VISI DAN MISI Visi Tangsel Pos
B. ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI 1. Diksi dalam Teks Berita
2. Analisis Ketepatan Diksi a. Umum Khusus
Berikut ini merupakan penggunaan kata yang bermakna umum khhusus.
1.1.1 Penilaian itu setidaknya dibuktikan masih dibiarkannya proses pembangunan Klenteng Yan Sen Bio di Kampung Sewan Kebun Kelurahan Mekarsari kecamatan Neglasari.
Penggunaan kata Klenteng Yan Sen Bio pada kalimat 1.1.1 sudah tepat, karena penulis memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa Klenteng Yan
Sen Bio mengacu pada objek yang khusus, yaitu nama tempat beribadah umat
Hindu, sehingga pembaca mudah mengerti yang dimaksud oleh penulis.
2.2.1 Terlepas apakah bangunan itu untuk rumah ibadah, bisnis, maupun rumah tinggal, yang pasti semua harus mengacu pada aturan.
Kata bangunan pada kalimat di atas merupakan sebuah kata yang umum. Sebagai kata yang umum bangunan dapat mencakup pada sejumlah kata yang khusus seperti yang telah dijabarkan pada kalimat tersebut yakni dapat berupa
1
bangunan ibadah, bangunan bisnis, bangunan tempat tinggal, dan sebagainya. Penggunaan kata bangunan pada kalimat 1.2.2 sudah tepat karena penulis sebelumnya telah menjelaskan bahwa bangunan yang dimaksud untuk tempat peribadatan, sehingga tidak menimbulkan salah paham oleh pembaca.
3.3.1 Lebih jauh Politisi Partai Golkar itu mengatakan, aturan itu dibuat untuk ditegakkan dan ditaati demi kepentingan masyarakat luas, bukan untuk dilanggar dan diabaikan.
Frase Politisi Partai Golkar pada kalimat di atas merupakan penggunaan kata khusus yang tidak akan menimbulkan salah interpretasi, karena Golkar
merupakan salah satu nama partai politik di Indonesia. Kata Politisi Partai
Golkar pada kalimat 3.3.1 sudah tepat karena penulis telah memberikan
penjelasan secara khusus kepada pembaca sehingga tidak menimbulkan salah paham antara penulis dan pembaca.
4.4.1 Untuk kepentingan rumah ibadah seperti Klenteng, sebelum mengakukan ijin tentunya harus ada rekomendasi dari kementrian Agama dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama).
Kata rumah ibadah pada kalimat di atas tidak akan menimbulkan salah interpretasi pada pembacanya, meskipun yang digunakan kata umum. Akan tetapi penulis telah menjelaskan bahwa rumah ibadah yang dimaksud merupakan rumah ibadah untuk umat Hindu. Oleh karena itu kata rumah
ibadah yang digunakan pada kalimat 4.4.1 sudah tepat.
23.1.2 “Kita menemukan baju digunakan Aini sebelum dibawa ke Rumah
Sakit Fatmawati, ungkap Shinto.”
Kata baju yang terdapat pada kalimat di atas merupakan penggunaan kata umum yang dapat menimbulkan salah interpretasi pada pembaca. Sebagai kata yang umum, baju dapat mencakup sejumlah kata yang lebih khusus seperti baju
tidur, baju sehari-hari, dan lain sebagainya. Kata baju pada kalimat 23.1.2 kurang tepat karena penulis tidak menjabarkan peristiwa secara lengkap sehingga akan menimbulkan pertanyaan pada pembaca apakah peritiwa terjadi siang hari atau malam hari.
24.2.2 “Kita menemukan baju digunakan Aini sebelum dibawa ke Rumah
Sakit Fatmawati, ungkap Shinto.”
Kata Rumah Sakit Fatmawati merupakan kata khusus yang tidak akan menimbulkan salah interpretasi pada pembaca. Penulis telah memberikan penjelasan yang khusus ada pembaca sehingga pembaca mudah mengerti maksud yang ingin disampaikan oleh penulis. Kata Rumah Sakit Fatmawati
pada kalimat 24.2.2 sudah tepat.
25.3.2 Dalam BAP itu, alasan Nahnu seakan-akan di-setting tersangka yakni korban meninggal lantaran terjatuh dari tempat tidur.
