III. METODE PENELITIAN
3. Analisis Multivariat
pada mahasiswa program pendidikan profesi di RSUD Abdul Moeloek.
2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan menggunakan uji statististik. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% dengan 5% sehingga jika nilai p (p-value) ≤0,05 maka hasil perhitungan statistik bermakna atau menunjukkan adanya hubungan antara variabel dependen dan independen, dan apabila nilai p value >0,05 maka hasil perhitungan uji statistik tidak bermakna atau tidak ada hubungan antara variabel dependen dan independen (Dahlan, 2014).
3. Analisis Multivariat
Analisis multivariat merupakan teknik statistika untuk set data dengan variabel bebas lebih dari satu. Untuk melihat sejauh mana pengaruh masing-masing variabel independen yaitu beban kerja berlebih kuantitatif , beban kerja berlebih kualitatif dengan variabel dependen yaitu stres dengan regresi logistik.
56
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :
1. Terdapat hubungan beban kerja berlebih kualitatif pada mahasiswa program profesi kedokteran bagian ilmu kesehatan anak dengan stres di RSUD Abdul Moeloek
2. Terdapat hubungan beban kerja berlebih kuantitatif pada mahasiswa program profesi kedokteran bagian ilmu kesehatan anak dengan stres di RSUD Abdul Moeloek
3. Beban kerja berlebih kuantitatif lebih berhubungan secara bermakna dengan stres pada mahasiswa program profesi kedokteran bagian ilmu kesehatan anak.
57
5.2 Saran
1. Bagi mahasiswa program profesi kedokteran, perlu meningkatkan kemampuannya dengan giat belajar, berpikir positif, menjadikan belajar sebagai suatu kebiasaan yang menyenangkan bukan sebagai tuntutan atau beban yang berlebihan sehingga diharapkan dapat mengurangi derajat stres.
2. Bagi peneliti lain, perlu penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar dan jika memungkinkan dengan memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi stres untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat serta memasukan variabel mekanisme koping untuk mengetahui bagaimana mekanisme koping yang dilakukan mahasiswa program pendidikan profesi dokter yang tidak stres pada kepaniteraan klinik bagian ilmu kesehatan anak
3. Bagi kepaniteraan klinik di bagian ilmu kesehatan anak agar meningkatkan perhatian terhadap mahasiswa program pedidikan profesi yang sedang menjalankan proses pembelajaran. Diharapkan beban kerja yang di berikan sesuai dengan kemampuan dan waktu yang ada sehingga tidak menjadikan beban kerja yang berat yang dapat menyebabkan stres patologis pada mahasiswa program pendidikan profesi dokter.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulghani, HM et al., 2011. Stress and its effects on medical students: A cross-sectional study at a college of medicine in Saudi Arabia. Journal of Health, Population and Nutrition, 29(5), pp.516–522.
Al-Dubai, SAR et al., 2011. Stress and coping strategies of students in a medical faculty in malaysia. The Malaysian journal of medical sciences : MJMS, 18(3), pp.57–64.
Alosaimi, FD et al., 2012. Stress-coping strategies among medical residents in Saudi Arabia : A cross-sectional national study. , 31(3).
Altay, N., & Kilicarslan, E. (2014). Experience of the clinical students on pediatric. Deuhyo, 7, 166–170.
Anggraeni, RS, 2010. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Stres Pada Mahasiswa Angkatan 2006 Fakultas Kedokteran Universitas Jember [Skripsi] Jawa Timur : Universitas Jember.
Beehr, TA & Newman, JE, 2006. Job stress, employee health, and organizational effectiveness: a facet analysis, model, and literature review. personnel psychology, 31(4), p.16.
Behrman, RE, Kliegman, R. & Arvin, AM, 2000. Ilmu Kesehatan Anak Nelson 15th ed. S. Prof. Dr. dr. A. Samik Wahab, ed., Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Christyanti, D, Mustami’ah, D & Sulistiani, W, 2009. Hubungan antara
Penyesuaian Diri terhadap Tuntutan Akademik dengan Kecenderungan Stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya. Insan Media Psikologi, 12.
Donnerstein, E & Wilson, DW, 2006. Effects of noise and perceived control on going and sub-sequent aggressive behaviour. Personality and social phsychology, 41, pp.710–724.
Funnell, R, Koutoukidis, G. & Lawrence, K, 2008. Tabbner’s Nursing Care: Theory and Practice, Australia: Elsevier.
