• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.6 Analisis Kepuasan Kerja Karyawan

Kepuasan kerja adalah suatu sikap umum seseorang terhadap pekerjaannya setelah membandingkan harapan dengan keadaan yang sebenarnya. Kepuasan kerja dapat dilihat dari kepuasan karyawan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya, dalam penelitian ini faktor-faktor kepuasan yang digunakan menurut Hasibuan (2005), yaitu balas jasa yang adil dan layak, penempatan yang tepat sesuai keahlian, berat ringannya pekerjaan, suasana dan lingkungan pekerjaan, peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan, sikap pimpinan dalam kepemimpinannya dan sifat pekerjaan monoton atau tidak.

4.6.1 Balas Jasa yang Adil dan Layak (X1)

Kompensasi (balas jasa) adalah semua pendapatan yang berbentuk, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.

Balas jasa yang adil dan layak merupakan faktor penting sebagai penentu kepuasan kerja karyawan, karena salah satu tujuan dari seseorang bekerja adalah ingin mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.Indikator yang

0% 76% 17% 7% < Rp. 1.500.000 >Rp. 1.500.000 - Rp. 2.500.000 >Rp. 2.500.000 - Rp. 3.500.000 >Rp. 3.500.000

digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan kerja karyawan terhadap balas jasa adalah gaji dan upah yang diberikan perusahaan, bonus, insentif dan tunjangan kesehatan yang diberikan perusahaan.Persepsi karyawan terhadap Balas jasa yang adil dan layak dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Kepuasan kerja karyawan terhadap balas jasa yang adil dan layak (X1) No. Indikator Jawaban STS (1) TS (2) CS (3) S (4) SS (5) Jumlah

2 Bonus dan insentif yang diberikan

perusahaan 0 3 16 23 13 55

3 Sistem gaji yang diterapkan

perusahaan 0 0 22 24 9 55

4 Tunjangan kesehatan yang

diberikan perusahaan 0 5 24 20 6 55

Sub Total 0 8 62 67 28 165

Persentase (%) 0 4,85 37,6 40,6 17 100

Tabel 3 menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi karyawan terhadap kepuasan kerja berdasarkan balas jasa yang adil dan layak berada pada kategori puas sebesar 40,6% dan sangat puas sebesar 17% dari total responden, Hal ini disebabkan kompensasi (balas jasa)gaji dan upah yang diberikan perusahaan, bonus, insentif dan tunjangan kesehatan yang diberikan perusahaanPia Apple Pie sudah sesuai dengan harapan karyawan dengan diadakannya program-program kesejahteraan karyawan seperti : 1) Program pembagian Sembako setiap bulan untuk karyawan tetap yang sudah menikah; 2) Program Beasiswa untuk karyawan berprestasi baik paket A, B, C dan S1, serta program kursus antara lain komputer, menjahit, elektonik dan lain sebagainya; 3) Program Pesta bonus (pembagian hadiah baik furniture maupun elektronik) jika perusahaan mencapai target pendapatan setiap tahunnya; 4) Program Umroh untuk karyawan yang memiliki loyalitas dan komitmen yang tinggi terhadap perusahaan dengan masa kerja di atas 10 tahun.

4.6.2 Penempatan yang Tepat Sesuai Keahlian (X2)

Penempatan (Placement) karyawan adalah tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima pada jabatan/pekerjaan yang membutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan tugas kepada orang tersebut.Prinsip penempatan yang tepat harus dilaksanakan secara konsekuen

supaya karyawan dapat bekerja sesuai dengan spesialisasinya/keahliannya masing-masing. Dengan penempatan yang tepat, gairah kerja, mental kerja, dan prestasi kerja akan mencapai hasil yang optimal, bahkan kreativitas dan prakarsa karyawan dapat berkembang. Persepsi karyawan terhadap penempatan yang tepat sesuai keahlian dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Kepuasan kerja karyawan terhadap penempatan yang tepat sesuai keahlian (X2) No. Indikator Jawaban STS (1) TS (2) CS (3) S (4) SS (5) Jumlah

