• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Matriks QSPM

2) Analisis Matriks SWOT

7.7. Analisis Matriks QSPM

Setelah diperoleh beberapa alternatif strategi melalui tahap pencocokan dengan menggunakan matriks IE dan matriks SWOT, maka tahap akhir dari analisis formulasi strategi adalah pemilihan yang terbaik. Alat analisis yang digunakan pada tahap pengambilan keputusan ini adalah Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning Matrix-QSPM). Teknik ini menggunakan input dari analisis tahap pemaduan untuk menentukan secara objektif diantara alternatif strategi. Secara konsep, QSPM menentukan daya tarik relatif dari berbagai strategi berdasarkan seberapa jauh faktor strategi internal dan eksternal dimanfaatkan dan diperbaiki. Nilai AS (Attractiveness Score) menunjukkan daya tarik masing-masing strategi terhadap faktor kunci internal dan eksternal perusahaan. Nilai AS diperoleh

95 melalui kuesioner kepada responden pihak internal perusahaan. Nilai TAS (Total Attractiveness Scores) dari masing-masing responden diperoleh dari hasil perkalian antara bobot rata-rata dan nilai AS dsri setiap faktor kunci strategis. Kemudian dilanjutkan perhitungan nilai STAS (Sum Total Attractiveness Scores) dari masing-masing responden dengan cara menjumlahkan seluruh nilai TAS dari masing-masing-masing-masing faktor internal dan eksternal. Dapat dilihat pada Tabel 29 hasil perhitungan strategi yang menjadi prioritas dengan menggunakan matriks QSPM. Pada Lampiran 4, 5 dan 6 dapat dilihat hasil perhitungan bobot menggunakan matriks QSPM dari ketiga responden yang berasal dari pihak internal perusahaan.

Tabel 29. Prioritas Alternatif Strategis pada Pia Apple Pie

Responden 1 Responden 2 Responden 3 STAS Rata-Rata Prioritas Strategis STAS 4 3,208 3,327 3.852 3.462 8 STAS 5 3,238 3,096 4.059 3.464 7 STAS 3 3,929 4,660 3.963 4.184 6 STAS 6 5,111 3,663 4.181 4.318 5 STAS 8 4,688 3,454 4943 4.362 4 STAS 7 5,030 3,675 4.662 4.456 3 STAS 1 3,521 5,335 4.961 4.606 2 STAS 2 4,162 4,491 5.432 4.695 1

Sumber : Data Primer

Berdasarkan hasil perhitungan STAS rata-rata pada Tabel 29 maka priorias strategi terbaik yang dilakukan saat ini adalah mempertahankan manajemen sumber daya pada perusahaan dengan STAS (Sum Total Attractiveness Scores) rata-rata tertinggi sebesar 4,695. Berikut ini merupakan beberapa prioritas strategi untuk pengembangan usaha Pia Apple Pie:

1. Mempertahankan manajemen sumber daya pada perusahaan (STAS= 4,695) 2. Menambah inovasi produk (STAS= 4,606)

96 3. Menjalin kerja sama dengan badan keuangan bank/ non bank (STAS= 4,456) 4. Mempertajam peramalan (Forcasting) penjualan (STAS= 4,362)

5. Meningkatkan mutu produk dan pelayanan (STAS= 4,318) 6. Memiliki pemasok tetap (STAS= 4,184)

7. Melakukan pendaftaran hak paten dan label halal (STAS= 3,464) 8. Menambah SDM dalam bidang keuangan/ Akuntansi (STAS= 3,462) 7.8. Pengkajian Kesesuaian Alternatif Strategi

Dari hasil analisis matriks QSPM telah didapat beberapa strategi yang dapat dijalankan oleh pihak perusahaan. Dari hasil tersebut dilakukan pengkajian kesesuaian antara alternatif strategi yang diberikan dengan strategi yang telah dijalankan oleh pihak perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pia Apple Pie, maka dapat diidentifikasi beberapa strategi yang telah dijalankan oleh Pia Apple Pie.

