BAB II TINJAUAN PUSTAKA
D. Hipotesis
Menurut (Sugiyono, 2016) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang telah dinyatakan dalam bentuk pernyataan.
Sesuai dengan teori dan kerangka pemikiran, maka hipotesis ini merupakan jawaban sementara atas pertanyaan penelitian yang akan diuji keasliannya melalui penelitian yang akan dilakukan. Kinerja keuangan Bappeda Kota Makassar cukup efektif dan efisien sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2020.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif.
Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif yang menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya. Pada umumnya, tujuan utama penelitian dengan metode deskriptif adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung, penelitian deskriptif menekankan pada penyajian data secara sistematis dan akurat sehingga dapat memberikan gambaran dengan jelas. Menurut Sugiyono (2019:17) penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotetsis yang telah ditetapkan.
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian 1. Lokasi
Penelitian dilaksanakan Di kantor Badan Perancanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Jln.
Ahmad Yani No.2, Bulo Gading, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90111
36
2. Waktu
Waktu penelitian ini berlangsung selama 2 bulan mulai dari bulan Maret sampai bulan Mei 2022.
C. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data penelitian yang dikumpulkan berbagai sumber. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang sudah diolah terlebih dahulu.
Sumber data sekunder adalah jurnal, buku, publikasi pemerintah, dan sumber lain yang mendukung. Data sekunder yang digunakan adalah Laporan Realisasi Anggaran Bappeda Kota Makassar tahun 2018-2020.
Sumber data yang digunakan berasal dari kantor Bappeda Kota Makassar.
D. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mencari data dan mempelajari catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang ada pada instansi menggunakan metode dokumentasi.
Metode dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data dari Bappeda Kota Makassar yang berupa data umum dan data khusus. Data umum ialah berupa gambaran umum Bappeda Kota Makassar dan struktur organisasinya. Sedangkan, data khusus berupa Laporan Realisasi Anggaran Bappeda Kota Makassar tahun 2018-2020.
E. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Sugiyono dalam penelitian Lifityani Hs (2021) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang dituju oleh peneliti untuk dipelajari serta di pahami kemudian menarik kesimpulannya. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini ialah Laporan Realisasi Anggaran BAPPEDA Kota Makassar untuk di jadikan landasan utama agar mampu mengetahui serta melihat analisis rasio keuangan BAPPEDA dalam meningkatkan kinerja keuangan.
2. Sampel
Dalam proses pengumpulan sampel merupakan suatu langkah untuk mengetahui serta pengambilan keputusan pada besarnya sampel yang diambil pada pelaksanaan penelitian suatu objek. Sampel yang diambil dalam penelitian ini ialah Laporan Realisasi Anggaran BAPPEDA Kota Makassar Tahun 2018,2019, dan 2020.
F. Analisis Data
Teknik analisis data dengan metode deskriptif kuantitatif adalah metode dengan mengembangkan teori yang telah dibuat berdasarkan data yang sudah didapatkan dilapangan dengan melakukan penjelajahan, kemudian dilakukan pengumpulan data sampai mendalam, mulai dari observasi hingga penyusunan laporan.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode berdasarkan pada Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dengan konsep
38
anggaran khususnya analisis belanja ini dapat kita membuat analisis anggaran Yaitu: Analisis Rasio Efektivitas dan Efesiensi belanja.