Kata tempat merupakan kata umum yang dapat menimbulkan salah interpretasi kepada pembacanya, karena tempat mencakup sejumlah letak peristiwa atau kejadian yang lebih khusus. Seperti pada kata tempat tidur yang digunakan pada kalimat di atas, tidak akan menimbulkan salah pemahaman kepada pembacanya karena tempat yang dimaksud penulis telah menjelaskan secara terperinci sehingga pembaca mengerti maksud penulis. Kata tempat tidur
pada kalimat 25.3.2 sudah tepat.
26.4.2 “Jika memungkinkan akan dilakukan di tempat kontrakan namun
jika tidak di Polresta,” katanya.
Seperti yang dikemukakan di atas bahwa kata tempat merupakan kata umum yang dapat membingungkan pembaca. Namun pada kalimat 26.4.2 kata
tempat kontrakan merupakan kata khusus yang digunakan penulis sudah tepat
27.5.2 “Tiara menceritakan Sweter warna ungu milik Aini digunakan ibu tirinya untuk mengikat tangan adiknya.
Kata Sweter warna ungu merupakan kata khusus yang dijelaskan penulis sehingga tidak akan menimbulkan salah interpretasi kepada pembacanya. Kata
Sweter warna ungu ini merupakan sebuah mantel berwarna ungu yang
digunakan oleh korban pembunuhan. Oleh karena itu kata Sweter warna ungu
pada kalimat 27.5.2 penggunaan kata khusus yang sudah tepat.
28.6.2 “Tiara mencertakan Sweter warna ungu milik Aini digunakan ibu
tirinya untuk mengikat tangan adiknya.
Kata ibu tiri pada kalimat di atas merupakan kata khusus dari kata umum ibu. Penulis telah menjelaskan kepada pembaca bahwa ibu yang dimaksud bukan ibu kandung melainkan ibu tiri. Kata ibu tiri pada kalimat 28.6.2 sudah tepat.
29.7.2 Begitu pula dengan benda-benda yang digunakan, Tiara menceritakan semua di Polresta.
Kata benda-benda pada kalimat di atas merupakan kata umum yang mencakup sejumlah kata yang khusus seperti benda mati maupun benda hidup. Benda mati dan benda hidup pun masih mencakup kata khususnya seperti benda mati mencakup benda tajam, benda tumpul, dan lain sebagainya. Benda hidup seperti hewan atau pun manusia. Namun pada kalimat 29.7.2 kata
benda-benda yang digunakan oleh penulis sudah tepat, karena penulis ingin
memberitahuakan benda yang digunakan merupakan benda mati yang berbentuk tajam ataupun tumpul.
30.8.2 “Tiara pun mencontohkan cara ibu tirinya membanting adiknya
Kata boneka pada kalimat di atas merupakan kata umum yang mencakup sejumlah kata khusus seperti boneka barbie, boneka susan, boneka panda, dan sebagainya. Meskipun demikian, kata umum boneka yang digunakan pada kalimat 30.9.2 ini sudah tepat karena meskipun penulis tidak menjabarkan secara rinci jenis boneka yang digunakan, pembaca tidak mengalami kesulitan dalam memahami maksud penulis.
31.9.2 “Jam 12.00 WIB disuruh makan tanpa menggunakan lauk pauk
tambahan, hanya diberikan nasi saja,” katanya.
Kata lauk pauk pada kalimat di atas merupakan sebuah kata umum. Sebagai kata umum, kata lauk pauk dapat mencakup sejumlah kata khusus pelengkap makan nasi seperti ikan-ikanan atau sayuran. Meski demikian, kata
lauk pauk pada kalimat 31.9.2 sudah tepat digunakan penulis, karena penulis
ingin memberitahukan bahwa lauk pauk yang dimasud merupakan pendamping makan nasi.
50.1.3 Oleng tidak terima Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya hukuman mati dan sempat menginjak-injak Al Quran sebagai bukti tidak melakukan pemerkosaan.
Kata Al Quran pada kalimat di atas sudah jelas diketahui bahwa kata tersebut merupakan kata khusus dari kata umum kitab-kitab sebuah agama. Meskipun penulis tidak menjelaskan Al Quran sebagai kitab umat islam, akan tetapi pembaca telah mengetahui bahwa Al Quran merupakan kitab umat islam. Jadi kata Al Quran pada kalimat 50.1.3 sudah tepat.
