IV. HASIL DAN PEMBAHAS AN
4.3 Analisis Kestabilan Bendungan Dengan Beban Gempa
4.3.1 Hasil perhitungan percepatan gempa
- Percepatan gempa maksimum berdasarkan SNI-1726-2002 dengan periode ulang gempa 500 tahun diperoleh sebesar 0,6 g atau 588 cm/det2 pada waktu 0,1 detik.
- Percepatan gempa maksimum berdasarkan RSNI-1726-2010 dengan periode ulang gempa 500 tahun diperoleh sebesar 0,6 g atau 588 cm/det2 pada waktu 0,13 detik.
- Percepatan gempa maksimum berdasarkan Pd T-14-2004-A dengan periode ulang gempa 50 tahun diperoleh sebesar 228,8 cm/det2.
- Percepatan gempa maksimum berdasarkan Pd T-14-2004-A dengan periode ulang gempa 100 tahun diperoleh sebesar 271,7 cm/det2.
4.3.2 Analisis Kestabilan Bendungan Pada Lokasi P 10 Dengan Beban Gempa 4.3.2.1 Analisis Statik
- Hasil pemodelan bendungan menggunakan QUAKE/W. Untuk nilai Gmax pada material bendungan dengan nilai SPT sebesar 9 nilai Gmax yang didapatkan sebesar 55502 kPa, pada material tanah dasar dengan nilai SPT sebesar 50 nilai Gmax yang didapatkan sebesar 211444.6 kPa dan terakhir nilai Gmax untuk batu sebesar 300000 kPa (Gambar 57).
-
Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara statik menggunakan QUAKE/W yang mengacu pada SNI-1726-2002. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan. Node yang berada di tengah dipilih karena mewakili keseluruhan profil bendungan (Gambar 58).Legenda :
Gambar 58. Hasil analisis statik pada lokasi P 10 menggunakan QUAKE/W dengan acuan SNI-1726-2002.
-
Relative displacement dari hasil analisis statik akibat beban gempa dengan acuan SNI-1726-2002 pada lokasi P10 (Gambar 59).Relative Lateral Displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) -2 -4 -6 0 2 4 6 -1 0 1
Gambar 59. Relative displacement untuk analisis statik pada lokasi P 10 dengan acuan SNI-1726- 2002.
- Hasil analisis stabilitas bendungan dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada SNI- 1726-2002 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load
yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,224 (Gambar 60).
Gambar 60. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 10 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada SNI-1726-2002.
-
Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara statik menggunakan QUAKE/W yang mengacu pada RSNI-1726-2010. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 61).-
Relative displacement dari hasil analisis statik akibat beban gempa dengan acuan RSNI-1726-2010pada lokasi P10 (Gambar 62).
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada RSNI-1726-2010 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,229 (Gambar 63).
Legenda :
Gambar 61. Hasil analisis statik pada lokasi P 10 menggunakan QUAKE/W dengan acuan RSNI-1726-2010.
Gambar 62. Relative displacement untuk analisis statik pada lokasi P 10 dengan acuan RSNI-1726- 2010. Relative Lateral Displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) -2 -4 -6 0 2 4 6 -1 0 1
Gambar 63. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 10 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada RSNI-1726-2010.
- Analisis kestabilan bendungan dengan cara statik yang mengacu kepada Pd T-14-2004-A untuk periode ulang 50 dan 100 tahun tidak dianalisis menggunakan QUAKE/W, dikarenakan pendekatan yang dilakukan berbeda. Analisis yang mengacu pada Pd T-14-2004-A tidak menggunakan respon spektrum, sehingga beban gempa dapat langsung dimasukan ke dalam analisis stabilitas bendungan melalui SLOPE/W pada analisis kestabilan bendungan dengan beban gempa.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa yang mengacu pada Pd T-14-2004-A (periode ulang gempa 50 tahun) menggunakan SLOPE/W . Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 228,8 cm/det2 atau 0,235 g (g = 980 cm/det2) diperoleh safety factor sebesar 1,917 (Gambar 64).
