• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS PERTANIAN TAHUN 2017

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Pertanian Tahun 2017 dan Capaian Renstra Dinas Pertanian

Rencana Kerja Dinas Pertanian Kabupaten Takalar adalah penjabaran perencanaan tahunan dari Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Takalar.

Tercapai tidaknya pelaksanaan kegiatan-kegiatan atau program yang telah disusun dapat dilihat berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah.

Akuntabilitas merupakan suatu bentuk perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik.

Terkait dengan hal tersebut Rencana Kerja (Renja) Dinas Pertanian Kabupaten Takalar ini menyajikan dasar pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran kinerja sasaran dari hasil apa yang telah diraih atau dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Takalar selama tahun 2017 dan perkiraan target tahun 2019. Hasil Pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran kinerja sasaran dapat dilihat pada tabel berikut:

A. Penetapan Indikator Kinerja

Penetapan indikator kinerja merupakan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan.

Indikator kinerja kegiatan meliputi indikator masukan (input), keluaran (output), hasil dapat berupa dana, sumberdaya manusia, laporan, buku dan indikator lainnya. Penetapan indikator kinerja ini diikuti dengan penetapan besaran indikator kinerja untuk masing-masing jenis indikator yang telah ditetapkan.

B. Capaian Analisis Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan. Pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja.

Evaluasi Program Tahun 2017

Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Takalar Tahun 2017 dibiayai dengan anggaran yang tertuang dalam APBD Tahun 2017.

APBD Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, secara garis besar terdiri dari tiga bagian yaitu, Pendapatan dan Belanja Pendapatan diuraikan menurut sumber-sumber perolehan dana, sedangkan Belanja diuraikan menurut penggunaan dana.

Target dan realisasi atas capaian keuangan per masing-masing kegiatan di Dinas Pertanian , per 31 Desember 2017 setelah adanya perubahan anggaran, adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1. Pengukuran Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Takalar Tahun 2017

NO

. SASARAN INDIKATOR

SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

140.778 146.778 158.778 163.778 170.329

- Jumlah produksi

Ternak unggas (ekor) 5.230.000 5.330.000 5.430.000 5.530.000 5.630.000

3 Meningkatnya

NO

. SASARAN INDIKATOR

SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-

1 2 3 4 5

7.845,62 7.745,62 7.645,62 7.545,62 7.445,62

- Luas lahan

Tabel 2.2 Tabel Pencapaian Indikator Tahun 2017

No Indikator Kinerja Target Realisasi (%) Realisasi

(1) (3) (4) (5) (6)

1 - Jumlah produksi padi/beras (ton) 170.329 156.643 91,96

- Jumlah produksi jagung (ton) 36.657 9.115 24,87

2 - Jumlah Produksi Ternak besar (ekor) 49.657 36.131 72,76 - Jumlah Produksi Ternak kecil (ekor) 62.987 43.294 68,73 - Jumlah Produksi Ternak unggas (ekor) 5.630.000 5.555.668 98,68

3 - Produktivitas padi (Kw/Ha) 60,50 57 94,21

- Produktivitas palawija (Kw/Ha) 400 472,92 118,25 - Produktivitas sayur-sayuran (Kw/Ha) 200 107 53,50

- Produktivitas Buah-buahan (Kw/Ha) 80 83 103,75

4 - Panjang Jaringan irigasi pedesaan

dalam kondisi baik (meter) 37.290 16.619 44,57

No Indikator Kinerja Target Realisasi (%) Realisasi

(1) (3) (4) (5) (6)

5 - Luas lahan kawasan hutan yang perlu

direhabilitasi (Ha) 7.445,62 0 0

- Luas lahan pengembangan hasil

hutanbukan kayu (Ha) 46.827 0 0

- Luas Rehabilitasi hutan mangrove (Ha) 1.460 0 0

Berdasarkan Tabel 2.2, dapat dilihat bahwa pada tahun 2017 Secara umum dari sasaran strategis yang telah ditetapkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Takalar telah dicapai sesuai dengan target yang ditetapkan.

