ANALISIS KESENJANGAN
5.6. ANALISIS KESENJANGAN KEBIJAKAN DAN LAYANAN PUBLIK BERBASIS ELEKTRONIK
Analisis kesenjangan Kebijakan dan Layanan Publik Berbasis Elektronik ini meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan
1. Kebijakan Internal dan Layanan Pengaduan Publik
2. Kebijakan Internal dan Layanan Dokumentasi dan Informasi Hukum
3. Kebijakan Internal dan Layanan Whistle Blowing System 4. Kebijakan Internal dan Layanan Publik
Hasil tabulasi dari analisis kesenjangan Kebijakan dan Layanan Publik Berbasis Elektronik yang mengacu pada standard Indeks SPBE dapat dilihat secara detail pada Tabel 5.7.
V-54 V-54
Rencana Induk SPBE Kota Pontianak Tahun 2020 -2029
Tabel 5.7 Analisis Kesenjangan Kebijakan dan Layanan Publik Berbasis Elektronik
NO KONDISI EKSISTING KONDISI DIHARAPKAN ANALISIS KESENJANGAN REKOMENDASI
1 Kebijakan Internal Pengaduan Publik yang salah satu tugasnya adalah mengelola web dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas pelayanan publik.
● Kebijakan mengatur integrasi dengan sistem aplikasi pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional.
● Kebijakan mengatur integrasi system aplikasi pengelolaan pengaduan pelayanan publik dalam Instansi Pusat/Pemerintah Daerah.
● Kebijakan mengatur integrasi system aplikasi pengelolaan pengaduan pelayanan public dengan sistem aplikasi/layanan SPBE lainnya.(level 4)
● Kebijakan mengatur pemantauan, penilaian, dan pengevaluasian sistem aplikasi
pengelolaan pengaduan pelayanan public secara berkala terhadap perubahan peraturan, perkembangan teknologi, dan/atau kebutuhan instansi/pengguna.
● Kebijakan mengatur pelaksanaan manajemen perubahan sistem aplikasi pengelolaan pengaduan pelayanan publik.
● Kebijakan mengatur pembaruan sistem aplikasi sistem aplikasi pengelolaan pengaduan pelayanan publik.
● Perubahan kebijakan telah ditetapkan, diimplementasikan, dan
● Kebijakan Internal Layanan Pengaduan Publik sebaiknya dilengkapi dengan pengaturan integrasi layanan pengaduan public secara elektronik denga layanan SPBE lain yang sudah tersedia di Instansi Pusat/Pemerintah Daerah atau integrasi layanan pengaduan publik secara elektronik antara Instansi Pusat/Pemerintah Daerah dan /atau antar Instansi Pusat dengan Pemerintah Daerah.
2 Layanan Pengaduan Publik
● Sistem manajemen pengaduan publik
● Sistem Pengaduan Publik secara elektronik terintegrasi dengan aplikasi di luar Instansi Pusat/Pemerintah Daerah secara vertical
● Belum ada integrasi
layanan SPBE ● Layanan pengaduan publik ditingkatkan menjadi layanan kolaborasi dimana layanan tersebut dikolaborasikan/diintegrasikan
NO KONDISI EKSISTING KONDISI DIHARAPKAN ANALISIS KESENJANGAN REKOMENDASI yang digunakan
disebut Elawar sudah menyediakan layanan transaksi.
dengan Instansi Pusat/Pemerintah Daerah lainnya.
● Kapabilitas fungsi teknis aplikasi terjadinya integrasi pada layanan SPBE lainnya seperti:
manajemen kinerja,kepegawaian,dsb.(level 4)
dengan layanan SPBE lain berdasarkan arsitektur SPBE dan integrasi proses bisnis di dalam maupun antar Instansi
Pusat/Pemerintah Daerah.
3 Kebijakan Internal layanan dokumentasi dan Informasi Hukum
● Belum ada kebijakan
● Kebijakan mengatur organisasi, sumber daya manusia, koleksi dokumen hukum, teknis pengelolaan, sarana prasarana, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi(TIK).
● Kebijakan mengatur penyematan tandatangan/sertifikat digital untuk
memastikan keabsahan dokumen elektronik peraturan perundangan. (level 3)
● Kebijakan mengatur integrasi dengan system JDIHN.
● Kebijakan mengatur integrasi sistem aplikasi pengelolaan JDIH dalam Instansi
Pusat/Pemerintah Daerah, dan/atau dengan system aplikasi/layanan SPBE lainnya.(level 4)
● Kebijakan mengatur pemantauan, penilaian, dan pengevaluasian sistem aplikasi
pengelolaan JDIH secara berkala terhadap perubahan peraturan, perkembangan teknologi, dan/atau kebutuhan instansi/pengguna.
● Kebijakan mengatur pelaksanaan manajemen perubahan system aplikasi pengelolaan JDIH.