Dimana ini merupakan perbandingan antara realisasi belanja dengan anggaran belanja yang digunakan untuk mengukur tingkat penghematan anggaran yang dilakukan pemerintah dalam keputusan mentri dalam negeri nomer 690.900-327 tahun 1996, kriteria efektivitas belanja sebagai berikut:
Rumus pengukuran efektifitas:
Kriterianya adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Kriteria Penilaian Kinerja Efektivitas Belanja Kriteria Efektifitas Belanja Presentase (%)
Sangat Efektif Lebih dari 100%
Efektif 90-100%
Cukup Efektif 80-90%
Kurang Efektif 60-80%
Tidak Efektif Dibawah 60%
Rumus Pengukuran Efesiensinya:
Adapun kriterianya adalah:
Tabel 3.2
Kriteria Penilaian Kinerja Efisiensi Belanja Kriteria Efektifitas Belanja Presentase (%)
Sangat Efisien <60%
Efisien 60%-80%
Cukup Efisien 81-90%
Kurang Efisien 91%-100%
Tidak Efisien >100%
40 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Makassar
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar memiliki tugas pokok perencana penyelenggaraan pemerintahan, melaksanakan perumusan kebijakan perencanaan Daerah, koordinasi penyusunan rencana yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
BAPPEDA adalah unsur penunjang Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas membantu Walikota dalam menentukan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan di daerah serta penilaian dan pelaksanaannya. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibentuk berdasarkan kebutuhan, perkembangan dan kemajuan di Bidang Pemerintahan serta kemajuan teknologi dewasa ini, dalam rangka membantu pemerintah daerah melaksanakan pembangunan, khususnya di Bidang Pemerintahan.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 8 Tahun 2016) BAPPEDA Kota Makassar memiliki tugas pokokperencana penyelenggaraan pemerintahan, melaksanakan perumusan kebijakan perencanaan Daerah, koordinasi
penyusunan rencana yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Adapun Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar adalah :
1. Perumusan kebijakan teknis perencanaan Daerah;
2. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan Daerah;
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan Daerah;
4. Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang memuat visi, misi dan arah pembangunan Daerah;
5. Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memuat strategi pembangunan Daerah, kebijakan umum, arah kebijakan keuangan Daerah, program satuan kerja perangkat Daerah, lintas satuan kerja perangkat Daerah, kewilayahan dan lintas kewilayahan yang berisi kegiatan dalam kerangka regulasi dan kerangka anggaran;
6. Pelaksanaan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Daerah diantara satuan kerja perangkat Daerah, lintas satuan perangkat Daerah, kewilayahan dan lintas kewilayahan;
7. Penyusunan rencana anggaran pokok dan perubahan anggaran pendapatan dan belanja Daerah bersama-sama dengan unit kerja terkait, dengan koordinasi Sekretaris Daerah;
8. Penilaian dan pengendalian terhadap pelaksanaan pembangunan;
42
9. Pelaksanaan pengendalian dan perencanaan operasional pengelolaan keuangan, kepegawaian dan pengurusan barang milik Daerah yang berada dalam penguasaannya;
10. Pelaksanaan kesekretariatan;
11. Pembinaan tenaga fungsional.
2. Visi dan Misi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah(BAPPEDA) Kota Makassar
Visi:
Terwujudnya Perencanaan Yang Inovatif, Berorientasi Global Dan Berkelanjutan.
Misi:
1) Mewujudkan koordinasi perencanaan yang partisipatif, efektif, inovatif, dan sinergis;
2) Meningkatkan kapasitas dan integritas perencana;
3) Melaksanakan pengendalian dan perencanaan pelaksanaan pembangunan serta menyediakan data dan informasi yang akurat dan terkini berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, BADAN Fungsi dan Tata Kerja Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah
SUBBAGIAN SUBBAGIAN SUBBAGIAN
PERENCANAAN DAN KEUANGAN UMUM DAN
PELAPORAN KEPEGAWAIAN
BIDANG BIDANG BIDANG
EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA INFRASTRUKTUR DAN
SUMBER DAYA ALAM DAN PENGEMBANGAN
PEMERINTAHAN UMUM WILAYAH
(Lakip, LKPJ, PK, Refleksi Akhir Tahun, SIPD, Geoportal
(GIS) Data)
(Pertanian dan Peternakan)
(Kebudayaan, Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan, Musrenbang, RKPD, KUA dan
PPAS) SIMRKPD-SIMUSRENBANG
(Monitoring APBD, DAK, TP dan Evaluasi, Pengendalian
3. Struktur Organisasi BAPPEDA Kota Makassar
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi
44
4. Tugas Dan Fungsi Tiap-Tiap Bidang 1) Sekretariat