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa yang mengacu pada Pd T-14-2004-A (periode ulang gempa 100 tahun) menggunakan SLOPE/W . Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 271,7 cm/det2 atau 0,277 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,772 (Gambar 65).
Gambar 64. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 10 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada Pd T-14-2004-A dengan periode ulang 50 tahun.
Gambar 65. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 10 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada Pd T-14-2004-A dengan periode ulang 100 tahun.
4.3.2.2 Analisis dinamik
- Hasil pemodelan bendungan menggunakan QUAKE/W (Gambar 66).
Gambar 66. Hasil pemodelan analisis dinamik pada lokasi P 10 menggunakan QUAKE/W. - Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara dinamik menggunakan QUAKE/W yang mengacu
pada SNI-1726-2002. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 67).
Legenda :
Gambar 67. Hasil analisis dinamik pada lokasi P 10 menggunakan QUAKE/W dengan acuan SNI-1726-2002.
-
Relative displacement dari hasil analisis dinamik akibat beban gempa dengan acuan SNI-1726- 2002 pada lokasi P10 diperoleh sebesar 0,00254 meter (Gambar 68 dan Tabel 4).Gambar 68. Relative displacement untuk analisis dinamik pada lokasi P 10 dengan acuan SNI-1726- 2002.
Tabel 4. Data displacement pada lokasi P 10 dengan beban gempa sesuai SNI-1726-2002.
Sumber: Hasil analisis menggunakan Geo Studio.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada SNI-1726-2002 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,207 (Gambar 69).
-
Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara dinamik menggunakan QUAKE/W yang mengacu pada RSNI-1726-2010. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 70).Relative Lateral Displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) -2 -4 -6 0 2 4 6
Gambar 69. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 10 dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada SNI-1726-2002.
Legenda :
Gambar 70. Hasil analisis dinamik pada lokasi P 10 menggunakan QUAKE/W dengan acuan RSNI- 1726-2010.
-
Relative displacement dari hasil analisis dinamik akibat beban gempa dengan acuan RSNI-1726- 2010 pada lokasi P10 diperoleh sebesar 0,00336 meter (Gambar 71 dan Tabel 5).Gambar 71. Relative displacement untuk analisis dinamik pada lokasi P 10 dengan acuan RSNI-1726- 2010.
Tabel 5. Data displacement pada lokasi P 10 dengan beban gempa sesuai RSNI-1726-2010.
Sumber : Hasil analisis menggunakan Geo Studio.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada RSNI-1726- 2010 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,209 (Gambar 72).
Gambar 72. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 10 dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada RSNI-1726-2010.
Relative Lateral Displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) -2 -4 -6 0 2 4 6 -0.002 -0.004 -0.001 -0.003 0 0.002 0.001
4.3.3 Analisis Kestabilan Bendungan Pada Lokasi P12 Dengan Beban Gempa 4.3.3.1 Analisis Statik
- Hasil pemodelan bendungan menggunakan QUAKE/W. Untuk nilai Gmax pada material bendungan dengan nilai SPT sebesar 9 nilai Gmax yang didapatkan sebesar 55502 kPa, pada material tanah dasar dengan nilai SPT sebesar 50 nilai Gmax yang didapatkan sebesar 211444.6 kPa dan terakhir nilai Gmax untuk batu sebesar 300000 kPa (Gambar 73).
Gambar 73. Hasil pemodelan analisa statik pada lokasi P 12 menggunakan QUAKE/W. - Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara statik menggunakan QUAKE/W yang mengacu
pada SNI-1726-2002 Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 74).
Legenda :
Gambar 74. Hasil analisis statik pada lokasi P 12 menggunakan QUAKE/W dengan acuan SNI-1726-2002.
