• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Analisis Data

Setelah dilakukan pengolahan data, maka kegiatan selanjutnya yaitu analisis data. Tujuan analisis data adalah menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan dipresentasikan. Maka dalam penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif, yaitu analisis yang dilakukan tanpa menggunakan angka dan tabel, melainkan uraian dalam suatu kalimat secara sistematis untuk kemudian dilakukan penarikan kesimpulan terhadap

permasalahan yang diteliti yaitu sistem pemidanaan bagi pengguna narkotika menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka kesimpulan dan saran yang dapat diberikan adalah:

1. Sistem pemidanaan bagi pengguna narkotika menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika merupakan konsep dasar dari double track system. Double track system merupakan kebijakan hukum pidana dalam perumusan ketentuan-ketentuan yang mengatur mengenai sanksi yang diberikan kepada pelaku penyalahgunaan narkotika, yakni berupa sanksi pidana dan sanksi tindakan mengingat pelaku penyalahgunaan narkotika memiliki posisi yang sedikit berbeda dengan pelaku tindak pidana lainnya. Sistem pemidanaan bagi pecandu narkotika dapat dilakukan dengan hukuman pidana maupun hukuman tindakan berupa rehabilitasi. Hakim akan menerapkan ketentuan Pasal 127 untuk sanksi pidana atau menerapkan ketentuan Pasal 103 untuk sanksi tindakan. Keyakinan hakim apakah pelaku penyalahgunaan narkotika tersebut tepat untuk dikatakan sebagai pengguna yang harus direhabilitasi atau lebih tepat dikatakan sebagai pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang harus dipidana penjara adalah dengan

berdasarkan hasil keterangan laboratorium yang menyatakan bahwa pelaku tersebut mengalami ketergantungan terhadap narkotika sehingga memerlukan proses perawatan dan/atau pengobatan yang dilakukan melalui fasilitas rehabilitasi.

2. Kriteria seorang pengguna narkotika digolongkan sebagai pecandu narkotika jika dalam periode waktu 12 bulan menggunakan narkotika secara terus- menerus. Individu yang menyalahgunakan narkotika belum tentu akan ketergantungan sedangkan seseorang yang ketergantungan sudah pasti menyalahgunakan narkotika. Penguna narkotika adalah penggunaan narkoba yang berulang serta maladaptif dan menimbulkan konsekuensi dampak yang negative. Sedangkan pecandu narkotika adalah dimana penggunaan narkoba secara teratur selama lebih dari 12 bulan, dengan kondisi fisiologikal dari proses neuroadaptasi yang diakibatkan dari penggunaan berulang dari suatu narkoba, keharusan melanjutkan penggunaan untuk menghindari timbulnya gejala putus zat.

B. Saran

Atas dasar kesimpulan tersebut diatas, maka penulis mengemukakan saran-saran sebagai berikut:

1. Hakim didalam memberikan putusan didasarkan pertimbangan yang sesuai hati nurani dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, agar pemidanaan yang dikenakan terhadap penyalahgunaan narkotika mencapai tujuan hukumnya, terutama tujuan kemanfaatan dan keadilan bagi pelaku. Untuk itu diperlunya

pemahaman konsep Double track system pada Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

2. Disarankan kepada hakim yang menangani perkara narkotika agar lebih teliti dalam menggolongkan pelaku penyalahgunaan narkotika dengan pengedar, karena kedudukan pengguna narkotika sebagai korban yang mempunyai hak- hak yang harus dilindungi, maka hendaknya hakim perlu menjadikan rehabilitation theory dan perspektif eksistensialisme sebagai paradigma berpikir, agar lebih mempermudah hakim untuk menerapkan pemidanaan bagi pengguna narkotiks.

Abidin A.Z., dan Andi Hamzah, 2010, Pengantar Dalam Hukum Pidana Indonesia, Yarsif Watampone, Jakarta.

Arief, Barda Nawawi, 2003, Kapita Selekta Hukum Pidana, Citra Aditya Bakti, Bandung.

Arifin. Muhammad, 1990, Teori & Filsafat Hukum Telaah Kritis atas Teori- Teori Hukum Cet. II. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Chazawi, Adami, 2001, Pelajaran Hukum Pidana 1 : Stelsel Pidana, Tindak Pidana, Teori-Teori Pemidanaan dan Batas Berlakunya Hukum Pidana, RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi II Cetakan IX, Balai Pustaka, Jakarta.

