• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis 5 kekuatan pasar menurut Michael Porter

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI DAN RANGKA PEMIKIRAN (Halaman 36-41)

Persaingan dalam industri di Imdonesia semakin berkembang dengan adanya pesaing lama yang memperluas pasarnya dan pesaing-pesaing baru muncul untuk merebut pasar dari pesaing lama, sehingga masing-masing perusahaan berusaha mempertahankan posisi pasar untuk berhadapan dengan pesaing-pesaing.

Umar (2005, p268) dalam bukunya mengutip competitive strategy yang dikemukakan oleh Michael E Porter, dimana konsep tersebut menganalisis persaingan bisnis berdasarkan 5 aspek utama yang disebut sebagai Lima Kekuatan Bersaing.

1. Persaingan di Antara Perusahaan Sejenis

Persaingan antara perusahaan sejenis biasanya merupakan kekuatan terbesar dalam lima kekuatan kompetitif. Strategi yang dijalankan oleh suatu perusahaan dapat berhasil jika mereka memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan strategi yang dijalankan perusahaan pesaing.

Perubahan strategi oleh satu perusahaan mungkin akan mendapatkan serangan balasan seperti menurunkan harga, meningkatkan kualitas, menambahkan fitur, menyediakan jasa, memperpanjang garansi, meningkatkan iklan, dan pembaharuan kemasan. Menurut Porter yang dikutip Umar (2005,p270), tingkat persaingan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

• Jumlah Kompetitor

• Tingkat Pertumbuhan Industri

• Karakteristik Produk

• Biaya Tetap yang Besar

• Kapasitas

• Hambatan Keluar

2. Kemungkinan Masuknya Pesaing Baru

Pendatang baru dalam suatu industri akan membawa kapasitas baru, inovasi baru, modal baru, pemasaran yang baru, keinginan mendapatkan pangsa pasar. Akibatnya, harga dapat menjadi turun atau biaya membengkak sehingga mengurangi profitabilitas.

Ancaman masuknya pendatang baru bergantung pada rintangan masuk dan reaksi pesaing yang sudah ada dalam mengantisipasi pendatang baru.

Jika hambatan besar atau pendatang dan pendatang baru merasakan kesulitan bersaing terhadap pesaing yang telah ada maka ancaman dari pendatang baru akan rendah. Menurut Umar (2005,p268) terdapat faktor-faktor yang dapat menghambat masuknya pendatang baru ke dalam industri, sebagai berikut:

• Skala Ekonomi

• Diferensiasi Produk

• Kecukupan Modal

• Biaya Peralihan

• Akses ke Saluran Distribusi

• Ketidakunggulan Biaya Independen

• Peraturan Pemerintah

3. Potensi Pengembangan Produk Substitusi

Persaingan tidak hanya terjadi di perusahaan yang menghasilkan produk sejenis namun perusahaan juga bersaing dengan perusahaan yang menghasilkan produk pengganti. Produk pengganti membatasi laba potensial dari industri dengan menetapkan harga maksimum yang dapat diberikan oleh perusahaan dalam industri. Semakin menarik alternatif harga yang ditawarkan oleh produk pengganti, semakin ketat pembatasan laba industri. Produk pengganti seringkali timbul dengan cepat ketika suatu perkembangan meningkatkan persaingan di industri mereka, dan menyebabkan penurunan harga atau perbaikan kinerja.

4. Kekuatan Tawar-menawar Pemasok

Pemasok dapat menggunakan kekuatan tawarnya terhadap para peserta industri, dengan menaikkan harga atau mengurangi kualitas produk yang ditawarkan, hal ini memberikan kekuatan pada pemasok untuk menaikan harga. Namun bila banyak pemasok untuk suatu jenis barang, maka biasanya daya tawar pemasok semakin kecil. Menurut Umar (2005,p272), pemasok akan kuat apabila beberapa kondisi berikut :

• Jumlah pemasok sedikit

• Produk/pelayanan yang ada adalah unk dan mampu menciptakan switching cost yang besar.

• Tidak tersedia produk subtitusi.

• Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang dihasilkan menjadi produk yang sama dihasilkan perusahaan.

• Perusahaan hanya membeli dalm jumlah yang kecil dari pemasok.

5. Kekuatan Tawar-menawar Pembeli

Pembeli bersaing dengan industri dengan memaksa harga turun, tawar-menawar terhadap mutu yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik, serta berperan sebagai pesaing. Kekuatan dari tiap-tiap pembeli yang penting dalam indsutri tergantung pada sejumlah karakteristik situasi pasarnya pada kepentingan relatif pembeliannya dari industri yang bersangkutan dibandingkan dengan keseluruhan bisnis pembeli tersebut.