50.1.3 “Saya berani bersumpah di Al Quran ini bahwa tidak pernah
melakukan pemerkosaan,” teriak oleng sembari mengepal kedua
Kata kedua tangannya pada kalimat di atas merupakan sebuah kata khusus. Kata umunya dari anggota tubuh seperti kaki, kepala, mata, dan sebagainya. Kata pada kalimat 50.1.3 sudah tepat. Meskipun penulis tidak menyebutkan
kedua tangannya pada kalimat tersebut, pembaca sebenarnya telah mengerti
maksud penulis karena anggota tubuh yang dapat mengepal sudah pasti anggota tubuh bagian tangan.
51.2.3 “Itu bagian dari penistaan agama(menginjak Al Quran) tuturnya.”
Kata agama pada kalimat di atas merupakan sebuah kata umum. Sebagai kata umum, agama mencakup kata khusus seperti Agama Islam, Agama
Kristen, Agama Hindu, maupun Agama Budha. Penggunaan kata agama pada
kalimat 51.2.3 sudah tepat karena penulis telah memberitahukan bahwa agama
yang dimaksud adalah agama islam meskipun tanpa penjelasan secara detil. 52.3.3 Kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, perbuatan tersebut sangat diluar akal sehat.
Kata Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada kalimat di atas merupakan penggunaan kata khusus yang tidak akan menimbulkan salah interpretasi, karena Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan bagian dari beberapa nama partai politik di Indonesia. Kata Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada kalimat 52.3.3 sudah tepat karena penulis telah memberikan penjelasan secara khusus kepada pembaca sehingga tidak menimbulkan salah paham antara penulis dan pembaca.
53.4.3 Saat itu, Izzun berniat mengambil laptop HP miliknya yang dipinjam Oleng.
Kata laptop HP merupakan kata khusus dari kata umum laptop. Kata
penulis memberitahukan kepada pembaca dengan jelas elektronik jenis apa yang digunakan oleh pelaku.
54.5.3 Gadis asal Paciran, Lamongan, Jawa Timur, itu membawa uang Rp 600 ribu untuk menebus laptop, namun Soleh berdalih ada di tangan tukang reparasi.
Kata laptop merupakan kata umum. Sebagai kata umum, laptop mencakup sejumlah kata seperti laptop acer, laptop toshiba, laptop hp, dan sebagainya. Meski demikian, kata laptop pada kalimat 54.5.3 sudah tepat, karena tanpa penulis memberitahukan jenis laptop yang digunakan, pembaca tidak akan mengalami kesulitan dalam memahami maksud penulis.
54.6.3 Gadis asal Paciran, Lamongan, Jawa Timur, itu membawa uang Rp 600 ribu untuk menebus laptop, namun Soleh berdalih ada di tangan tukang
reparasi.
Kata reparasi pada kalimat di atas merupakan sebuah kata yang umum. Sebagai kata umum, reparasi memiliki cakupan sejumlah kata yang khusus seperti: reparasi handphone, reparasi radio, reparasi televisi, dan sebagainya. Akan tetapi penggunaan kata reparasi pada kalimat 54.6.3 sudah tepat karena penulis memberitahukan pada kalimat tersebut merupakan reparasi untuk laptop.
55.7.3 Sambil membawa obat sakit kepala merek Bodrex dan sebotol minuman soda merek Fanta, keenam lelaki itu masuk ke kamar tempat izzun.
Kata obat sakit kepala pada kalimat di atas merupakan sebuah kata yang khusus. Penulis dengan rinci memberitahukan pembaca bahwa jenis obat yang digunakan adalah obat untuk sakit kepala, sampai merek obat yang digunakan pun penulis sebutkan yaitu Bodrek. Tidak hanya itu, minuman yang dijelaskan
penulis dalam kasusus ini pun disebutkan dengan jelas yakni minuman soda
merek Fanta. Dengan demikian kata obat sakit kepala pada kalimat 5.7.3
seudah sangat tepat karena pembaca dengan jelas mengetahui maksud penulis.
71.1.4 Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota
Tangerang Selatan (Tangsel), Retno Prawati Diperiksa Kejaksaan Negeri Kejari)Serang, Rabu (5/12).
Kata Kepala Dinas pada kalimat di atas merupakan sebuah kata yang khusus, karena mengacu pada objek khusus yakni sebuah kedudukan tertinggi dalam suatu jabatan yakni sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya
Air. Kata kepala dinas yang digunakan pada kalimat 71.1.4 sudah tepat karena
langsung mengacu pada objek, sehingga tidak akan menimbulkan salah interpretasi pada pembaca.