5 Tugas yang diberikan atasan

sesuai keahlian dan pengalaman 0 5 17 30 3 55 6 Kecocokan dengan penempatan

kerja saat ini 0 4 18 24 9 55

Sub Total 0 9 35 54 12 110

Persentase (%) 0 8,18 31,8 49,1 10,9 100

Tabel 4 menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi karyawan terhadap kepuasan kerja berdasarkan penempatan yang tepat sesuai keahlian berada pada kategori puas sebesar 49,1 % dan sangat puas sebesar 10,9% dari total responden. Hal ini disebabkan karena Pia Apple Pie melakukan seleksi penempatan sesuai dengan minat dan keahlian karyawan, dievaluasi dan melakukan mutasi DVC jika karyawan tidak dapat menguasai pekerjaannya dalam kurun waktu yang sudah ditentukanagar karyawan merasa nyaman dan cocok bekerja pada posisi mereka saat ini, sehingga karyawan dapat bekerja lebih produktif dan memberi yang terbaik kepada perusahaan.

4.6.3 Berat Ringannya Pekerjaan (X3)

Berat ringannya pekerjaan merupakan faktor yang cukup penting bagi kepuasan kerja karyawan karna berpengaruh juga terhadap kompensasi (balas jasa) yang mereka terima. Jika pekerjaan berat, sukar, berisiko besar, dan

rangking jabatan semakin tinggi maka harga atau gaji semakin besar, sebaliknya apabila pekerjaan mudah, ringan, risiko kecil, tanggung jawab kecil, dan rangking

jabatan rendah, maka harga atau gaji jabatannya kecil. Jika berat ringannya pekerjaan tidak sesuai dengan balas jasa yang mereka terima, maka akan berpengaruh terhadap produktifitas kerja karyawan. Persepsi karyawan terhadap berat ringannya pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Kepuasan kerja karyawan terhadap berat ringannya pekerjaan (X3) No. Indikator Jawaban STS (1) TS (2) CS (3) S (4) SS (5) Jumlah

7 Tugas yang diberikan atasan

dapat diselesaikan dengan baik 0 3 19 23 10 55 8 Pembagian tugas yang diberikan

atasan (adil dan merata) 0 4 23 22 6 55

Sub Total 0 7 42 45 16 110

Persentase (%) 0 6,36 38,2 40,9 14,5 100

Tabel 5 menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi karyawan terhadap kepuasan kerja berdasarkan berat ringannya pekerjaan berada pada kategori puas sebesar 40,9 % dan sangat puas sebesar 14,5% dari total responden. Hal ini dikarnakan sistem pembagian tugas, job description,dan penjadwalan kerja yang diberikan atasan dirasakan adil dan sesuai dengan porsi dan tanggung jawab mereka sehingga karyawan dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

4.6.4 Suasana dan Lingkungan Pekerjaan (X4)

Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja lainnya yaitu suasana dan lingkungan pekerjaan, jika suasana dan lingkungan pekerjaan aman, nyaman dan harmonis maka karyawan akan merasa kerasan dalam bekerja, dan hal tersebut dapat menurunkan intensi turnover karyawan. Persepsi karyawan terhadap suasana dan lingkungan pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Kepuasan kerja karyawan terhadap suasana dan lingkungan pekerjaan (X4) No. Indikator Jawaban STS (1) TS (2) CS (3) S (4) SS (5) Jumlah

9 Ruang tempat kerja karyawan

yang nyaman 0 11 27 13 4 55

10 Pola komunikasi yang diterapkan

perusahaan 0 1 10 38 6 55

11 Hubungan yang baik dengan

rekan kerja maupun atasan 0 1 10 39 5 55

12 Kecocokan bekerjasama dengan

rekan kerja 0 3 17 29 6 55

Sub Total 0 16 64 119 21 220

Tabel 6 menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi karyawan terhadap kepuasan kerja berdasarkan suasana dan lingkungan pekerjaan berada pada kategori puas sebesar 54,1 % dan sangat puas sebesar 9,55%dari total responden. Hal ini dikarnakan hubungan antara rekan kerja maupun atasan baik dan harmonis dengan pola komunikasi yang kekeluargaan serta kecocokan bekerjasama dengan karyawan sesama divisi, sehingga karyawan akan merasa kerasan dan loyal terhadap perusahaan.Namun pada indikator kenyamanan tempat kerja masih belum maksimal.

