%

9%

1%

16%

1% 1% 2%

28%

2%

38%

2%

15%

1%

4%

10%

1% 0% 0%

6%

0% 1% 1%

51%

8%

1%

8%

3% 1%

6% 3% 2%

0%

10%

0%

16%

0%

47%

7%

2010 2011 2012

82 Grafik 6.4

Proporsi Korban Luka Berat/Dirawat Inap Akibat Krisis Kesehatan Tahun 2010 – 2012

Berdasarkan Jenis Penyebabnya

Proporsi korban luka ringan/dirawat jalan maupun pengungsi akibat krisis kesehatan tahun 2012 akibat bencana alam tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan 2 tahun sebelumnya yaitu lebih dari 90%. Terlihat peningkatan proporsi korban luka ringan/dirawat jalan serta pengungsi akibat bencana non alam. Lengkapnya dapat dilihat pada grafik 6.5 dan grafik 6.6.

0%

83 Grafik 6.5

Proporsi Korban Luka Ringan/Dirawat Jalan Akibat Krisis Kesehatan Tahun 2010 – 2012

Berdasarkan Jenis Penyebabnya

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

6%

0% 0%

6%

0% 0% 1%

64%

0% 0% 0% 0% 0% 0%

22%

5%

1% 0% 1%

6%

0%

4%

72%

2% 0% 0% 0% 2% 4% 2%

35%

3% 1% 3% 3%

0% 0% 0%

24%

0% 0%

4%

15%

8%

5%

2010 2011 2012

84 Grafik 6.6

Proporsi Pengungsi

Akibat Krisis Kesehatan Tahun 2010 – 2012 Berdasarkan Jenis Penyebabnya

Ditinjau dari frekuensi kejadian di tiap PPK Regional, tahun 2012 tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan 2 tahun sebelumnya, di mana PPK Regional DKI Jakarta dan PPK Regional Sulawesi Selatan selalu menempati posisi 2 teratas. Sebanyak 6 PPK Regional mengalami penurunan dibandingkan tahun 2010, bahkan 5 di antaranya frekuensinya juga lebih rendah dibandingkan tahun 2010. Sebanyak 2 PPK regional mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2010 maupun 2010 yaitu Bali dan Sumatera Selatan. Hal ini dapat dilihat pada grafik 6.7

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

15%

0% 1% 3% 0% 1% 0% 2%

69%

7% 2% 0% 0% 0% 0%

62%

0% 0% 5%

0% 0% 0% 1%

16%

5%

0% 0% 3% 7%

0%

46%

1% 1%

7%

0%

8%

0%

14%

1% 5%

0% 0% 0% 0%

16%

2010 2011 2012

85 Grafik 6.7

Frekuensi Kejadian Krisis Kesehatan Tahun 2010 – 2012 Berdasarkan PPK Regional

Pada tahun 2012, korban meninggal di 2 PPK Regional mengalami penurunan dibandingkan tahun 2010 maupun 2010, yaitu DKI Jakarta dan Sumatera Utara.

Bahkan untuk PPK Regional Sumatera Utara, penurunannya dari tahun ke tahun terlihat sangat drastis. Penurunan yang cuku3p mencolok juga terjadi pada PPK Regional Jawa Tengah, yaitu bila dibandingkan dengan tahun 2010. Di lain pihak, sebanyak 2 PPK Regional yaitu Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, terjadi peningkatan jumlah korban yang cukup signikan dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat pada grafik 6.8.

0.00%

5.00%

10.00%

15.00%

20.00%

25.00%

30.00%

35.00%

7.94%

6.35%

1.90%

32.38%

10.79%

8.89%

3.49% 5.40% 4.44%

14.92%

3.49%

8.53%

3.79% 3.32%

16.59%

12.32%

14.69%

3.79%

9.00%

6.16%

4.74%

1.90%

8.79%

2.86% 3.07%

28.63%

10.84% 10.22%

5.73% 6.13%

3.68% 5.52%

2.04%

2010 2011 2012

86 Grafik 6.8

Jumlah Korban Meninggal

Akibat Krisis Kesehatan Tahun 2010 – 2012 Berdasarkan PPK Regional

Untuk korban luka berat/dirawat inap, sebanyak 4 regional mengalami penurunan dibandingkan setahun sebelumnya, yaitu PPK Regional Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Penurunan di PPK Regional Jawa Tengah terlihat sangat drastis. Sedangkan untuk PPK Regional Sumatera Utara, penurunan jumlah korban tampak konsisten dari tahun 2010 hingga 2012. Peningkatan jumlah korban luka berat/dirawat inap terjadi di 3 PPK Regional yaitu DKI Jakarta, Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan.

Lengkapnya dapat dilihat pada grafik 6.9.