Keberhasilan ini terlihat dari capaian indikator sasaran yang mencapai target yang diharapkan. Di sisi lain, keberhasilan pencapaian target kinerja sasaran tak lepas dari keberhasilan pencapaian kinerja kegiatan pada masing-masing bagian organisasi.

Berdasarkan Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Takalar Tahun 2013-2018 dan Rencana Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Takalar yang kemudian dijabarkan dalam Penetapan Kinerja Tahun 2017, maka Pengukuran Kinerja yang memuat capaian kinerja sasaran strategis secara kuantitatif dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Meningkatnya Produksi Komoditas Pertanian

Sasaran pertama adalah Meningkatnya produksi komoditas pertanian.

Capaian masing-masing indikator sasaran ini dapat dijelaskan dalam Tabel berikut ;

Tabel. 3.4 Rencanadan Realisasi Capaian Sasaran 1 (Meningkatnya Produksi Komoditas Pertanian

No Indikator

2017

Target Realisasi % Realisasi 1 - Jumlah produksi

padi/beras (Ton) 170.329 156.643 91,96

2 - Jumlah produksi

jagung (ton) 36.657 9.115 24,87

Dinas Pertanian Kabupaten Takalar di tahun 2017 secara umum produksi padi telah berhasil mencapai target meskipun produksi jagung menurun untuk sasaran strategis kinerja Meningkatnya produksi komoditas pertanian, dimana dalam Sasaran tersebut mencakup indikator kinerja; 1) Jumlah produksi padi yang ditargetkan 170.329 ton sedangkan yang terealisasi 156.643 ton dan ini berarti capaian kinerjanya menunjukkan kinerja yang sangat tinggi. Capaian ini juga menyumbang sebanyak 91,96%, 2) Jumlah produksi jagung yang ditargetkan 36.657 ton mencapai realisasi 9.115 ton, hal ini menunjukkan capaian kinerja yang sangat rendah dengan persentase hanya 24,87%. Produksi padi ditahun 2017 meningkat atau melebihi target, hal ini disebabkan karena dilakukan beberapa kegiatan antara lain pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pertanian, pengaturan pola tanam melalui pola intensifikasi, diversifikasi dan ekstensifikasi serta pemberian bantuan berupa pengadaan alsintan dan bibit kepada petani sehingga petani semakin termotivasi untuk bertani dimana Kabupaten Takalar juga merupakan mayoritas petani. Rendahnya produksi jagung di tahun 2017 ini disebabkan karena petani masih sangat cenderung menanam padi, selain itu pemasaran jagung di Kabupaten Takalar masih sangat minim sehingga petani masih ragu untuk mengembangkan tanaman jagung. Melihat pencapaian ini Jagung masih sangat perlu ditingkatkan dan membutuhkan perhatian khusus di tahun 2018 mendatang.

2. Meningkatnya ketersediaan pangan

Sasaran kedua adalah Meningkatnya ketersediaan pangan. Capaian masing-masing indikator sasaran ini dapat dijelaskan dalam Tabel berikut ;

Tabel.3.5 Rencana dan Realisasi Capaian Sasaran 2 (Meningkatnya Ketersediaan Pangan

No Indikator

2017

Target Realisasi % Realisasi 1 - Jumlah Produksi Ternak besar

(ekor) 49.657 36.131 72,76

2 - Jumlah Produksi Ternak kecil

(ekor) 62.987 43.294 68,73

3 - Jumlah Produksi Ternak unggas

(ekor) 5.630.000 5.555.668 98,68

Berdasarkan rencana strategis Dinas Pertanian Kabupaten Takalar tahun 2013-2018 sasaran kinerja yang ke 2 adalah meningkatnya ketersediaan pangan dimana dalam sasaran tersebut mempunyai beberapa indikator yaitu jumlah produksi ternak besar, produksi ternak kecil dan produksi ternak unggas.

Produksi ternak besar (ekor) terdiri dari sapi, kerbau, dan kuda. Produksi ternak kecil (ekor) yaitu kambing dan produksi ternak unggas (ekor) terdiri dari itik, ayam kampung dan ayam ras.