4.6.5 Peralatan yang Menunjang Pelaksanaan Pekerjaan (X5)

Peralatan kerja adalah seluruh penunjang terlaksana sebuah pekerjaan, baik yang bersifat langsung terhadap produk maupun pelengkap seluruh kegiatan produksi yang dapat meningkatkan efektifitas dan produktivitas kerja karyawan serta meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Peralatan yang menujang pelaksanaan pekerjaan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan karena dapat mempermudah proses penyelesaian pekerjaan. Persepsi karyawan terhadap peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Kepuasan Kerja Karyawan Terhadap Peralatan yang Menunjang Pelaksanaan Pekerjaan (X5) No. Indikator Jawaban STS (1) TS (2) CS (3) S (4) SS (5) Jumlah

13 Peralatan kerja yang disediakan

perusahaan 0 3 14 31 7 55

14 Perlengkapan kerja yang

disediakan perusahaan 0 5 20 26 4 55

Sub Total 0 8 34 57 11 110

Persentase (%) 0 7,27 30,9 51,8 10 100

Tabel 7 menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi karyawan terhadap kepuasan kerja berdasarkan peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan berada pada kategori puas sebesar 51,8 % dan sangat puas sebesar 10% dari total responden. Hal ini dikarnakan peralatan kerja dan perlengkapan pendukung keselamatan kerja diperusahaan cukup memadai sesuai dengan Standar baku kondisi pekerjayang sehat berdasarkan peraturandan perundang

undangan yangberlaku, sehingga karyawan lebih mudah menyelesaikan pekerjaannya.

4.6.6 Sikap Pimpinan dalam Kepemimpinannya (X6)

Pimpinan atau pemimpin adalah seseorang yang menggunakan wewenang dan kepemimpinannya, mengarahkan bawahan untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi. Sedangkan kepemimpinan adalah cara seorangpemimpin mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.

Kepuasan kerja karyawan banyak dipengaruhi oleh sikap pimpinan dalam kepemimpinannya.Kepemimpinan partisipasi memberikan kepuasan kerja bagi karyawan karena karyawan ikut aktif dalam memberikan pendapatnya untuk menentukan kebijaksanaan perusahaan.Kepemimpinan otoriter mengakibatkan kepuasan karyawan rendah.Persepsi karyawan terhadap sikap pimpinan dalam kepemimpinannya dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8.Kepuasan Kerja Karyawan Terhadap Sikap Pimpinan dalam Kepemimpinannya (X6) No. Indikator Jawaban STS (1) TS (2) CS (3) S (4) SS (5) Jumlah

15 Dalam memberikan tugas kepada

saya, atasan berlaku adil 0 4 14 31 6 55

16 Bimbingan dari atasan dalam

memberikan tugas 0 5 15 26 9 55

17 Perhatian atau sapaan dari atasan

kepada karyawan 0 0 15 27 13 55

18 Pujian dari atasan terhadap

prestasi kerja 0 8 21 25 1 55

Sub Total 0 17 65 109 29 220

Persentase (%) 0 7,73 29,5 49,5 13,2 100

Tabel 8 menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi karyawan terhadap kepuasan kerja berdasarkan sikap pimpinan dalam kepemimpinannya berada pada kategori puas sebesar 49,5% dan sangat puas sebesar 13,2% dari total responden. Hal ini dikarnakan sikap piminan Pia Apple Pie sesuai dengan harapan karyawan dalam kepemimpinannya, karyawan mendapatkan bimbingan, perhatian dan pujian terhadap prestasi kerja mereka serta berlaku adil dalam memberikan tugas kepada para karyawannya.