Idaiani, S., 2000. Kesehatan Jiwa yang Terabaikan dari Target Milenium. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 10560, pp.137–144.
Isfandari S., 1992. Penelitian instrumen survei diagnosa stres dan stres strait. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Pusat Penelitian Penyakit Tidak Menular, Departemen Kesehatan RI.
Joyce, W, 2002. Teens in Distress Series Adolescent Stress and Depression. University of Minnesota, pp.1–4.
Kim, Y. J., Kim, S. J., Joo, C. U., & Kim, J. S. (2009). A survey of practices clinical student in pediatric: an intellectual, inspirational and professional growth experience. Yonsei Medical Journal, 50(5), 613–6.
Kristanti, L. (2012). Studi Deskriptif mengenai derajat stres yang dialami koass di Rumah Sakit “X” Bandung. Journal of Chemical Information and Modeling. Maranatha.
Labuz-Roszak, B et al., 2007. Stress, anxiety and depression among medical students in Poland. European Journal of Neurology, 14, p.100.
Lovallo, WR, 2015. Stress and Health: Biological and Psychological Interactions, Oklahoma: SAGE Publications.
M. Gabbay, D et al., 2011. Philosophy of Anthropology and Sociology: A Volume in the Handbook of the Philosophy of Science Series Handbook of the Philosophy of Science, London: Elsevier.
Manuaba, A 2000. Ergonomi Kesehatan Keselamatan Kerja. Dalam
Wygnyosoebroto s & Wiranto, S.E:Eds. Processing Seminar Nasional Ergonomi PT. Guna Widya Surabaya
Maramis, WF & Maramis, AA, 2009. Ilmu Kedokteran jiwa 2nd ed., Surabaya: Airlangga University Press.
McCormack, AL et al., 2005. Role of oxidative stress in paraquat-induced
dopaminergic cell degeneration. Journal of Neurochemistry, 93(4), pp.1030–1037.
Munandar, Ashar Sunyoto, 2008. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : UI
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Ntoumanis, N., Edmunds, J. & Duda, JL., 2009. Understanding the coping process from a self-determination theory perspective. British journal of health
psychology, 14(Pt 2), pp.249–260.
Panduan program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung., 2010, Bandarlampung: UNILA.
Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Fakultas Kedokteran., 2014, Jatinangor: UNPAD.
Parka, CL. & Iacocca, MO., 2014. A stress and coping perspective on
health behaviors: theoretical and methodological considerations. Anxiety, Stress & Coping: An International Journal, 27(2), pp.123–124.
Saipanish, R., 2008. Stress among medical students in a Thai medical school. Medical Teacher, 25(5), pp.502–506.
Setyawan, ZY., Amri, Z. & Sosrosumihardjo, D., 2008. Stres Kerja dan Kecenderungan Gejala Gangguan Mental Emosional pada Karyawan Redaksi Surat Kabar “ X ” di Jakarta. Majalah Kedokteran Indonesia, p.3.
Shah, M. et al., 2010. Perceived stress, sources and severity of stress among medical undergraduates in a Pakistani medical school. BMC medical education, 10, p.2.
Suwanto, F. X. 2010. Perilaku Keorganisasian. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Szabo, S. & Glavin, GB., 2006. Hans Selye and the Concept of Biologic Stress. Neurobiology of stress ulcer, 597, pp.16–19.
Szabo, S., Tache, Y. & Somogyi, A., 2012. The legacy of Hans Selye and the origins of stress research: a retrospective 75 years after his landmark brief “letter” to the editor of nature. Stress (Amsterdam, Netherlands), 15(5), pp.472–8.
Tarwaka., 2010, Ergonomi Industri Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi Dan Aplikasi Di Tempat Kerja, Solo : Harapan Press
Tyas, ER., 2009. Hubungan Antara Beban Kerja Berlebihan (Work-Overload) dengan Stres Kerja Paa Bidan Delima di Wilayah Surabaya. i.
Varvogli, L. & Darviri, C., 2011. That Reduce Stress and Promote Health. , 2, pp.74–89.
Widosari, YW., 2010. Perbedaan Derajat Kecemasan dan Depresi Mahasiswa Kedokteran Preklinik dan Ko-asisten di FK UNS Surakarta [Skripsi]. Solo: Universitas Negeri Solo.
World Health Organization, 1994. A user’s guide to the Self Reporting Questionnaire (SRQ). Geneva: World Health Organization, pp.1–84.