Dari pengukuran kinerja, jumlah produksi ternak besar mencapai 36.131 ekor, produksi ternak kecil 43.294 ekor dan ternak unggas 5.555.668 ekor. Hal ini berarti bahwa capaian kinerja untuk sasaran meningkatnya ketersediaan pangan dengan indikator Jumlah produksi ternak besar dan ternak kecil menunjukkan kinerja yang sedang dengan persentase masing-masing 72,76 % dan 68,73 % sedangkan ternak unggas menunjukkan kinerja yang hamper mencapai target dengan persentase 98,68 % dari target jumlah produksi ternak besar 49.657 ekor, dan ternak kecil 62.987 ekor serta unggas 5.630.000 ekor.

Jika dibandingkan dengan keadaan di tahun 2016 produksi ternak besar menurun sedangkan ternak kecil maupun ternak unggas rata-rata meningkat diatas 10%.

Adanya penurunan populasi ternak besar tersebut dikarenakan banyaknya ternak yang dijual keluar, adanya ternak yang terkena penyakit zoonosis, dan jadwal pendataan ternak yang dilakukan setelah hari raya Idul Adha sehingga pada saat pendataan jumlah ternak menurun drastis karena banyaknya ternak yang dipotong (sembelih) dan dijual pada saat Idul Adha.

Selain itu jumlah peternak di tahun 2017 juga menurun.

3. Meningkatnya Produktivitas Pertanian

Indikator untuk sasaran meningkatnya produktivitas pertanian adalah produktivitas padi, palawija, sayur-sayuran, dan buah-buahan dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel.3.6 Rencana dan Realisasi Capaian Sasaran 3 (Meningkatnya Produktivitas Pertanian)

No Indikator

2017

Target Realisasi % Realisasi 1 Produktivitas padi

(Kw/Ha) 60,50 57,00 94,21

2 Produktivitas

palawija (Kw/Ha) 400 473 118,23

3 Produktivitas

sayur-sayuran (Kw/Ha) 200 107 53,50

4 Produktivitas

Buah-buahan (Kw/Ha) 80 83 103,75

Produksi padi yang meningkat akan diikuti dengan peningkatan produktivitas begitupun sebaliknya. Dibandingkan tahun 2016 produktivitas padi menurun pada tahun 2017 yaitu dari 117,26 Kw/Ha menjadi 94,21 Kw/Ha.

Produksi padi menurun sehingga produktivitasnyapun menurun. Dilihat dari

yang ditargetkan di tahun 2017 produktivitas padi hampir mencapai target yaitu 57.00 Kw/Ha sementara yang ditargetkan 60,50 Kw/Ha namun hal ini berarti capaian kinerjanya menunjukkan kinerja yang sangat tinggi karena realisasi mencapai 94,21 %.

Indikator kedua yaitu produktivitas palawija yang terdiri dari jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar. Capaian produktivitas palawija di tahun 2017 melebihi target yaitu 473 kw/ha sedangkan yang ditargetkan hanya 400 kw/ha berarti capaian kinerjanya menunjukkan kinerja yang sangat tinggi dengan persentase 118,23%. Jika dilihat pada tahun 2016 produktivitas palawija juga meningkat secara signifikan. Indikator selanjutnya adalah produktivitas sayur-sayuran dan buah-buahan. Sayur-sayuran terdiri dari bawang merah, cabe rawit, sawi, kangkung, bayam, kacang panjang, tomat, timung dan terong sedangkan buah-buahan terdiri dari semangka dan melon.

