PELAKSANAAN PENELITIAN, PENYAJIAN DATA, ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
E. Analisis Kesulitan Berdasarkan pada Kesalahan Siswa
7. Analisis Kesulitan Siswa pada soal nomor 6
Dari 50 siswa, 10 siswa (20%) menjawab soal nomor 6 dengan benar, 29 siswa (58%) melakukan kesalahan sehingga jawaban siswa tersebut salah, 3 siswa (6%) tidak selesai mengerjakan, dan 8 siswa (16%) tidak mengerjakan. Kesalahan 29 siswa tersebut yaitu 2 siswa (4%) mengalami kesalahan teknis, 6 siswa (12%)mengalami kesalahan definisi atau teorema, dan 21 siswa (42%) mengalami kesalahan dalam menginterpretasikan bahasa
a. Kesalahan S38 soal nomor 6
Gambar 4.31 Kesalahan S38 soal nomor 6
Siswa kesulitan dalam operasi perkalian, terlihat dari hasil perhitungan 2 ( ) = 2600. Pada jenis kesalahan teknis ini, terlihat bahwa kesalahan yang dilakukan siswa disebabkan karena siswa kesulitan dalam memanipulasi aljabar untuk mencari nilai variabel, dan juga kesulitan dalam operasi pembagian serta perkalian.
seperti berikut:
b. Kesalahan S37 soal nomor 6
Gambar 4.32 Kesalahan S37 soal nomor 6
S37 memakai rumus luas permukaan untuk mencari lebar, seharusnya memakai rumus volume. Dari soal sudah jelas yang diketahui adalah volume, panjang, dan kedalaman (tinggi), sehingga untuk mencari lebar harus dengan volume. Kemungkinan siswa tidak membaca soal dengan teliti, sehingga kesulitan siswa dalam merubah kalimat soal cerita ke dalam persamaan matematika menyebabkan siswa tersebut mengalami kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema
c. Kesalahan S7 soal nomor 6
( ), sedangkan S7 memakai rumus V=( ) − ( ).
Kesulitan siswa pada jenis kesalahan menggunakan definisi atau teorema adalah kesulitan menentukan rumus yang dipakai untuk mengerjakan soal. Siswa mungkin tidak mengetahui rumus luas permukaan tanpa tutup.
Jenis Kesalahan dalam menginterpretasikan bahasa pada nomor 6 seperti pada pekerjaan siswa berikut ini:
d. Kesalahan S30 soal nomor 6
Gambar 4.34 Kesalahan S30 soal nomor 6
Dari soal sudah diketahui bahwa biaya pembuatan dihitung dari luas permukaan balok tanpa tutup, tetapi S30 menghitung biaya pembuatan dari lebar balok, dikalikan dengan biaya pembuatan. Kesulitan yang dialami S30 adalah kesulitan dalam membuat model matematika untuk menyelesaikan masalah. Kemungkinan siswa tidak tahu rumus luas akuarium yang merupakan luas permukaan balok tanpa tutup, sehingga S30 menghitung biaya pembuatan dari lebar balok
Gambar 4.35 Kesalahan S45 soal nomor 6
Akuarium merupakan balok tanpa tutup, sehingga luas permukaan akuarium = 2( ) + 2( ) + 2( ) − ( ). Dalam mengerjakan soal, S45 memakai rumus luas permukaan balok biasa = 2( ) + 2( ) + 2( ). S45 Kesulitan dalam membuat model matematika untuk menghitung luas permukaan balok tanpa tutup.
Kesulitan siswa dalam mengerjakan soal nomor 6 berdasarkan jenis kesalahan yang dilakukan siswa diantaranya:
1. Kesulitan dalam operasi perhitungan, meliputi kesulitan dalam operasi perkalian.
2. Kesulitan dalam menentukan rumus yang dipakai, siswa menggunakan rumus yang salah dalam mengerjakan soal.
3. Kesulitan dalam membuat model matematika dari soal, sehingga siswa salah dalam membuat model penyelesaian dari soal tersebut.
Wawancara dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2016, peneliti mewawancarai 10 siswa dan wawancara dilakukan satu per satu. Berikut hasil wawancara dari beberapa siswa:
a. Hasil pekerjaaan S34 nomor 1
Gambar 4.36 Hasil pekerjaaan S34 nomor 1 P : Ditanya kan volumenya, rumus untuk volume balok apa?
