3.4. Audit SDM
3.4.3. Analisis Outcomes Human Resource Management
Berdasarkan hasil daftar periksa, melalui wawancara, dan survey kuesioner terhadap fungsi manajemen sumber daya manusia, maka didapatkan analisis outcome HRM sebagai berikut :
a) Perekrutan dan Seleksi
Berdasarkan hasil kuesioner karyawan terhadap beberapa pernyataan untuk proses perekrutan dan seleksi dapat disimpulkan bahwa proses perekrutan dan seleksi masih belum memenuhi harapan dari karyawan, terutama dalam hal prioritasn perusahaan untuk melakukan perekrutan internal yang memiliki nilai kesenjangan paling tinggi dalam dimensi perekrutan dan seleksi ini yaitu sebesar -1,31.
Hal ini juga didukung oleh hasil wawancara dimana efektifitas perekrutan masih dianggap kurang baik, yaitu berada pada peringkat
3. Berdasarkan hasil pengamatan penulis terhadap proses perekrutan yang saat ini sedang berjalan di perusahaan, penulis menemukan bahwa sistem perekrutan dan penyeleksian dalam pemenuhan kebutuhan karyawan tidak terdokumentasi dengan baik. Data pelamar tidak dikelola dan disimpan dengan baik, dimana hanya diarsipkan secara manual oleh bagian personalia sehingga saat dibutuhkan karyawan baru, bagian personalia kesulitan dalam pencarian data, dan data pelamar yang telah ada menjadi tidak efisien. Adanya penyimpanan dan pengelolaan data pelamar dengan baik, dimana setiap data yang masuk akan di entri ke sistem, dan saat bagian tertentu membutuhkan karyawan baru, data yang lama masih dapat digunakan serta mudah untuk melakukan pencarian data tertentu.
Pencocokan kriteria pelamar yang dibutuhkan dengan data pelamar dilakukan secara manual, hal ini dikarenakan permintaan karyawan yang masih dilakukan secara manual, yaitu secara lisan oleh manajer yang bersangkutan kepada bagian personalia. sehingga bagian personalia membutuhkan waktu yang lama dalam menentukan pelamar yang sesuai dengan kriteria, dan dalam perekrutan yang dilakukan, karyawan yang direkrut ada kalanya tidak sesuai dengan kriteria karena perekrutan yang dilakukan tidak secara objektif dan masih bersifat kekeluargaan
Selain itu perekrutan internal yang sulit untuk untuk dilakukan dikarenakan tidak adanya dokumentasi yang lengkap mengenai data
karyawan, kinerja karyawan yang dapat dijadikan pertimbangan perusahaan untuk dapat melakukan perekrutan internal.
b) Administrasi Personalia
Berdasarkan hasil wawancara dengan bagian personalia efektivitas dari proses administrasi personalia berada pada peringkat ke-2, hal ini dikarenakan data karyawan yang tidak karena masih disimpan dalam bentuk Microsoft Excel dan dokumen fisik selain itu, data mengenai karyawan yang jarang untuk diperbaharui juga menyebabkan pengolahan data karyawan tidak dilakukan dengan baik sehingga tidak bisa memberikan informasi yang cepat dan dan informasi terkini mengenai karyawan. Pencatatan data karyawan yang masih sederhana juga menimbulkan kesulitan ketika melakukan pencarian data karyawan serta
c) Pelatihan dan Pengembangan
Berdasarkan hasil penilaian karyawan terhadap indikator pelatihan dan pengembangan, dapat dilihat nilai kesenjangan yang cukup besar pada ketiga indikator untuk mengukur pelatihan dan pengembangan sehingga dapat disimpulkan bahwa aktivitas pelatihan dan pengembangan belum dirasakan manfaatnya dalam implementasi pekerjaan dan peningkatan produktivitas karyawan, serta belum didokumentasikan dengan baik.
Hal ini juga didukung oleh hasil wawancara dengan bagian personalia untuk daftar periksa dimana efektifitas pelatihan hanya berada pada peringkat kedua. Aktivitas pelatihan yang kurang digalakkan di
perusahaan dikarenakan kesulitan Bagian Personalia dan juga kurangnya dukungan dan kesadaran dari peusahaan untuk memberikan pelatihan bagi karyawan menjadi penyebab dari kurang baiknya aktitvitas pelatihan dan pengembangan.
d) Penilaian Kinerja
Berdasarkan hasil penilaian karyawan pada indikator aktivitas penilaian kinerja, masih terdapat ketidaksesuaian nilai antara harapan karyawan dengan kinerja manajemen SDM yang ada saat ini yaitu standar penilaian yang dirasa masih kurang objektif, metode penilaian masih dianggap masih belum menekankan pada kinerja yang diberikan karyawan, masih kurang baiknya proses dokumentasi hasil penilaian kinerja dan hasil penilaian yang dirasa belum dikomunikasikan secara terbuka dengan karyawan untuk dapat memberikan feedback mengenai kinerja mereka. hasil wawancara dengan bagian personalia yang menunjukkan efektivitas penilaian kinerja masih dirasa kurang baik, yaitu berada pada peringkat 3. Hal ini dapat disebabkan karena aktivitas penilaian kinerja terkadang masih dilakukan secara subjektif, dikarenakan sulitnya memberikan penilaian secara objektif karena tidak adanya standar yang baku untuk memberikan nilai pada kriteria penilaian.
e) Kompensasi dan Benefit
Berdasarkan hasil penilaian karyawan pada indikator sistem kompensasi dan benefit perusahaan dimana masih terdapat ketidaksesuaian antara nilai harapan karyawan dengan sistem
penggajian yang sedang berajalan saat ini yaitu, sistem kompensasi perusahaan yang dirasa belum mampu memotivasi karyawan dalam bekerja, sistem pembayaran gaji karyawan dan insentif yang belum sesuai, dan sistem perhitungan gaji yang dianggap belum akurat dalam menghitung gaji karyawan. Hal ini juga diakui oleh bagian personalia melalui wawancara yang menyatakan bahwa perhitungan gaji seringkali mengalami kesalahan dalam perhitungan hal ini disebabkan karena sistem pencatatan absensi dan lembur karyawan yang digunakan masih manual dan belum efisien dalam pembuatan rekap absensi karena bagian personalia harus menginput lagi data absensi masing-masing karyawan ke dalam komputer, hal ini dapat memungkinkan terjadinya kesalahan dalam penginputan data absensi yang pada akhirnya menyebabkan kesalahan dalam perhitungan gaji karyawan. selain itu, masih adanya pembayaran gaji karyawan yang bersifat mingguan dan diberikan secara tunai yang ddapat menimbulkan resiko kesalahan dalam memasukan jumlah uang ke dalam amplop gaji. Bagian personalia harus melakukan perhitungan gaji karyawan setiap minggu, untuk karyawan mingguan dan juga setiap bulan untuk karyawan bulanan. Hal ini dirasa kurang efisien oleh bagian personalia karena harus menghitung uang gaji karyawan setiap minggu, terutama apabila akhir pekan dan akhir bulan jatuh pada hari yang sama.