STRATEGI W-T Meminimumkan kelemahan
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1. Analisis Lingkungan Internal
Proses Analisis terhadap faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan usaha sangat perlu dilakukan. Faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu usaha berasal dari faktor manajemen, pemasaran, keuangan/ akuntansi, produksi/ operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi.
6.1.7. Manajemen
Terdapat lima fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian motivasi, pengelolaan staf, dan pengendalian.
1) Perencanaan, adalah proses cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dan menyiapkan bagaimana mengatasi kesulitan yang tidak diharapkan dengan sumberdaya yang cukup. Maka dari itu perencanaan sangatlah penting bagi suatu usaha karena dapat menentukan cara menjalankan pekerjaan dengan efisien. Perencanaan pada kelompok tani Putera Alam belum tersusun dengan baik karena tidak tertulis sehingga tidak dapat dilaksanakan secara sistematis. Tanpa adanya perencanaan secara tertulis, kelompok tani akan mengalami kesulitan dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja anggota, sehingga tidak dapat mengetahui tercapai tidaknya terget kelompok tani.
2) Pengorganisasian menetukan tugas dan tanggungjawab masing-masing sumberdaya manusia dalam melakukan kegiatan usaha. Pengorganisasian di kelompok tani Putera Alam masih belum terlaksana dengan baik, hal ini terlihat dari masih sering terjadi ketidakjelasan tugas dan tanggungjawab antara masing-masing bagian.
3) Pemberian motivasi, sebagai proses memengaruhi orang untuk mencapai tujuan tertentu. Ketua kelompok tani dibantu oleh Dinas Pertanian setempat memberikan motivasi terhadap anggota degan cara mengikut sertakan anggota kelompok tani dalam acara pelatihan khususnya pelatihan di bidang pertanian organik secara bergiliran.
45 4) Pengelolaan staf, mencakup aktivitas perekrutan, wawancara, pengujian,
penyeleksian, pengorientasian, pelatihan, pengembangan, pengevaluasian, pengkompensasian, pendisiplinan, dan pemecatan karyawan. Pengelolaan staf belum diterapkan di perusahaan karena bentuk usahanya masih usaha skala kecil sehingga struktur organisasinya masih sederhana.
5) Pengendalian terdiri atas penetapan standar kerja, mengukur kinerja individu dan organisasi, membandingkan kinerja aktual dengan standar kinerja yang direncanakan, dan melakukan tindakan korektif. Pengendalian pada kelompok tani belum terlaksana dengan baik karena tidak terdapat data yang lengkap mengenai kegiatan produksi/ operasinya, sehingga pengendalian untuk evaluasi strategi yang dijalankan tidak dapat dilakukan.
6.1.8. Pemasaran
Ada tujuh fungsi dasar pemasaran, yaitu:
1) Analisis pelanggan, informasi yang dihasilkan oleh analisis pelanggan dapat menjadi penting dalam pengembangan pernyataan misi yang efektif. Kelompok tani selalu berusaha memenuhi apa yang menjadi keinginan-keinginan dari konsumennya seperti ukuran produk sayuran yang tidak terlalu tua dan tidak pula terlalu muda, serta menjaga kualitas produk sayurannya tetap organik, sehingga loyalitas konsumen tetap terjaga.
2) Penjualan produk/jasa, implementasi strategi yang berhasil biasanya bergantung pada kemampuan organisasi untuk menjual beberapa produk atau jasa. Penjualan produk sayuran organik pada kelompok tani Putera Alam lebih difokuskan kepada pelanggan-pelanggan tetap, tanpa diikuti pencarian peluang-peluang pasar sehingga kelompok tani belum dapat memanfaatkan pasar-pasar yang berpotensi.
3) Perencanaan produk dan jasa penting khususnya ketika kelompok tani melakukan pengembangan produk atau diversifikasi. Perencanaan produk belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh kelompok tani, karena keterbatasan sumberdaya manusia profesional yang tidak mendukung.
4) Penetapan harga, pembuat strategi harus memandang harga dari perspektif jangka pendek dan jangka panjang, karena pesaing dapat meniru perubahan harga dengan relatif mudah. Sistem harga yang diterapkan adalah harga flat,
46 artinya tidak tergantung hukum ekonomi permintaan dan penawaran. Apabila produksi rendah dan permintaan tinggi, maka kelompok tani tetap memberlakukan harga awal atau tidak melakukan kenaikan harga.
5) Distribusi mencakup pergudangan, saluran distribusi, cakupan distribusi, tingkat dan lokasi persediaan, alat transportasi, dan penjual partai besar. Kelompok tani Putera Alam menjual produknya baik secara langsung ke konsumen maupun melalui supplier langganan. Distribusi produk pada kelompok tani ini kurang dapat berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan kelompok tani belum memiliki sarana transportasi.