S34 : Rumus volume balok itu, p x l x t
P : Di soal kan belum diketahui tingginya, berarti mencari t nya dulu kan, coba lihat perhitunganmu mencari nilai t
S34 : Salah mencari nilai t nya ya mas?
P : Ya, kesalahannya dalam proses mencari t nya, Harusnya kan kedua ruas kamu kurangi 48, tapi ini kamu malah memisahkan variabel t nya, makanya t di perhitunganmu salah. Sudah tahu salahnya dimana?
S34 : Sudah mas, saya memang masih kesulitan dalam perhitungan-perhitungan seperti itu.
Dari wawancara dengan S34, kesulitan yang dialami S34 yaitu kesulitan mencari nilai tinggi.
Gambar 4.37 Hasil pekerjaaan S6 nomor 1
P:Soal no 1 ulangan kemarin bagaimana, apakah kamu yakin dengan jawabanmu S6: tidak terlalu yakin sih mas
P:tahu tidak salahmu dimana?
S6:tidak tahu mas, salah mencari nilai t nya ya?
P:Coba kamu baca soalnya,…apa yang diketahui dari soal tersebut, dan apa yang ditanyakan?
S6:Yang diketahui itu luas permukaan, panjang, dan lebar P:kemudian yang ditanya?
S6:volumenya mas
P:lha itu kok kamu mencari tinggi dari volumenya, volumenya kan belum diketahui S6: wah iya mas, brarti saya salah pakai rumus, tidak teliti mungkin kemarin ketika membaca soal.
Dari hasil wawancara , siswa salah dalam memakai rumus karena tidak teliti dalam membaca soal.
Gambar 4.38 Hasil pekerjaaan S6 nomor 2
P:Sekarang no. 2 ,apa yang diketahui, dan apa yang ditanyakan?
S6: Yang diketahui luas permukaan kubus, dan yang ditanyakan volumenya P:rumus luas permukaan kubus apa?
S6:apa ya mas, lupa
P:Itu kenapa kamu bagi 12 luas permukaanya?
S6: 12 itu kan jumlah rusuk kubusnya mas, mau mencari rusuknya
P:mencari rusuknya bukan dengan cara seperti itu, yang diketahui kan luas permukaan kubus, maka pakai rumus luas permukaan kubus, yaitu = 6
S6: ya kemarin waktu ulangan tidak ingat rumusnya
Dari jawaban siswa saat wawancara, siswa tidak ingat rumus luas permukaan kubus, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menentukan rumus yang dipakai.
Gambar 4.39 Hasil pekerjaaan S34 nomor 2
P: Lanjut ke no.2 ya, yang diketahui dari soal apa saja? S34:No. 2 yang diketahui Luas permukaan
P:Apa rumus luas permukaan pada kubus? Dari pekerjaanmu kok malah luas permukaan kamu bagi 3 untuk mencari nilai rusuk kubus?
S34:Saya bingung kemarin mas, harus memakai rumus yang mana, kalau dalam bentuk soal cerita sering bingung dikerjakan pakai rumus apa
Dari hasil wawancara, siswa mengalami kesulitan dalam menentukan rumus karena siswa tidak tahu rumus apa yang dipakai.
Gambar 4.40 Hasil pekerjaaan S20 nomor 3 P:Coba lihat hasil pekerjaanmu nomor 3, Cek lagi perhitunganmu S20:Ukuran balok nya yang diperbesar benar kan mas?
P:Ukuran balok yang diperbesarnya sudah benar, bagaimana perhitunganmu mencari volume dan luas permukaanya
S20:Oh iya mas, ini luas permukaanya saya salah hitung P:Kamu kurang teliti atau bagaimana kemarin
S20:Iya kayaknya mas, harusnya kan itu 240, saya tulisnya 140
Dari hasil wawancara, S20 kurang teliti dalam melakukan perhitungan perkalian.
f. Hasil pekerjaaan S24 nomor 3
S24:Salah hitung ya mas?
P:Untuk mencari volume dan luas permukaan yang baru kan harus mencari lebar dulu, kamu mencari lebar pakai rumus apa?
S24:Pakai rumus luas permukaan
P:Sedangkan di soal yang diketahui apa? Coba kamu baca lagi soalnya S24:Yang diketahui panjang, tinggi, dan volume
P:Kenapa kamu mencari lebar dengan luas permukaan, kan itu yang diketahui volume nya?
