• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

VI HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1 Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal KAS

6.1.1 Analisis Lingkungan Internal KAS

Lingkungan internal KAS yang dikaji berupa aspek-aspek internal KAS yang dapat dibagi menjadi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh KAS. Lingkungan internal KAS terdiri dari beberapa aspek manajemen. Aspek-aspek manajemen yang dikaji yaitu :

a. Operasi dan Produksi

KAS telah memiliki fasilitas berupa rumah pohon dan gazebo yang bisa digunakan untuk penginapan, lesehan pohon dan café. KAS memiliki 95,345 Ha lahan sedangkan yang baru digunakan hanya 20 ha. Selain itu ada juga lahan yang digunakan oleh masyarakat dengan perjanjian apabila lahan tersebut akan digunakan oleh KAS maka KAS tidak akan memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang telah menggunakan lahan tersebut. Luas lahan yang digunakan oleh masyarakat adalah 8 ha, jadi lahan yang benar-benar dikelola oleh KAS adalah 12 ha. Lahan yang tidak digunakan dengan efektif bisa menjadi kelemahan bagi KAS karena lahan merupakan salah satu potensi KAS yang harus dimanfaatkan.

61 Tingkat keterampilan tenaga kerja lapang masih belum sesuai, hal ini berkaitan dengan pendekatan sosial dimana kebanyakan karyawan KAS berasal dari penduduk sekitar, keterampilan yang belum sesuai ini menjadi kelemahan bagi KAS. Pengelolaan kegiatan di lapangan akan berjalan dengan baik apabila dikelola oleh tenaga kerja yang sesuai dengan bidangnya. Dalam mengelola on farm KAS telah menggunakan teknologi, seperti green house untuk tanaman melon, inseminasi buatan dan laser puncure untuk ternak domba, serta mempunyai pabrik pengolah jagung. Namun, penggunaan teknologi ini masih belum efektif, sehingga skala ekonomis masih belum tercapai. Hal ini terlihat dari pengelolaan pabrik jagung yang masih jarang digunakan.

b. Keuangan

Keuangan KAS telah dikelola dengan baik dan sudah melakukan pembukuan keuangan secara rapi. KAS didanai oleh APBD Sumedang sehingga harus ada laporan penggunaan uang APBD. Pengelolaan keuangan yang baik ini merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki oleh KAS karena melalui pengelolaan keuangan ini KAS dapat mengontrol arus kas masuk dan keluar. Margin keuntungan perusahaan saat ini masih negatif karena masih belum mencapai skala ekonomis. Tahun ini merupakan tahun dimana dana APBD yang diberikan paling rendah yaitu sebesar Rp 115.000.000,00.

c. Pemasaran

Terdapat tujuh aspek pemasaran yang dikaji dalam lingkungan internal, yaitu Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence. Produk yang ditawarkan berupa paket wisata agro. Paket yang ditawarkan oleh KAS adalah paket gaharu, paket cendana, dan paket pala KAS memberikan pelayanan kepada setiap para pengunjung berupa penjelasan teknis dari setiap komoditi. Penetapan harga tiap paket berbeda-beda. Harga paket Gaharu adalah Rp 150.000,- per orang, paket Cendana Rp 100.000,- per orang, dan paket Pala Rp 75.000,- per orang (Lampiran 1). Bonus diberikan kepada konsumen dalam bentuk peningkatan pelayanan. Sampai saat ini KAS belum menetapkan tiket

62 masuk. Semua orang bisa masuk ke dalam kawasan KAS tanpa dikenai biaya. Tarif dikenakan pada wisatawan yang datang untuk menggunakan fasilitas KAS. Sistem pembayaran dilakukan dengan tunai dan ada DP untuk wisatawan yang datang untuk berwisata sambil kemping (Lampiran 2).

Lokasi KAS terletak di pegunungan yang memiliki jalan yang sudah diaspal tetapi sudah rusak. Jalan yang ditempuh cukup terjal dan berlubang-lubang dengan jarak sekitar 9 Km dari jalan utama. Transportasi darat yang bisa digunakan adalah ojeg, tidak ada mobil umum yang bisa mengantar pengunjung tiba di lokasi. Keadaan ini merupakan kelemahan bagi KAS. Transportasi merupakan sarana yang sangat mendukung bagi kelancaran perjalanan wisatawan. Sarana transportasi yang kurang memadai akan menghambat perjalanan wisata.

Promosi dilakukan melalui jaringan , stasiun TV, internet, dan dari pengunjung. KAS telah memiliki blog, selain itu hampir semua stasiun TV swasta telah meliput KAS. Promosi melalui media elektronik lebih efektif karena biasanya setelah ada liputan dari stasiun TV akan meningkatkan jumlah pengunjung. Walaupun begitu, peningkatan jumlah pengunjung yang terjadi tidak mencapai target jumlah pengunjung yang diiinginkan oleh KAS yaitu seribu orang setiap bulannya.

Secara umum, promosi yang dilakukan oleh KAS belum menggunakan biaya sendiri karena biasanya stasiun TV datang dengan sendirinya. Hal ini mengakibatkan promosi tidak berlangsung kontinu sehingga kedatangan wisatawan ke KAS tidak merata setiap bulannya. Oleh karena itu, kegiatan promosi masih harus ditingkatkan karena promosi yang masih belum efektif merupakan sumber dari kelemahan KAS. Walaupun stasiun TV sudah banyak menayangkan KAS tapi kebanyakan masyakat masih belum mengetahui keberadaan KAS.