1) Melakukan Diversifikasi dan Inovasi Produk

Dari pertama didirikan perusahaan ini hanya memiliki 3 menu yang dipasarkan yaitu apple pie, chicken pie, pie crust, namun seiring dengan perkembangannya Pia Apple Pie memiliki berbagai macam menu dengan variasi bentuk, rasa dan ukuran. Pia Apple Pie telah melakukan diversifikasi dimana produk baru yang ditawarkan masih berhubungan dengan produk yang telah ada dengan cara memberikan sntuhan berbeda terhadap rasa atau isian dari Pie, selain selai apel, juga ada strawberry, blueberry, coklat, kenari, keju, dan kismis. Dengan demikian produk-produk lama tetap akan diminati oleh konsumen. Selain itu, perusahaan juga membuat produk-produk baru seperti semar mendem, oncom, yogurt, puding, cream soup dan nasi goreng.

2) Menjalin Hubungan Baik dengan Karyawan

Perusahaan selalu menjalin hubungan baik dengan para karyawan. Karyawan yang berprestasi dan mau bekerja keras akan diberikan penghargaan oleh perusahaan, hal ini akan membuat para karyawan akan mendorong karyawan untuk selalu memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan. Sebaliknya, bagi karyawan yang malas

97 serta sering melanggar peraturan akan diberikan sanksi yang dapat membuat efek jera bagi karywan sehingga tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Hal inilah yang diterapkan oleh perusahaan sehingga hingga saat ini perusahaan memiliki karyawan yang setia, bahkan ada karyawan yang dari pertama kali berdiri hingga saat ini masih bekerja pada perusahaan ini.

3) Menjaga Kualitas Produk dan Pelayanan

Untuk menjaga kualitas produk,pihak Pia Apple Pie telah melakukan beberapa upaya yaitu selalu memilih bahan baku yang berkualitas baik, menggunakan peralatan modern dan hasil akhir produk selalu dinilai langsung oleh pemilik perusahaan atau diwakilkan oleh supervisor. Selain kualitas produk, kualitas pelayanan juga penting untuk dijaga untuk memberikan kenyamanan pada para konsumen sehingga dapat mempertahankan loyalitas konsumen terhadap perusahaan.

Tabel 30 menunjukkan adanya kesesuaian antara strategi yang telah dijalankan oleh Pia Apple Pie dengan alternatif strategi yang diberikan kepada perusahaan. Dapat dilihat dari alternatif yang diberikan kepada Pia Apple Pie masih berkaitan dengan strategi yang sudah dijalankan oleh perusahaan, misalnya melakukan diversifikasi dan inovasi produk, menjalin hubungan baik dengan karyawan masih berkaitan dengan mempertahankan manajemen sumber daya pada perusahaan dan menjaga kualitas mutu produk dan pelayanan yang sama halnya dengan meningkatkan mutu produk dan pelayanan.

Selain ketiga alternatif strategi tersebut, masih terdapat lima alternatif strategi lain yang belum diterapkan oleh pihak perusahaan antara lain: menjalin kerja sama dengan badan keuangan bank/ non bank, mempertajam peramalan (Forcasting) penjualan, memiliki pemasok tetap, melakukan pendaftaran hak paten dan label halal, menambah SDM dalam bidang keuangan/ Akuntansi. Pihak perusahaan saat ini sedang berupaya melakukan pendaftaran hak paten dan label halal bagi produknya, akan tetapi hingga saat ini belum berhasil disetujui karena terkendala beberapa hal salah satunya adalah pendaftaran hak paten tidak boleh menggunakan nama makanan atau minuman dan untuk pemasok tetap, saat ini perusahaan tidak memiliki pemasok tetap untuk bahan baku pelengkap. Alternatif strategi yang diberikan, secara umum

98 dapat dikatakan bahwa strategi tersebut akan mampu untuk mengatasi masalah yang ada saat ini.