-
Relative displacement dari hasil analisis statik akibat beban gempa dengan acuan SNI-1726-2002 pada lokasi P 12. (Gambar 75).Gambar 75. Relative displacement untuk analisis statik pada lokasi P 12 dengan acuan SNI-1726- 2002.
- Hasil analisis stabilitas bendungan dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada SNI- 1726-2002 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load
yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,026 (Gambar 76).
Gambar 76. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 12 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada SNI-1726-2002.
relative displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) -2 -4 -6 0 2 4 6 8 -1 0 1
- Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara statik menggunakan QUAKE/W yang mengacu pada RSNI-1726-2010. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 77).
Legenda :
Gambar 77. Hasil analisis statik pada lokasi P 12 menggunakan QUAKE/W dengan acuan RSNI-1726-2010.
-
Relative displacement dari hasil analisis statik akibat beban gempa dengan acuan RSNI-1726-2010pada lokasi P12 (Gambar 78).
Gambar 78. Relative displacement untuk analisis statik pada lokasi P 12 dengan acuan RSNI-1726- 2010.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada RSNI-1726-2010 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,026 (Gambar 79). relative displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) -2 -4 -6 0 2 4 6 8 -1 0 1
Gambar 79. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P12 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada RSNI-1726-2010.
- Analisis kestabilan bendungan dengan cara statik yang mengacu kepada Pd T-14-2004-A untuk periode ulang 50 dan 100 tahun tidak dianalisis menggunakan QUAKE/W, dikarenakan pendekatan yang dilakukan berbeda. Analisis yang mengacu pada Pd T-14-2004-A tidak menggunakan respon spektrum, sehingga beban gempa dapat langsung dimasukan ke dalam analisis stabilitas bendungan melalui SLOPE/W pada analisis kestabilan bendungan dengan beban gempa, dengan tidak adanya respon spektrum maka displacement bendungan akibat beban gempa yang mengacu pada Pd T-14- 2004-A tidak dapat dianalisis menggunakan Geo Studio 2007.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa yang mengacu pada Pd T-14-2004-A (periode ulang gempa 50 tahun) menggunakan SLOPE/W . Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 228,8 cm/det2 atau 0,235 g (g = 980 cm/det2) diperoleh safety factor sebesar 1,584 (Gambar 80).
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa yang mengacu pada Pd T-14-2004-A (periode ulang gempa 100 tahun) menggunakan SLOPE/W . Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 271,7 cm/det2 atau 0,277 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,471 (Gambar 81).
Gambar 80. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 12 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada Pd T-14-2004-A dengan periode ulang 50 tahun.
Gambar 81. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 12 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada Pd T-14-2004-A dengan periode ulang 100 tahun.
4.3.3.2 Analisis dinamik
- Hasil pemodelan bendungan menggunakan QUAKE/W (Gambar 82).
Gambar 82. Hasil pemodelan analisis dinamik pada lokasi P 12 menggunakan QUAKE/W. - Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara dinamik menggunakan QUAKE/W yang mengacu
pada SNI-1726-2002. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 83).
Legenda :
Gambar 83. Hasil analisis dinamik pada lokasi P 12 menggunakan QUAKE/W dengan acuan SNI- 1726-2002.
-
Relative displacement dari hasil analisis dinamik akibat beban gempa dengan acuan SNI-1726- 2002 pada lokasi P12 diperoleh sebesar 0,00527 meter (Gambar 84 dan Tabel 6).Gambar 84. Relative displacement untuk analisis dinamik pada lokasi P 12 dengan acuan SNI-1726- 2002.
Tabel 6. Data displacement pada lokasi P 12 dengan beban gempa sesuai SNI-1726-2002.
Sumber: Hasil analisis menggunakan Geo Studio.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada SNI-1726-2002 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,022 (Gambar 85).
- Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara dinamik menggunakan QUAKE/W yang mengacu pada RSNI-1726-2010. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 86).
relative displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) -2 -4 -6 0 2 4 6 8 -0.002 -0.004 -0.006 -0.001 -0.003 -0.005 0 0.002 0.001 0.003
Gambar 85. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 12 dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada SNI-1726-2002.
Legenda :
Gambar 86. Hasil analisis dinamik pada lokasi P 12 menggunakan QUAKE/W dengan acuan RSNI-1726-2010.
-
Relative displacement dari hasil analisis dinamik akibat beban gempa dengan acuan RSNI-1726- 2010 pada lokasi P12 diperoleh sebesar 0,00696 meter (Gambar 87 dan Tabel 7).Gambar 87. Relative displacement untuk analisis dinamik pada lokasi P 12 dengan acuan RSNI-1726- 2010.
Tabel 7. Data displacement pada lokasi P 12 dengan beban gempa sesuai RSNI-1726-2010.
Sumber : Hasil analisis menggunakan Geo Studio.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada RSNI-1726- 2010 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,007 (Gambar 88). relative displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) -2 -4 -6 0 2 4 6 8 -0.004 -0.008 -0.002 -0.006 0 0.004 0.002
Gambar 88. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 12 dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada RSNI-1726-2010.
4.3.4 Analisis Kestabilan Bendungan Pada Lokasi P30 Dengan Beban Gempa 4.3.4.1 Analisis Statik
- Hasil pemodelan bendungan menggunakan QUAKE/W. Untuk nilai Gmax pada material bendungan dengan nilai SPT sebesar 6 nilai Gmax yang didapatkan sebesar 40453.7 kPa, pada material tanah dasar dengan nilai SPT sebesar 50 nilai Gmax yang didapatkan sebesar 211444.6 kPa dan terakhir nilai Gmax untuk batu sebesar 300000 kPa (Gambar 89).
-
Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara statik menggunakan QUAKE/W yang mengacu pada SNI-1726-2002. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 90).Legenda :
Gambar 90. Hasil analisis statik pada lokasi P 30 menggunakan QUAKE/W dengan mengacu pada SNI-1726-2002.
-
Relative displacement dari hasil analisis statik akibat beban gempa dengan acuan SNI-1726-2002 pada lokasi P30 (Gambar 91).Gambar 91. Relative displacement untuk analisis statik pada lokasi P 30 dengan acuan SNI-1726- 2002. relative displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 -1 0 1
- Hasil analisis stabilitas bendungan dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada SNI- 1726-2002 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load
yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,164 (Gambar 92).
Gambar 92. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 30 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada SNI-1726-2002.
-
Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara statik menggunakan QUAKE/W yang mengacu pada RSNI-1726-2010. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 93).-
Relative displacement dari hasil analisis statik akibat beban gempa dengan acuan RSNI-1726-2010Legenda :
Gambar 93. Hasil analisis statik pada lokasi P 30 menggunakan QUAKE/W dengan acuan RSNI-1726-2010.
Gambar 94. Relative displacement untuk analisis statik pada lokasi P 30 dengan acuan RSNI-1726-2010.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada RSNI-1726-2010 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,163 (Gambar 95). relative displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 -1 0 1
Gambar 95. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 30 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada RSNI-1726-2010.
- Analisis kestabilan bendungan dengan cara statik yang mengacu kepada Pd T-14-2004-A untuk periode ulang 50 dan 100 tahun tidak dianalisis menggunakan QUAKE/W, dikarenakan pendekatan yang dilakukan berbeda. Analisis yang mengacu pada Pd T-14-2004-A tidak menggunakan respon spektrum, sehingga beban gempa dapat langsung dimasukan ke dalam analisis stabilitas bendungan melalui SLOPE/W pada analisis kestabilan bendungan dengan beban gempa, dengan tidak adanya respon spektrum maka displacement bendungan akibat beban gempa yang mengacu pada Pd T-14- 2004-A tidak dapat dianalisis menggunakan Geo Studio 2007.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa yang mengacu pada Pd T-14-2004-A (periode ulang gempa 50 tahun) menggunakan SLOPE/W . Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 228,8 cm/det2 atau 0,235 g (g = 980 cm/det2) diperoleh safety factor sebesar 1,808 (Gambar 96).
