PENETAPAN KOMODITAS INDUSTRI AGRO UNGGULAN
3. Tahap Analisis dan Interpretasi Data
6.4 Analisis SWOT Berbasis THIO (technology, Human resource, Informasi dan Organization)
6.4.2 Analisis SWOT MENTE
KEKUATAN (STRENGHT)
1. Bali mempunyai beberapa bagian daerah dengan karakteristik yang sesuai dengan tanaman mente sehingga luas produksi besar.
2. Rasa mente bali yang khas memberikan nilai lebih di pasar.
3. Mente juga mempunyai kemampuan untuk diolah yang baik sehingga selain sebagai bahan utama juga diperlukan sebagai bahan tambahan produk olahan lain.
4. Beberapa wilayah sudah mempunyai sertifikat organic sehingga menambah daya saing mente bali.
5. Kebijakan pemerintah terhadap
perkembangan produksi mente bali besar.
PELUANG (OPPORTUNITY
1. Banyak situs-situs yang menghubungkan produsen mente dan pembeli yang tersedia secara gratis untuk memasarkan produk petani.
2. Tren pasar semakin bagus karena pengetahuan konsumen yang bertambah tentang mente maupun masih masuknya mente sebagai jenis produk dengan tingkat kemewahan tertentu.
3. Ditetapkannya UUD perdagangan memperkuat perlindungan komoditi nasional.
4. Potensi pasar mente dunia meningkat terutama ke benua eropa.
87 KELEMAHAN (WEAKNESS)
1. Pusat-pusat produksi mente masih banyak yang belum terhubung dengan infrastruktur transportasi dan komunikasi yang baik.
2. Biaya proses secara manual sangat besar.
3. Mutu masih tidak konsisten
4. Belum banyak IKM yang menyerap mete dengan mutu dibawah standar sehingga kerugian harus ditanggung oleh pengolah.
5. Banyak petani yang tidak melakukan pengolahan mente gelondong sehingga nilai tambah tidak banyak diperoleh.
6. Kegagalan panen masih mengancam.
TANTANGAN (THREAT)
1. Tata niaga mente belum diatur dan menggunakan mekanisme pasar.
2. Pembelian mente oleh pengepul dari luar negeri sudah dilakukan di tingkat petani sehingga memunculkan ekspor semu (dijual ke luar negeri namun dibeli dengan harga local)
3. Produksi saingan banyak terdapat di luar provinsi Bali yang mampu mensuplay produksi tinggi.
88
ANALISIS KESENJANGAN KOPI
P A S A R Baru
Pengolah kopi ditingkat kelompok tani mampu merespon permintaan
konsumen yang berbeda, melalui proses pengolahan kopi yang baik serta tepat mutu.
Mampu melakukan diversifikasi produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Produk memiliki daya saing yang kuat (keunggulan komparatif) dalam memasuki pasar bebas MEA.
Tetap terjalinnya hubungan yang saling menguntungkan antara petani,
kelompok tani dan mitra usaha dan stakeholder.
Petani mempunyai ketrampilan yang handal dalam pengolahan serta
tersedianya produk yang lebih beragam dan diterima pasar.
Petani mempunyai kemampuan dalam memasarkan baik melalui jalur pasar tradisional maupun non-tradisional (online) dengan memanfaatkan Teknologi informasi dan Komunikasi
Pemasaran lebih berkembang sehingga mampu mendorong
perbaikan ditingkat petani baik dari sisi kesejahteraan, maupun kemampuan adopsi teknologi.
Saat ini
Kondisi bahan baku sudah siap tersedia, namun kendala utama ada pada proses pengolahan kopi. Proses pengolahan hanya dilakukan
berdasarkan pengetahuan secara tradisi, dan perlu dikembangkan.
Pasar sudah terbentuk, saluran melalui Koperasi MPIG, Pasar lelang tingkat provinsi, pasar tradisional, kedai maupun pengecer, dan eksportir.
Petani melalui kelompok tani, sudah biasa berhubungan dengan para pengepul kopi dalam provinsi dan luar provinsi bahkan dengan ekportir.
Perluasan areal produksi untuk meningkatkan kontinyuitas suplay bahan baku.
Produk sudah ditangani dengan prosedur yang tepat sehingga mutu produk terjamin.
Semakin banyak pelaku pasar yang mengenal produk kopi yang dihasilkan petani local guna memperluas
pemasaran.
Terciptanya produk yang lebih inovatif baik produk utama maupun produk turunan yang diterima pasar.