Tabel 30. Gambaran Umum Tentang Alternatif Strategi yang Diberikan dengan Strategi yang telah Dijalankan oleh Perusahaan

Strategi yang telah dijalankan Perusahaan

Alternatif Strategi yang diberikan kepada Perusahaan

1.Melakukan diversifikasi dan inovasi produk.

2.Menjalin hubungan baik dengan karyawan.

3.Menjaga kualitas produk dan pelayanan.

1. Mempertahankan manajemen sumber daya pada perusahaan.

2. Menambah inovasi produk.

3. Menjalin kerja sama dengan badan keuangan bank/ non bank

4. Mempertajam peramalan (Forcasting) penjualan

5. Meningkatkan mutu produk dan pelayanan 6. Memiliki pemasok tetap

7. Melakukan pendaftaran hak paten dan label halal

8. Menambah SDM dalam bidang keuangan/ Akuntansi

Alternatif-alternatif strategi tersebut dibuat dengan melihat kondisi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan saat ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat kesesuaian antara alternatif strategi yang diberikan dengan strategi yang telah dijalankan oleh Pia Apple Pie. Formulasi strategi yang telah diberikan kepada Pia Apple Pie diharapkan dapat menjadi pelengkap strategi yang telah ada sebelumnya dan mampu untuk mengatasi permasalahan internal maupun eksternal yang dihadapi perusahaan. Pada Tabel 31 berikut ini merupakan beberapa persiapan (prakondisi) yang harus dilakukan oleh Pia Apple Pie sebelum penerapan strategi.

99 Tabel 31. Persiapan untuk Melakukan Penerapan Strategi

Strategi Persiapan yang Harus Dilakukan Mempertahankan manajemen

sumber daya pada perusahaan

• Membuat daftar pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yang jelas kepada setiap karyawan.

• Melakukan renovasi atau dekorasi kembali ruangan tempat penjualan agar lebih menarik

• Memberikan pelatihan khususnya kepada karyawan baru mengenai proses pembuatan produk.

• Melakukan penambahan terhadap alat-alat produksi

Menambah Inovasi Produk • Merencanakan produk baru yang akan dipasarkan

• Membuat contoh produk (tester)

• Meminta penilaian dari konsumen dengan cara mencicipi tester, untuk mengetahui kelayakan produk tersebut.

Menjalin kerja sama dengan badan keuangan bank/ non bank

• Mengajukan kredit usaha kecil kepada lembaga keuangan, baik bank maupun non bank.

• Memanfaatkan koperasi sebagai media pemasaran.

Mempertajam Peramalan (Forcasting) Penjualan

• Melakukan pelatihan karyawan yang berhubungan dengan peramalan penjualan • Mengadakan software terkait yang dapat

100 Lanjutan Tabel 31. Persiapan untuk Melakukan Penerapan Strategi

Strategi Persiapan yang Harus Dilakukan Meningkatkan mutu produk dan

pelayanan

• Melakukan pengawasan mutu terhadap bahan baku, peralatan produksi, dan hasil akhir produk

• Melakukan pendaftaran produk pada BPOM dan label halal

• Menyiapkan karyawan yang terampil dan bertanggung jawab pada setiap bagian. Memiliki pemasok tetap • Melakukan survei pasar menurut harga dan

kualitas.

• Melakukan negosiasi terhadap pemasok yang didapat.

• Membuat kontrak kerja Melakukan pendaftaran hak paten

dan label halal

• Mempersiapkan data dan surat yang diperlukan untuk pendaftaran.

• Menunjuk tim khusus yang berpotensi mengurus hak paten dan label halal.

Menambah SDM dalam bidang keuangan/ Akuntansi

• Melakukan perekrutan karyawan yang berhubungan dengan keuangan.

• Mengadakan software terkait yang dapat mempermudah penghitungannya.