Sama dengan produktivitas palawija, produktivitas sayur-sayuran menunjukkan capaian kinerja yang masih rendah yaitu 53,50% dimana produktivitas mencapai 107 kw/ha sementara target 200 kw/ha sedangkan buah-buahan mencapai 83 kw/ha sementara target 80 kw/ha. Dari realisasi tersebut dapat menunjukkan capaian kinerja yang tinggi dengan persentase masing-masing 53,50% dan 103,75%. Peningkatan produktivitas padi, paliwaja, sayur-sayuran dan buah-buahan yang sangat signifikan tersebut sangat didukung oleh aktivitas mata pencaharian masyarakat Kabupaten Takalar yang mayoritas adalah petani. Selain itu, luas lahan sawah dan perkebunan di Kabupaten Takalar masih cukup luas dan merata di hampir semua kecamatan disertai dengan program peningkatan sarana dan prasarana pertanian dan perkebunan. Realisasi yang dicapai pada tahun 2017 cukup tinggi dibandingkan tahun 2016, hal ini sangat didukung oleh program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tahun 2017 yang sangat berpihak untuk pengembangan produksi pertanian dan perkebunan. Selain itu juga disebabkan karena dilakukan beberapa kegiatan antara lain pengaturan pola tanam melalui pola intensifikasi, diversifikasi dan ekstensifikasi.

4. Meningkatnya Cakupan Pelayanan Irigasi Pedesaan

Capaian kinerja untuk sasaran keempat yaitu meningkatnya cakupan pelayanan irigasi pedesaan dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel.3.7 Rencana dan Realisasi Capaian Sasaran 4 (Meningkatnya Cakupan Pelayanan irigasi Pedesaan)

No Indikator

2017

Target Realisasi % Realisasi

1

Panjang Jaringan irigasi pedesaan dalam kondisi baik (meter)

37.290 16.619 44,57

Capaian kinerja untuk Indikator panjang jaringan irigasi pedesaan dalam kondisi baik (meter) sama dengan tahun 2016 belum mencapai target. Hal tersebut disebabkan karena target yang ditetapkan dalam renstra OPD terlalu tinggi, dimana program dan kegiatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi pedesaan setiap tahunnya tidak memungkinkan untuk pencapaian target tersebut.

Untuk tahun 2017, realisasi kinerja yang bisa dicapai hanya 44,57%, yaitu sebesar 16.619 meter dari target 37.290 meter. Hal ini menunjukkan bahwa capaian kinerjanya masih sangat rendah. Jaringan irigasi dalam kondisi baik menurun pada tahun 2017 yang artinya kondisi jaringan irigasi yang rusak bertambah panjang dan luasnya sementara kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi masih kurang/rendah.

5. Meningkatnya Pertumbuhan Hutan Rakyat dan Konservasi Sumber Daya Hutan

Sasaran kelima yaitu Meningkatnya Pertumbuhan Hutan Rakyat dan Konservasi Sumber Daya Hutan dengan capaian kinerja pada Tabelberikut ;

Tabel.3.8 Rencana dan Realisasi Capaian Sasaran 5 (Meningkatnya Pertumbuhan hutan Rakyat dan Konservasi Sumber Daya Hutan)

No Indikator

2017

Target Realisasi % Realisasi

1

Luas lahan kawasan hutan yang perlu direhabilitasi (Ha)

7.445,62

2

Luas lahan

pengembangan hasil hutanbukan kayu (Ha)

46.827

3 Luas Rehabilitasi hutan

mangrove (Ha) 1.460

Dari tabel di atas realisasi dan persentase realisasi kosong. Hal ini karena pada tahun 2017 Bidang Kehutanan telah berpindah instansi diambil alih oleh Dinas Kehutanan Provinsi sehingga Dinas Pertanian Kabupaten Takalar tidak lagi menganggarkan dan mengolah data kehutanan.

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Pertanian

Dinas Pertanian Kabupaten Takalar dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah No. 42 Tahun 2016. Adapun tugas dan fungsi jabatan struktural pada Dinas Pertanian adalah :

Kepala Dinas

(1) Dinas Pertanian dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok membantu Bupati melaksanakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan di bidang pertanian.

(2) Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan kebijakan urusan pemerintahan bidang pertanian;

b. Pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan bidang pertanian;

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan bidang pertanian;

d. Pelaksanaan administrasi dinas; dan

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan terkait tugas dan fungsinya.