S24:Wah iya mas, aduh saya salah pakai rumus
P:Jadi bukan karena salah hitung ya, tapi salah memakai rumus untuk soal no.3, sudah tahu kan letak kesalahanmu sekarang?
S24:Iya mas, saya salah pakai rumus
Dari jawaban siswa saat wawancara, siswa salah dalam memakai rumus, kemungkinan siswa tidak teliti dalam membaca soal, sehingga siswa salah dalam memakai rumus untuk mencari lebar.
g. Hasil Pekerjaan S7 nomor 4
S7: saya hitung dulu volume balok, lalu saya bagi dengan jumlah dadunya
P:apakah kamu yakin dengan caramu mengerjakan? Volume dadunya tidak dipakai dalam perhitungan?
S7:Tidak yakin juga mas, tidak tahu volume dadunya buat apa
P:bagi volume balok, dengan volume dadu, kamu akan mendapatkan hasil jumlah dadu yang dibutuhkan
S7:Susah mas soalnya, bingung caranya P:berapa volume dadunya? Coba dihitung
S7: volumenya, rusuknya kan 2, jadi volumenya 8 mas P: bagi volume balok dengan volume dadu
S7: volume balok 192, dibagi 8, ……ketemunya 24 mas P:Apakah susah perhitungannya?
S7: tidak susah mas menghitungnya, yang susah kemarin memahami soalnya mas, Dari hasil wawancara, siswa tidak tahu cara untuk mengerjakan soal nomor 4, bingung dengan cara penyelesaian soalnya, dan kesulitan dalam memahami soal.
h. Hasil pekerjaan S38 nomor 4
Gambar 4.43 Hasil pekerjaaan S38 nomor 4
P:Sekarang no. 4, yang ditanyakan jumlah dadu yang dibutuhkan, dan dadu yang tersisa, tapi di pekerjaanmu ini tidak diberi keterangan
S38:Bingung caranya mengerjakan mas, itu saya hitung volume baloknya, dan volume dadu
P:Kemudian hasilnya kamu kurangkan?, sebenarnya pakai cara ini bisa , jadi hasilnya kan48 , tapi yang ditanya kan dalam satuan dadu, jadi hasil48 , masih kamu
kira bagaimana?
S38:Dadu yang ada dikurangi dengan sisa P: Ya seperti itu caranya, tidak susah kan? S36: Kan tidak tahu caranya, makanya susah
Dari hasil wawancara, S38 tidak tahu cara mengerjakan soal nomor 4, bingung dengan model penyelesaian soal nomor 4
i. Hasil pekerjaan S43 nomor 5a
Gambar 4.44 Hasil pekerjaaan S43 nomor 5a P: soal no, 5 a, apa yang ditanya ?
S43: Volume air untuk mengisi akuarium mas?
P: Dari pekerjaanmu, mengapa kamu menjawab air untuk mengisi akuarium dengan menghitung volume bak mandi, kemudian kamu kurangi dengan volume akuarium? S43:Kemarin mikirnya , kan volume bak mandi juga diketahui di soal, saya pikir ini juga dipakai dalam perhitungan volume air
P:Kalau yang ditanya sisa air di bak mandi perhitunganmu baru benar.
Dari jawaban siswa saat wawancara, siswa salah dalam menghitung volume akuarium, karena siswa memasukkan ukuran bak mandi dalam perhitungan, siswa mungkin kesulitan dalam memahami soal tersebut.
j. Hasil pekerjaan S36 nomor 5a
Gambar 4.45 Hasil pekerjaaan S36 nomor 5a
P: Sekarang no. 5, utnuk mengisi akuarium kan dihitung volume, mengapa kamu hitung luas permukaan
S36:Salah menggunakan rumus mas, kemarin kurang teliti dalam membaca soal juga P:Kan sudah jelas dari soal yang ditanyakan apa, besok lagi lebih teliti dalam memahami soal.
S36:Iya mas
P:Kamu tahu rumus volume balok? S36:Rumusnya
P:Itu kamu tahu rumusnya, besok lagi yang lebih teliti dalam membadca soal
Dari jawaban siswa saat wawancara, siswa salah dalam memakai rumus, kemungkinan siswa tidak teliti dalam membaca soal, sehingga siswa salah dalam memakai rumus untuk mencari volume.
