• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kesehatan PT Astra Agro Lestari Tbk Sebelum dan Sesudah Akuisisi

Berikut analisis terhadap tingkat kesehatan PT Astra Agro Lestari Tbk 2002-2010: Tabel IV.21 Harga Saham PT Astra Agro Lestari Tbk 2002-2010

Sumber: Yahoo Finance Tabel IV.22 Analisis Z-Score

2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 X1 -0,002 0,052 0,064 0,087 -0,020 0,116 0,147 0,102 0,113 X2 0,194 0,244 0,354 0,549 0,537 0,596 0,657 0,707 0,721 X3 0,212 0,229 0,399 0,370 0,337 0,546 0,606 0,334 0,341 X4 1,875 2,077 3,964 15,800 30,162 38,322 13,043 31,295 31,557 X5 0,778 0,894 1,027 1,056 1,075 1,114 1,252 0,981 1,016 Z 2,870 3,300 5,294 12,631 21,012 26,881 12,173 21,974 22,219 Sumber:Penulis

Gambar IV.23 Analisis Z-Score PT Astra Agro Lestari Tbk 2002-2010

IV.2.1 Analisis Rasio Working Capital / Total Assests (X1)

Selama tahun 2002 dan 2006 rasio working capital / total assets (X1) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) bernilai negatif. Hal ini disebabkan karena working capital perusahaan terus menerus menunjukkan nilai negatif akibat current liabilities perusahaan lebih besar dari current assets yang dimiliki perusahaan. Namun di tahun 2003 dan 2007 ,rasio capital / total assets (X1) ini mengalami peningkatan sehingga menjadi bernilai positif, yang disebabkan oleh meningkatnya working capital perusahaan akibat adanya peningkatan current asset yang lebih besar daripada peningkatan current liabilities perusahaan.

Kemudian pada tahun 2004 dan 2005 rasio ini terus mengalami peningkatannya. Bahkan setelah akuisisi rasio ini terus mengalami peningkatannya, meski di tahun 2009 mengalami sedikit penurunan. Hal tersebut disebabkan karena adanya penurunan baik dari current asset maupun current liabilities namun terjadi peningkatan pada nilai total assets, yang disebabkan adanya peningkatan jumlah non-current assets.

Berdasarkan analisis tersebut dapatdikatakan bahwa AALI memiliki likuiditas yang semakin membaik meskipun di tahun 2002 (sebelum akuisisi) dan 2006 (saat

akuisisi) perusahaan tidak memiliki aktiva lancar yang cukup untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya. Akan tetapi setelah akuisisi, nilai rasio ini positif yang menunjukkan bahwa nilai modal kerja perusahaan dapat menghasilkan kapitalisasi yang akan meningkatkan nilai aktiva perusahaan sehingga perusahaan dapat melakukan produksi secara secara maksimal.

IV.2.2 Analisis Rasio Retained Earning / Total Assests (X2)

Rasio ini semakin menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun dan selalu bernilai positif. Hal ini terjadi karena selama tahun 2002-2010, perusahaan selalu mendapatkan laba atau tidak pernah mengalami kerugian, meskipun di tahun 2006 nilai rasio ini menurun usaha AALI menurun. Namun setelah tahun-tahun selanjutnya 2007-2010 (setelah akuisisi) nilai rasio ini terus mengalami peningkatan dan bernilai positif.

Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa baik sebelum ataupun setelah melakukan akuisisi, AALI memiliki kemampuan yang baik bahkan semakin membaik dalam membiayai pembelanjaan aktiva perusahaan melalui sisa keuntungan yang diinvestasikan kembali supaya tidak memerlukan tambahan pembiayaan dari luar perusahaan berupa hutang.

IV.2.3 Analisis Rasio Earnings Before Interest and Taxes / Total Assests (X3)

Selama tahun 2002-2010 rasio Retained Earning/Total Assests AALI menunjukkan nilai positif. Di tahun 2005 terlihat nilai rasio ini semakin menurun yang disebabkan menurunnya jumlah earnings before interest and tax dan total aset perusahaan. Di tahun 2006 semakin menurun yang disebabkan adanya peningkatan total aset dan penurunan earnings before interest and tax (laba sebelum pajak dan beban bunga). Memasuki tahun 2007 dan 2008 terlihat nilai rasio ini semakin meningkat. Di

tahun 2009 terjadi penurunan nilai rasio ini yang disebabkan karena adanya peningkatan total aset sebesar 16% tetapi laba sebelum pajak dan beban bunga menurun sebesar 36%. Namun di tahun 2010 nilai rasio ini mulai meningkat kembali meski tidak meningkat secara tajam.