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa yang mengacu pada Pd T-14-2004-A (periode ulang gempa 100 tahun) menggunakan SLOPE/W . Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 271,7 cm/det2 atau 0,277 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,675 (Gambar 97).
Gambar 96. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 30 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada Pd T-14-2004-A dengan periode ulang 50 tahun.
Gambar 97. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 30 dengan beban gempa secara statik yang mengacu pada Pd T-14-2004-A dengan periode ulang 100 tahun.
4.3.4.2 Analisis dinamik
- Hasil pemodelan bendungan menggunakan QUAKE/W (Gambar 98).
Gambar 98. Hasil pemodelan analisis dinamik pada lokasi P 30 menggunakan QUAKE/W.
-
Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara dinamik menggunakan QUAKE/W yang mengacu pada SNI-1726-2002. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 99).
Legenda :
Gambar 99. Hasil analisis dinamik pada lokasi P 30 menggunakan QUAKE/W dengan acuan SNI-1726-2002.
-
Relative displacement dari hasil analisis dinamik akibat beban gempa dengan acuan SNI-1726- 2002 pada lokasi P30 diperoleh sebesar 0,00825 meter (Gambar 100 dan Tabel 8).Gambar 100. Relative displacement untuk analisis dinamik pada lokasi P 30 dengan acuan SNI-1726- 2002.
Tabel 8. Data displacement pada lokasi P 30 dengan beban gempa sesuai SNI-1726-2002.
Sumber: Hasil analisis menggunakan Geo Studio
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada SNI-1726-2002 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,163 (Gambar 101). relative displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 -0.004 -0.008 -0.002 -0.006 -0.01 0 0.004 0.002
Gambar 101. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 30 dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada SNI-1726-2002.
-
Hasil analisis stabilitas bendungan dengan cara dinamik menggunakan QUAKE/W yang mengacu pada RSNI-1726-2010. Hasil analisis bisa dilihat secara visual berupa gradasi warna. Warna putih menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling besar, sedangkan warna biru menunjukan bagian bendungan yang mengalami tegangan paling kecil. Di tengah bendungan terdapat node yang digunakan untuk mengetahui displacement pada bendungan (Gambar 102).Legenda :
Gambar 102. Hasil analisis dinamik pada lokasi P 30 menggunakan QUAKE/W dengan acuan RSNI- 1726-2010.
-
Relative displacement dari hasil analisis dinamik akibat beban gempa dengan acuan RSNI-1726- 2010 pada lokasi P30 diperoleh sebesar 0,01091 meter (Gambar 103 dan Tabel 9).Gambar 103. Relative displacement untuk analisis dinamik pada lokasi P 30 dengan acuan RSNI- 1726-2010.
Tabel 9. Data displacement pada lokasi P 30 dengan beban gempa sesuai RSNI-1726-2010.
Sumber: Hasil analisis menggunakan Geo Studio.
- Hasil analisis bendungan dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada RSNI-1726- 2010 (periode ulang gempa 500 tahun) menggunakan SLOPE/W. Dengan nilai seismic load yang diberikan sebesar 588 cm/det2 atau 0.6 g (g = 980 cm/det2 ) diperoleh safety factor sebesar 1,162 (Gambar 104). relative displacement Y ( m ) Relative X-Displacement (m) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 -0.004 -0.008 -0.012 -0.002 -0.006 -0.01 0 0.004 0.002 0.006
Gambar 104. Hasil analisis stabilitas bendungan pada lokasi P 30 dengan beban gempa secara dinamik yang mengacu pada RSNI-1726-2010.