6) Riset pemasaran adalah pengumpulan, pencatatan, dan analisis data secara sistematis tentang masalah yang berkaitan dengan pemasaran barang dan jasa. Riset pemasaran belum dapat dilakukan sepenuhnya oleh kelompok tani Putera Alam karena pencatatan data dari kegiatan produksi dan penjualan belum sesuai dengan sistem akuntansi, sehingga data tidak terkumpul dan tidak dapat dianalisis.
7) Analisis peluang melibatkan evaluasi terhadap biaya, manfaat, dan risiko yang berhubungan dengan keputusan pemasaran. Kelompok tani belum dapat memanfaatkan peluang sepenuhnya terutama dalam pelaksanaan pemasaran produk, karena penjualan produk hanya dilakukan pada pelanggan-pelanggan tetap saja tanpa adanya promosi ke pasar-pasar yang memiliki potensi besar.
6.1.9. Keuangan/ Akuntansi
Modal merupakan variabel yang sangat penting dalam menjalankan suatu kegiatan usaha terkait dengan bagaimana perusahaan mendapatkan modal usaha, melakukan investasi, penggunaan pembiayaan usaha, dan perhitungan keuntungan yang ingin dicapai. Modal kelompok tani Putera Alam adalah modal perseorangan masing-masing anggota kelompok tani. Tidak ada iuran khusus dari para anggota kelompok tani ini, karena kelompok tani hanya berfungsi sebagai wadah atau tempat bagi para anggota tani menyalurkan produk sayurannya untuk kemudian dipasarkan.
Pencatatan keuangan di kelompok tani dibuat sangat sederhana, hanya mencakup penjualan dan penerimaan yang bersifat sementara pada jangka waktu yang sangat singkat. Kelompok tani belum menerapkan pencatatan keuangan yang sesuai dengan sistem akuntasi. Ini merupakan kelemahan bagi kelompok tani
47 karena perhitungan keuntungan atau kerugian kelompok tani sulit untuk diketahui, sehingga dapat menjadi hambatan dalam menetukan perencanaan kegiatan produksi ataupun peningkatan laba kelompok tani.
6.1.10. Produksi/ Operasi
Produksi sayuran organik dimulai sejak berdirinya kelompok tani Putera Alam pada tanggal 17 Maret 2007, sebelumnya beberapa petani telah menjalankan usahatani secara semi organik. Kegiatan pembudidayaan sayuran organik di kelompok tani Putera Alam meliputi persiapan media persemaian, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman (pemupukan, penyiraman, penyiangan atau perompesan dan penyulaman) serta pengendalian hama dan penyakit tanaman, panen dan pasca panen. Peralatan yang digunakan dalam pengolahan secara umum sama dengan pertanian lainnya dan masih sederhana yaitu masih menggunakan cangkul, kored, pisau, gunting, pinset dan sebagainya. Secara umum proses kegiatan pembudidayaan di kelompok tani Putera Alam adalah sebagai berikut :
Gambar 7. Tahapan Proses Produksi pada Kelompok Tani Putera Alam Penyirama
Pemupuka Penyiangan/ Perompesan
Dan Penyulaman Persiapan Lahan
Penanaman
Pemeliharaan Tanaman
Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Panen
Pasca Panen Persiapan Media
48 1) Persiapan Media Persemaian
Proses awal adalah persiapan media persemaian menggunakan sekam. Pembakaran sekam biasanya dilakukan pada sore hari dan selesai pada pagi harinya. Sekam didinginkan dengan penyiraman air dan diserakkan agar sekam tidak menjadi abu. Sekam yang telah didinginkan dicampur dengan tanah, pupuk bokashi (kotoran ayam, kambing atau sapi), dolomit atau kapur dan urine kambing/ sapi aduk hingga merata menggunakan cangkul dan sekop. Media persemaian tersebut kemudian dimasukkan kedalam wadah atau tempat yang sudah disiapkan.
Gambar 8. Media Persemaian Benih pada Kelompok Tani Putera Alam 2) Pembibitan
Pembibitan dilakukan secara terjadwal dan biasanya setelah proses pemanenan. Awal dari pembibitan yaitu penyemaian. Sebelum disemai, benih terlebih dahulu direndam dengan air hangat selama 1-2 jam untuk menghilangkan sisa-sisa bakteri dan cendawan yang bisa mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Dalam perendaman, jika ada benih yang mengapung harus diambil. Benih yang telah direndam kemudian ditanam dalam media persemaian yang telah disiapkan.