89 PRODUK
90
ANALISIS KESENJANGAN KLUSTER BUAH-BUAHAN
Baru
Terserapnya produk buah-buahan ke sector pariwisata dan juga konsumsi local yang lebih besar melalui perbaikan mutu.
Mampu melakukan diversifikasi produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Produk memiliki daya saing yang kuat (keunggulan komparatif) dalam memasuki pasar bebas MEA.
Tetap terjalinnya hubungan yang saling menguntungkan antara petani, kelompok tani dan mitra usaha dan stakeholder.
Petani mempunyai ketrampilan yang handal dalam pengolahan terutama ragam alternative saat oversuplay, pemanfaatan produk mutur dibawah standar serta tersedianya produk yang lebih beragam dan diterima pasar.
Petani mempunyai kemampuan dalam memasarkan baik melalui jalur pasar tradisional maupun non- tradisional (online) dengan
memanfaatkan Teknologi informasi dan Komunikasi
Pemasaran lebih berkembang sehingga mampu mendorong perbaikan ditingkat petani baik dari sisi kesejahteraan dan kemampuan adopsi teknologi.
91 P A S A R Saat ini
Ketersediaan bahan baku buah- buahan sangat beragam dan
tersebar sepanjang tahun, sehingga pasokan tetap ada.
Sifat produk musiman dan rentan mengalami kerusakan selama penanganan.
Produk masih dipasarkan dalam bentuk fresh dan rentan mengalami persaingan dengan produk impor
Minimnya pelaku usaha yang melakukan proses pengolahan produk buah-buahan
terkendalanteknologi dan perijinan (minuman beralkohol)
Perluasan areal produksi untuk meningkatkan kontinyuitas suplay bahan baku.
Produk sudah ditangani dengan prosedur yang tepat sehingga mutu produk terjamin.
Semakin banyak pelaku pasar yang mengenal produk buah-buahan yang dihasilkan petani local guna memperluas pemasaran dan menjaga harga lebih stabil saat panen raya.
Terciptanya produk yang lebih inovatif baik produk utama maupun produk turunan yang diterima pasar.
Saat ini baru
92
ANALISIS KESENJANGAN MENTE
Baru
Terserapnya produk buah-buahan ke sector pariwisata dan juga konsumsi local yang lebih besar melalui perbaikan mutu.
Mampu melakukan diversifikasi produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Produk memiliki daya saing yang kuat (keunggulan komparatif) dalam memasuki pasar bebas MEA.
Tetap terjalinnya hubungan yang saling menguntungkan antara petani, kelompok tani dan mitra usaha dan stakeholder.
Petani mempunyai ketrampilan yang handal dalam pengolahan terutama ragam alternative saat oversuplay, pemanfaatan produk mutur dibawah standar serta tersedianya produk yang lebih beragam dan diterima pasar.
Petani mempunyai kemampuan dalam memasarkan baik melalui jalur pasar tradisional maupun non- tradisional (online) dengan
memanfaatkan Teknologi informasi dan Komunikasi
Pemasaran lebih berkembang sehingga mampu mendorong perbaikan ditingkat petani baik dari sisi kesejahteraan dan kemampuan adopsi teknologi.
93 P A S A R Saat ini
Ketersediaan areal produksi besar, namun merupakan tanaman warisan sehingga tidak terjadi perluasan areal tanam baru.
Bahkan terjadi penurunan luas areal produksi.
Produk utama masih mente gelondongan dengan ragam mutu yang tinggi, sehingga
mempengaruhi proses pengolahan lanjut dan harga.
Belum termanfaatkannya produk sampingan jambu mente berupa cangkang dan buah semu.
Jalinan antar pengusaha dan kelompok tani masih belum terjalin dengan baik sehingga kemitraan petani-pengusaha masih mandeg
Permodalan masih menjadi kendala utama dalam kelompok tani
Tersedianya areal tanam yang cukup untuk memenuhi pasar
Tersedianya produk mente dengan mutu yang baik ditingkat petani melalui kemandirian melakukan kendali mutu mente
Produk sampingan mulai bisa diolah dan dimanfaatkan sehingga semua hasil bisa bermanfaat bagi
kesejahteraan.
Terciptanya produk yang lebih inovatif baik produk utama maupun produk turunan yang diterima pasar.
Produk sudah ditangani dengan prosedur yang tepat sehingga mutu produk terjamin Sehingga Semakin terjalinnya kemitraan yang saling menguntungkan sehingga sirkulasi produk semakin baik.
Tersedianya modal sesuai dengan kebutuhan petani
Saat ini baru
94
BAB VII