Menurut Umar (2005, p272), ada beberapa kondisi yang dapat memperkuat tawar menawar pembeli, yaitu :

• Pembeli membeli dengan jumlah besar

• Pembeli mampu memproduksi produk yang diperlukan

• Sifat produk tidak terdiferensiasi dan banyak pemasok

• Pembeli mempunyai tingkat profitabilitas yang rendah, sehinga sensitif terhadap harga dan diferensiasi servis.

• Produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembel, sehingga pembeli dengan mudah mencari subsitusinya

Gambar 2.1 Peta Kekuatan M. Porter Sumber : Michael Porter

2.5 Penjualan

2.5.1 Pengertian Penjualan

Sebuah langkah yang sangat pasti yang dilakukan oleh setiap perusahaan atau pun setiap pemasaran adalah melakukan penjualanan.

Aktivitas penjualan merupakan pendapatan utama perusahaan karena jika aktivitas penjualan produk maupun jasa tidak dikelola dengan baik maka secara langsung dapat merugikan perusahaan. Hal ini dapat disebabkan karena sasaran penjualan yang diharapkan tidak tercapai dan pendapatan pun akan berkurang. Dengan begitu perusahaan dituntut untuk merancang suatu perencanaan atau strategi penjualan yang baik agar dapat menghindari kerugian bagi perusahaan dan mencapai tujuan dari perusahaan.

Menurut Arens dan loebbecke (2003:356) yang telah diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf, definisi dari penjualan yaitu: “Penjualan merupakan proses yang diperlukan untuk mengalihkan kepemilikan atas suatu barang atau jasa yang telah tersedia untuk dijual kepada pelanggan”.

Menurut Warren, Reeve, dan Fess (2006:300) mendefinisikan penjualan yaitu: “jumlah yang dibebankan kepada pelanggan untuk barang dagang yang dijual baik secara tunai maupun kredit”.

Menurut M. Narafin (2006:60) : “Penjualan adalah proses menjual, padahal yang dimaksud penjualan dalam laporan laba-rugi adalah hasil menjual atau hasil penjualan (seles) atau jualan”.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Penjualan adalah suatu proses pembuatan atau cara untuk mempengaruhi pelanggan untuk melakukan pembelian barang atau jasa yang ditawarkan yang telah disepakati harga atas barang atau jasa tersebut oleh kedua belah pihak yang terkait baik dibayar tunai ataupun kredit.

2.5.2 Tujuan Penjualan

Dalam suatu perusahaan kegiatan penjualan adalah kegiatan yang penting, karena dengan adanya kegiatan penjualan tersebut maka akan terbentuk laba yang dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan.

Tujuan umum penjualan yang dimiliki oleh perusahaan menurut Basu Swastha (2005;404) dalam bukunya “Manajemen Penjualan”, yaitu:

1. Mencapai volume penjualan tertentu.

2. Mendapat laba tertentu.

3. Menunjang pertumbuhan perusahaan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan umum perusahaan dalam kegiatan penjualan adalah untuk mencapai volume penjualan, mendapat laba yang maksimal dengan modal sekecil-kecilnya, dan menunjang pertumbuhan suatu perusahaan.

2.5.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penjualan, yaitu:

1. Kondisi dan kemampuan penjual

Kondisi dan kemampuan penjual terdiri atas pemahaman atas bebarapa masalah penting yang berkaitan dengan produk yang dijual, jumlah dan sifat dari tenaga penjual.

Beberapa masalah yang harus difahami oleh penjual adalah sebagai berukut:

• Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan.

• Harga produk.

• Syarat penjualan, seperti pembayaran, pengiriman, layanan purna jual.

2. Kondisi pasar

Pasar sebagai kelompok pembelian atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya.

Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu di perhatikan adalah sebagai berikut:

• Jenis pasarnya, apakah pasar konsumsen, pasar industri, pasar penjual, ataukah pasar internasional.

• Kelompok pembeli dan segmen pasarnya.

• Daya belinya.

• Frekuensi pembeliannya.

• Keinginan dan kebutuhannya.

3. Modal

Modal atau dana diperlukan dalam rangka untuk mengangkat barang barang dagangannya ditempat lain, atau memperbesar usahanya.

4. Kondisi organisasi perusahaan

Pada perusahaan yang besar biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri, yaitu bagian penjualan yang dipegang oleh orang-orang tertentu atau ahli di bidang penjualan.

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI DAN RANGKA PEMIKIRAN (Halaman 36-41)

Dokumen terkait