Dirjosisworo. Soedjono, 1990. Hukum Narkotika Di Indonesia. Citra Aditya bakti. Bandung,

Farid, Zainal Abidin, 2005, Hukum Pidana 1, Sinar Grafika, Jakarta,

Hamzah, Andi, 1993, Sistem Pidana dan Pemidanaan di Indonesia, Pradnya Paramita, Jakarta.

____________, 1994, Asas-Asas Hukum Pidana, Rineka Cipta, Jakarta.

Hidayat, Syamsul, 2008. Kebijakan Formulasi Pidana Mati Dalam Upaya Penanggulangan Tindak pidana Narkoba, Undip, Semarang.

Kanter, E.Y, dan S.R. Sianturi, 2002, Asas-asas Hukum Pidana Di Indonesia dan Penerapannya, Storia, Jakarta.

Koeswadji, Hermien Hadiati, 1995, Perkembangan Macam-Macam Pidana Dalam Rangka. Pembangunan Hukum Pidana, Citra Aditya Bakti, Bandung. Lamintang, P.A.F, 1994, Hukum Penetensir Indonesia, Amico, Bandung,

Makarao, Moh. Taufik., dkk., 2003, Tindak Pidana Narkotika, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Moeljatno, 2008, Asas-Asas Hukum Pidana, Edisi Revisi, Rineka Cipta, Jakarta. ________, 1985, Membangun Hukum Pidana, Bina Aksara, Jakarta.

Mertoskusumo, Sudikno, 1988, Mengenal Hukum (Suatu Pengantar), Liberty, Yogyarkta.

Moeljatno, 1985, Membangun Hukum Pidana, Bina Aksara, Jakarta.

Prakoso, Djoko, 1988, Hukum Penitensier di Indonesia, Liberty, Yogyakarta. Prakoso, Djoko, dkk., 2009, Kejahatan-Kejahatan yang Merugikan dan

Membahayakan Negara, Bina Aksara, Jakarta.

Prakoso, Djoko, dan Nurwachid, 1983, Studi tentang Pendapat-Pendapat Mengenai Efektivitas Pidana Mati di Indonesia, Ghalia Indonesia, Jakarta. Prasetyo, Teguh, dan Abdul Halim Barakatullah, 2005, Politik Hukum Pidana,

Kajian Kebijakan Kriminalisasi dan Dekriminalisasi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Prodjodikoro, Wirdjono, 2003, AsasAsas Hukum Pidana di Indonesia, Eresco, Bandung.

Rahardjo, Satjipto, 2009, Penegakan Hukum, Suatu Tinjauan Sosiologis, Genta Publishing, Yogyakarta,

Redaksi Badan Penerbit Alda Jakarta, Menanggulangi Bahaya Narkotika, Amanah R.I/B.P. Alda, Jakarta.

Reksodiputro, Mardjono, 2007, Hak Asasi Manusia dalam Sistem Peradilan Pidana, Kumpulan Karangan Buku Ketiga, Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum, Universitas Indonesia, Jakarta.

Saleh, Roeslan, 1978, Stelsel Pidana Indonesia, Aksara Baru, Jakarta.

Siswanta, Slamet, 2007, Pidana Pengawasan Dalam Sistem Pemidanaan Di Indonesia, Tesis, Universitas Diponegoro, Semarang.

Soedjono, D. 2000, Segi Hukum Tentang Narkotika di Indonesia. Karya Nusantara, Bandung,

Sudarto, 1988, Hukum Pidana I, Fakultas Hukum Undip, Semarang. ______, 1981, Kapita Selekta Hukum Pidana, Alumni, Bandung. ______, 1981, Hukum dan Hukum Pidana, Alumni, Bandung.

Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Sholehuddin, 2003. Sistem Sanksi dalam Hukum Pidana, Raja Grafindo Persada,. Jakarta.

Tim Penyusun, 2013, Pemahaman Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, BNN, Jakarta.

Wirjono Projdodikoro, 2003. Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia, Refika. Aditama, Bandung.

Widjaja, A.W, 1985, Masalah Kenakalan Remaja Dan Penyalahgunaan Narkotika, Bandung, Armico.

Dokumen terkait