72.2.4 Pemeriksaan Retno sebagai saksi ini terkait dugaan korupsi proyek betonisasi ruas Jalan Terate, Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Kata Jalan pada kalimat di atas merupakan sebuah kata umum yang masih memiliki cakupan sejumlah kalimat seperti: Jalan Raya, Jalan Setapak, Jalan
Kampung, dan sebagainya. Meski demikian, kata Jalan pada kalimat 72.2.4
sudah tepat karena penulis ingin memberitahukan bahwa jalan yang dimaksud merupakan sebuah jalan raya yang terdapat di daerah Terate.
73.3.4 Sementara kedua pengusaha, lanjut Triono, dipanggil terkait pelaksanaan lelang elektronik yang diumumkan oleh DBMTR melalui website LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Provinsi Banten. Kata elektronik pada kalimat di atas merupakan sebuah kata yang bersifat umum. Sebagai kata umum, elektronik mencakup sejumlah kata yang bersifat khusus seperti: elektronik peralatan rumah tangga, elektronik otomotif,
elektronik alat kecantika, dan sebagainya yang sifatnya lebih dimengerti oleh pembaca. Meskipun demikian, kata elektronik pada kalimat 73.3.4 sudah tepat, karena penulis ingin memberitahukan kepada pembaca bahwa elektronik yang dimaksud bukan hanya satu jenis saja tetapi beberapa dari jenis elektronik. Memang adakalanya sebuah kata yang digunakan harus menggunakan kata yang lebih khusus agar tidak membingungkan pembaca.
88.1.5 Kementrian Perhubungan (Kemenhub) berniat menghibahkan 30
bus kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kata bus pada kalimat di atas merupakan kata yang sifatnya umum. Sebagai kata umum, bus mencakup sejumlah kata yang lebih khusus seperti:
bus khusus pariwisata, bus khusus angkutan umum, bus antar kota, bus
sekolah, dan lain sebagainya. Akan tetapi kata bus yang digunakan pada
kalimat 88.1.5 ini sudah tepat karena penulis ingin memberitahukan bahwa jenis bus yang dimaksud tidak hanya satu jenis bus saja.
89.2.5 Bus tersebut awalnya digunakan sebagai armada transportasi massal di kota hasil pemekaran Kabupaten Tangerang ini.
Kata transportasi pada kalimat di atas merupakan sebuah kata umum. Sebagai kata umum, transportasi mencakup sejumlah kata yang khusus seperti:
transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara. Namun, meskipun
demikian, kata transportasi pada kalimat 89.2.5 penggunaannya sudah tepat, karena penulis telah memberitahukan sebelumnya bahwa alat transportasi yang digunakan berupa bus yakni sebagai alat transportasi darat, sehingga pembaca tidak perlu lagi dijelaskan secara terperinci.
90.3.5 Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany beralasan, penolakan niat hibah 30 bus tersebut lantaran Tangsel belum siap dari segi infrastruktur.
Kata infrastruktur pada kalimat di atas merupakan kata yang sifatnya umum, karena kata infrastruktur masih memiliki cakupan sejumlah kata yang lebih khusus seperti: infrastruktur jalan, infrastruktur pergedungan, maupun
infrastruktur lainnya yang sifatnya pembangunan. Namun, meski demikian,
kata infrastruktur pada kalimat 90.3.5 yang digunakan penulis sudah tepat,
karena penulis telah menjelaskan bahwa infrastruktur yang akan digunakan untuk sarana transportasi darat.
91.4.5 “Nanti seperti apa rencana lalu lintasnya akan diumumkan pada
akhir Desember,” katanya.
Kata lalu lintas pada kalimat di atas merupakan kata umum yang dapat dikhususkan kembali menjadi lalu lintas darat, lalu lintas udara, dan lalu lintas
laut. Meskipun penggunaan kata lalu lintas ini bersifat umum, tetap tidak
membingungkan pembaca karena sebeelumnya telah dijelaskan oleh penulis bahwa lalu lintas yang dimaksud adalah lalu lintas untuk transportasi darat.
