• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

D. Analisis Data

3. Analisis Masalah Ketiga

Hipotesis untuk masalah ketiga dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan kepuasan konsumen PO. RAMAYANA ditinjau dari aspek jenis kelamin. Untuk itu akan diuji perbedaan rata-rata skor minatnya, baik laki-laki maupun perempuan. Dari hasil uji normalitas sebelumnya pada analisis masalah kedua dengan Klomogorov Smirnov menunjukan bahwa data tidak berdistribusi dengan normal karena 0,046<0,05. Untuk itu dalam menguji hipotesis masalah ketiga menggunakan teknik statistik non parametrik atau dengan Mann-whitney U test.

a. Uji Hipotesis

Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kepuasan konsumen PO. RAMAYANA ditinjau dari aspek jenis kelamin, digunakan uji Mann-whiney U test. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan analisis adalah :

1) Menetapkan Hipotesis

Ho : Tidak terdapat perbedaan kepuasan konsumen PO. RAMAYANA ditinjau dari aspek jenis kelamin.

Ha : Terdapat perbedaan kepuasan konsumen PO. RAMAYANA ditinjau dari aspek jenis kelamin.

2) Menetapkan pada taraf signifikansi 5% Pada taraf signifikansi α = 5% (0,05) 3) Kriteria pengujian hipotesis

Ho diterima bilaSig.2-tailed >α(0,05) Ho ditolak bilaSig.2-tailed < α(0,05) 4) Mencari nilaiSig.2-tailed

Tabel V.11

Hasil PerhitunganMann-whitney U test.

Hasil Jenis Kelamin Mean Rank Sig.2-tailed

TOTAL Laki-laki 50,73 0,937

Perempuan 50,27

Sumber : Data Primer 2011 olah data SPSS, 2011

5) Membandingkan Sig.2-tailed dengan α(0,05)

a) Mann-WhitneyTotal

Berdasarkan tabel V.11 , Ho diterima karena nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > level signifikansi (0,937>0,05). Artinya tidak ada perbedaan kepuasan konsumen PO. RAMAYANA ditinjau dari aspek jenis kelamin.

E. Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan konsumen pada jasa PO. Ramayana jurusan Jogja-Semarang dan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan apakah terdapat perbedaan tingkat kepuasan konsumen pengguna Ramayana jika ditinjau dari aspek tingkat pendapatan dan jenis kelamin.

Untuk menjawab pertanyaan pertama, yaitu mengetahui bagaimana kepuasan konsumen penumpang bus patas Ramayana, penulis melakukan perhitungan Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP). IKP diperoleh dengan menyelisihkan skor kenyataan yang dirasakan oleh penumpang setelah menggunakan Bus Patas Ramayana dengan pernyataan harapan sebelum para penumpang menggunakan bus patas Ramayana.

Dari hasil perhitungan IKP diperoleh tingkat kepuasan pengguna bus patas Ramayana untuk dimensi bukti fisik diperoleh tingkat kepuasan sebesar

–0,35, ini berarti penumpang tidak puas terhadap dimensi bukti fisik seperti kondisi bus, kebersihan, penampilan awak bus, tarif harga tiket, pembatasan pengamen dan bagasi yang disediakan. Untuk dimensi kehandalan diperoleh tingkat kepuasan sebesar –0,96, ini berarti penumpang tidak puas terhadap dimensi kehandalan seperti kecakapan supir dalam mengemudi, ketepatan waktu kedatangan, keberangkatan tidak menunggu lama, pelayanan kondektur dalam menarik tiket dan penyampaian saat sampai tujuan. Untuk dimensi ketanggapan diperoleh tingkat kepuasan sebesar –0,87, ini berarti penumpang tidak puas terhadap dimensi ketanggapan seperti pelayanan kondektur kepada

penumpang, pelaksanaan tugas awak bus dan pengantaran penumpang sampai tujuan. Untuk dimensi jaminan diperoleh tingkat kepuasan sebesar –0,96, ini berarti penumpang tidak puas terhadap dimensi jaminan seperti jaminan keamanan barang penumpang, tanggung jawab jika bus mogok dan adanya asuransi kecelakaan pada tiket bus. Untuk dimensi empati diperoleh tingkat kepuasan sebesar –0,90, ini berarti penumpang tidak puas terhadap dimensi empati seperti mengutamakan penumpang memperoleh tempat duduk, kondektur berkomunikasi dengan baik dan kesiapan awak bus membantu penumpang. Dan pada IKP secara keseluruhan diperoleh hasil tingkat kepuasan penumpang bus patas Ramayana sebesar -0,70, ini berarti bahwa penumpang Bus Patas Ramayana tidak puas terhadap jasa transportasi Bus Patas Ramayana jurusan Jogja-Semarang.