KAS selalu berusaha membuat semua pengunjung yang datang merasa nyaman. Hampir semua pengurus KAS berhadapan langsung dengan pengunjung. Peningkatan pelayan akan diberikan kepada pengunjung apabila pengunjung melakukan kunjungan lebih dari sekali.

63 Pengunjung yang datang akan diterima dengan baik langsung oleh ketua KAS, apabila ketua KAS sedang berhalangan maka Kasubag TU KAS yang akan menerima. KAS juga memiliki kekuatan keindahan alam pedesaan yang masih asri. Penginapan, cafe dan tempat berteduh yang ada dibuat seperti rumah panggung, bahkan ada penginapan yang desainnya mirip rumah di atas pohon. Penginapan tersebut bernama rumah pohon. Lokasi parkir dan WC juga tersedia di tempat ini. Selain itu, lokasi KAS yang terletak di pegunungan menyebabkan pengunjung dapat melihat keindahan kota Sumedang dari KAS.

d. Penelitian dan pengembangan (Litbang)

Saat ini KAS tidak memiliki bidang penelitian dan pengembangan (Litbang). Sebelum lepas dari BPPT, KAS memiliki bagian penelitian yaitu BPPT itu sendiri. Tidak adanya bidang penelitian dan pengembangan merupakan salah satu kelemahan KAS. Padahal bagian ini memiliki peran yang cukup besar dalam mempertahankan citra KAS sebagai wisata agro yang memperkenalkan pertanian dengan menggunakan teknologi. Hasil dari penelitian Perguruan Tinggi akan digunakan oleh KAS begitu juga hasil penelitian civitas akademika yang dilakukan di KAS akan dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat keputusan oleh KAS.

e. Sumberdaya Manusia

KAS tidak memiliki bagian khusus yang bertugas untuk menangani sumberdaya manusia. Ada beberapa kualifikasi dalam merekrut karyawan KAS yaitu profesionalisme, pendidikan sesuai dengan bidangnya, dan diusahakan mengakomodir tenaga kerja setempat, kalau tenaga kerja setempat tidak memenuhi kualifikasi baru mencari tenaga kerja di luar daerah. Tapi, kenyataannya pendidikan karyawan tidak sesuai dengan bidang keahliannya karena lebih mengutamakan tenaga kerja yang berasal dari daerah sekitar.

Saat ini jumlah tenaga kerja di KAS berjumlah 22 orang, dimana 2 orang sudah berstatus PNS dan 20 orang berstatus non PNS. KAS telah memiliki pembagian kerja secara tertulis dan pelatihan keterampilan dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Sistem upah yang diterapkan oleh

64 KAS adalah harian untuk tenaga kerja non PNS dan bulanan untuk tenaga kerja PNS.

f. Struktur Organisasi dan Manajemen

KAS telah memiliki perencanaan tertulis jangka menengah yaitu masterplan KAS 2009-2010, sehingga masterplan ini merupakan kekuatan KAS. Masterplan ini merupakan arahan KAS dalam melakukan kegiatan operasional sehingga dengan adanya masterplan ini diharapkan visi dan misi dibangunnya KAS dapat tercapai. Masterplan KAS berisi rencana pembangunan yang akan dilakukan oleh KAS, pembagian tugas di KAS, serta rencana struktur organisasi yang ideal.

Struktur organisasi KAS (Lampiran 3) menunjukan bahwa posisi puncak dipegang oleh seorang kepala UPTB yang bertanggung jawab langsung kepada kepala Bappeda Kabupaten Sumedang. Organisasi KAS terdiri dari enam unit pelaksana yang bertanggung jawab langsung kepada kepala UPTB KAS dan secara administrasi institusi didukung oleh bagian tata usaha yang terdiri dari pelaksana administrasi, pelaksana kafe, dan penjaga kantor. Bagian tata usaha dikepalai oleh seorang Kasubag dan bertanggung jawab langsung kepada kepala UPTB KAS.

Pendekatan yang dilakukan oleh KAS dalam melakukan fungsi organisasi adalah bottom up, dimana semua lini dilibatkan dalam mengambil keputusan. keputusan yang diambil oleh pihak manajemen KAS disesuaikan dengan kebijakan pemerintahan daerah Sumedang. Hal ini disebabkan KAS berada di bawah BAPEDDA, yang artinya baik secara langsung maupun tidak langsung kebijakan pemerintah daerah akan mempengaruhi manajemen KAS. Secara umum, pembagian tugas di KAS sudah berjalan cukup baik.

KAS memiliki kekuatan komunikasi yang terjalin antara ketua dan karyawan berjalan dengan baik, sehingga aliran informasi berjalan efektif. Pendisiplinan karyawan dilakukan dengan penetapkan jadwal masuk kerja dan jumlah hari kerja. Jam kerja dimulai dari pukul 7.00 WIB sampai 16.00 WIB. Jam kerja ini berlaku untuk semua karyawan KAS. Hari libur adalah Hari Jumat.

Dokumen terkait