Gambar 4.46 Hasil pekerjaaan S43 nomor 5b
P: untuk tinggi permukaan air pada soal no. 5 b, coba jelaskan dari mana perhitunganmu
S43: saya kurangi langsung tingginya mas
P:Kamu sudah menghitung sisa volume air di bak mandi, seharusnya dari situ bisa kamu hitung tinggi permukaan air setelah air dikurangi, dengan rumus volume
S43: Tidak tahu saya mas untuk mencari tinggi permukaan air caranya seperti itu, saya kira langsung dikurangi saja langsung ketemu.
Dari hasil wawancara, S43 kesulitan dalam membuat model matematika untuk menyelesaikan masalah di soal cerita.
l. Hasil pekerjaan S34 nomor 5b
Gambar 4.47 Hasil pekerjaaan S34 nomor 5b
P:. No. 5 yang b, tinggi permukaan air kan yang ditanya, mengapa kamu malah mencari luas permukaan?
S34:Itu saya Cuma asal mengerjakan mas, karena waktu juga sudah mepet P:Kamu tidak tahu rumus mencari tinggi ya?
dikurangi, bisa dihitung tidak S34:Bisa mas
P:Rumus volume itu apa? S34:Rumusnya
P:memakai rumus itu kan seharusnya bisa dicari tingginya, kamu bisa menghitung volume airnya, karena air tersebut di bak mandi, maka panjang, dan lebar nya kan berarti panjang dan lebar bak mandi
S34:Ya itu mas, saya tidak, kalau mencari tinggi caranya bagaimana, soalnya susah dipahami
Dari hasil wawancara S34 kesulitan dalam memahami soal.
m. Hasil pekerjaan S38 nomor 6
Gambar 4.48 Hasil pekerjaaan S38 nomor 6 P: Apakah kamu tahu letak kesalahan no.6
S38:Salah hitung ya mas?
P:Iya, padahal itu rumusnya sudah benar, kamu kurang teliti dalam menghitungnya S38:Wah, iya mas, saya masih sering kurang teliti dalam menghitung
P:Kenapa kok sampai tidak teliti,padahal sampai langkah mencari lebar sudah benar S38:Ya itu mas,
P:Kamu sering latihan soal tidak kalau di luar jam pelajaran? S38:Jarang sih mas,
soal
n. Hasil pekerjaan S7 nomor 6
Gambar 4.49 Hasil pekerjaaan S7 nomor 6 P: no.6 bagaimana?
S24:Itu mencari lebarnya dulu kan mas?, kan kalo balok yang tanpa tutup, dikurangi ( )di rumusnya
P:ya itu lebarnya sudah benar,coba dibaca lagi soalnya, itu biaya pembuatan dihitung dari apa?
S7: dari luas permukaan
P:sedangkan rumus yang kamu pakai? S7: pakai volume mas
P:kenapa kok pakai volume?
S7:saya lupa mas, yang saya ingat kalau tanpa tutup itu ada−( )di belakangnya P:kamu belajarnya hafalin rumus ya?
S7:iya mas, tapi kemarin lupa, sering lupa kalau pas ulangan P:jarang latihan soal?
menyelesaikan masalah di soal cerita, kesulitan tersebut disebabkan karena S7 lupa rumus luas permukaan balok tanpa tutup.
Dari hasil wawancara , peneliti menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang membuat siswa kesulitan dalam mengerjakan tes soal cerita disebabkan karena
1. Siswa tidak tahu apa yang harus dicari terlebih dahulu untuk menyelesaikan soal cerita.
2. Siswa tidak mampu mengaplikasikan materi yang dipelajari untuk menyelesaikan soal cerita.
3. Siswa kurang teliti dalam perhitungan.
4. Siswa kurang latihan soal yang berbentuk soal cerita. 5. Siswa hanya belajar ketika akan ulangan.
Dari kesulitan-kesulitan siswa yang telah dibahas sebelumnya, kesulitan dalam membuat model matematika untuk menyelesaikan soal cerita disebabkan karena siswa tidak tahu apa yang harus dicari terlebih dahulu untuk menyelesaikan soal cerita, sehingga dalam pengerjaanya, siswa seringkali melakukan perhitungan yang tidak perlu.
Kemudian kesulitan dalam menentukan rumus yang dipakai untuk mengerjakan soal cerita, karena siswa tidak mampu mengaplikasikan materi, rumus-rumus yang telah dipelajari, ke dalam soal cerita, sehingga siswa menggunakan rumus yang tidak tepat untuk menyelesaikan permasalahan dalam soal cerita.
diketahui bahwa siswa kurang teliti dalam perhitungan, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, maupun pembagian.
Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa juga disebabkan karena siswa kurang dalam latihan soal yang berbentuk soal cerita, dan siswa hanya belajar ketika akan menghadapi tes soal cerita.
G. Rangkuman
Berdasarkan analisis dan pembahasan dari hasil pekerjaan siswa dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil tes, kesulitan subjek penelitian dalam mengerjakan soal cerita yaitu:
a. Kesulitan dalam operasi perhitungan meliputi penjumlahan, pengurangan , perkalian dan pembagian. Kesulitan ini terlihat dari jenis kesalahan teknis dan penyelesaian yang tidak diperiksa kembali. Persentase kesalahan teknis sebesar 22.15 %, dan penyelesaian yang tidak diperiksa kembali sebesar 6,96 %.
b. Kesulitan dalam menentukan rumus yang dipakai untuk mengerjakan soal. Kesulitan ini terlihat dari jenis kesalahan menggunakan definisi atau teorema. Persentase kesalahan menggunakan definisi atau teorema sebesar 25,31% %
c. Kesulitan dalam membuat model matematika dari soal, sehingga siswa salah dalam membuat model penyelesaian dari soal tersebut. Kesulitan
kesalahan menginterpretasikan bahasa sebesar 45,56%.
2. Berdasarkan hasil wawancara, faktor-faktor yang menyebabkan siswa tersebut mengalami kesulitan:
a. Siswa kurang teliti dalam perhitungan.
b. Siswa tidak mampu mengaplikasikan rumus dari materi yang telah dipelajari untuk menyelesaikan soal cerita.
c. Siswa tidak tahu apa yang harus dicari terlebih dahulu untuk menyelesaikan soal cerita.
d. Siswa kurang latihan soal, terutama soal yang berbentuk soal cerita. e. Siswa hanya belajar ketika akan menghadapi tes.
103
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa kelas VIII C dan VIII F SMP Negeri 2 piyungan mengalami kesulitan dalan mengerjakan soal cerita pada materi kubus dan balok. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil tes, kesulitan yang dialami siswa dalam mengerjakan soal-soal materi kubus dan balok yaitu
a. Kesulitan dalam operasi perhitungan. Siswa mengalami kesulitan dalam operasi perhitungan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, maupun pembagian untuk menghitung luas permukaan dan volume kubus atau balok . Pada soal yang diketahui luas permukaan atau volumenya, siswa kesulitan dalam menentukan panjang, lebar,atau tinggi pada balok, dan rusuk pada kubus. b. Kesulitan dalam menentukan rumus yang dipakai untuk
mengerjakan soal. Siswa mengalami kesulitan dalam menentukan rumus yang dipakai. Pada soal yang diketahui volume, panjang, dan juga tinggi untuk mencari lebar suatu balok , ada siswa memakai rumus luas permukaan untuk mencari lebar balok tersebut.
siswa salah dalam membuat model penyelesaian dari soal tersebut. Siswa menghitung luas permukaan balok tanpa tutup menggunakan rumus luas permukaan balok biasa, tidak menggunakan rumus luas permukaan balok tanpa tutup.
2. Berdasarkan hasil wawancara, faktor-faktor yang menyebabkan siswa tersebut mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal antara lain:
a. Siswa kurang teliti dalam perhitungan, sehingga siswa tersebut mengalami kesulitan dalam perhitungan seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian.
b. Siswa tidak mampu mengaplikasikan rumus dari materi yang telah dipelajari untuk menyelesaikan soal cerita, sehingga siswa kesulitan dalam menentukan rumus yang dipakai untuk mengerjakan soal.
c. Siswa tidak tahu apa yang harus dicari terlebih dahulu untuk menyelesaikan soal cerita, sehingga siswa kesulitan dalam membuat model matematika untuk menyelesaikan soal cerita. d. Persiapan siswa yang kurang dalam menghadapi tes. Siswa kurang
latihan soal, terutama soal yang berbentuk soal cerita, dan siswa hanya belajar ketika akan menghadapi tes.
1. Bagi Guru
Guru mata pelajaran matematika dalam mengajarkan materi matematika , dapat menuntun siswa supaya menemukan rumus pada materi yang telah dipelajari, tidak hanya sekedar memberikan rumus saja, supaya siswa mempunyai pemahaman yang kuat dalam materi yang telah dipelajari, dan juga memberi latihan soal yang lebih banyak pada siswa, terutama yang berbentuk soal cerita.