Mempunyai tugas pokok memberikan pelayanan administrasi bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Di samping tugas pokok tersebut, sekretariat menyelenggarakan fungsi sebagai :
a) Pengelolaan ketatausahaan Badan;
b) Pelaksanaan urusan kepegawaian Badan;
c) Pelaksanaan urusan keuangan Badan;
2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Mempunyai tugas pokokmenyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis ketatausahaan, mengelola administrasi kepegawaian, melaksanakan urusan rumah tangga Badan, melaksanakan pengadaan dan pemeliharaan aset Badan, membuat laporan serta mengevaluasi semua pengadaan barang.Dalam melaksanakan tugas, sub bagian umum dan kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
a) Melaksanakan penyusunan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya;
b) Mengatur pelaksanaan kegiatan sebagian urusan ketatausahaan meliputi surat-menyurat, kearsipan, serta mendistribusikan surat sesuai bidang;
c) Melaksanakan urusan kerumahtanggaan Badan;
3) Sub Bagian Keuangan
Memiliki tugas pokok menyusun rencana kerja serta melaksanakan tugas teknis keuangan.Dalam melaksanakan tugas, sub bagian keuangan menyelenggarakan fungsi :
a) Menyusun rencana dan program kerja sesuai tugas dan fungsinya;
b) Mengumpulkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Badan;
c) Mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) dari masing-masing satuan kerja sebagai bahan konsultasi perencanaan;
4) Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan
Mempunyai tugas pokok menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas penyusunan perencanaan dan pelaporan lingkup Badan. Dalam melaksanakan tugas, sub bagian perencanaan dan pelaporan menyelenggarakan fungsi :
a) Mengkoordinasikan program dan kegiatan unit-unit kerja lingkup Badan;
b) Melaksanakan Pengumpulan bahan dan data dalam rangka penyusunan, Daftar Usulan kegiatan (DUK) pada masing-masing bidang;
c) Menyusun rencana dan program kerja sesuai tugas dan fungsinya unit-unit kerja Badan (RENJA);
5) Sub Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam
Mempunyai tugas menyusun rencana dan mengkoordinasikan penyusunan perencanaan di Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam meliputi bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, Tenaga
46
Kerja, Keuangan, Pendapatan, Penanaman Modal, Pariwisata, Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Dalam melaksanakan tugas, bidang ekonomi dan sumber daya alam menyelenggarakan fungsi : a) Mengkoordinasikan Penyusunan Rancangan RPJPD, RPJMD dan
RKPD Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam;
b) Menverifikasi Rancangan Renstra Perangkat Daerah Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam;
c) Mengoordinasikan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD, RPJMD, RKPD Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam;
6) Sub Bidang Perdagangan
Perindustrian dan Koperasi mempunyai tugas menyusun rencana kerja, menyiapkan bahan, mengolah dan menganalisas program pembangunan bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM dan Tenaga Kerja. Dalam melaksanakan tugas, sub bidang perdagangan, perindustrian dan koperasi mempunyai fungsi :
a) Merancang penyusun rancangan RPJPD, RPJMD, RKPD pada lingkup bidang perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM, tenaga kerja;
b) Menganalisis Rancangan Renstra Perangkat Daerah pada lingkup bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Tenaga Kerja;
c) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD pada lingkup bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Tenaga Kerja;
7) Sub Bidang Keuangan, Penanaman Modal dan Pariwisata
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja, menyiapkan bahan, mengolah dan menganalisa program pembangunan bidang Keuangan, Pendapatan, Penanaman Modal, Pariwisata.Dalam melaksanakan tugas, sub bidang keuangan, penanaman modal dan pariwisata mempunyai fungsi:
a) Merancang Penyusun Rancangan RPJPD, RPJMD, RKPD pada lingkup bidang Keuangan, Pendapatan, Penanaman Modal, Pariwisata sebagai bahan acuan dalam melaksanakan tugas;
b) Menganalisis Rancangan Renstra Perangkat Daerah pada lingkup bidang Keuangan, Pendapatan, Penanaman Modal, Pariwisata;
c) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD pada lingkup bidang Keuangan, Pendapatan, Penanaman Modal, Pariwisata;
8) Sub Bidang Pangan, Pertanian dan Perikanan
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja bidang Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Dalam melaksanakan tugas, sub bidang pangan, pertanian dan perikanan mempunyai fungsi :
