H. Hipotesis
I. Metode Penelitian
4. Analisis Data
Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif berdasarkan yang di peroleh pada saat pengumpulan data.
Statistik deskriptif adalah analisis data dengan mentransformasi data mentah ke dalam suatu bentuk yang akan membuat pembaca lebih mudah memahami dan menafsirkan maksud dari data atau angka yang ditampilkan.31 Kemudian data tersebut perlu di uji kebenarannya menggunakan alat uji yaitu Statistical Packager for Social Sciences (SPSS). SPSS merupakan software pengolah data statistik yang digunakan untuk analisis statistik secara cepat dan tepat, dimana dari hasil analisis tersebut dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan tujuan dari penelitian.Analisis kuantitatif terdiri dari uji kualitas data dan uji asumsi klasik.
a. Uji Kualitas Data
Uji kualitas data dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat konsistensi dan akurat data yang didapat dilihat dari hasil kuisioner. Pengujian kualitas data dapat dilakukan dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.
31 Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), 138.
1) Uji validitas
Uji validitas adalah salah satu ciri yang menandai tes hasil belajar yang baik.32 Suatu instrumen dapat dikatakan valid dengan uji validitas, apabila tingkat validitasnya tinggi maka instrumen data dapat dikatakan valid tetapi jika validitas rendah maka instrumen data tersebut tidak valid. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan r hitung (corelated item-total correlations) dengan r tabel. Jika r hitung > r tabel dan bernilai positif pada signifikan 5% maka data tersebut dikatakan valid. Namun, jika r hitung < r tabel maka data tersebut dikatakan tidak valid.
2) Uji reliabilitas
Uji reabilitas adalah alat ukur yang memastikan bahwa kuisioner penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan variabel sudah reliabilitas atau tidak. Suatu kuisoner dapat dikatakan reliabel apabila kuisioner yang digunakan jika dilakukan pengukuran ulang maka akan mendapatkan hasil yang sama.33 Tingkat reliabilitas suatu variabel penelitian dapat dilihat dari hasil statistik Cronbach Alpha (α) suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. Semakin nilai alphanya mendekati satu maka nilai reliabilitas datanya semakin terpercaya.
Jika Cronbach’s Alpha > 0,60, maka dikatakan reliable.
Jika Cronbach’s Alpha > 0,60, maka dikatakan tidak reliable.
32 Sardu Siyoto dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Literasi Media Publish, 2015), 84.
33 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajawali Pers, 2004), 28.
b. Uji Asumsi Klasik
Saat melakukan Analisa regresi linier berganda maka beberapa asumsi berikut harus dipenuhi. Pembahasan dari beberapa uji asumsi klasik meliputi :
1) Uji Normalitas
Uji normalitas adalah pengujian kenormalan distribusi data yang terdapat pada variabel dependen dan variabel independen.
Apabila terdistribusi normal maka dapat dikatakan bahwa data tersebut dianggap baik. Uji normalitas data dapat dilakukan dengan beberapa uji statistik yaitu Shapiro-wilk, Kolmogorov-Smirnov, Lifiliefors, Jarque Bera, dan Kurtosis dengan menggunakan SPSS.34
2) Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas adalah pengujian yang digunakan untuk mengetahui adanya hubungan linier antara variabel bebas X dalam model regresi ganda. Jika dalam model regresi yang terbentuk terdapat korelasi yang besar diantara variabel bebas berarti terjadi masalah multikolinearitas.
Salah satu cara menguji multikolinieritas dalam model regresi adalah dengan melihat nilai TOL (Tolerance) dan Variance Inflation Factor (VIF) dari masing-masing variabel bebas terhadap
34 Agus Tri Basuki, Penggunaan SPSS dalam Statistik (Yogyakarta: Danisa Media, 2015), 95.
variabel terikat. Jika nilai VIF tidak lebih dari 10 maka model dinyatakan tidak mengandung multikolinieritas.35
3) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas merupakan pengujian yang bertujuan untuk melihat terjadinya perbedaan variance residual satu periode pengamatan ke periode pengamatan lain. Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik. Pengujian ini dapat dilihat dari hasil grafik scatterplot pada SPSS dengan kriteria penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola gelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali dan titik-titik data menyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0 pada sumbu Y.36
c. Analisis Regresi Linier Berganda
Regresi linier berganda adalah teknik statistika untuk membuat model dan menyelidiki pengaruh antara satu atau beberapa variabel bebas terhadap satu variabel respon.37
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan dengan menggunakan 4 indikator yaitu aspek pertumbuhan dan pembelajaran, aspek proses bisnis internal, aspek pelanggan, dan
35 Agus Widarjono, Ekonometrika Teori dan Aplikasi (Yogyakarta: Ekonisia, 2005), 131.
36 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS (Semarang: BPUD, 2009), 193.
37 Agus Tri Basuki, Penggunaan SPSS Dalam Statstik (Sleman: Danisa Media, 2014), 83.
aspek keuangan. Sedangkan variabel terikat adalah peningkatan kuantitas laba. Adapun persamaa regresi berganda sebagai berikut:38 y = α + β1x1 + β2x2 + β3x3 + β4x4 + e
Keterangan:
y = Peningkatan kuantitas laba α = Konstanta
β1 = Koefisien variabel aspek pertumbuhan dan pembelajaran x1 = Aspek pertumbuhan dan pembelajaran
β2 = Koefisien variabel aspek proses bisnis internal x2 = Aspek proses bisnis internal
β3 = Koefisien variabel aspek pelanggan x3 = Aspek pelanggan
β4 = Koefisien variabel aspek keuangan x4 = Aspek keuangan
e = Error
Ada beberapa uji yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu:
1) Uji t (Parsial)
Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh individual dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai probabilitas siginifikansi (Sig.) t yang dibandingkan dengan batas signifikansi yang ditetapkan yaitu 5% atau 0,05.
38 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivarite Dengan program IBM SPSS 19 (Semarang: BPUD, 2011), 193.
Apabila nilai probabilitas signifikansi < 0,05 maka secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika nilai probalilitas signifikansi > 0,05 maka secara parsial tidak terdapat pengaruh yan signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.39
2) Uji F (Simultan)
Uji F adalah pengujian untuk mengetahui pengaruh variabel independen dan dependen secara bersama-sama atau simultan. Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersamaan.40 Adapun kriteria pengujiannya adalah jika nilai signifikan F > 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan variabel independen terhadap variabel dependen.
Sebaliknya, jika nilai signifikan F < 0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel independen terhadap variabel dependen.
3) Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur persentase seberapa besar kemampuan variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Semakin tinggi nilai koefisien determinasi maka akan semakin baik kemampuan variabel independen dalam menjelaskan perilaku variabel dependen. Besarnya nilai R berkisar
39 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21 (Semarang:
BPUD, 2013), 112.
40 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS (Semarang: BPUD, 2009), 101.
antara 0-1, hal ini menjelaskan bahwa apabila nilai koefisien determinasi mendekati angka 1 maka semakin besar variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen.41