2. Bagi Siswa
Diharapkan dari hasil penelitian ini, siswa dapat belajar dari kesulitan-kesulitan, dan mencoba untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan bimbingan dari guru, memperbanyak latihan soal , dan mempersiapkan tes dengan persiapan yang lebih baik.
3. Bagi Penelitian Selanjutnya
Penelitian ini menimbulkan pertanyaan metode pembelajaran seperti apa untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mengerjakan soal cerita, sehingga dapat dilakukan penelitian tentang metode pembelajaran untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mengerjakan soal cerita.
106
Akbar Sutawidjaja, dkk. (1992). Pendidikan Matematuka III. Jakarta:Depdikbud Dirjen Dikti PPTK.
Antonius Cahya Prihandoko. (2006). Memahami Konsep Matematika Secara Benar dan Menyajikan dengan Menarik. Jakarta:Depdiknas Dirjen Dikti.
Asep Jihad. (2008). Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Multi Presindo.
Entang. (1984). Diagnosa Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.
Hudoyo dan Sutawijaya (1998). Pendidikan Matematika 1. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.
J. Tombokan Runtukahu. (1996). Pengajaran Matematika Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.
Lexy J. Moleong ( 2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Mohammad Surya. (1981). Pengantar Psikologi Pendidikan. Bandung: FIP-IKIP Bandung.
Mulyono Abdurrahman. (1999). Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta:Rineka Cipta.
Nuniek Avianti Agus. (2008). Mudah Belajar Matematika Kelas VIII. Jakarta:Pusat Perbukuan Depdiknas.
Richard Skemp (1976). Relational Understanding and Instrumental Understanding. Mathematics Teaching, 77, 20-26.
Aksara.
Zainal Arifin (2011). Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
108
Tabel 4.2: Data Tes kelas VIII F Nomor
Siswa
Skor Butir Soal
1 2 3 4 5 6 7 1 10 8 10 2 3 10 0 43 1849 2 10 10 10 2 3 10 0 45 2025 3 10 10 10 3 6 10 0 49 2401 4 10 10 3 3 4 4 2 36 1296 5 10 10 3 3 6 3 2 37 1369 6 3 3 10 10 6 10 0 42 1764 7 2 10 2 2 3 2 2 23 529 8 10 10 10 10 6 0 2 48 2304 9 3 3 2 2 3 0 0 13 169 10 10 10 9 3 6 10 2 50 2500 11 10 10 3 10 3 3 0 39 1521 12 10 10 10 10 6 4 1 51 2601 13 2 1 2 2 1 1 2 11 121 14 3 10 2 0 3 0 0 18 324 15 10 10 4 5 2 10 2 43 1849 16 10 10 3 3 3 10 2 41 1681 17 2 10 10 2 6 2 3 35 1225 18 10 10 10 10 6 0 2 48 2304 19 2 10 10 2 3 2 2 31 961 20 2 4 3 3 6 0 2 20 400 21 10 10 10 3 6 10 3 52 2704 22 10 10 10 3 6 10 3 52 2704 23 10 10 3 10 4 3 0 40 1600 24 10 10 3 3 4 3 3 36 1296 25 10 10 10 2 6 10 2 50 2500 Jumlah 189 219 162 108 111 127 37 953 39997 1747 2099 1376 738 557 1081 85 8059 8840 6959 4516 4508 5663 1452
product moment Pearson dengan mengkorelasikan antara skor yang didapat siswa pada suatu butir soal dengan skor total yang didapat. Rumus yang digunakan, yaitu:
= ∙ ∑ ∙ − (∑ ) ∙ (∑ ) ( ∙ ∑ − (∑ ) ) ∙ ( ∙ ∑ − (∑ ) Nomor 1: = 25(8059) − (189)(953) {25(1747) − (189) }{25(39997) − (953) } = 21358 {43675 − 35721}{999925 − 908209} = 21358 {7954}{91716} = 21358 √729509064 =27009,42521358 = 0,791