115.1.6 Si ayam jago wareng, besok akan berpesta.
Kata ayam jago pada kalimat di atas merupakan sebuah kata yang bersifat khusus dari kata umum ayam. Dengan demikian penulis telah menjelaskan dengan lebih jelas kepada pembaca sehingga tidak menimbulkan salah interpretasi pada pembacanya. Bahkan, kata ayam jago disini lebih dikhususkan lagi yakni ayam jago wareng, yakni yang dimaksud penulis adalah sebagai logo yang dipakai untuk pemilihan umum.
115.2.6 Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang, Jamaludin mengajak masyarakat „kota seribu industri‟ ini untuk tidak menyia -nyiakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang diikuti empat pasang calon ini.
Kata calon pada kalimat di atas merupakan sebuah kata umum yang mencakup sejumlah kata khusus seperti: calon Presiden, calon Bupati, calon
pengantin, dan sebagainya. Namun, meskipun penulis menggunakan kata
umum pada kata calon tetap tidak membingungkan pembaca, karena penulis telah memberitahukan bahwa maksud calon dalam kalimat ini adalah calon
kepala daerah. Jadi, kata calon pada kalimat 115.2.6 sudah tepat.
115.4.6 Bahkan saat ini pihaknya telah mendistribusikan kertas suara
kepada seluruh PPK untuk kembali distribusikan ke TPS masing-masing. Kata kertas pada kalimat di atas merupakan sebuah kata khusus. Kata
kertas suara pada kalimat di atas tidak akan menimbulkan salah interpretasi
kepada pembacanya. Penulis telah memberitahukan dengan spesifik mungkin mengenai kertas yang dimaksud, yaitu untuk digunakan sebagai pemungutan suara, sehingga tidak membingungkan pembaca.
115.5.6 Bambang juga mengajak kepada semua pihak, tidak hanya aparat
keamanan, namun juga masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan
saat pesta demokrasi tersebut berlangsung.
Kata aparat keamanan merupakan kata khusus. Kata aparat keamanan
yang digunakan penulis pada kalimat 15.5.6 sudah tepat karena pembaca tidak akan salah mengerti dengan apa yang dimaksud penulis.
b. Denotasi Konotasi
Berikut ini merupakan penggunaan kata yang bermakna denotasi konotasi. 5.5.1 Bangunan tempat beribadah itu hampir rampung, sementara izin belum dikantongi.
Frasa hampir rampung pada kalimat di atas dimasukkan ke dalam golongan kata yang bermakna konotatif, karena kata hampir rampung pada kalimat di atas memiliki makna abstrak. Frasa hampir rampung tidak menjelaskan dengan jelas seberapa persen bangunan itu telah dikerjakan, sehingga pembaca dengan bebas menginterpretasikan makna dari kata tersebut. Penggunaan kata konotatif tersebut sudah tepat karena umumnya pembaca setidaknya mengetahui bahwa makna dari hampir rampung adalah 80%-90% telah selesai dan akan selesai dikerjakan.
6.6.1 Sementara berdasarkan pantauan wartawan, pembangunan klenteng di bawah naungan Yayasan Mutiara Dewi Kwan Im, dilakukan di atas lahan 1.000 meter persegi.
Kata 1.000 meter persegi pada kalimat di atas merupakan kata yang bermakna denotatif. 1.000 meter persegi termasuk kata bermakna denotatif karena kata tersebut dengan jelas diketahui pembaca dan penulis memberitahukan secara konkret luas lahan tersebut. Penulis sudah menggunakan makna denotatif dengan tepat.
7.7.1 Saat ini, pengerjaannya yang sudah dilakukan sejak setahun lalu itu memasuki tahap 99 persen rampung.
Kata 99 persen pada kalimat di atas merupakan kata yang bermakna denotatif. Seperti halnya keterangan pada kalimat sebelumnya bahwa penulis telah memberitahukan secara jelas dengan memberikan angka yang konkret yakni 99 persen, dengan demikian pembaca tidak perlu lagi menginterpretasikan maksud dari kata tersebut karena penulis sudah tepat dalam menggunakan makna denotatif.
8.8.1 Pengerjaannya kini hanya terfokus pada pembangunan mess dimana posisinya berada persis di belakang tembok klenteng.
Kata persis merupakan kata denotatif. Kata persis memiliki arti dari kata
“tepat berada pada posisinya”. Kata persis pada kalimat 8.8.1 sudah tepat digunakan karena dengan kata tersebut penulis ingin memberitahukan bahwa letak bangunannya tepat di belakang tembok klenteng.