Berdasarkan analisis tersebut, maka dapat dilihat bahwa setelah akuisisi perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola aktiva yang dimilikinya untuk menghasilkan laba sebelum bunga dan pajak, namun kondisinya cenderung tidak stabil karena mengalami peningkatan dan penurunan secara bergantian.

IV.2.4 Analisis Rasio Market Value of Equity / Book Value of Total Debt (X4)

Dari 2002 hingga 2010, rasio Market Value of Equity / Book Value of Total Debt AALI menunjukkan nilai positif dan terus menerus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh terus meningkatnya market value of equity. Memasuki tahun 2005 market value of equity meningkat sebesar 58% yang diiringi dengan penurunan nilai book value of total debt sebesar 60%. Dimana hingga tahun 2007 nilai rasio ini terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun memasuki tahun 2008 market value of equity mengalami penurunan sebesar 65% yang dikarenakan adanya penurunan nilai harga saham AALI dari Rp28000/lembar saham beredar (tahun 2007) menjadi Rp 9800/lembar saham beredar, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan secara drastis dari rasio Market Value of Equity / Book Value of Total Debt. Penurunan nilai harga saham AALI ini tidak terlepas dari dampak yang timbulkan krisis yang terjadi di tahun 2008 yang menyebabkan lesunya perekonomian dunia yang menyebabkan penurunan harga saham pada banyak bidang usaha, tidak terlepas usaha agriculture AALI ini.

Memasuki tahun 2009, harga saham AALI kembali memulih menjadi Rp 22750/lembar saham beredar dan kembali meningkat di tahun selanjutnya menjadi Rp 26200/lembar saham beredar. Yang pada akhirnya kondisi tersebut meningkatkan nilai rasio Market Value of Equity / Book Value of Total Debt. Berdasarkan analisis tersebut, maka dapat dikatakan bahwa setelah akuisisi sebenarnya perusahaan memiliki kemampuan yang cukup baik untuk memenuhi kewajiban-kewajiban dari nilai pasar sendiri, hanya saja ketika terjadi krisis di tahun 2008 mempengaruhi harga pasar ekuitas dari AALI sendiri mengalami penurunan yang mengakibatkan rasio Market Value of Equity / Book Value of Total Debt menurun secara signifikan, namun perusahaan masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban (debt) dari nilai pasarnya sendiri. IV.2.5 Analisis Rasio Sales / Total Assests (X5)

Rasio Sales/Total assets AALI menunjukkan nilai positif dan terus menerus mengalami peningkatan. Namun di tahun 2009 mengalami penurunan yang disebabkan oleh karena penurunan jumlah penjualan (total sales) sebesar 9%, tetapi total assets meningkat sebesar 16%. Kemudian di tahun 2010, nilai rasio ini kembali meningkat. Di tahun 2009 peningkatan penjualan sebesar 19% yang lebih besar daripada peningkatan total aset yang hanya sebesar 16%.Secara rata-rata nilai rasio Sales/Total assets setelah akuisisi 1.091 meningkat dibandingkan sebelum akuisisi yang bernilai 0.939.

Peningkatan nilai rasio yang terus menerus sebenarnya berarti baik bagi perusahaan, namun AALI juga harus memperhatikan nilai total assets yang lebih besar dari sales perusahaan menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menggunakan aktiva untuk menghasilkan penjualan masih kurang efektif (tahun 2009).

IV.2.6 Analisis Z-Score

Sepanjang tahun 2002-2010, nilai z-score AALI terus mengalami peningkatan, meski terjadi penurunan yang sangat signifikan di tahun 2008.Di tahun 2002-2007 nilai Z-score meningkat, namun memasuki tahun 2008, nilai z-score menurun secara tajam. Penurunan nilai z-score ini sendiri dikarenakan menurunnya rasio market value of equity/book value of total debt, yang dimana di tahun ini harga saham AALI menurun tajam dari tahun sebelumnya sehingga menyebabkan rendahnya nilai market value of equity dari perusahaan.

Di tahun 2002, nilai z-score yang hanya 2,547 yang berarti berada dalam wilayah grey area (1.81 ≤ Z ≤ 2.99). Hal ini mengindikasikan bahwa manajemen harus bekerja keras untuk memepertahankan keberadaan perusahaan karena masih terdapat kemungkinan terjadinya kebangkrutan. Namun di tahun-tahun selanjutnya nilai z-score mengalami peningkatan yang menandakan tingkat kesehatan perusahaan yang semakin membaik.

Di tahun 2009 nilai z-score mengalami peningkatan yang disebabkan karena nilai market value of equity yang kembali memulih dan meningkat. Secara umum,setelah akuisisi rata-rata nilai z-score AALI lebih besar dari sebelum akuisisi, yang mengindikasikan bahwa kesehatan keuangan perusahaan dalam kondisi yang aman artinya jauh dari potensi terjadinya kebangkrutan.

Dokumen terkait