BAB II HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan
Sesuai tugas pokok dan fungsi Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk menyelanggarakan 3 urusan wajib yaitu urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, urusan pemberdayaan masyarakat dan urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana dengan penjabaran sebagai berikut:
1. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Terwujudnya pembangunan kota yang setara gender serta ramah perempuan dan anak, merupakan salah satu sasaran strategis yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Urusan ini mempunyai 2 (dua) program dengan 8 (delapan) indikator program.
No. Program Indikator
1. Program Perlindungan Perempuan dan Anak
Persentase korban kekerasan yang mendapat layanan komprehensif
Jumlah kekerasan perempuan dan anak
Jumlah kekerasan anak
Jumlah kekerasan perempuan Jumlah anak usia sekolah yang tidak bersekolah
Jumlah kota/kabupaten layak anak
mendapatkan predikat madya 2. Program Kesetaraan Gender
dan Pemberdayaan Perempuan
Persentase Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang
melaksanakan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG)
Jumlah lembaga yang melaksanakan kebijakan Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
Untuk mencapai kinerja output urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, 2 (dua) program yang dilaksanakan salah satunya adalah program perlindungan perempuan dan anak dan program kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Tantangan dalam program ini adalah meningkatnya jumlah kasus kekerasan pada anak yang terlihat dari capaian tahun 2018 sebanyak 911 korban anak, sebagian besar kasus adalah pelecehan seksual, sehingga pemerintah dan masyarakat punya tanggung jawab yang besar untuk segera melakukan aksi dalam pencegahan maupun peningkatan pemahaman kepada orang tua, keluarga, masyarakat bahwa anak mempunyai hak untuk dilindungi dan diberikan rasa aman.
Dalam mengatasi tantangan di atas, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk melalui UPT P2TP2A bertanggung jawab dalam penangangan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, selain itu sudah terbentuk 19 Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak di 6 (enam) wilayah kota/kabupaten serta Call Centre 112 yang terintegrasi dengan penanganan kegawatdaruratan.
2. Urusan Pemberdayaan Masyarakat
Terjaminnya akses dan layanan pendidikan, kesehatan dan
peningkatan keberdayaan yang berkualitas bagi semua yang merupakan
salah satu sasaran strategis pemberdayaan masyarakat. Urusan ini
mempunyai 1 (satu) program dan 3 (tiga) indikator program yang mempunyai
sasaran untuk meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
No. Program Indikator 1. Program Pemberdayaan
Masyarakat
Persentase lembaga
kemasyarakatan yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat
Jumlah masyarakat yang berhasil diberdayakan
Jumlah RPTRA aktif
Untuk mencapai kinerja output urusan pemberdayaan masyarakat adalah program pemberdayaan masyarakat. Tujuan program Pemberdayaan Masyarakat adalah mewujudkan manusia sehat, cerdas dan berdaya.
Tolok ukur dari program Pemberdayaan Masyarakat adalah jumlah masyarakat yang berhasil diberdayakan seperti Tim PKK mulai dari Provinsi sampai ke RW dan Dasawisma serta kelompok Posyantek yang ada di Kecamatan mengingat lembaga inilah yang dijadikan sebagai perpanjangan tangan dari Dinas PPAPP untuk menggerakan masyarakat dalam aktivitas pemberdayaan, hal tersebut terlihat dari capaian pada tahun 2018 sebanyak 645 orang. Pada tahun 2020, kelompok Dasawisma sebanyak 70.902 akan dijadikan sebagai kader intergrasi pelayanan kesejahteraan keluarga terpadu untuk melakukan pendataan, penyuluhan dan penggerakan terhadap aspek kebutuhan masyarakat yang nantinya data basis tersebut akan dipergunakan oleh SKPD lintas sektor dalam memberikan layanan atau intervensi.
3. Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Terwujudnya keluarga sejahtera merupakan salah sasaran strategis pengendalian penduduk dan keluarga berencana. Urusan ini mempunyai 3 (tiga) program dan 8 (delapan) indikator program yang mempunyai sasaran untuk mengendalikan kuantitas penduduk dan pembangunan kualitas keluarga.
No. Program Indikator
1. Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Age Spesific Fertility Rate
(kelompok umur 15-19 tahun)
Persentase cakupan sasaran
No. Program Indikator
pasangan usia subur menjadi peserta KB (CPR)
Unmetneed (PUS yang ingin ber-KB tetapi belum terlayani)
Persentase keluarga yang terdata Persentase masyarakat yang mengetahui isu kependudukan Total Fertility Rate
2. Program Peningkatan dan Pengelolaan Kantor
Indeks kepuasan pelayanan kantor
3. Program Pengelolaan Kendaraan Operasional
Indeks kepuasan pelayanan kendaraan operasional
Pelaksanaan Program KB di Provinsi DKI Jakarta selama lebih kurang tiga dasawarsa telah mampu mengubah perilaku fertilitas, terlihat dari tingkat kelahiran di DKI Jakarta sudah mampu menurunakan TFR dari 5,18 di tahun 1971 menjadi 1,82 di tahun 2010 (BPS). Sementara TFR berdasarkan data SDKI menunjukkan pola penurunan juga, yaitu di tahun 2012 sebesar 2,3 dan menurun menjadi 2,2 di tahun 2017 atau turun 0,1 bila dibandingkan dengan TFR hasil SDKI tahun 2012. Pada tahun 2018, berdasarkan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP), capaian TFR DKI jakarta sebesar 2,18 atau turun 0,02 dibandingkan dengan TFR 2017.
Keberhasilan pelaksanaan program Pengendalian Pendudukan dan
Keluarga Berencana di Provinsi DKI Jakarta tentunya berkat dukungan kuat
kesepakatan politis, baik pada jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para
tokoh agama, tokoh masyarakat mapun kelembagaan masyarakat. Selain itu,
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat satuan wilayah
tertentu melalui Program kependudukan, Keluarga Berencana dan
Pembangunan Keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga kecil
berkualitas maka dibentuknya Kampung KB. Dengan dibentuknya Kampung
KB di 146 lokasi yang terintegrasi dengan RPTRA diharapkan dapat
menggaungkan kembali promosi program KB yang selama ini agak
tenggelam, melalui implementasi 20 Indikator dapat mendongkrak output secara kuantitas dan kualitas disemua lini lapangan.
Adapun rincian kinerja pelayanan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan
Anak dan Pengendalian Penduduk dijabarkan melalui tabel 2.2 adalah
sebagai berikut.
Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta s.d. Tahun 2018