Dari hasil analisa tiap dimensi diatas, penulis mencoba memberikan analisa untuk tiap item pertanyaan. Diketahui skor ketidakpuasan tertinggi untuk dimensi bukti fisik yaitu -1,32 yang berkaitan dengan kegiatan pengamen dan pedagang asongan didalam bus patas. Dapat disimpulkan bahwa penumpang merasa terganggu kenyamanannya, maka sudah semestinya perlu ada pelarangan buat pengamen dan pedagang asongan untuk masuk ke dalam bus. Untuk skor ketidakpuasan tertinggi pada dimensi kehandalan yaitu -1,26 yang berkaitan dengan kegiatan menunggu penumpang. Dapat disimpulkan bahwa waktu keberangkatan bus tidak sesuai yang dijadwalkan pihak agen. Untuk skor ketidakpuasan tertinggi pada dimensi ketanggapan yaitu -0,91 yang berkaitan dengan pelayanan kondektur kepada penumpang yang akan naik.

Dapat disimpulkan pelayanan kondektur terhadap penumpang yang akan naik belum dilakukan dengan baik atau belum ada pelayanan yang istimewa. Untuk skor ketidakpuasan tertinggi pada dimensi jaminan yaitu -1,26 yang berkaitan dengan jaminan keamanan barang seluruh penumpang. Dapat disimpulkan bahwa pihak Ramayana tidak bertangggungjawab sepenuhnya terhadap barang bawaan penumpang jika ada kehilangan atau kerusakan. Untuk skor ketidakpuasan tertinggi pada dimensi empati yaitu -1,03 yang berkaitan dengan kesempatan penumpang memperoleh tempat duduk didalam bus. Dapat disimpulkan bahwa penumpang dalam memilih tempat duduk tidak dapat memilih sesuka hati,tapi harus teratur dan sesuai dengan nomor tiket.

Untuk masalah kedua dalam penelitian ini yaitu ingin mengetahui perbedaan kepuasan pengguna bus patas Ramayana berdasar aspek tingkat pendapatan. Untuk itu dilakukan analisis menggunakan Kruskal-wallis,dengan taraf signifikasi α=5% maka diperoleh X2 tabel = 9,48773. Pada perhitungan menggunakan SPSS diperoleh hasil X2 hitung untuk total keseluruhan dari sebesar 0,900. Disimpulkan bahwa Ho penelitian ini diterima karena X2tabel > X2hitung, artinya tidak ada perbedaan kepuasan konsumen PO. RAMAYANA ditinjau dari aspek tingkat pendapatan. Jadi membuktikan bahwa dari tingkat pendapatan terendah (< Rp 500.000) sampai tingkat pendapatan tertinggi (> Rp 2.000.000) dalam mendapat pelayanan menggunakan jasa Bus Patas Ramayana itu sama. Penumpang dengan tingkat pendapatan yang tinggi maupun penumpang dengan tingkat pendapatan terendah mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sama tanpa ada perbedaan satu sama lain, jadi

meskipun terdapat perbedaan tingkat pendapatan dari masing-masing konsumen, jasa yang diberikan pihak ramayana tetap sama kepada semua konsumen bus patas Ramayana. Dicontohkan seperti penumpang memperoleh tiket dengan tarif tiket yang sama oleh agen, jadi tingkat pendapatan seseorang tidak diperhitungkan untuk memperoleh spesialisasi khusus.

Untuk masalah ketiga dalam penelitian ini yaitu ingin mengetahui perbedaan kepuasan pengguna Bus Patas Ramayana berdasar aspek jenis kelamin. Untuk itu dilakukan analisis menggunakan Mann-whitney U test. Dengan taraf signifikasi α=5% di cari Sig.2-tailed untuk menjawab hipotesis masalah yang ada. Hasil perhitungan dari total keseluruhan menunjukkan Sig.2-tailed lebih besar dari α (0,661>0,05). Dapat disimpulkan bahwa Ho penelitian ini diterima karena Sig. (2-tailed) > level signifikansi (α), artinya tidak ada perbedaan kepuasan konsumen PO. RAMAYANA ditinjau dari aspek jenis kelamin.

Dari hasil pengolah data diatas menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kepuasan jika diliat dari aspek jenis kelamin. Hal tersebut terjadi karena penumpang laki-laki maupun perempuan berkeinginan untuk mendapatkan pelayanan cepat, berangkat tepat waktu dan tepat waktu sampai tempat tujuan. Terlebih para penumpang dalam membeli tiket diberi kebebasan untuk memilih jadwal dan jam keberangkatan yang diinginkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa bukan hanya penumpang laki-laki saja yang saat ini mendasarkan rasio dalam bertindak tetapi juga penumpang perempuan. Begitu juga sebaliknya kehawatiran dan ketakutan dalam menggunakan transportasi

umum bukan hanya terjadi pada perempuan saja, tetapi laki-laki juga memikirkan sarana yang tepat buat dirinya sendiri.

84

BAB VI

Dokumen terkait