Nomor 2: = 25(8840) − (219)(953) {25(2099) − (219) }{25(39997) − (953) } = 12293 {52475 − 47961}{999925 − 908209} = 12293 {4514}{91716} = 12293 √414006024 =20347,13712293 = 0,604 Nomor 3: = 25(6959) − (162)(953) {25(1376) − (162) }{25(39997) − (953) } = 19589 {34400 − 26244}{999925 − 908209} = 19589 {8156}{91716} = 19589 √748035696
=27350,241 = 0,716 Nomor 4: = 25(4516) − (108)(953) {25(738) − (108) }{25(39997) − (953) } = 9976 {18450 − 11664}{999925 − 908209} = 9976 {6786}{91716} = 9976 √622384776 =24947,6409976 = 0,4 Nomor 5: = 25(4508) − (111)(953) {25(557) − (111) }{25(39997) − (953) } = 6917 {13925 − 12321}{999925 − 908209} = 6917 {1604}{91716}
= √147112464 =12128,9926917 = 0,570 Nomor 6: = 25(5663) − (127)(953) {25(1081) − (127) }{25(39997) − (953) } = 20544 {27025 − 16129}{999925 − 908209} = 20544 {10896}{91716} = 20544 √999337536 = 31612,320544 = 0,650 Nomor 7: = 25(1452) − (37)(953) {25(85) − (37) }{25(39997) − (953) } = 1039 {2125 − 1369}{999925 − 908209} = 1039 {756}{91716}
=
√69337296
=8326,9011039
= 0,125
Tabel 4.3: Validitas Soal Nomor Soal Koefisien validitas ( ) Interpretasikriteria 1 0,791 Tinggi 2 0,604 Cukup 3 0,716 Tinggi 4 0,4 Cukup 5 0,570 Cukup 6 0,650 Tinggi 7 0,125 Sangat Rendah
Menurut Asep & Abdul (2013: 180), reliabilitas soal merupakan ukuran yang menyatakan tingkat keajegan atau kekonsistenan suatu soal tes. Untuk mengukur tingkat kekonsistenan soal ini digunakan perhitungan Alpha Cronbach. Rumus yang digunakan dinyatakan dengan:
= − 1 1 −
Keterangan:
= banyaknya butir soal
= jumlah varians skor tiap item = varians skor total
Rumus untuk mencari varians adalah:
= ∑ − (∑ )
Interpretasi nilai mengacu pada pendapat Guilford (Asep & Abdul, 2013: 181) berikut ini:
0,90 < ≤ 1,00 : sangat tinggi 0,70 < ≤ 0,90 : tinggi
0,40 < ≤ 0,70 : sedang 0,20 < ≤ 0,40 : rendah
Variansi soal nomor 1:
=1747 − 18925 25
= 1747 − 1428,8425
=318,1625
= 12,726
Variansi soal nomor 2
=2099 − 21925 25
= 2099 − 1918,4425
=180,5625
= 7,22
Variansi soal nomor 3
=1376 − 16225 25
= 25 = 13,049
Variansi soal nomor 4
= 738 − 10825 25
= 738 − 466,5625
=271,4425
= 10,857
Variansi soal nomor 5
= 557 − 11125 25
= 557 − 492,8425
=64,1625
= 2,566
Variansi soal nomor 6
= 25
=435,8425
= 17,433
Sehingga diperoleh = 12,726 + 7,22 + 13,049 + 10,857 + 2,566 + 17,433 = 63, 851
Variansi total adalah :
=37178 − 91625 25 = 37178 − 33562,2425 =3615,7625 = 144,630 Reliabilitas = − 1 1 − = 6 − 1 1 −6 144,63063,851 = 65 [1 − 0,441] = [1,2][0,559] = 0,670
Tingkat Kesulitan
Data Tes Soal Kelompok Atas
No Nama Soal Jumlah
1 2 3 4 5 6 1 S12 10 10 10 10 6 4 50 2 S3 10 10 10 3 6 10 49 3 S21 10 10 10 3 6 10 49 4 S22 10 10 10 3 6 10 49 5 S10 10 10 10 2 6 10 48 6 S25 10 10 10 2 6 10 48 7 S8 10 10 10 10 6 0 46 8 S18 10 10 10 10 6 0 46 9 S32 10 8 10 10 3 4 45 10 S2 10 10 10 2 3 10 45 11 S49 10 10 10 5 4 4 43 12 S47 10 10 10 2 7 4 43 13 S1 10 8 10 2 3 10 43 14 S6 3 3 10 10 6 10 42 15 S15 10 10 4 5 2 10 41 16 S44 10 8 3 10 6 4 41 17 S30 10 10 10 2 6 3 41 18 S41 10 10 10 3 3 4 40 19 S31 10 10 10 2 4 4 40 20 S27 10 10 10 3 3 4 40 21 S23 10 10 3 10 4 3 40 22 S11 10 10 3 10 3 3 39 23 S16 10 10 3 3 3 10 39 24 S35 10 10 8 2 6 3 39 25 S29 10 10 10 3 4 2 39 Jumlah = 243 237 214 127 118 146