Tabel 31 menunjukkan beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh Pia Apple Pie sebelum penerapan strategi. Untuk menentukan strategi mana yang terlebih dahulu diprioritaskan maka urutan penerapan strateginya dapat dilihat dari hasil matriks QSPM. Meskipun begitu, implementasi dari formulasi strategi ini diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan.

101 VIII. KESIMPULAN DAN SARAN

8.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada Pia Apple Pie, maka diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain :

1) Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal serta matriks EFE (External Factor Evaluation) menunjukkan bahwa kemampuan dari Pia Apple Pie dalam merespon dan menghadapi faktor eksternal berada pada kondisi rata-rata. Adapun peluang terbesar dari Pia Apple Pie adalah kemampuan pemasok dala penyediaan bahan baku utama dengan nilai tertimbang (score bobot) 0,345, sedangkan ancaman utama yang dihadapi Pia Apple Pie adalah kebijakan pemerintah dalam kenaikan BBM, gas, dan tarif dasar listrik dengan nilai tertimbang (score bobot) 0,177.

2) Hasil analisis internal dan matriks IFE (Internal Factor Evaluation) menunjukkan bahwa kekuatan utama bagi Pia Apple Pie adalah standar kualitas pada produk dan pengendalian mutu dengan skor bobot rata-rata sebesar 0,262, sedangkan kelemahan utama bagi Pia Apple Pie adalah pemasok bahan baku pelengkap yang tidak pasti dengan skor bobot sebesar 0,156.

3) Analisis matriks IE menempatkan perusahaan pada kuadran IV dimana ketentuan yang dapat digunakan adalah tumbuh dan berkembang. Strategi yang bisa dikembangkan bagi sebuah perusahaan yang terletak pada kuadran IV adalah integrasi ke belakang ke depan atau integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, pegembangan produk.

4) Hasil SWOT menghasilkan delapan alternatif strategi yang dapat dijalankan oleh Pia Apple Pie yang terdiri dari: (a) menambah inovasi produk, (b) mempertahankan manajemen sumber daya pada perusahaan, (c) memiliki pemasok tetap untuk bahan baku pelengkap, (d) menambah SDM dalam bidang keuangan/ akuntansi, (e) melakukan pendaftaran hak paten dan label halal, (f) meningkatkan mutu produk dan pelayanan, (g) menjalin kerjasama dengan badan keuangan bank/ non bank, (h) mempertajam peramalan (forcasting) penjualan.

102 5) Proses pengambilan keputusan dalam penentuan alternatif strategi terbaik

dilakukan dengan menggunakan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matriks). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa prioritas strategi yang ingin dijalankan oleh Pia Apple Pie yang dilihat dari hasil STAS yang tertinggi hingga yang terendah adalah: (a) mempertahankan manajemen sumber daya pada perusahaan (STAS= 4,695), (b) menambah inovasi produk (STAS= 4,606), (c) menjalin kerja sama dengan badan keuangan bank/ non bank (STAS= 4,456), (d) mempertajam peramalan (forcasting) penjualan (STAS= 4,324), (e) meningkatkan mutu produk dan pelayanan (STAS= 4,318), (f) memiliki pemasok tetap (STAS= 4,184), (g) melakukan pendaftaran hak paten dan label halal (STAS= 3,464), (h) menambah SDM dalam bidang keuangan/ Akuntansi (STAS= 3,462).

8.2. Saran

Adapun saran yang dapat diberikan kepada Pia Apple Pie adalah :

1) Pia Apple Pie sebaiknya melakukan perluasan tempat produksi yang merupakan tempat penjualan, memberikan lahan parkir yang memadai, menambah peralatan modern. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi Pia Apple Pie sehingga hasil penjualan juga akan meningkat.

2) Menjaga konsistensi mutu produk dari setiap produk yang ada, baik dari segi rasa, bentuk produk, ukuran dan tampilan produk dan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga akan dapat meningkatkan loyalitas konsumen juga.