4.6.7 Sifat Pekerjaan Monoton atau Tidak (X7)

Rutinitas kerja sehari-hari dengan sifat pekerjaan yang monoton cenderung membuat karyawan jenuh dan malas dalam bekerja, lambat laun karyawan akan merasa bosan dan tidak kerasan sehingga mengakibatkan karyawan mempunyai keinginan berpindah tempat kerja ke perusahaan lain. Persepsi karyawan terhadap sifat pekerjaan (monoton atau tidak) dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Kepuasan Kerja Karyawan Terhadap Sifat Pekerjaan Monoton atau Tidak (X7) No. Indikator Jawaban STS (1) TS (2) CS (3) S (4) SS (5) Jumlah 19

Rutinitas pekerjaan saya tidak membuat saya jenuh dan malas bekerja.

1 0 18 23 13 55

Persentase (%) 1,82 0 32,7 41,8 23,6 100

Tabel 9 menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi karyawan terhadap kepuasan kerja berdasarkan sifat pekerjaan (monoton atau tidak) berada pada kategori puas sebesar 41,8 % dan sangat puas sebesar 23,6% dari total responden. Hal ini dikarnakan perusahaan mengadakan program-program ataupun kegiatan lain diluar rutinitas kerja karyawan untuk mengobati kejenuhan dalam bekerja, seperti seksi sosial (penjualan nasi murah untuk anak-anak jalanan satu kali dalam sebulan), seksi olah raga (futsal, bulutangkis, volley, tenis meja dan renang setiap hari senin s/d jumat, satu hari satu cabang olahraga) dan seksi pendidikan (forum bedah buku, forum diskusi mahasiswa hukum dan ekonomi).Seluruh karyawan diberikan kesempatan bergantian dan terjadwal agar formasi di DVC masing-masing tetap terjaga.

Dari hasil penelitian variabel kepuasan kerja diatas dapat disimpulkan persepsi karyawan secara keseluruhan terhadap variabel kepuasan kerja dalam rataan persentase, berikut dapat dilihat persentase rataan persepsi karyawan terhadap variabel kepuasan kerja pada Tabel 10.

Tabel 10. Rataan persentase persepsi karyawan terhadap variabel kepuasan kerja. No. Indikator Jawaban STS (1) TS (2) CS (3) S (4) SS (5) Jumlah

1 Balas jasa yang adil dan layak

(X1) 0 4,85 37,6 40,6 17 100

2 Penempatan yang tepat sesuai

keahlian (X2) 0 8,18 31,8 49,1 10,9 100

3 Berat ringannya pekerjaan (X3) 0 6,36 38,2 40,9 14,5 100

4 Suasana dan lingkungan

pekerjaan (X4) 0 7,27 29,1 54,1 9,55 100

5 Peralatan yang menunjang

pelaksanaan pekerjaan (X5) 0 7,27 30,9 51,8 10 100 6 Sikap pimpinan dalam

kepemimpinannya (X6) 0 7,73 29,5 49,5 13,2 100 7 Sifat pekerjaan monoton atau

tidak (X7) 1,82 0 32,7 41,8 23,6 100

Subtotal 1,82 41,66 229,8 327,8 98,75 700

Persentase Rata-rata (%) 0,26 5,95 32,8 46,8 14,1 100

Hasil penelitian kepuasan kerja karyawan menunjukkan bahwa persentase yang diperoleh dari jawaban responden secara keseluruhan adalah sebesar 46,8% dari jumlah responden menjawab setuju dan 14,1% menjaawab sangat setuju, yang pemaknaannya berarti karyawan merasa puas terhadap Variabel kepuasan kerja dan segala peraturan serta kebijakan perusahaan.

Dokumen terkait