Data Tes Soal Kelompok Bawah
No Nama
Siswa soal 1 2 3 4 5 6 Jumlah
1 S39 10 10 10 2 2 5 39 2 S48 10 10 10 2 2 4 38 3 S42 10 10 10 2 3 3 38 4 S40 10 10 8 3 4 3 38 5 S37 10 10 8 2 6 2 38 6 S33 10 10 10 2 2 4 38 7 S43 10 10 3 4 6 4 37 8 S45 10 2 10 2 7 6 37 9 S46 10 10 10 0 3 2 35 10 S5 10 10 3 3 6 3 35 11 S4 10 10 3 3 4 4 34 12 S38 10 10 3 5 3 3 34 13 S36 10 10 3 5 3 3 34 14 S24 10 10 3 3 4 3 33 15 S17 2 10 10 2 6 2 32 16 S19 2 10 10 2 3 2 29 17 S34 6 4 3 3 2 3 21 18 S7 2 10 2 2 3 2 21 19 S28 3 10 2 1 1 2 19 20 S14 3 10 2 0 3 0 18 21 S20 2 4 3 3 6 0 18 22 S9 3 3 2 2 3 0 13 23 S50 3 7 2 0 0 0 12 24 S26 3 6 1 0 0 0 10 25 S13 2 1 2 2 1 1 9 Jumlah = 171 207 133 55 83 61
No.Soal + = . + Indeks Keterangan 1 243 171 414 0,828 Mudah 2 237 207 444 0,888 Mudah 3 214 133 347 0,694 Sedang 4 127 55 182 0,364 Sedang 5 118 83 201 0,402 Sedang 6 146 61 207 0,414 Sedang Keterangan: TK: tingkat kesulitan
SA:jumlah skor kelompok atas SB:jumlah skor kelompok bawah
n:jumlah siswa kelompok atas dan bawah
1. Luas seluruh permukaan sebuah balok 208 . Jika panjang dan lebar balok tersebut 6 cm dan 4 cm, berapakah volume balok tersebut ?
2. Sebuah kubus memiliki luas seluruh permukaan 294 . Berapakah volume kubus tersebut ?
3. Sebuah balok mempunyai panjang 8 cm , tinggi 5 cm dan mempunyai volume 240 . Ukuran balok tersebut diperbesar dengan panjangnya 2 cm lebihnya dari panjang awal , lebarnya 2 kali semula, dan tingginya tetap. Hitunglah volume dan luas seluruh permukaan balok yang baru!
4. Andri mempunyai dadu berbentuk kubus yang mempunyai panjang rusuk 2 cm sebanyak 30 buah. Dadu itu disusun menjadi bangunan berbentuk balok yang mempunyai panjang 6 cm, lebar 8 cm dan tinggi 4 cm.
a. Berapakah dadu yang dibutuhkan Andri untuk menyusun bangunan berbentuk balok tersebut ?
b. Jika dadu tersebut sisa, berapakah sisanya?
5. Sebuah bak mandi mempunyai ukuran dalam panjang 100 cm, lebar 80 cm dan tinggi 90 cm berisi air penuh. Air dalam bak tersebut digunakan untuk mengisi akuarium dengan panjang 40 cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm.
a. Berapakah volume air yang diperlukan untuk mengisi akuarium? b. Berapa tinggi permukaan air pada bak mandi setelah air dikurangi untuk
mengisi akuarium? (ketebalan kaca akuarium diabaikan)
6. Pak Tukiran akan memesan sebuah akuarium berbentuk balok. Pak Tukiran menginginkan akuarium tersebut mempunyai volume 72.000 dan memiliki kedalaman 40 cm serta panjang 60 cm. Biaya pembuatan akuarium tersebut dihitung dari luas permukaan akuarium tersebut sebesar Rp 500,- per 100 Hitunglah biaya pembuatan akuarium tersebut? (Ingat akuarium tersebut merupakan balok tanpa tutupdan ketebalan kaca diabaikan!)
7. Sebuah lemari berbentuk balok mempunyai luas sisi depan 12000 dan luas sisi alas 5000 . Rusuk yang membatasi sisi depan dan sisi alas tersebut