a) Merancang Penyusun Rancangan RPJPD, RPJMD, RKPD meliputi bidang Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan tugas;
b) Menganalisis Rancangan Renstra Perangkat Daerah meliputi bidang Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan;
c) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD meliputi bidang Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan;
48
9) Sub Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Umum
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan mengkoordinasikan penyusunan perencanaan di Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Umum meliputi bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Masyarakat, Penanggulangan Bencana, Sosial, Adminduk dan Capil, Trantibum, Kesbangpol, Setwan, Setda, Pengawasan, Kepegawaian, Kebudayaan, Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan, dan Kearsipan. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Umum menyelenggarakan fungsi:
a) Mengkoordinasikan Penyusunan Rancangan RPJPD, RPJMD dan RKPD Bidang Sosial Budayadan Pemerintahan Umum;
b) Menverifikasi Rancangan Renstra Perangkat Daerah Bidang Sosial Budayadan Pemerintahan Umum;
c) Mengoordinasikan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD, RPJMD, RKPD Bidang Sosial Budayadan Pemerintahan Umum;
10) Sub Bidang Kesejahteraan Rakyat
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja, menyiapkan bahan, mengolah dan menganalisa program-program pembangunan meliputi bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Masyarakat, Penanggulangan Bencana, Sosial, Adminduk dan Capil. Dalam melaksanakan tugas, Sub Bidang Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan fungsi :
a) Merancang Penyusun Rancangan RPJPD, RPJMD, RKPD yang meliputi lingkup bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Masyarakat, Penanggulangan Bencana, Sosial, Adminduk dan Capil;
b) Menganalisis Rancangan Renstra Perangkat Daerah yang meliputi lingkup bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Masyarakat, Penanggulangan Bencana, Sosial, Adminduk dan Capil;
c) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD yang meliputi lingkup bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Masyarakat, Penanggulangan Bencana, Sosial, Adminduk dan Capil;
11) Sub Bidang Pemerintahan dan Aparatur
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja, menyiapkan bahan, mengolah dan menganalisa program-program pembangunan meliputi bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Kesatuan Bangsa dan Politik, Sekretariat (Dewan dan Daerah) Pengawasan, dan Kepegawaian. Dalam melaksanakan tugas, Sub Bidang Pemerintahan dan Aparatur menyelenggarakan fungsi:
a) Merancang Penyusun Rancangan RPJPD, RPJMD, RKPD yang meliputi lingkup bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Kesatuan Bangsa dan Politik, Sekretariat (Dewan dan Daerah) Pengawasan, dan Kepegawaian sebagai bahan acuan dalam melaksanakan tugas;
50
b) Menganalisis Rancangan Renstra Perangkat Daerah yang meliputi lingkup bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Kesatuan Bangsa dan Politik, Sekretariat (Dewan dan Daerah) Pengawasan, dan Kepegawaian;
c) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD yang meliputi lingkup bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Kesatuan Bangsa dan Politik, Sekretariat (Dewan dan Daerah) Pengawasan, dan Kepegawaian;
12) Sub Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Kebudayaan
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja, menyiapkan bahan, mengolah dan menganalisa program-program pembangunan meliputi bidang Kebudayaan, Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan, dan Kearsipan. Dalam melaksanakan tugas, Sub Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Kebudayaan mempunyai fungsi:
a) Merancang Penyusun Rancangan RPJPD, RPJMD, RKPD yang meliputi lingkup bidang Kebudayaan, Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan, dan Kearsipan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan tugas;
b) Menganalisis Rancangan Renstra Perangkat Daerah yang meliputi lingkup bidang Kebudayaan, Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan, dan Kearsipan;
c) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD yang meliputi lingkup bidang Kebudayaan, Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan, dan Kearsipan;
13) Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja dan mengkoordinasikan penyusunan perencanaan di bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah yang meliputi bidang Pekerjaan Umum, Pemukiman dan Perumahan, Pemadam Kebakaran, Komunikasi dan Informatika, Penelitian dan Pengembangan, Statistik, Persandian dan Perhubungan, Penataan Ruang, Pertanahan, Lingkungan Hidup, dan Kecamatan. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah menyelenggarakan fungsi :
a) Mengkoordinasikan Penyusunan Rancangan RPJPD, RPJMD dan RKPD Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah;
b) Menverifikasi Rancangan Renstra Perangkat Daerah Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah;
c) Mengoordinasikan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD, RPJMD, RKPD Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah;
14) Sub Bidang Infrastruktur
mempunyai tugas menyusun rencana kerja, menyiapkan bahan data, mengolah, menganalisa program-program pembangunan yang meliputi bidang Pekerjaan Umum, Pemukiman dan Perumahan, dan Pemadam Kebakaran. Dalam melaksanakan tugas, Sub Bidang Infrastruktur menyelenggarakan fungsi:
a) Merancang Penyusun Rancangan RPJPD, RPJMD, RKPD yang meliputi lingkup bidang Pekerjaan Umum, Pemukiman dan Perumahan, dan Pemadam Kebakaran;
52
b) Menganalisis Rancangan Renstra Perangkat Daerah yang meliputi lingkup bidang Pekerjaan Umum, Pemukiman dan Perumahan, dan Pemadam Kebakaran;
c) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD yang meliputi lingkup bidang Pekerjaan Umum, Pemukiman dan Perumahan, dan Pemadam Kebakaran;
15) Sub Bidang Perhubungan dan Komunikasi
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja, menyiapkan bahan, mengolah dan menganalisa program-program pembangunan yang meliputi bidang Komunikasi dan Informatika, Penelitian dan Pengembangan, Statistik, Persandian dan Perhubungan. Dalam melaksanakan tugas, Sub Bidang Perhubungan dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi:
a) Merancang Penyusun Rancangan RPJPD, RPJMD, RKPD yang meliputi lingkup bidang Komunikasi dan Informatika, Penelitian dan Pengembangan, Statistik, Persandian dan Perhubungan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan tugas;
b) Menganalisis Rancangan Renstra Perangkat Daerah yang meliputi lingkup bidang Komunikasi dan Informatika, Penelitian dan Pengembangan, Statistik, Persandian dan Perhubungan;
c) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD yang meliputi lingkup bidang Komunikasi dan Informatika, Penelitian dan Pengembangan, Statistik, Persandian dan Perhubungan;
16) Sub Bidang Pengembangan Wilayah
Mempunyai tugas menyusun rencana kerja, menyiapkan bahan, mengolah dan menganalisa program-program pembangunan bidang Penataan Ruang, Pertanahan, Lingkungan Hidup, dan Kecamatan. Dalam melaksanakan, Sub Bidang Pengembangan Wilayah mempunyai fungsi:
1) Merancang Penyusun Rancangan RPJPD, RPJMD, RKPD yang meliputi lingkup bidang Penataan Ruang, Pertanahan, Lingkungan Hidup, dan Kecamatan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan tugas;
2) Menganalisis Rancangan Renstra Perangkat Daerah yang meliputi lingkup bidang Penataan Ruang, Pertanahan, Lingkungan Hidup, dan Kecamatan;
3) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD yang meliputi lingkup bidang Penataan Ruang, Pertanahan, Lingkungan Hidup, dan Kecamatan;
17) Bidang Perencanaan dan Pengendalian
Mempunyai tugas menyusun perencanaan meliputi Perencanaan Pembangunan Kota jangka panjang, menengah dan pendek, Musyawarah Perencanaan Pembangunan, Kebijakan Umum Anggaran dan PPAS, SIPPD, pengendalian meliputi Monitoring Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah, Dana Alokasi Khusus, Tim Pemonitor dan Evaluasi, Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi; pelaporan meliputi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban,
54
Perjanjian Kinerja, Refleksi Akhir Tahun, Sistem Informasi Pembangunan Daerah, GIS. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Perencanaan dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi:
a) Mengkoordinasikan Penyusunan Rancangan RPJPD, RPJMD dan RKPD Pemerintah Kota Makassar;
b) Menverifikasi Rancangan Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kota Makassar;
c) Mengoordinasikan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD, RPJMD, RKPD Pemerintah Kota Makassar;
18) Sub Bidang Perencanaan Makro
Mempunyai tugas melaksanakan, mempersiapkan dan mengkoordinasikan Perencanaan Pembangunan Kota jangka panjang, menengah dan pendek, Musyawarah Perencanaan Pembangunan, Kebijakan Umum Anggaran dan PPAS, SIPPD.