● Kebijakan mengatur pembaruan system aplikasi system aplikasi pengelolaan JDIH.(level 5)
● Kebijakan Internal Layanan
Dokumentasi dan Informasi Hukum Sebaiknya ditetapkan dengan memuat pengaturan kebutuhan dan pengguanan layanan dokumentasi dan informasi hokum secara elektronik pada semua unit kerja/perangkat daerah di Instansi Pusat/Pemerintah Daerah.
V-56 V-56
Rencana Induk SPBE Kota Pontianak Tahun 2020 -2029
NO KONDISI EKSISTING KONDISI DIHARAPKAN ANALISIS KESENJANGAN REKOMENDASI
4 Layanan Dokumentasi dan Informasi Hukum
● JDIH baru sebatas
● Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum menyediakan layanan transaksi;
● Kapabilitas fungsi teknis yang dibutuhkan dimana sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum dapat memfasilitasi
Pengguna untuk melakukan interaksi dan/atau pertukaran informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik terkait Hukum di Indonesia yang tercatat/tersimpan
● Layanan jaringan dokumentasi dan informasi hukum (JDIH) sebaiknya ditingkatkan menjadi layanan transaksi dimana proses-proses pada layanan dokumentasi dan informasi hukum dilaksanakan secara otomatis seperti mengunduh atau mengunggah informasi terkait dokukmentasi dan informasi hukum, melakukan pengajuan penambahan informasi dokumentasi hukum baru yang diajukan, dan pencarian informasi hukum berbasis kecerdasan.
5 Kebijakan Internal layanan Whistle Blowing System
● Belum ada kebijakan
● Kebijakan mengatur
mekanisme/penatausahaan pengaduan, tindak lanjut pengaduan, ekspose hasil audit
investigasi, dan perlindungan terhadap pelapor.(level 3)
● Kebijakan mengatur integrasi dengan system aplikasi pengelolaan WBS nasional.
● Kebijakan mengatur integrasi sistem aplikasi pengelolaan WBS dalam Instansi
Pusat/Pemerintah Daerah.
● Kebijakan mengatur integrasi sistem aplikasi pengelolaan WBS dengan sistem
aplikasi/layanan SPBE lainnya.(level 4)
● Kebijakan mengatur pemantauan, penilaian, dan pengevaluasian sistem aplikasi
pengelolaan WBS secara berkala terhadap perubahan peraturan, perkembangan
● Belum ada
● Kebijakan Internal Layanan Whistle Blowing System (WBS) sebaiknya ditetapkan dengan memuat pengaturan kebutuhan dan penggunaan layanan WBS secara elektronik pada semua unit kerja/perangkat daerah di Instansi Pusat/Pemerintahan Daerah
● Perlu adanya pengaturan pembaruan secara berkala
NO KONDISI EKSISTING KONDISI DIHARAPKAN ANALISIS KESENJANGAN REKOMENDASI teknologi, dan/atau kebutuhan
instansi/pengguna.
● Kebijakan mengatur pelaksanaan manajemen perubahan system aplikasi pengelolaan WBS.
● Kebijakan mengatur pembaruan system aplikasi pengelolaan WBS.(level 5) 6 Layanan Whistle
Blowing System
● Belum memiliki layanan WBS
● Telah memiliki Sistem whistle blowing system berbasis elektronik;
● Sistem whistle blowing system menyediakan layanan transaksi;
● Kapabilitas fungsi teknis yang dibutuhkan dimana whistleblowing system dapat memfasilitasi Pengguna untuk melakukan interaksi dan/atau melakukan pelaporan internal dan informasi pengguna yang tercatat/tersimpan pada sistem tetap terjaga kerahasiaannya, kemudian sistem tersebut dapat merespon pengguna.
● Sistem menerapkan mekanisme nirsangkal (non-repudiation) dan perlindungan
kerahasiaan pelapor dalam menyampaikan laporan
● Sistem dapat merespon kepada pengguna seperti: perkembangan penyelesaian laporan, resolusi laporan (level 3)
● Sistem telah terintegrasi dengan aplikasi diluar Instansi Pusat/Pemerintah Daerah secara vertical
● Sistem telah terintegrasi dengan aplikasi di dalam Instansi Pusat/Pemerintah Daerah yang
● Belum adanya fungsi teknis yang
memfasilitasi
pengguna melakukan interaksi dan atau melakukan pelaporan internal
● Layanan Whistle Blowing System (WBS) sebaiknya ditingkatkan menjadi layanan transaksi dimana proses-proses pada layanan pengaduan yang mendukung kerahasiaan pelapor dan
menerapkan mekanisme nirsangkal dilaksanakan secara otomatis seperti mengunduh atau mengunggah informasi terkait pengaduan, dan sistem dapat merespon kepada pengguna yang melaporkan pengaduan mengenai transparansi alur proses dan progres
penyelesaian dari pengaduan tersebut.