(3) Tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) dirinci sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan dinas sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas sehingga berjalan lancar;

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dalam lingkungan dinas untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;

f. Merumuskan kebijakan teknis di bidang sarana dan prasarana pertanian, tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, dan penyuluhan pertanian;

g. Menyelenggarakan pelayanan dalam bidang sarana dan prasarana pertanian, tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, dan penyuluhan pertanian;

h. Melaksanakan koordinasi pelaksanaan urusan di bidang sarana dan prasarana pertanian, tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, dan penyuluhan pertanian;

i. Menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan urusan di bidang sarana dan prasarana pertanian, tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, dan penyuluhan pertanian;

j. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas dalam bidang pertanian;

k. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan

l. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Sekretariat

(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan koordinasi kegiatan, memberikan pelayanan teknis dan administrasi penyusunan perencanaan program, kegiatan, anggaran, pelaporan, umum, kepegawaian, hukum, dan keuangan dalam lingkungan dinas.

(2) Sekretaris dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyelenggarakan fungsi:

a. Pengoordinasian pelaksanaan tugas dalam lingkungan sekretariat;

b. Pengoordinasian perencanaan penyusunan program kegiatan dan anggaran;

c. Pengoordinasian urusan umum dan kepegawaian;

d. Pengoordinasian pengelolaan administrasi keuangan; dan e. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnya.

(3) Tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) dirinci sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan sekretariat sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas sehingga berjalan lancar;

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dalam lingkungan sekretariat untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;

f. Mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan dalam lingkungan dinas sehingga terwujud koordinasi, sinkronisasi dan integrasi pelaksanaan kegiatan;

g. Mengoordinasikan dan melaksanakan penyusunan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi serta pelaporan kinerja dan pelaporan keuangan dinas;

h. Mengoordinasikan dan melaksanakan pelayanan administrasi umum, kepegawaian dan hukum;

i. Mengoordinasikan dan melaksanakan pelayanan ketatausahaan;

j. Mengoordinasikan dan melaksanakan urusan rumah tangga dinas;

k. Melaksanakan dan mengoordinasikan pelayanan administrasi keuangan;

l. Melaksanakan dan mengoordinasikan administrasi pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan barang;

m. Mengoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan organisasi dan tatalaksana;

n. Mengoordinasikan dan melaksanakan pengelolaan kearsipan;

o. Mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan kehumasan dan keprotokolan;

p. Mengoordinasikan dan melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi serta fasilitasi pelayanan informasi;

q. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan

r. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Subbagian Perencanaan

(1) Subbagian Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang mempunyai tugas pokok membantu sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan penyusunan perencanaan program, kegiatan, anggaran, penyajian data dan informasi, serta penyusunan laporan.

(2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dirinci sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan subbagian perencanaan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas sehingga berjalan lancar;

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dalam lingkungan subbagian perencanaan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;

f. Mengoordinasikan, menyiapkan bahan dan melakukan penyusunan perencanaan program, kegiatan, dan anggaran;

g. Melaksanakan penyusunan bahan Rencana Strategis dinas;

h. Melaksanakan penyusunan bahan Rencana Kinerja dan Perjanjian Kinerja sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

i. Menyiapkan bahan dan melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja;

j. Mengumpulkan bahan dan menyusun Laporan Kinerja, Laporan Penyelenggaraan pemerintah Daerah dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati;

k. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan

l. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 7 Subbagian Keuangan

(1) Subbagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang mempunyai tugas pokok membantu sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan.

(2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dirinci sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Subbagian Keuangan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas sehingga berjalan lancar;

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dalam lingkungan Subbagian Keuangan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;

f. Mengumpulkan bahan, mengoordinasikan, rencana kebutuhan gaji pegawai, dan rencana proyeksi pendapatan sebagai bahan penyusunan anggaran dinas;

g. Mengumpulkan bahan, menyusun, dan mengelola administrasi keuangan dinas;

h. Melakukan verifikasi kelengkapan administrasi penatausahaan keuangan dinas;

i. Mengoordinasikan pelaksanaan akuntansi pengeluaran dan penerimaan keuangan;

j. Menyiapkan bahan dan menyusun laporan keuangan;

k. Menyusun realisasi perhitungan anggaran;

l. Mengevaluasi pelaksanaan tugas bendaharawan;

m. Mengumpulkan bahan, mengoordinasikan dan menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan keuangan;

n. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan

o. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasl

Subbagian Umum dan Kepegawaian

(1) Subbagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang mempunyai tugas pokok membantu sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan urusan ketatausahaan, administrasi pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan barang, urusan rumah tangga serta mengelola administrasi kepegawaian.