3) Pia Apple Pie sebaiknya segera melakukan pendaftaran hak paten dan label halal. Pendaftaran yang terhalang prosedur syarat dan surat sebaiknya dikonsultasikan kepada pihak-pihak yang dapat membantu untuk menyelesaikan kendala tersebut. 4) Pemasaran dan promosi pada Pia Apple Pie dapat lebih ditingkatkan dengan

menggunakan sarana dan prasarana yang telah berkembang saat ini seperti media internet, media cetak dan media elektronik. Hal ini bertujuan untuk memperluas jaringan pemasaran dan promosi dari perusahaan.

103 DAFTAR PUSTAKA

[BPS] Badan Pusat Statistik Daerah Kota Bogor. 2010. Bogor dalam angka. Bogor: BPS Daerah Kota Bogor

[BPS] Badan Pusat Statistik Indonesia. 2009. Statistik tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan. Jakarta: BPS Indonesia.

[BPS] Badan Pusat Statistik Indonesia. 2009. Statistik harga produsen sektor pertanian di Indonesia. Jakarta: BPS Indonesia.

[BPS] Badan Pusat Statistik Indonesia. 2009. Produk domestik regional bruto (PRDB) tahun 2009. Jakarta: BPS Indonesia.

[BPS] Badan Pusat Statistik Indonesia. 2009. Hasil pendaftaran perusahaan/ usaha. Jakarta: BPS Indonesia.

[BPS] Badan Pusat Statistik Indonesia. 2009. Statistik tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan. Jakarta: BPS Indonesia.

[BPS] Badan Pusat Statistik Indonesia. 2010. Pengeluaran untuk konsumsi penduduk Indonesia per provinsi – survei sosial ekonomi nasional. Jakarta: BPS Indonesia

David, Fred R. 2008. Konsep manajemen strategi. Jakarta: PT Prenhallindo.

Kartini FD. 2009. Strategi Pengembangan Usaha Bunga Potong Krisan, Mawar dan Gerbeda Kelompok Tani Rahayu di Kecamatan Cidahu, Sukabumi [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Kotler P. 1980. Manajemen Pemasaran. Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Erlangga. Lazuardi A. 2008. Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Restoran Macaroni

Panggang (MP) Bogor [Skipsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Mangkuprawira. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nusawanti T. 2009. Analisis Strategi Pengembangan Usaha Roti Pada Bagas Bakery, Kabupaten Kendal [skripsi]. Bogor : Fakultas Ekonomi Manajemen. Institut Pertanian Bogor

104 Pearce, Robinson. 2007. Manajemen Strategik: Formulasi, Implementasi dan

Pengendalian, Jilid satu. Jakarta: Binarupa Aksara.

Porter M. 1980. Strategi bersaing “ Teknik menganalisis Industri dan Pesaing”. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Rachmina D, Rabbani B, 2008. Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi. Bogor: Fakultas Ekonomi Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Rahmanto R. 2010. Analisis Strategi Pengembangan Usaha ”Elsari Brownies dan Bakery” Kota Bogor Jawa Barat [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi Manajemen. Institut Pertanian Bogor

Salvatore D. 2001.Managerial Economics Dalam Perekonomian Global. Edisi keempat. Jilid pertama. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Saragih B. 2010.Agribisnis Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Edisi Ketiga. Bogor: IPB Press.

Sumiati U. 2009. Strategi Pengembangan Usaha Bawang Merah Goreng PO Mekar Wangi Desa Taraju, Kecamatan Sindang Agung Kabupaten Kuningan. Manajemen Agribisnis [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Wijayanti R. 2008. Strategi Pengembangan Usaha Sayuran Organik (Studi Kasus: Kelompok tani Putera Alam Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor). Manajemen Agribisnis [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

105 LAMPIRAN

106 Lampiran 1. Daftar Pertanyaan Dalam Kuesioner Untuk Konsumen