Dalam melaksanakan tugas, Sub Bidang Perencanaan Makro menyelenggarakan fungsi:
a) Merancang Penyusunan Rancangan RPJPD, RPJMD, Musrenbang, RKPD, KUA dan PPAS, SIPPD;
b) Menganalisis Rancangan Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kota Makassar;
c) Menyiapkan Pelaksanaan Musrenbang RPJPD Pemerintah Kota Makassar;
19) Sub Bidang Pengendalian
Mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan Pengendalian Perencanaan dan Pelaksanaan Program/Kegiatan
Pembangunan Daerah yang meliputi Monitoring APBD, DAK, Tim Pemonitor dan Evaluasi, Pengendalian Kebijakan SIMONEV. Dalam melaksanakan tugas, Sub Bidang Pengendalian menyelenggarakan fungsi:
a) Menyusun rencana dan Program Kerja Sub Bidang Pengendalian;
b) Mengkoordinasikan dan menyusun rencana kerja penetapan kinerja Pemerintah Kota Makassar;
c) Melaksanakan Pengendalian/Monitoring pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah Pemerintah Kota Makassar;
20) Sub Bidang Pelaporan
Mempunyai tugas membuat dan menyajikan pelaporan yaitu menghimpun, mengolah, menganalisa dan menyajikan Laporan Akuntablitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban, Perjanjian Kinerja, Refleksi Akhir Tahun, Sistem Informasi Pembangunan Daerah, GIS. Dalam melaksanakan tugas, Sub Bidang Pelaporan menyelenggarakan fungsi :
a) Menyusun rencana dan program kerja Sub Bidang Pelaporan yang meliputi Laporan Akuntablitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban, Perjanjian Kinerja Kota Makassar, Refleksi Akhir Tahun, Sistem Informasi Pembangunan Daerah, GIS;
b) Menghimpun data dan informasi berupa data primer maupun data sekunder;
c) Mengolah data dan informasi dengan metode statistik;
56
B. Hasil Penelitian
1. Rasio Efektifitas Belanja
Rasio efektivitas digunakan untuk membandingkan antara realisasi belanja dengan anggaran belanja. Digunakan untuk mengukur tingkat penghematan anggaran yang dilakukan pemerintah. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor. 690.900-327 tahun 1996, kriteria efektivitas belanja sebagai berikut:
a. Sangat efektif : lebih dari 100%
b. Efektif : 90-100%
c. Cukup efektif : 80-90%
d. Kurangefektif : 60-80%
e. Tidak efektif : dibawah 60%
Rumus pengukuran kinerjanya menggunakan rumus sebagai berikut:
Tabel 4. 1
Rasio Efektivitas Belanja Tahun Anggaran 2018-2020
Tahun Anggaran Realisasi Rasio
Efektifitas 2018 32.600.908.000,00 28.660.666.421,00 88%
2019 31.052.466.468,00 27.946.276.735,00 90%
2020 24.342.195.265,00 20.543.676.895,00 84%
Rata-Rata 87%
Data hasil olahan 2022
Berdasarkan tabel 4.1 rasio efektivitas BAPPEDA Kota Makassar selama priode tahun 2018 sampai 2020 tingkat efektivitas anggaran yang pada BAPPEDA Kota Makassar mengalami fluktuasi yang artinya terdapat beberapa kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan. Pada 2018 efektivitas dari
anggaran belanja menunjukan presentasi sebesar 88% dan pada tahun 2019 presentase anggaran sebesar 90% kemudian pada tahun 2020 presentase anggaran sebesar 84% dengan jumlah rata-rata dari 2018-2020 sebasar 87%.
Efektivitas yang ditunjukan berdasarkan kriteria dan perhitungan yang di tetapkan memiliki tingkat yang berbeda-beda dari tahun ke tahun. Pada tiga tahun terakhir anggaran menunjukan atau dapat di kategorikan efektif dan cukup efektif dengan prensentase sebesar 87%. Artinya bahwa realisasi anggaran yang di tetapkan sudah terpenuhi dari target yang di tetapkan, dan pelaksanaan kegiatan yang ada di instansi sudah maksimal dalam hal pelaksanaannya. Angka ini menunjukan pihak BAPPEDA Kota Makassar lebih mengutamakan anggaran yang lebih besar pada belanja oprasional secara rutin. Hal ini mengakibatkan berkurangnya jatah belanja modal sehingga dana dari belanja rutin oprasional akan di peruntukan bagi penyediaan sarana dan prasarana.
Penelitian yang dilakukan oleh (Arinda Puspita P, Firman Manne, dan Adil Setiawan) tahun 2021 dimana pengaruh pengeluaran tiga tahun anggaran untuk
Penelitian yang dilakukan oleh (Arinda Puspita P, Firman Manne, dan Adil Setiawan) tahun 2021 dimana pengaruh pengeluaran tiga tahun anggaran untuk