V-58 V-58
Rencana Induk SPBE Kota Pontianak Tahun 2020 -2029
NO KONDISI EKSISTING KONDISI DIHARAPKAN ANALISIS KESENJANGAN REKOMENDASI
sama, seperti pengaduan layanan publik.(level 4)
● Adanya penyempurnaan aplikasi secara berkelanjutan sesuai hasil evaluasi berkala.
● Kapabilitas fungsi teknis yang dibutuhkan dimana fungsi/fitur dari WBS telah
ditingkatkan/dikembangkan menyesuaikan terhadap perubahan proses bisnis,
perkembangan teknologi dan/atau sesuai kebutuhan Instansi Pusat/Pemerintah Daerah 7 Kebijakan Internal
Layanan Publik yang salah satu tugasnya adalah mengelola web dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas pelayanan publik,
● Kebijakan mengatur pengelolaan pelayanan publik berbasis elektronik.
● Kebijakan memuat informasi penjelasan pelayanan publik berbasis elektronik.(level 3)
● Kebijakan mengatur integrasi dengan system aplikasi pelayanan publik nasional.
● Kebijakan mengatur integrasi sistem aplikasi pelayanan publik dalam Instansi
Pusat/Pemerintah Daerah.
● Kebijakan mengatur integrasi sistem aplikasi pelayanan publik dengan sistem
aplikasi/layanan SPBE lainnya.(level 4)
● Kebijakan mengatur pemantauan, penilaian, dan pengevaluasian sistem aplikasi pelayanan publik secara berkala terhadap perubahan peraturan, perkembangan teknologi, dan/atau kebutuhan instansi/pengguna.
● Kebijakan mengatur pelaksanaan manajemen perubahan sistem aplikasi pelayanan publik.
● Kebijakan mengatur pembaruan sistem aplikasi pelayanan publik(level 5)
● Belum adanya
● Kebijakan Internal Layanan Publik sebaiknya dilengkapi dengan memuat pengaturan kebutuhan dan
penggunaan layanaan publik secara elektronik pada semua unit
kerja/perangkat daerah di Instansi Pusat/Pemerintah Daerah.
● Kebijakan layanan public memuat aturan perubahan dan integrasi dengan system pelayanan public nasional
NO KONDISI EKSISTING KONDISI DIHARAPKAN ANALISIS KESENJANGAN REKOMENDASI 8 Layanan Publik
● Layanan publik yang diajukan adalah Aplikasi Gencil-Harga Pangan yang sudah DPMPTSP, yang dah menyediakan fitur
● Sistem pelayanan publik berbasis elektronik yang diselenggarakan, dapat merespon kepada pengguna terhadap fungsi-fungsi yang tidak terbatas pada info kemajuan progress permohonan layanan, verifikasi dan validasi informasi.(level 3)
● Sistem pelayanan publik berbasis elektronik yang diselenggarakan menyediakan layanan kolaborasi, dimana aplikasi layanan publik terintegrasi dengan layanan publik lainnya (berkomunikasi secara data, tidak berupa link akses aplikasi, atau akses login ke sistem lain), bertukar informasi secara data.
● Sistem pelayanan publik berbasis elektronik dan online yang diselenggarakan K/L/D
setidaknya terintegrasi dengan system layanan publik K/L/D lain, secara vertikal dan atau horizontal.(level 4)
● Kebijakan Layanan Publik telah dipantau, dinilai dan dievaluasi secara berkala terhadap setiap perubahan lingkungan terkini,
perkembangan teknologi, dinamisme
kebutuhan instansi penyelenggara layanan dan mendokumentasikannya dengan tertib.(level 5)
● Belum terintegrasi dengan aplikasi lain,
● Keterbatasan integrasi dengan aplikasi LAPOR.
● Layanan publik sebaiknya ditingkatkan menjadi layanan transaksi dimana pengguna dapat dengan mudah mendapat layanan dan sistem dapat menjalankan otomatis proses bisnis layanan dan menerapkan transaksi layanan kedalam database secara daring
● Layanan public yang terintegrasi sebaiknya ditingkatkan menjadi layanan optimalisasi dimana dapat melakukan pemenuhan permintaan perubahan layanan, penyesuaian terhadap perubahan-perubahan internal dan eksternal di Instansi Pusat/Pemerintah Daerah dan penerapan manajemen perubahan
● Layanan publik sebaiknya ditingkatkan menjadi layanan kolaborasi dimana layanan tersebut dikiolaborasikan/diintegrasikan dengan layanan SPBE lain berdasarkan arsitektur SPBE dan integrasi proses bisnis di dalam maupun antar Instansi
Pusat/Pemerintah Daerah.
VI-1
Rencana Induk SPBE Kota Pontianak Tahun 2020 -2029