30.8.2 Pada penyidikan juga, Polresta Tangerang mengemukakan semua barang bukti tersangka untuk melakukan penyiksaan hingga tewas terhadap anak tirinya.
Kata tewas pada kalimat di atas merupakan sinonim dari “meninggal dunia atau hilangnya nyawa seseorang”. Kata tewas masuk dalam golongan konotatif karena mengandung nilai rasa yang kurang sopan untuk menyebutkan hilangnya nyawa seseorang. Sebaiknya kata tewas tersebut diganti menjadi meninggal dunia atau meninggal saja. Biasanya kata tewas ditujukan kepada penjahat, mafia, dan lain sebagainya yang memiliki daftar riwayat hidup tidak baik dalam lingkup masyarakat. Jadi penggunaan kata konotatif pada kalimat 30.8.2 tidak tepat.
31.9.2 “Kita menemukan baju digunakan Aini sebelum dibawa ke Rumah
Sakit Fatmawati, ungkap Shinto.”
Kata baju pada kalimat di atas jelas sudah termasuk kata denotatif. Kata
baju tidak akan menimbulkan salah interpretasi pada pembacanya karena
maknanya sudah jelas. Penggunaan kata baju pada kalimat 31.9.2 sudah tepat.
32.10.2 “Kita menemukan bajudigunakan Aini sebelum dibawa ke Rumah
Sakit Fatmawati, ungkap Shinto.”
Kata Rumah Sakit Fatmawati pada kalimat di atas termasuk dalam golongan kata denotatif, karena maknanya sudah jelas diketahui pembaca bahwa rumah sakit merupakan tempat untuk pengobatan orang sakit. Jadi penulis sudah tepat menggunakan kata tersebut pada kalimat 32.10.2.
33.11.2 Shinto menjelaskan penyidik sudah melakukan berita acara terhadap keterangan dua saksi yakni Ketua RT dan Tetangga Korban.
Kata dua saksi pada kalimat di atas masuk dalam golongan kata denotatif karena penulis dengan jelas menjelaskan jumlah saksi, sehingga penulis tidak mengira-ngira lagi berapa saksi yang terdapat dalam kasus tersebut. Jadi, penulis sudah tepat dalam penggunaan kata tersebut.
35.12.2 Korban hanya boleh keluar rumah untuk membeli sesuatu di
warung dekat rumahnya.
Kata warung merupakan kata denotatif karena maknanya sudah jelas diketahui oleh pembaca. Kata warung masuk dalam kata denotatif karena konsepnya sudah jelas jadi tidak perlu dijelaskan kembali oleh penulis. Kata denotatif yang digunakan penulis sduah tepat.
36.13.2 Polresta Tangerang Jumat (30/11) sudah melayangkan surat permintaan untuk melakukan tes psikis tersangka dan diberikan waktu Rabu dan Kamis untuk membawa tersangka agar diperiksa Polda Metro Jaya.
Kata melayangkan pada kaliamat di atas berasal dari kata layang yang berarti terbang. Namun meski demikian, kata layang tersebut jika mendapat imbuhan maka akan memiliki arti lain seperti menerbangkan atau mengirim.
Melayangkan masuk dalam golongan kata konotatif karena tidak
benar-dilayangkan Jadi, pada kalimat di atas arti kata yang dipakai adalah mengirim dan sudah tepat penggunaannya.
37.14.2 Tidak hanya itu, pekan depan Polresta akan melakukan rekonstruksi.
Frasa pekan depan pada kalimat 37.14.2 merupakan golongan konotatif.
akan menimbukkan interpretasi lain dari pembaca. Denotasi dari pekan depan
dapat diganti dengan menyebutkan hari atau tanggal (jadwal) rekontruksi, sehingga tidak akan menimbulkan interpretasi yang salah pada pembaca.
38.15.2 “Ada 20 pertanyaan terhadap Tiara mulai pukul 10.00-1400 WIB,”
ungkapnya.
Kata 20 pertanyaan merupakan golongan kata denotatif karena maknanya sudah jelas diketahui, yakni jumlah pertanyaannya ada 20 pertanyaan. Dengan demikian pembaca tidak lagi menginterpretasikan berapa jumlah pertanyaan yang diajukan. Jadi, penulis sudah tepat dalam menggunakan kata tersebut.
56.8.3 Oleng langsung berdiri dari kursi pesakitan lalu mengambil Al