(2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas dirinci sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan Subbagian Umum dan Kepegawaian sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas sehingga berjalan lancar;

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dalam lingkungan Subbagian Umum dan Kepegawaian untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;

f. Melakukan pengklasifikasian surat menurut jenisnya;

g. Melakukan administrasi dan pendistribusian naskah dinas masuk dan keluar;

h. Melakukan pengelolaan arsip naskah dinas;

i. Menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan, pemeliharaan dan penghapusan barang;

j. Menyiapkan bahan dan menyusun administrasi pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan barang;

k. Menyiapkan bahan dan menyusun daftar inventarisasi barang serta menyusun laporan barang inventaris;

l. Melakukan, menyiapkan, dan mengoordinasikan pengelolaan urusan rumah tangga dinas;

m. Mengoordinasikan dan melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi serta fasilitasi pelayanan informasi;

n. Menyiapkan dan mengoordinasikan pelaksaanaan rapat dinas, upacara bendera, kehumasan, dan keprotokolan;

o. Menyiapkan bahan, menghimpun dan mengelola data kehadiran pegawai;

p. Mengoordinasikan dan memfasilitasi administrasi surat tugas dan perjalanan dinas pegawai;

q. Menyiapkan bahan, mengoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan organisasi dan tatalaksana;

r. Menyiapkan bahan dan mengelola administrasi kepegawaian;

s. Menyusun rencana kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan dinas;

t. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan pembinaan, peningkatan kompetensi, disiplin dan kesejahteraan pegawai negeri sipil;

u. Menyiapkan bahan, menghimpun dan mengelola sistem informasi kepegawaian;

v. Mengumpulkan bahan, mengoordinasikan dan menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan;

w. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan

x. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian

(1) Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan, pelaksanaan kebijakan dan pemberian bimbingan teknis serta pemantauan dan evaluasi di bidang prasarana dan sarana pertanian.

(2) Kepala Bidang dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan kebijakan urusan pemerintahan bidang prasarana dan sarana pertanian;

b. Pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan bidang prasarana dan sarana pertanian;

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan bidang prasarana dan sarana pertanian;

d. Pelaksanaan administrasi bidang prasarana dan sarana pertanian; dan

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan terkait tugas dan fungsinya.

(3) Tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) dirinci sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan bidang prasarana dan sarana pertanian sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas sehingga berjalan lancar;

c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dalam lingkungan bidang prasarana dan sarana pertanian untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas;

d. Menyusun rancangan, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani naskah dinas;

e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;

f. Menyusun kebijakan di bidang prasarana dan sarana pertanian;

g. Menyediakan dukungan infrastruktur pertanian;

h. Melaksanakan pengembangan potensi dan pengelolaan lahan dan irigasi pertanian;

i. Melaksanakan penyediaan, pengawasan, dan bimbingan penggunaan pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian;

j. Memberikan bimbingan pembiayaan pertanian;

k. Memberikan fasilitasi investasi pertanian;

l. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana pertanian;

m. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan; dan

n. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasa0Seksi Lahan dan Irigasi, Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin Pertanian

(1) Seksi Lahan dan Irigasi, Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin Pertanian dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan kebijakan, pemberian bimbingan teknis, dan pemantauan, serta evaluasi di bidang lahan dan irigasi, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian.

(2) Tugas pokok dirinci sebagai berikut :

a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Lahan dan Irigasi, Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin Pertanian sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas sehingga

b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas sehingga

Dokumen terkait