Dalam hal jumlah pengungsian pada tahun 2012, sebanyak 6 PPK Regional menunjukkan penurunan dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Bahkan PPK Regional Jawa Tengah tampak menurun dengan sangat signifikan. Hanya 1 PPK Regional yang menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2010

0.00%

87 maupun 2010, yaitu Sulawesi Utara. Sedangkan 2 PPK Regional yaitu Sumatera Utara dan Jawa Timur, mengalami penurunan dibandingkan salah satu tahun sebelumnya. Jelasnya dapat dilihat pada grafik 6.10.

Grafik 6.9

Jumlah Korban Luka Berat/Dirawat Inap Akibat Krisis Kesehatan Tahun 2010 – 2012

Berdasarkan PPK Regional

0.00%

88 Grafik 6.10

Jumlah Pengungsi

Akibat Krisis Kesehatan Tahun 2010 – 2012 Berdasarkan PPK Regional

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

70.00%

2.64%

1.27% 1.90%

63.37%

0.19%

6.07%

11.56%

0.00%

5.96%

0.85%

6.19%

5.69%

69.61%

1.34% 1.78%

5.04% 4.04%

0.04% 0.93%

7.29%

4.11%

0.14%

11.85%

0.00% 1.07%

18.32%

5.93%

0.00%

35.49%

1.60%

17.69%

2.37%

5.67%

2010 2011 2012

89 6.2 Analisis Upaya yang Telah Dilakukan

Upaya penanggulangan krisis kesehatan tahun 2012 dilakukan di seluruh tahap yaitu pada pra krisis kesehatan, saat tanggap darurat maupun pasca krisis kesehatan. Berikut akan dibahas analisis per tahapan kegiatan penanggulangan krisis kesehatan.

a. Upaya Pra Krisis Kesehatan

Upaya pra krisis kesehatan Kementerian Kesehatan pada tahun 2012 telah mencakup seluruh indikator kegiatan yaitu sebanyak 16 indikator, yang terdapat di Kepmenkes No. 876 tahun 2006 tentang Kebijakan dan Strategi Penanganan Krisis dan Masalah Kesehatan Lain. Tabel berikut adalah pembahasan ke-16 indikator tersebut dibandingkan dengan upaya yang telah dilakukan sepanjang tahun 2012.

Tabel 6.2

Upaya Pra Krisis Kesehatan Tahun 2012 No Upaya Pra Krisis Kesehatan

Sesuai Kepmenkes No.

876/2006

Upaya Pra Krisis Kesehatan Tahun 2012

1 Menyusun pedoman, protap dan juklak/juknis penanganan krisis dan masalah kesehatan lain (PKMKL) di tingkat

nasional, provinsi dan kabupaten/kota

- Menyusun 13 produk kebijakan (pedoman dan modul) termasuk di

antaranya Pedoman

Penanggulangan Krisis Kesehatan Bidang Kesehatan dan Pedoman Sistem Informasi Penanggulangan Krisis Kesehatan (daftar pedoman ada tabel 4.1) .

- Kerja sama dengan RAPI untuk Sistem Pelayan Informasi dan Komunikasi Penanggulangan Krisis Kesehatan dan Masalah Kesehatan Lain.

2 Menyusun, mengembangkan sistem informasi dan

komunikasi dalam PKMKL

3 Melakukan analisis risiko yang berdampak pada krisis dan masalah kesehatan lain.

- Pemetaan Kesiapsiagaan 33 provinsi.

- Penyusunan 6 renkon provinsi dan

90 No Upaya Pra Krisis Kesehatan

Sesuai Kepmenkes No.

876/2006

Upaya Pra Krisis Kesehatan Tahun 2012

4 Menyusun rencana-rencana PKMKL dengan melibatkan instansi terkait, pihak swasta, LSM dan masyarakat.

50 kabupaten.

5 Memfasilitasi dan melaksanakan pertemuan koordinasi dan kemitraan lintas program/lintas

- Melakukan 13 pertemuan koordinasi (kesiapsiagaan dan evaluasi tanggap darurat) melibatkan LP dan LS

- Membuat 11 kerja sama dengan lintas sektor, lintas program serta LSM nasional dan internasional , antara lain sistem informasi, pelatihan, dukungan teknis dan manajemen

6 Melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan bagi petugas dan masyarakat (termasuk gladi)

Melakukan 19 jenis pelatihan (manajemen dan teknis)

7 Melakukan pengembangan media penyebarluasan sistem pelayan informasi dan komunikasi penanggulangan krisis dan masalah kesehatan lain

- Pengembangan website 8 Melakukan sosialisasi upaya

PKMKL

Melalui media website dan pada saat acara pelatihan maupun pertemuan koordinasi.

9 Melakukan advokasi upaya PKMKL

Advokasi pada seluruh direktur Poltekkes Kemenkes agar manajemen bencana masuk dalam kurikulum mata kuliah Poltekkes.

10 Menyusun, mengembangkan

Dokumen terkait